Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Fiera Baksara kembali!!!


__ADS_3

1 bulan pun berlalu, Fiera masih terlihat sama seperti ketika papa dan mama nya pergi. Semangat hidup nya seperti hilang di bawa angin yang menerpa kehidupan nya.


"Bagaimana?" tanya Lusi pada Ganda yang baru saja turun dari kamar nya.


"Masih sama Bun, Fiera hanya makan 2 sendok, lalu menangis lagi"


Hufff...


"Tidak apa apa sayang, dia masih terlalu muda. Kejadian ini membuatnya terkejut dan sulit mengontrol dirinya"


"Iya Bun, Ganda ngerti kok. Ganda akan selalu bersabar dan berusaha agar Fiera kembali bersemangat"


Lusi memeluk putranya, usia nya masih muda. Tapi Ganda, sudah bisa bersikap dewasa dan pengertian terhadap apa yang terjadi pada istri nya saat ini.


Sementara itu, Fiera melihat ponsel Ganda tertinggal di atas nakas. Ia tahu jika Ganda akan pergi ke sekolah.


Buru buru Fiera menuruni anak tangga, ia hendak memanggil nama Ganda ketika melihat pria itu berbicara dengan mertuanya.


Namun, langkah kaki Fiera terhenti ketika mendengar pembicaraan suami dan mertuanya.


"Ganda sangat bijak, gue terlalu egois jika terus bersikap seperti ini" batin Fiera.


"Eh Fiera?"


Lusi melepas pelukan nya pada Ganda, lalu berjalan menghampiri Fiera yang terlihat canggung.


Ganda berbalik, ia tersenyum pada istri nya yang sudah mau turun ke bawah. Sejak mama dan papanya wafat, Fiera di bawa oleh ganda tinggal bersama orang tuanya. Tetap tinggal di rumah itu hanya akan membuat Fiera semakin teringat dengan orang tuanya.


"Sayang, kamu di sini?"


"Uhm.. Ponsel mu ketinggalan, jadi aku mau memberikan nya" jelas Fiera menunduk.


"Uuuu.... Sayang, kok kaya orang takut gitu sih? "


"Gak kok, aku gak takut!" balas Fiera ketus.


Lusi terkejut, sekaligus bahagia melihat perubahan Fiera yang mulai kembali seperti semula.


"Waw, istri ku sudah bisa melawan yah. Apakah sudah kuat sekarang?? apa kita harus kembali ke kamar honey???" ucap Ganda menaik turunkan alisnya.


"huh? gak, gue masih sedih!!" jawab Fiera cepat, ia langsung berlari kembali ke kamar dan menutup nya kuat.


"Hahahaha.....Lihat Bun, dia sudah kembali!!" Ganda tertawa terbahak bahak.


"Kamu ini, jangan di gitukan, Fiera kan jadi merajuk lagi!!!" marah Lusi.


"Gak papa Bun, Fiera sudah lebih baik sekarang."


Ganda melenggang keluar rumah, ia akan pergi sekolah dengan hati yang lebih bahagia.


...----------------...


Lusi duduk di depan kelas, ia terlihat bingung dengan hati nya. Ia ingin mengungkapkan perasaan nya pada Ganda, tapi ia takut Ganda akan menolaknya karena sudah menikah dengan Fiera


"Raisa!!" panggil Yani.


Raisa menoleh, ia menatap Yani yang berjalan menghampiri nya.


"Tumben Lo datang lebih awal" tanya Raisa heran.


"Gue gak lihat jam tadi" jawab Yani enteng.


Raisa mengangguk mengerti, ia kembali memikirkan niat hatinya.


"Gue lihat Lo kaya ada pikiran gitu"

__ADS_1


"Ni anak kok makin kesini, makin kepo sih? Angle bilang dia gak baik, tapi


..."pikir Raisa mulai ragu, ia tidak percaya dengan Yani, tapi hanya Yani yang selalu memberikan informasi kepadanya.


"Gue ragu, Ganda kira kira suka gak yah, sama gue?" lirih Raisa akhirnya mengungkapkan gelisahan hatinya.


"Tentu saja suka, apa sih yang kurang dari Lo? cantik, baik, pinter. Kalah sama Fiera"


"Tapi mereka udah nikah" sela Raisa.


"Ya ampun Rai, mereka kan cuma nikah sementara. Hanya karena permintaan orang tuanya. sekarang kan orang tua Fiera sudah meninggal. Jadi, Ganda sudah bisa menceraikan Fiera!"


Raisa tertegun, ucapan Yani masuk ke dalam otaknya.


"Bener juga yah" pikir Raisa.


"Mereka juga belum terdaftar kok di negara, kan belum cukup umur" tambah Yani.


"Bener juga, Ganda pasti merasa terbebaskan dari beban nya sekarang" gumam Raisa senang. Ia merasa lega sekarang, Yani seperti teman dekat baginya.


"Makasih yah Yani, Lo sangat membantu gue. "


"Don't worry baby, gue akan menjadi teman baik Lo" balas Yani.


"Oh iya, gue ke kelas dulu yah. ada tugas yang harus gue selesaikan"


"Oke"


Yani berlalu pergi, meninggalkan Raisa yang tersenyum lebar. Ia akan menyatakan perasaannya pada Ganda nanti siang setelah istirahat kedua. Untuk itu, Raisa harus mengumpulkan keberanian dan tenaga nya.


"Selamat menelan kekecewaan Raisa" ucap Yani dalam hati ketika menoleh ke belakang, ia melihat Raisa tersenyum manis kepada nya.


"Perlahan kalian akan hancur!!" tekan Yani lagi.


Pukul 7.25, SMA Arya Jaya mulai terlihat ramai, sudah banyak siswa siswi berlalu lalang menuju ke kelas mereka masing-masing.


"Honey, Lo udah datang?" tanya Raisa menghampiri Ganda yang baru saja masuk ke dalam kelas.


Ganda melirik sebentar, lalu kembali melanjutkan langkah nya menuju ke bangkunya.


"Ganda!" panggil Raisa kesal. Ganda terlalu cuek dan mengabaikan nya.


Raisa hendak mendekati Ganda, namun seseorang menahan lengannya.


"Ada apa?" tanya Raisa sinis.


"Ikut gue!" titah Susi.


Raisa tidak mau, ia menepis tangan Susi. Namun, Susi menarik tangan nya dan memaksanya keluar dari dalam kelas.


"Susi, mau Lo apaan sih? gue heran deh sama Lo!"


Raisa menatap Susi sinis, ia tidak suka pada Susi semenjak mengetahui fakta tentang Fiera dan Ganda.


"Lo itu kenapa sih Rai, gak pernah mau menerima kenyataan kalau Ganda itu gak menyukai Lo!"


Plak!!!


Raisa menampar Susi, ia sudah muak dengan semua yang Susi lakukan.


"Lo gila yah!!!"


Plak!!!


Susi membalas tamparan Raisa.

__ADS_1


"Ingat yah Raisa, Lo akan menyesal kalo Lo terus terusan mendengar kan ucapan Yani! dia itu hanya ingin memecah kalian?!"


"Gue gak peduli, mau Yani mau siapapun. Lo lebih jahat Susi!! Gue kira Lo itu wanita baik, tapi ternyata apa???


Lo lebih jahat dari semuanya. Lo sudah tahu kenyataan nya, dan Lo malah mengambil keuntungan dari semua ini!!!"


Raisa menunjuk wajah Susi, ia benar-benar sudah sangat emosi.


"Lo jangan pernah mendekati gue lagi, Gue gak mau kenal dengan wanita seperti Lo! munafik dan jahat!"


Raisa langsung pergi setelah mengucapkan kalimat menyakitkan itu.


"Lo harus dengerin gue Raisa!!!! Ganda itu mencintai Fiera. Dia tidak akan mencintai Lo, dan Lo juga harus tahu!!! Yani itu licik!!!!"


Susi terengah-engah setelah berteriak pada Raisa, meskipun gadis itu tetap berjalan lurus tanpa menoleh lagi pada nya. Namun, Susi yakin Raisa mendengar ucapan nya tadi.


"Semoga Lo segera tahu, betapa busuknya Yani Raisa!!"


...----------------...


Fiera duduk di tepi ranjang, ia sudah mulai memperhatikan dirinya. Ia tidak murung lagi, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, bahwa dia akan memulai hidup baru dan akan membuat orang orang yang sudah sabar menghadapinya yang larut dalam kesedihan.


"Kak!"


Fiera menoleh, ia mendapati Elena berdiri di ambang pintu kamarnya.


"Eh, Elena. Masuklah" ucap Fiera tersenyum lembut. Elena masuk dan duduk di samping Fiera.


"Kami sudah pulang?" tanya Fiera sembari melirik jam.


"Hari ini gurunya rapat, jadi kami pulang lebih awal" jawab Elena.


"Sudah makan?"


"Sudah kak"


"Baguslah"lirih Fiera. Suasana mulai hening, Fiera tak lagi mengeluarkan kata kata. Ia tidak tahu akan mengatakan apapun lagi.


"Kak" lirih Elena membuka suara.


"Ada apa sayang? apa ada yang mengganggu pikiran mu?"


Elena menggeleng, tidak ada satupun yang mengganggu pikiran nya.


"Lalu? apa yang terjadi?"


"Hanya satu kak, aku selalu memikirkan bagaimana kakak bisa menjadi lemah seperti ini?


Elena minta maaf sama kakak, jika ucapan Elena menyinggung. Tapi, Elena pengen kakak bangkit, Elena hanya ingin kakak kembali ceria.


Om sama Tante juga sedih melihat kondisi kakak seperti ini. Sudah 1 bulan kakak mengurung diri dan jiwa kakak"


Elena menghela nafas berat, ia sudah siap menerima resiko jika Fiera tersinggung atau marah kepadanya karena ucapannya barusan.


"Maafin kakak yah El, kakak udah membuat kamu sedih. Tapi, kakak akan mencobanya" lirih Fiera.


"Kalau begitu, ayo jalan jalan. Kita akan memulai nya sekarang!!",


"Sekarang???" kaget Fiera.


"Tentu saja, kita akan tunjukkan pada dunia. Bahwa Fiera Baksara sudah kembali!!!!" sorak Elena girang.


"Baiklah kalau begitu, kita akan bersenang-senang sekarang!!!" sahut Fiera ikut bersorak.


"Yeayyyy!!!!!!!"

__ADS_1


...----------------...


Sekarang kita kupas habis habis sih Raisa. Kita buat dia membuka mata lebar lebar, dan pemikiran nya harus kita sucikan dari Yani yah!!!


__ADS_2