
Pagi yang melelahkan, Fiera bangun dari tidur nya. Ia merasa tubuhnya sangat remuk. Setelah kegiatan kemarin, mereka tidak sempat istirahat dan harus kembali malam itu juga.
Fiera membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi dan berpakaian santai. Fiera turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi non"sapa bi Ina.
"Pagi bi"balas Fiera yang langsung duduk di meja makan. Fiera tak lagi menghiraukan ada atau tidak nya kedua orang tuanya. Ia sudah merasa bosan dan lelah untuk berharap.
Sembari menyiapkan Fiera sarapan, bi Ina mengajak Fiera ngobrol membahas tentang kejadian di tempat perkemahan. Ia terus mengalihkan perhatian Fiera agar tidak terlalu merasa sepi di rumah besar ini.
"Yaudah bi, aku mau keliling dulu yah. Pagi pagi bagus nya kan berjemur dan mengeluarkan sedikit keringat"ujar Fiera.
"Iya non, hati hati yah" kata bi Ina.
Fiera mengangguk, kemudian berlalu keluar dari rumah.
"Huaaaahhhhh....Liburan masih panjang, dan gue harus menjalani ini sendiri" gumam Fiera merenggangkan otot otot tubuhnya.
Fiera berjalan mengelilingi kompleks perumahan nya. Udaranya terasa sejuk, karena petugas keamanan dan kebersihan sangat menjaga alam sekitar kompleks ini. Mereka menanam pohon dan menjaga semuanya tetap subur.
"Eh neng Fiera" sapa tukang sayur langganan Bi Ina. Ia bisa mengenal Fiera karena beberapa kali menemani bi Ina berbelanja sayur kepadanya.
"Iya mang"balas Fiera tersenyum.
"Sendirian aja neng?"tanya tukang sayur itu lagi.
"Saat ini iya mang, belum ada pendamping" canda Fiera.
"Wahhh masa secantik ini belom ada"kekeh mang sayur meladeni candaan Fiera.
"Yaudah atu mang, saya mau lanjut keliling dulu" pamit Fiera.
"Iya neng" balas mang sayur tersenyum ramah. Ia merasa kagum pada gadis kaya yang selalu tersenyum ramah kepada semua orang. Berbeda dengan anak pejabat lain nya, mereka tidak akan pernah menyapa orang kecil seperti mereka. Jangan kan menyapa, sekedar melihat saja enggan. Sedangkan Fiera, ia sangat santai dan mau berbaur dengan masyarakat yang berada di bawah.
Fiera berada di taman komplek rumah nya, ia melihat ada ayunan kosong dan beberapa anak anak main di sana. Dengan senyum manis, Fiera berjalan mendekat pada ayunan itu dan duduk di salah satu nya.
"Wahhh, kakak cantik. Kakak dari mana?" tanya anak itu mendekat pada Fiera.
"Hai adek manis, apa kamu mau bermain dengan ku?aku tidak memiliki teman saat ini" kata Fiera tersenyum.
"Tentu saja, kami juga mau" jawab anak anak yang lain. Fiera semakin tersenyum bahagia, seperti nya hari ini ia tidak akan kesepian.
__ADS_1
"Baiklah, kita akan bermain bersama "seru Fiera.
Fiera dan anak anak kecil yang sekitaran berumur 5 sampai 6 tahun bermain bersama. Ia merasa sangat terhibur oleh mereka semua.
"Wahhh kalian sedang bermain dengan siapa ini?" tanya salah satu ibu dari anak yang bernama Julia. Ia terlihat manis dan imut.
"Mama, ini kak Fiera. dia sangat baik dan cantik"kata Julia.
"Halo Tante, maaf aku mengganggu anak anak ini main"kata Fiera tidak enak.
"Eh nggak kok. Kenapa kamu malah minta maaf. Tante udah liat sejak tadi, mereka semua sangat senang bermain Sama kamu" ucap mama Julia. Fiera hanya bisa tersenyum menatap mereka semua.
"Kamu tinggal di mana?"tanya mama Julia.
"Aku tinggal di blok C Tante" jawab Fiera.
Sekedar informasi, kompleks ini sangat luas. Saking luas nya sudah bisa membentuk sebuah desa. Selain itu perumahan di sana sangat besar besar dan memiliki perkarangan yang luas. Meskipun begitu, tetap saja kompleks ini aman. Setiap perbatasan nya sudah di tembok tinggi dan memiliki ranjau yang sulit di lewati oleh maling. Setiap orang yang masuk selalu melewati jalan yang sama, tidak akan ada penyusup masuk ke sana.(Setidaknya halusinasi kita kompleks itu aman lah).
"Anak nya siapa?"tanya mama Julia lagi.
"Dea dan William Tante"jawab Fiera jujur.
Fiera tersenyum kecut, tentu saja dirinya bangga memiliki orang tua seperti mereka. Pembisnis dan orang tua yang baik, membahagiakan anak nya dengan uang. Tidak dengan kasih sayang.
"Aku sangat bangga memiliki orang tua seperti mereka"gumam Fiera.
Hari semakin siang, Fiera pamit pulang pada mama Julia. Ia takut kepanasan pulang nanti.
Sesampainya di rumah, Fiera melihat mobil mama nya ada di rumah.
"Mama sudah pulang?"pikir Fiera. Ia melangkah masuk dan mendapati mama nya sedang duduk di sofa. Ketika melihat Fiera masuk, Dea langsung menghampiri nya dan memeluknya erat.
"Kamu dari mana sayang? mama khawatir banget sama kamu yang pulang malem banget tadi malam" ucap Dea tulus.
Fiera sedikit kaget, baru kali ini mama nya terlihat khawatir dan memberi waktu untuk memeluknya.
"Mama kapan pulang?" tanya Fiera. Ia masih tidak mau berharap banyak.
"Baru pulang sayang, mama ambil cuti hari ini. Mama berpikir ingin menghabiskan waktu bersama kamu" kata Dea.
Alang kepalang, Fiera merasa sangat terkejut mendengar ucapan mama nya. Tak dapat di elak kan, Fiera tersenyum lebar dan pancaran kebahagiaan terlihat jelas di wajah nya.
__ADS_1
"Mama serius?"tanya Fiera memastikan.
"Tentu saja sayang, mama merasa bersalah udah abaikan kamu karena sibuk bekerja. Dan mama pikir berlibur sehari tidak akan masalah" ujar Dea lagi.
Fiera langsung memeluk mama nya, ia merasa sangat senang.
"Yaudah, kita mau ngapain sekarang ma? mau pergi jalan atau di rumah aja?" tanya Fiera girang, ia malah bingung mau ngapain dulu bersama mama nya.
Bi Ina tersenyum dari arah dapur, ia tidak pernah melihat aurah kebahagiaan di wajah nona muda nya seperti hari ini.
"Bagaimana kalau kita masak bersama, kamu pasti gak bisa masak kan? "tebak Dea mencubit lembut pipi Fiera.
"Tentu saja tidak, mama kan gak pernah ajarin" Rajuk Fiera.
"Maaf yah sayang, tapi tenang aja. Kali ini mama akan ajarin kamu masak makanan kesukaan kamu" seru Dea.
"Mama emang tahu apa makanan kesukaan aku?" tanya Fiera kaget, sebelum nya mama nya tidak pernah bertanya apa yang ia sukai dan tidak ia sukai.
"Mama tentu saja tahu sayang, kamu itu anak mama. Lahir dari dalam sini"ujar Dea mengusap perut rata nya. Fiera tertawa melihat tingkah mama nya, ia merasakan dunia seperti surga hari ini.
Jika ini mimpi, maka jangan bangunkan aku. Aku mohon, ini adalah kehidupan yang paling indah bagi ku. Tolong jauhi aku, tinggalkan aku bersama kebahagiaan ini. Aku hanya butuh ini.
Fiera terus merapalkan doa agar dirinya tidak terbangun dari mimpi indah ini. Sudah sangat lama ia mengharapkan ini.
Dea membawa putrinya ke dapur, mereka mulai memakai celemek dan mengambil bahan bahan yang akan mereka masak.
Sedikit pun senyuman tidak luntur dari bibir Fiera. Ia terus tersenyum dan bahkan tertawa bersama mama nya yang terlihat berbeda dari biasa nya. Kadang Fiera mencubit tangannya untuk memastikan apakah ini nyata atau hanya khayalannya.
"Aww..." ringis Fiera kesakitan. Membuat Dea langsung menatapnya dan memeriksa nya dengan sangat khawatir.
"Kenapa sayang, apa ada yang terluka?" tanya Dea.
"Gak ada ma, aku hanya mencubit tangan ku sendiri untuk memastikan apakah ini mimpi atau tidak"jawab Fiera jujur.
Hati Dea terenyuh, ia merasa sangat bersalah kepada putrinya. Selama ini ia sudah menelantarkan putrinya tanpa kasih sayang. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini. Apakah putrinya akan bahagia, atua malah semakin menderita.
...----------------...
Hai kakak kakak semua, setelah membaca. Jangan lupa tinggalkan jejak yah, sebagai penghargaan bagi ku. Like dan berikan komentar tentang perasaan kalian setelah membacanya. Wajib!! oke!!
Aku sayang kalian😘
__ADS_1