Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Terlambat bersama


__ADS_3

Setelah acara makan bersama dengan keluarga ganda, Fiera memutuskan untuk pulang ke rumah nya. lalu ia memutuskan untuk menonton film sedih, hingga membuat dirinya baper dan menangis tersedu seduh.


Hingga tanpa terasa oleh gadis itu, ia baru tertidur ketika hampir adzan subuh.


Fiera tertidur lelap, ia tidak mendengar alarm terus berdering membangunkan dirinya yang tertidur sangat nyenyak.


Merasa aneh, jam sudah menunjukkan pukul 7 lewat 00, tapi Fiera masih belum turun juga. Biasanya Fiera sudah turun pada jam 6.30. Tapi sekarang ia masih belum menampakkan batang hidungnya.


Bi Ina melangkah menaiki anak tangga, ia harus memeriksa nona mudanya dan memastikan dalam keadaan baik baik saja dan melihat apa penyebab Fiera belum turun sejak tadi.


"Non Fiera!! apa nona sudah bangun? Kenapa masih belum turun?"teriak bi Ina di depan pintu kamar Fiera. namun tidak terdengar sahutan Fiera dari dalam. Hal ini membuat bi Ina semakin panik dan khawatir.


Tuk!!! Tuk!!!!


"non!!!!!"


"Non Fiera!!!" Teriak bi Ina lagi. Namun hasilnya tetap sama.


Karena Fiera tak kunjung menyahutinya, maka bi Ina akan membuka paksa pintu nya. Ia tidak peduli jika nanti Fiera akan mengatakan dirinya tidak sopan.


Bi Ina mengbil kunci ganda kamar Fiera. Setelah mendapatkan kuncinya, bi Ina langsung membuka pintu kamar Fiera.


"Non Fiera?"kaget bi Ina. Fiera masih bergelung di balik selimut tebal nya.


Bi Ina menghampiri Fiera, ia mengusap kening Fiera pelan. Ia pikir Fiera sedang sakit, makanya belum bangun.


"Nggak panas" gumam bi Ina, setelah membandingkan suhu tubuh Fiera dengan dirinya.


Sentuhan bi Ina, membuat tidur Fiera terusik. Ia menggeliat dan langsung merenggangkan tubuhnya.


"Loh bi, ngapain di sini?"tanya Fiera kaget melihat bi Ina ada di kamarnya sepagi ini.


"Non Fiera kenapa? Kok jam segini masih tidur? Tadi bibi panik dan menggunakan kunci ganda untuk memastikan non Fiera baik baik saja" jelas bi Ina agar Fiera tidak salah paham.


"Memangnya Sekarang jam berapa bi?"tanya Fiera sembari mengusap wajahnya.


"Jam 7.10 non"jawab bi Ina.


"Huh? Demi apa, bibi serius?" Tanya Fiera kaget, ia langsung melirik jam weker nya dan benar saja jam sudah menunjukkan pukul 7.10.


"Astaga bi, Kenapa baru bangunin sihm Udah telat banget ini!!!", Gerutu Fiera berhamburan masuk ke dalam kamar mandi.


Sementara bi Ina malah bengong mendengar ucapan nona mudanya.


"kok saya yang di salahin sih, kan saya gak tahu" gumam bi Ina menggeleng kepala.

__ADS_1


"Bibi turun yah non, nyiapin sarapan buat non Fiera!!" Teriak bi Ina.


"Iya bi!!!" Sahut Fiera berteriak dari dalam kamar mandi.


Selesai mandi, Fiera langsung bersiap dan turun ke bawah.


"Bi, aku berangkat yah!!!"teriak Fiera.


"Loh, gak sarapan dulu non?"tanya bi Ina.


"Gak keburu bi, udah telat banget nih" sahut Fiera, ia berlari keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobilnya. Dalam hati Fiera berdoa agar jalanan tidak macet.


Kring!!!!!!!!!!!


Bel masuk telah berbunyi nyaring, Raisa dan Angle mondar mandir di depan kelas menunggu kedatangan Fiera.


"Fiera kemana sih, kok tumben banget jam segini belum datang" gumam Raisa cemas.


"Apa dia sakit?" Sahut Angle.


"Gak mungkinlah, kalo Fiera sakit, bi Ina pasti ngabarin kita" bantah Raisa.


"Eh Raisa, Angle. Fiera mana? Kok tumben mantan ibu negara itu belum datang?"celetuk Susi dengan nada bercanda.


Ekspresi wajah Susi langsung berubah ketika melihat ekspresi wajah Raisa dan Angle serius.


"Fiera gak ngabarin kalian?"tanya Susi.


"Aduhhh Cunguk, kalo dia ngabarin kita. Gak mungkin lah kita menunggu dan khawatir gini" dengus Raisa menjadi kesal.


"Yee nanya doang, malah marah"sungut Susi.


"Ahh udah udah, duduk ke bangku masing masing. Nanti kita cari tahu kemana tu bocah!"lerai Angle.


Susi dan Raisa pun saling buang muka, mereka menuruti ucapan Angle kembali ke tempat duduk masing masing.


Sementara di gerbang sekolah, Fiera memohon mohon pada pak satpam agar mau membuka gerbang untuk nya.


"Aduhh gimana yah non, jika saya buka kan untuk non. Nanti di kira pilih kasih" ujar pak satpam bimbang.


"Pak saya mohon pak, kali ini aja. Tadi saya terlambat bangun pak, ini kali pertama nya saya terlambat. Masa bapak tidak mau mengasihani saya pak" bujuk Fiera memohon pada pak satpam.


Pak satpam tampak frustasi, ia merasa kasihan pada anak teladan seperti Fiera, dan ini juga adalah kali pertama nya Fiera terlambat.


"Ya sudah deh non, saya bukain. Tapi janji yah, hanya kali ini saja"kata pak satpam yang langsung di angguki oleh Fiera. Dengan bernafas lega Fiera kembali masuk ke dalam mobil nya dan melajukan mobilnya masuk ke dalam perkarangan sekolah ketika gerbang terbuka.

__ADS_1


Slesss Brummm.....


Ganda melajukan motornya menyelip dan memacu mobil Fiera. Motor Ganda lebih dulu terpakir di bandingkan mobil Fiera.


"Ampun dah ah, anak jaman sekarang" gumam pak satpam yang kaget oleh Ganda yang tiba tiba melaju.


"Heh, kok Lo ngambil parkiran gue sih!"teriak Fiera pada Ganda yang seenaknya memarkirkan motornya ditempat Fiera biasa parkir.


Seakan tidak mendengar Ganda malah dengan santai berkaca ke spion motornya untuk merapikan rambutnya yang berantakan karena helm nya.


"Sial, cowo Sialan!"maki Fiera geram, ia memakirkan mobil nya ke sebelah lain sisi motor Ganda. Dengan cepat Fiera turun dari motornya, ia langsung menarik lengan Ganda.


"Lo dengar gak sih, gue sejak tadi ngomong tapi Lo malah acuh!"bentak Fiera.


"Eh baby, kamu di sini?"ucap Ganda pura pura kaget.


"What?" Fiera kaget mendengar panggilan yang Ganda ucapkan untuk nya.


"Kenapa honey? sebentar lagi kita akan menikah kan?"goda Ganda.


Fiera semakin kesal, ia hendak memukul Ganda, namun tiba-tiba gerakan tangan Fiera terhenti mendengar teriakan seseorang.


"Berhenti!!"teriak seseorang.


Fiera dan Ganda menoleh, mereka melihat Randi dan anggota osis yang lain nya berjalan ke arah mereka.


"Kalian terlambat yah?"tanya Randi. Ketiga anak OSIS lainya menepuk jidatnya. Pertanyaan macam apa itu, sudah jelas mereka terlambat, tapi dia malah bertanya seperti itu.


"Kagak lah, masa kita telat" jawab Ganda


"Alah, ngaku aja!"tekan Randi lagi, ia menodongkan tingkatnya ke arah Ganda.


"Randi, mereka itu memang telat. Kalo Lo nanya nya gitu, tentu saja mereka bilang nggak!"ucap salah satu anggota OSIS pada Randi.


"Oh begitu yah"cengir Randi.


Fiera memutar bola matanya bosan, mereka hanya akan membuang buang waktunya saja, lebih baik ia pergi.


"Eh mau kemana?" Cegat Randi, ia menarik tas Fiera seperti menjinjing anak kucing.


"Eh eh, lepasin gue bege. Lo pikir gue anak kucing!" Teriak Fiera berusaha melepaskan tangan Randi, tapi ia sedikit kesulitan menggapai tangan Randi yang sedikit lebih tinggi darinya.


"Hahah lucu banget yah anak kucing ini"kekeh Ganda tertaw melihat ekspresi Fiera.


"Bawa dia juga!"tegas Randi, mereka menyeret Fiera dan Ganda ke ruangan osis.

__ADS_1


__ADS_2