
"Aduh, Angle Lo mau bawa gue ke mana sih? Gue capek tahu!" Protes Raisa pada Angle yang sejak tadi membawanya keliling mall.
"Aduh, udah deh Raisa. Lo ikut aja. Gue pengen jalan jalan!"balas Angle. Ia menarik Raisa kembali berkeliling tanpa ada tujuan.
Raisa merasa sangat kesal, hari ini adalah hari special baginya. Namun, tidak ada yang mengingat hari ini.
"Kenapa sih, mereka tidak ingat"gumam Raisa pelan. Ia terlihat sangat lesu dan lemas. Di dalam kelas nya, setiap ada yang ulang tahun. Pasti dirinya yang pertama kali yang antusias untuk memberikan kejutan. Sekarang, giliran dirinya yang ulang tahun, tidak ada yang mengingatnya.
"Jangan berburuk sangka yah Raisa"batin Angle tertawa dalam hati.
Setelah satu jam berkeliling, Angle mengatakan ia akan ke toilet sebentar.
Setelah sampai di toilet, Angle mengeluarkan ponselnya berniat menghubungi Fiera.
"Halo, Fie." Sapa Angle ketika panggilan nya terhubung.
"Iya Gel, gimana? Lo sama Raisa di mana?"tanya Fiera di sebrang sana.
"Gue masih di mall, persiapan nya udah selesai belum?"tanya Angle.
"Udah, Lo sama Raisa boleh ke sini. Jika kalian sudah dekat. Kabari kita yah" balas Fiera
"Oke Fie" tutup Angle. Ia buru buru kembali menghampiri Raisa dan membawanya keluar dari Mall.
"Ayo pergi, gue mau nongkrong aja. Gak ada yang menarik!" Ajak Angle menarik tangan Raisa tanpa sempat gadis itu protes.
Raisa yang sudah lesuh hanya mengikuti kemana Angle akan membawanya.
"Kemana lagi ini?"tanya Raisa malas, ia harus bertanya sama Angle karena dirinya yang mengemudi.
"Ke Cafe biasa" jawab Angle acuh. Ia mulai cuek dan acuh pada Raisa.
Selama perjalanan menuju ke cafe tempat mereka biasa nongkrong. Angke tidak sekalipun mengajak Raisa mengobrol. Biasanya mulut cewe tomboy itu tidak pernah diam. Apalagi jika berdua dengan Raisa
"Lo kok diam aja sih?"tanya Raisa heran, ia mulai merasa gak enak dengan suasana nya.
"Gak papa"jawab Angle acuh.
"Gak biasanya cuek dan acuh gini. Tumben banget toa Lo bisu"gerutu Raisa, namun tidak di tanggapi oleh Angle.
Sudah hampir dekat dengan cafe, Angle langsung mengirimkan pesan pada Fiera.
"Ehh mereka sudah dekat!!!" Teriak Fiera memberitahu pada seluruh teman temannya yang hadir di cafe itu.
"Kue nya!!!"teriak Susi. Fiera pun langsung ke belakang mengambil kue tart yang sudah mereka persiapkan.
__ADS_1
Sementara itu Ganda terlihat sangat santai di salah satu meja. Ia tidak terlalu peduli dengan acara ulang tahu Raisa.
Ganda menghadiri acara ini, karena Fiera datang ke sini. Makanya Ganda juga ikut dan selalu dekat dengan Fiera. Sampai sampai setiap teman temannya malah mengira Fiera dan Ganda ada hubungan.
Fiera membawa kue tart untuk Raisa dari belakang, tiba-tiba Fiera teringat meninggalkan ponselnya di dapur cafe.
"Ganda, tolong pegang sebentar"kata Fiera pada Ganda dan menyerahkan kue itu ke tangan Ganda.
mobil Raisa juga sudah terdengar berhenti di depan cafe.
Suasana cafe sangat gelap, semua lampu sudah di matikan. Saat ini pukul 8 malam. Cafe itu sudah mereka booking khusus untuk acara pesta ulang tahu Raisa.
"Kok mati sih lampunya? Jangan jangan mereka gak buka" ujar Raisa pada Angle, ia menatap heran pada cafe yang terlihat gelap gulita.
"Udah deh, gak usah bnayak tanya. Mungkin ada kesalahan listynya" balas Angle ketus.
Raisa mengikuti Angle dari belakang memasuki cafe, ia sedikit takut sebenarnya.
Sementara Fiera masih berada di belakang, ia terpaksa jalan pelan karena cafe itu benar-benar gelap.
"Nah, ini dia"gumam Fiera menemukan ponselnya. Ia langsung bergegas kembali ke depan.
Ketika Fiera tiba di depan, ikut berkumpul dengan teman teman nya. Saat itu juga lampu menyala.
"Happy birthday Raisa!!!!"teriak mereka serempak. Saat itu posisi mereka mengelilingi Ganda yang sedang memegangi kue dengan lilin yang sudah menyala.
Bukan hanya Raisa yang kaget, semua orang juga terkejut melihat Ganda memegang kue tart nya.
"Kok dia?"gumam Susi kaget, ia mencari cari keberadaan Fiera di antara semua temannya.
"Lo kok ngasih kue itu ke tangan Ganda si?"bisik Susi setelah menemukan Fiera
"Gak papa, yuk!" Ujar Fiera. Merapat dengan teman teman nya yang lain.
Raisa hampir menangis saking terharunya. Ia berjalan ke hadapan Ganda.
"Lo siapin semua ini?"tanya Raisa.
"Ga-"
"Iya Raisa, kita yang siapin"jawab Fiera cepat.
Raisa tersenyum lebar, tanpa aba aba ia langsung memeluk Ganda erat.
"Makasih yah Gan, gue seneng banget!"ungkap Raisa.
__ADS_1
Ganda kaget, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia juga kaget mendengar ucapan Fiera tadi. Tatapan mata ganda tertuju pada Fiera.
"Maksud Lo apa?"tanya Ganda dengan sorot matanya.
"Tiup!!! Lilinya. Tiup lilin nya!!!!!!" Teriak Fiera bernyanyi. Ia mengabaikan tatapan mata Ganda yang penuh tanda tanya.
Semua orang bernyanyi untuk Raisa, Angle berdiri di samping Fiera. Ia tak kalah kagetnya dengan kejutan ini.
Fyuu~
Raisa menghembus lilin setelah membuat keinginan di dalam hatinya.
"Makasih yah semuanya. Gue seneng banget. Terutama buat Lo Ganda"ungkap Raisa kembali memeluk Ganda.
"Potong kue nya!!! Potong kuenya!!!!"
"Baiklah, gue potong yah!!!" Kata Raisa mengambil pisau kue.
"Potongan pertama ini, gue berikan untuk orang yang gue sayang" ujar Raisa tersenyum malu.
"Buat Lo "tunjuk Raisa mengangkat tangannya untuk menyuapi Ganda.
"Aaaaa!!!!" ujar Raisa agar Ganda mengikuti apa yang ia lakukan.
Bukan nya langsung membuka mulutnya, Ganda malah melirik ke arah Fiera yang mengalihkan pandangan matanya.
"Ini yang Lo mau kan!"batin Ganda kesal. Ia membuka mulutnya dan melahap kue yang di suapin oleh Raisa.
"Gilaaa"pekik Angle dalam hati.
Acara ulang tahun Raisa di rayakan sangat meriah, semua orang bersenang senang dengan Raisa mentraktir mereka.
Sementara Ganda, sejak tadi geram melihat sikap Fiera yang seolah olah mendukung dirinya dekat dengan Raisa.
Sejak tadi Ganda memperhatikan Fiera, gadis itu sejak tadi terus bersama teman temannya. Apalagi Raisa, sejak tadi menempel terus dengan dirinya.
"Astaga, gadis ini kaya prangko aja!"dengus Ganda dalam hati.
Ketika Raisa pergi bersama teman temannya untuk menari, Ganda menggunakan kesempy itu untuk membawa Fiera pergi.
"Ikut gue!!" Tekan Ganda menarik paksa tangan Fiera.
"Lo gila, gue gak mau!!" berontak Fiera mencoba melepaskan cengkraman tangan Ganda dari tangan nya. Namun Ganda tidak mau melepaskan nya, ia terus menarik tangan Fiera dan masuk ke dalam mobil Susi. Entah sejak Ganda meminta kunci mobil Susi.
"Awas jika Lo kabur!"ancam Ganda setelah mengenakan sabuk pengaman pada Fiera. Lalu dirinya pergi mengitari mobil menuju ke pintu sebelah kemudi.
__ADS_1
Ganda menacap gas mobil Susi dengan kecepatan tinggi. Ia tidak peduli dengan Fiera yang memejamkan matanya karena ketakutan. Ia mengucapkan beberapa doa yang ia hafal agar dirinya selamat.