Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Gue bukan supir Lo!!!


__ADS_3

Raisa berdandan secantik mungkin, ia tidak mau Ganda malu melihat penampilan nya yang tidak menarik baginya nanti.


Bagi Raisa, ini adalah kesempatan emas untuk mendapatkan perhatian Ganda. Entah lah, Raisa merasa dirinya sangat berbeda semenjak melihat ganda. Pria mana pun tidak menarik lagi baginya, ketampanan dan sikap ganda membuat dirinya berubah menjadi gadis yang akan mengencani satu pria saja.


"Waw, aku sangat cantik sekali" puji Raisa menatap pantulan dirinya di kaca. Ia tersenyum puas, waktu yang ia gunakan untuk berdandan tidak lah sia sia. Hasilnya menakjubkan.


"Ganda, kau akan terpesona ketika melihat wanita secantik aku" Raisa mengulum senyum, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan ganda dan melihat reaksinya.


Raisa menuruni anak tangga, ia melewati ruang tv yang di sana ada mama nya dan adik nya sedang menonton tv.


Mama Raisa menoleh ketika mendengar suara tapak kaki menuruni anak tangga.


"Loh, Raisa. Kamu mau kemana Sayang?" tanya mama Raisa melihat penampilan putrinya yang sudah sangat rapi.


"Aku mau bertemu dengan teman ma" jawab Raisa senang.


"Waw, kakak terlihat sangat senang dan bersemangat. Apa dia benar-benar teman mu, atau malah sebalik nya" ujar adik Raisa yang juga memperhatikan nya.


"Ah kau ini yah, masih kecil tapi sudah bisa berbicara seperti itu" kata Raisa mendekati adiknya, lalu mengecup pipi nya.


"Jangan lupa membelikan aku sesuai yah" kata adik nya mengingatkan Raisa.


"Baiklah"


"kamu pulang nya jangan terlalu larut yah. Mama khawatir kamu kenapa kenapa nanti" peringat Mama Raisa.


"Iya ma, Raisa gak bakal lama kok. Yaudah, Raisa berangkat yah" pamit Raisa sembari mengecup punggung tangan mama nya.


Raisa pergi dengan mengendarai mobil nya, ia menolak ketika sang supir menawarkan untuk mengantar dirinya.


Sementara di tempat lain, Ganda yang masih kesal dengan Fiera dan keluarga nya memacu mobil ke arah restauran yang Raisa janjikan kepada nya.


"Arrrgggggg, Kenapa juga aku harus menerima ajakan gadis ini! hidup ku sudah sulit, dia malah semakin mempersulitnya" gerutu Ganda yang tidak ikhlas menerima ajakan Raisa. Hanya saja, ia tidak tega menolak permintaan gadis ini. Ganda pernah di tolong oleh Raisa, sehingga dirinya tidak terlambat waktu itu.


Ganda tiba di lokasi, ia langsung masuk dan mencari Raisa yang ternyata sudah tiba di sana lebih dulu dari dirinya.


"Gandaaaa, sebelah sini" panggil Raisa setengah berteriak ketika melihat kedatangan pria idaman nya.


Ganda memasang senyum nya, rasa kesal untuk nasib nya ia singkirkan terlebih dahulu.


"Apa Lo sudah lama menunggu?" tanya Ganda berbasa basi.


"Selama apapun itu, gue akan selalu menunggu Lo" balas Raisa dengan kata kata manis. Ia mengatakan hal itu tulus dari hati nya.


"Em..Raisa, apa Lo sudah pesan makanan?" tanya Ganda mengalihkan pembicaraan.


"Oh iya, benta.


Pelayan!!!" panggil Raisa pada pelayan yang berdiri tak jauh dari mereka.


"Ada yang bisa saya bantu nona?" tanya pelayan .


"Aku minta buku menu nya" pinta Raisa. Pelayan itu langsung memberikan buku menu ke tangan Raisa.


"Ganda, Lo mau makan apa? " tanya Raisa memperlihatkan buku menu pada Ganda.


"Terserah aja deh, sebenarnya gue udah makan tadi"jawab Ganda jujur.


"Benarkah? kalau tahu begini. Lebih baik kita ke cafe saja" lenguh Raisa.


"Tidak masalah Raisa, Lo makan aja gue bisa mesan minuman saja" balas Ganda tidak enak.

__ADS_1


"Gue mau makna bareng Lo, kalo gue doang yang makan, itu artinya sama aja gue makan sendiri" lirih Raisa pura pura sedih. Namun, ia tetap tersenyum pada Ganda.


"Yasudah, saya pesan kentang goreng dan jus apel" Raisa menoleh pada Ganda untuk menanyakan apa yang ia inginkan.


Mengerti maksud tatapan Raisa, Ganda langsung menjawab nya.


"Gue pesan jus jeruk saja" kata Ganda.


"Baiklah, tunggu beberapa menit kami akan menyiapkan pesanan kalian" kata pelayan sopan, lalu pergi untuk menyiapkan pesanan Raisa dan Ganda.


Raisa menatap Ganda penuh cinta, ia masih belum bisa mempercayai jika ganda sedang bersama nya untuk makan berdua.


Apa yang akan gue katakan sama gadis ini? gue benar-benar tidak nyaman lama lama di sini. Pikir Ganda.


"Ganda, Lo pindah ke sekolah kita kenapa ? apa sekolah lama Lo gak bisa bikin Lo nyaman?" tanya Raisa membuka pembicaraan di antara mereka.


"Yah begitulah, gue merasa bosen dan tidak nyaman di tempat itu" kata Ganda jujur.


"Berapa lama Lo bertahan di sana?" tanya Raisa lagi.


"Sekitar 1 atau 2 bulan lah" jawab Ganda.


"Waw, berarti di sekolah ini Lo paling lama"


"Yah, bisa di bilang begitu" jawab Ganda berangsur mulai singkat dan bosan.


"Oh iya Raisa, Lo dan Fiera temen Deket kan?" tanya Ganda mulai serius.


"Yah, sangat Deket. Emang kenapa?" kata Raisa bertanya balik.


"Gak ada, gue heran aja. Kenapa ada yah cewe sejudes dia" kata Ganda heran.


"Dia emang begitu orang nya, dia itu kekurangan kasih sayang dari orang tua nya" ucap Raisa.


"Ke luar negeri, eh kok Lo penasaran banget sama Fiera, Lo gak ada rasa kan sama dia?"


Ganda tercekat, ia menggeleng pelan.


"Ya, enggak lah. Mana mungkin gue ada rasa sama dia. Lo tau lah, sikap judes seperti itu bukan tipe gue" Kila Ganda beralasan.


Raisa pun bernafas lega, ia berpikir jika ganda menyukai Fiera tadi. Ternyata tidak, Raisa masih memiliki harapan dan harus berusaha lagi.


Pesanan mereka datang, Ganda fokus dengan game nya. Ia menemani Raisa makan dan mengobrol sesuatu yang menurut Ganda tidak penting.


2 jam sudah Ganda menemani Raisa, ia sudah merasa jengah dan bosan. Namun, Raisa seolah terus menahan Ganda agar tetap bersama nya.


Namun, akhirnya Ganda bisa lepas dari nya dengan alasan ia harus segera pulang karena sudah memiliki janji dengan kedua orang tua nya.


"Gila memang, tu cewe maksa banget" gerutu Ganda di dalam mobil, ia sedang dalam perjalanan pulang.


Ganda dapat menyimpulkan bahwa Raisa adalah cewe manja dan egois, sangat bertolak belakang dengan gadis idaman nya. Namun, Ganda masih membutuhkan Raisa sebagai sumber informasi nya. Menurut teman teman di kelasnya, dari pada Angke, Fiera lebih dekat dengan Raisa.


Setiba nya di rumah, Ganda langsung masuk ke dalam rumah nya. Saat melewati ruang tamu, Ganda di panggil oleh Lusi.


"Ganda, kesini dulu!" panggil Lusi.


Ganda berhenti dan berbalik menatap Fiera yang tengah berdiri seperti orang baru saja berpamitan.


"Ada apa Bun?" tanya Ganda datar. Ia sudah eneg lihat wajah Fiera,begitu juga sebalik nya.


"Kebetulan kamu sudah pulang sayang, Fiera akan pulang . Tolong kamu anter dia pulang yah" pinta Lusi.

__ADS_1


"Gak Bun, males banget" tolak Ganda


"Gak usah Tante, Fiera bisa pulang sendiri, Fiera akan mesan taxi atau minta supir untuk menjemput Fiera" tolak Fiera halus. Ia tidak mau membuat mama Elena tersinggung karena penolakan nya.


"Gak ada penolakan sayang, kamu itu wanita dan sangat bahaya pulang malam begini." kata Lusi.


"Iya kak, kakak pasti aman jika kak Ganda yang mengantar nya" sahut Elena.


"Tapi.." Fiera tidak bisa berkata kata lagi, ia melirik ke arah Ganda.


Malas banget pulang di antar sama dia, bisa bisa gue kejang kejang.


"Sudah lah nak Fiera, kamu harus pulang di antar Ganda" kata Ferdi tak bisa Fiera tolak.


"Eh eh, ayah Bun, kan Ganda belum mengiyakan permintaan Ayah dan bunda" protes Ganda.


"Mau tidur di rumah atau di luar Ganda? antar Fiera sampai kerumah nya dengan selamat!" ancam Ferdi menatap putranya dengan sorot mata serius.


"What? kalian memperlakukan aku seperti anak tiri" gerutu Ganda berjalan menuju ke luar.


"Udah sana, susulin" kata Lusi pada Fiera.


"Tapi Tante,..."


"Udah gak papa, dia baik kok orang nya" ucap Lusi lagi meyakinkan Fiera.


Fiera tidak bisa berbuat apa apa lagi, ia menatap Lusi, Ferdi dan Elena secara bergantian. Dan mereka pun mengangguk agar Fiera pulang bersama Ganda.


"Yaudah deh" kata Fiera pasrah. Ia melangkah mengikuti Ganda yang sudah menunggu nya di luar.


"Semoga mereka gak berkelahi di jalan" gumam Elena penuh harap.


"Gak mungkin lah, bunda lihat ada sikap toleransi di diri mereka, jadi mereka gak akan seamburadul itu." kata Lusi.


Fiera menatap Ganda lama, ia tampak ragu mau naik atau memilih pulang naik taxi saja.


"Heh, Lo jadi mau pulang gak. Jangan buat waktu gue terbuang sia sia yah!" ketus Ganda.


"Yeee siapa sih yang mau pulang sama Lo, kalo bukan Tante Lusi yang maksa" bantah Fiera juga ikut kesal.


Fiera masuk ke dalam mobil Ganda, ia masuk dan duduk di bangku belakang.


Ganda melirik Fiera melalui spion.


"Kenapa? ayo buruan jalan!" kata Fiera, karena Ganda tak kunjung menjalankan mobil nya.


"Katanya mau cepet" kata Fiera lagi.


"Heh, Lo pikir gue supir Lo. "kata Ganda.


"Lah, yang bilang Lo supir gue siapa???balas Fiera.


"Trus, maksud Lo apa. Duduk di Belakang.Pindah depan!!" titah Ganda.


Fiera menggerutu, ia kembali keluar dari mobil Ganda dan masuk kembali dengan posisi duduk yang berbeda


"Mau duduk Deket gue bilang aja, jangan banyak bacot" gerutu Fiera.


"Lo bilang apa??"


"Huh, apa? gue gak bilang apa apa, Lo salah denger kali" kata Fiera pura pura tidak mengatakan apapun. Padahal, dengan jelas Ganda mendengar gerutuannya.

__ADS_1


"Dasar cewe aneh!" dengus ganda mulai menjalankan mobil nya meninggalkan perkara rumah keluarga Wijanto.


...----------------...


__ADS_2