Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Kegiatan pertama


__ADS_3

Hari yang cerah, burung berkicau merdu. Seakan hari ini adalah hari yang indah untuk menyambut semua orang.


Fiera dan anggota lain berkumpul di lapangan untuk mengambil sarapan pagi. Semua panitia sudah menyiapkan segalanya.


"Wahhh enak juga yah, liburan kaya gini. Selain bermanfaat, kita bisa menikmati suasana desa yang sangat segar" gumam Susi.


Keempat gadis itu duduk di salah satu kursi yang mereka susun berbentuk lingkaran.


"Udah lama gue ajak, tapi kalian gak mau"celetuk Fiera.


"Yah, kita gak tahu bakal seindah ini"sahut Angle.


Susi mengedarkan pandangannya, ia merasa lesuh karena Rafael tidak jadi ikut.


"Jangan sedih Susi, tuh pangeran Lo datang" kata Angle menunjuk ke arah belakang Susi.


"Benarkah?"Susi langsung berbalik, senyum manisnya langsung mengembang.


"My baby Rafael!!" Teriak Susi. Ia bangkit dan menghampiri Rafael.


"Hai Susi"sapa Rafael celingak celinguk seperti mencari seseorang.


" Akhirnya semangat gue datang juga"gumam Susi senang.


"Bisa aja Lo, oh iya. Fiera mana?"tanya Rafael.


"Eh ayang beb, kalo gue ada di sini, kenapa Lo malah nyari yang lain!"serga Susi cemberut. Hal ini selalu terjadi setiap kali ia bertemu dengan Rafael, Susi tidak marah ke Fiera, karena Fiera tidak bersalah. Hanya saja, ia kesal pada Rafael yang tidak melihat ke arahnya yang selalu memuja nya.


"Gue mau ngasih daftar kegiatan dan kelompok nya" jelas Rafael.


"Oh benarkah? Sini gue kasih"Susi merebut kembaran kertas dari tangan Rafael.


"Gak sopan deh"cibir Rafael, tapi tak di hiraukan oleh Susi. Gadis itu langsung berbalik dan kembali ke kursinya.


"Fiera, nih daftar kegiatan sama anggita Lo"kata Susi memberikan kertas yang ia rebut dari Rafael tadi.


"Rafael yang ngasih?"tanya Fiera sembari membaca nya.


"Apa itu kak?"tanya Elena , akhirnya gadis ini buka suara juga. Sejak tadi ia hanya diam dan menikmati sarapan nya.


"Kakak di tunjuk sebagai ketua anggota" jawab Fiera.


"Anggota gue, Angle, Ganda, Elena, Randi, dan Mawar" kata Fiera membaca daftar anggota.


"Yeayy....Gue kelompok kak Fiera!!!"sorak Elena senang.


"Eh kok Ganda sih?"heran Fiera.


"Kenapa Fie?"tanya Angle.

__ADS_1


"Kemarin, gue lihat Anggota kelompok gue gak ini, Susi sama gue kemarin!" Jelas Fiera menatap lembaran kertas itu keheranan.


Susi tidak bergeming, ia menunduk pura pura tidak dengar ucapan Fiera.


Fiera merasa ada sesuatu yang aneh, gadis itu menoleh pada Susi.


"Lo nuker anggota gue Susi?"tanya Fiera penuh selidik.


Susi tak menjawab, ia tetap menunduk dan pura pura tuli.


"Wahhh ga bener ni" sahut Angle ngomporin.


"Memangnya kalo kak Ganda di kelompok kita kenapa kak?"tanya Elena.


"Gak papa sih, tapi..." Fiera terdiam sejenak, ia teringat dengan kejadian tadi malam. Dengan tidak sopan nya laki laki itu menodai bibir sexy nya.


"Nah gak papa kan, yaudah terima aja kali Fie"sela Susi tersenyum malu.


"Jadi beneran Lo yang nuker?", Tebak Fiera.


"Yahh gue cuma pengen satu kelompok sama Rafael, gue gak rela kalo dia satu kelompok dengan wanita wanita genit Fie" jawab Susi beralasan.


"Lagian, ini juga atas kemauan bersama kok. Ganda gak keberatan dengan permintaan gue" sambung Susi lagi meyakinkan semua orang agar tidak marah pada nya.


Huhhfffd...


"Ya sudah lah, penting Lo harus hati hati. Ada apa apa kabarin gue atau yang lain!" Peringat Fiera pasrah.


Kegiatan hari ini adalah melakukan kunjungan ke persawahan masyarakat. Para mahasiswa mahasiswi akan memberikan sosialisasi pada masyarakat tentang ke modrenan zaman. Mahasiswa mahasiswi jurusan pertanian berkerja keras hari ini.


Fiera beserta kelompok nya mengikuti semua orang menuju berbagai kebun. Mereka membantu untuk membagikan pupuk untuk para petani yang memiliki kebun sayuran. Agar sayuran mereka subur dan panen maksimal. Sesuai yang mereka ketahui, desa ini mengalami hama yang sangat buruk, sehingga tanaman mereka banyak yang rusak.


Selain pembagian pupuk, para mahasiswa pertanian juga menjelaskan bagaimana cara untuk mengatasi hama. Mereka menjelaskan segala macam secara modern, agar masyarakat di desa juga tidak ketinggalan kecanggihan teknologi zaman.


"Ini Bu, semoga dengan ada nya pupuk ini tanaman ibu bisa panen maksimal"ucap Fiera sopan pada sekelompok ibu ibu yang sedang mencabuti rerumputan yang tumbuh di sekitar tanaman nya.


"Makasih neng, kalian baik sekali. Kami sangat senang dengan kegiatan yang kalian lakukan ini. Sangat bermanfaat"ucap salah satu ibu ibu yang ada di sana.


"Sama sama Bu, kami juga turut senang bisa membantu masyarakat di sini. Meskipun berada di desa, kita juga harus tetap mengetahui kecanggihan zaman."sahut Ganda. Ia melirik ke arah Fiera, sejak tadi Ganda hanya akan berada di sisi Fiera saja. Sementara Elena, Ganda tugaskan Randi untuk mengawasinya.


Sementata di seberang sana, Susi tengah bersusah paya membawa beberapa pupuk. Ia tersenyum ramah kepada setiap masyarakat yang ia temui. Meskipun Susi satu kelompok dengan Rafael, gadis itu tidak memanfaat kan laki laki itu untuk membantunya, Susi tetap menjalankan tugasnya untuk membagikan pupuk kepada masyarakat yang sedang bekerja di kebun sawit.


Melihat kegigihan Susi, Rafael mengulum senyum. Ia pikir Susi sama seperti gadis centil yang hanya bisa mengejar para cowo cowo keren saja. Ternyata Susi berbeda, sikap nya hampir sedewasa Fiera, tapi gadis itu cenderung ceplas ceplos mengungkapkan isi hati. Seperti menyatakan cinta pada Rafael contoh nya.


"Mau gue bantu gak?"tawar Rafael.


"Gak usah, gue bisa sendiri"tolak Susi halus. Ia memperbaik posisi pupuk yang ada di pelukan nya agar tidak jatuh.


"Tapi ini berat loh" ujar Rafael lagi.

__ADS_1


"Please yah honey, gue lagi serius sama kegiatan ini. Setelah tugas gue selesai, maka gue akan memfokuskan diri gue sama Lo" tegas Susi.


"What? Ia sama sekali gak mau dlgue bantu, bahkan tatapan nya tidak secentil yang biasanya" pikir Rafael kaget.


Rafael yang terdiam di tempat langsung sadar ketika Susi sudah berjalan jauh.


"Udah gue aja yang bawa" kata Rafael merebut paksa pupuk pupuk yang sudah di kemas kecil dari pelukan Susi.


"Yaudah deh kalo maksa" seru Susi tersenyum lebar.


"Tapi, gue gak mau yah hubuy kita di sangkut pautkan dengan ini" tegas Susi memperingatkan.


"Emang hubungan kita apa?" Goda Rafael, mereka sembari berjalan mengunjungi setiap pondok kebun sawit warga.


"Yahh masih calon sekari, mungkin nanti udah gak calon pacar"kekeh Susi Tampa rasa malu.


"Lucu sekali"kekeh Rafael.


Kelompok Rafael akhirnya menyelesaikan tugas mereka, setiap pupuk yang di bawa oleh masing-masing anggota sudah di bagikan. Seiring dengan sosialisasi yang mahasiswa lakukan.


"Ahh capek nya"ujar Elena. Memegangi kakinya.


"Lo mau gue gendong?" Tawar Randi.


"Gak usah, gue hanya butuh istirahat sebentar" tolak Elena.


Angle yang merasa capek yang sama dengan Elena pun ikut berjongkok di tepi jalan yang terdapat banyak becek nya.


"Gue juga lelah, baru kali ini gue selelah ini"l keluh Angle mengatur nafas nya yang terendah.


"Lebay lu"cibir Fiera tersenyum mengejek Angle dan Elena. Fiera terlihat biasa saja mengelilingi kampung ini.


"Lo gak lelah?"tanya Ganda.


"Bukan urusan Lo"balas Fiera ketus, senyum yang tadi ia perlihatkan langsung hilang seketika.


"Idih, malah ngambek!"cibir Ganda.


"Apaan sih!"balas Fiera tidak terima dengan ucapan Ganda


"Aduhhh mulai lagi, baru juga 4 jam gak ribut" lenguh Randi menepuk keningnya.


"Dia duluan!"tuding Ganda.


"Apaan, Lo kali duluan, jangan nyalahin gue!"batah Fiera.


Elena menghela nafas nya, ia berdiri di antara Fiera dan Ganda.


"Udah stop!! Apa kalian go malu bertengkar di depan masyarakat gini?"lerai Elena.

__ADS_1


"Tau ih, apa kata mereka nanti" sahut Angel.


"Huh!" Fiera mendengus, ia berbalik dan melanjutkan perjalanan.


__ADS_2