Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Mulai ada bumbunya


__ADS_3

Fiera dan kedua sahabatnya berjalan menuju kantin, semenjak Fiera keluar dari OSIS, Angle pun memutuskan untuk keluar dari OSIS. Hal ini membuat Raisa merasa bahagia.


"Akhirnya gue bisa makan bareng kalian terus di kantin"sorak Raisa kesenangan.


"Nah, Lo harus traktir kita kita nih!"ujar Angle


"Alah ni bocah malah ambil kesempatan!" dengus Raisa.


"Kaya orang miskin aja" lanjut Raisa.


Fiera dan Angle langsung tertawa mendengar ucapan Raisa.


Ketiga gadis itu duduk di sebuah meja yang terlihat kosong di sudut kantin.


"Lo mau makan apa Fie?"tanya Raisa.


"Nasi goreng aja deh" jawab Fiera.


"Tumben gak bakso, biasanya bakso"kata Ganda tiba-tiba dan langsung duduk di samping Fiera.


Fiera terbengong menatap kedatangan Ganda tiba-tiba.


"Wah gawat"batin Angle, perlahan ketakutan nya mulai terlihat. Angle melirik Raisa yang sama kaget nya dengan dirinya.


"Lo tahu makanan kesukaan Fiera baby?" tanya Raisa heran.


Fiera menelan Saliva nya, ia berpikir dan berharap Ganda tidak menceritakan apa yang mereka lakukan tadi malam.


"Tentu saja, biasanya kan dia selalu makan bakso kan?"elak Ganda. Fiera bernafas lega, ia tidak berani mengangkat kepalanya.


"Lahh siapa yang tidak tahu makanan kesukaan Fiera?" sambung Angle.


Raisa terdiam, membuat Angle dan Fiera berdebar menunggu reaksinya


"Hahaha benar juga, Fiera kan pasaran yak makanan kesukaan nya"ledek Raisa tertawa keras.


Fyuu..


"Bukan pasaran, tapi unik"sambung Ganda. Lagi lagi Ganda membuat suasana menegangkan.


"Ah sudah lah, Raisa cepat pesan makanan nya, gue udah lapar!!!!!" desak Angle mendorong Raisa


"Ok ok" Raisa pun berlari ke penjaga kantin.


Sementara itu Ganda malah menatap Fiera penuh cinta.


"Bagaimana? apa keadaan Lo semakin baik?"tanya Ganda.

__ADS_1


"Tentu saja"jawab Fiera gugup.


"Gue nant-" ucap Ganda terhenti. Rafael datang membawa 2 mangkok bakso.


"Nah, ini dia pesanan Lo "ucap Rafael pada Ganda.


"Thanks bro" balas Ganda. Ia langsung merubah duduk nya menjadi sedikit berjaga jarak dengan Fiera.


Fyuuu...


Gue harus bicara sama ni cowo, agar menjaga sikap sama gue. Gue gak mau Raisa sampai salah paham sama gue. pikir Fiera.


Tak lama kemudian, Raisa tiba dengan pesanan yang Angle dan Fiera pesan.


"Nah, ini buat Fiera my bestie, dan ini untuk Angle ku" kata Raisa tersenyum manis. Lalu, Raisa mengambil posisi duduk di samping Fiera,tepatnya di antara Fiera dan Ganda.


"Selamat makan!!!"sorak Raisa.


Ganda menggerutu dalam hati, ia sedikit kesal dengan Raisa yang memisahkan dirinya dan Fiera.


"Kok kalian mau sih sempit sempitan gitu!" ujar Rafael, ia menarik makanan Fiera dan membawa gadis itu duduk bersama nya.


"Ya tuhannnnn, kenapa ribet banget sih. Kalian mau makan atau gimana!"gerutu Angle melihat tingkah teman teman nya.


"Eh eh, kok Deket Deket sih. Gue mau duduk di sini!" protes Susi tiba tiba datang dan duduk di antara Fiera dan Rafael.


"Aduhhh Rafael sayang, gue mau duduk Deket sama Lo!" balas Susi tak mau kalah.


Fiera menghela nafas berat, teman teman nya sudah mulai gila.


"Kalian ini bikin gue badmood aja" dengus Fiera bangkit dari duduknya dan berlalu pergi. Ia meninggalkan makanannya begitu saja tanpa tersentuh sedikit pun.


"Tuh kan Fiera jadi kesel!" dengus Angle, ia ikut bangkit dan menyusul Fiera.


Ganda mulai gelisah, ia tidak fokus makan bakso nya. Pikiran nya malah tertuju pada Fiera.


Fiera berjalan cepat menuju ke kelas, ia merasa kesal dengan teman temannya.


"Fiera!! tunggu!" teriak Angle. Namun Fiera tetap berjalan cepat.


Fiera duduk di bangku nya, ia mengeluarkan buku buku pelajarannya dan mengalihkan pemikiran pada buku pelajaran nya.


"Fie!"panggil Angle.


"Gue lagi gak mood, lebih baik Lo makan bareng mereka" usir Fiera ketus


"Eh kok malah marah ke gue sih."gerutu Angle

__ADS_1


"Abisnya gue kesel, makan aja sampe seribet itu. Udah malas gue!" omel Fiera


"Yah truss salah gue gitu" balas Angle.


"Yah enggak, tapi...Ah sudah lah" Fiera kembali beralih menatap buku bukunya.


"Fie, Lo emang udah damai sama Ganda?" tanya Angle iseng.


"Kagak!"balas Fiera ketus.


"Tapi, gue lihat dia seperti Deket gitu sama Lo" ujar Angle lagi.


"Yah mana gue tahu Angle. Tu cowo emang selalu membuat gue dalam maslaah" gerutu Fiera, ia menutup bukunya kasar dan menghempaskan nya di atas meja.


"Fie, lebih baik Lo jauhin Ganda. Lo tahu kan Raisa suka sama tu cowo!" ucap Angle memberi saran, ia tidak mau Raisa dan Fiera bertengkar hanya karena pria.


"Lo nyalahin gue gel? Lo lihat kan gue gak deketin tu cowok. Dia yang selalu mendekat dan membuat maslaah sama gue" kata Fiera dengan nada kesal.


Asal Lo tahu Gel, dia yang buat gue bisa berdamai dengan situasi gue saat ini. Dan karena perasaan bersalah sama Raisa gue harus membenci pria itu agar gue bisa jauh darinya dan tidak terpengaruh oleh kehadiran nya di hidup gue.


"Fie gue tahu, Makanya gue khawatir sama Raisa. Dia tidak akan pernah menerima penjelasan apapun. Apa lagi sejak awal kita sudah tahu dia suka sama Ganda"lirih Angle.


"Lo tenang aja Gel, gue gak akan pernah suka sama cowo itu" tegas Fiera.


"Wahhhh makasih Fiera ku sayang, gue tahu Lo emang sahabat yang baik" ucap Raisa dari ambang pintu. Gadis itu langsung berlari dan memeluk Fiera.


"Lo dari tadi dengerin ucapan kita?" tanya Angle.


"Gak semua sih, hanya beberapa saja" jawab Raisa.


"Btw, gue pegang ucapan Lo Fiera" tekan Raisa pada Fiera yang langsung diam.


Ternyata bukan hanya Raisa, ganda dan Susi juga sudah ada di sana. Fiera melirik Ganda, ada raut kecewa yang Fiera lihat.


Cowo itu pasti salah paham dengan ucapan gue. pikir Fiera.


Fiera malah tidak tenang, entah mengapa ia . Entah mengapa ia sangat khawatir jika Ganda salah paham dengan dirinya.


Tak berapa lama kemudian, bel pun berbunyi. Semua murid langsung masuk dan duduk dengan rapi ketika guru masuk.


"Selamat siang anak anak"


"Siang Bu!!!!" jawab mereka.


Mata pelajaran siang ini adalah matematika, mata pelajaran yang paling Fiera sukai. Namun, kali ini ia terlihat tidak bersemangat. Fiera tidak bisa fokus memperhatikan Bu guru menerangkan. Pikiran nya terus tertuju pada Ganda. Sesekali Fiera melirik Ganda yang tampak Fokus memperhatikan guru.


Hal itu, di tangkap oleh Angle. Gadis tomboy itu merasa kasian dengan Fiera. Ia tahu jika Fiera sudah mulai tertarik dengan Ganda. Angle tahu Ganda sudah masuk ke dalam kehidupan Fiera.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2