
Fiera pulang dari sekolah, ia masuk ke dalam rumah dengan santai. Hari ini ia menemukan mama dan papa nya sendang duduk di sofa.
"Mama sama papa di rumah?" tanya Fiera menghampiri kedua nya yang langsung tersenyum melihat kedatangan putri mereka.
Dea memeluk hangat putrinya, ia merasa sangat bahagia, Sekarang keluarga nya sudah mulai membaik meskipun mereka tidak bisa utuh dan selalu bersama.
"Kamu sudah makan sayang?"tanya Wiliam.
"Udah pa"jawab Fiera.
"Yaudah, sekarang kamu ganti baju yah. Mama sama papa mau ngomong sesuatu yang serius sama kamu" ujar William lagi.
"Baiklah" Fiera bangkit dan segera pergi ke kamarnya. Jantung nya mulai berdetak cepat, apa lagi yang harus ia bicarakan bersama keluarga nya.
Setelah berganti pakaian, Fiera pun kembali menghampiri papa dan mama nya, Fiera duduk di samping mamanya dan papa nya duduk di sofa sebelahnya.
"Mama... Sama papa mau ngomong apa?"tanya Fiera menatap keduanya bergantian.
"Nak, apapun yang menjadi keputusan mama sama papa, mama harap kamu bisa memahaminya dari sisi pandang mama dan papa yah" ucap Dea
Deg.
Pikiran Fiera mulai kacau, ia menebak nebak apa yang akan mama dan papa nya katakan pada nya.
"Fie, papa sama Mama sudah sepakat akan menjodohkan kamu sama Ganda. Pernikahan kalian akan di langsungkan 2 mingu lagi" kata William.
Duarggg.....
Seakan langit runtuh, Fiera merasa dunianya terguncang sekarang.
"Mama papa bercanda deh, aku sudah tolak kemarinkan. Kenapa masih di terusin sih!" Kata Fiera tak habis pikir, bisa bisanya kedua orang tuanya bersikap seperti ini.
"Fie, coba lah mengerti. Mama sama papa tidak bisa selalu menjaga kamu. Apa lagi mama dan papa sudah tidak bersama. Keluar masuk Negera dalam waktu yang lama. Mama gak mau kamu sendiri sayang"jelas Dea meyakinkan putrinya.
"Gak ma, apapun alasannya aku tidak mau. Lagi pula, di sini ada bi Ina. Sebelum sebelum nya mama sama papa juga jarang di rumah. kalian juga gak jagain aku kan. Lalu, apa bedanya dengan sekarang!!" Teriak Fiera tidak bisa menahan dirinya lagi, ia merasa kedua orang tuanya tidak adil padanya.
Fiera berdiri, ia menatap nanar kedua orang tuanya dengan kedua tangan menyatu seperti orang memohon.
"Ma, pa. Fiera mohon, jangan paksa Fiera. Jangan lanjutkan hal ini, Fiera mohon!"lirih Fiera berlinang air mata. Tidak hanya menyatukan kedua tangannya, Fiera juga berlutut di depan keduanya.
"Sayang" Dea langsung memeluk putrinya, ia tidak tega melihat kerapuhan Fiera saat ini. Tapi, mereka harus melakukan nya.
"Sayang, cobalah untuk mengerti, ini semua demi kebaikan kamu" bujuk Dea.
__ADS_1
"Gak"tolak Fiera, ia melepaskan pelukan mamanya. "Ini bukan demi kebaikan aku, tapi ini demi keegoisan kalian. Apa kalian mau, hidup ku hancur seperti hidup kalian? Mengorbankan kebahagiaan anak hmm"
Gak, aku gak boleh dijodohkan dengan Ganda. Tidak bisa.
Fiera bangkit, ia menggeleng memikirkan apa yang akan terjadi setelah pernikahan itu.
Fiera hendak pergi, tapi ucapan papa nya membuat langkanya sempat terhenti.
"Ingat, pembicaraan ini sudah di bicarakan oleh kedua keluarga. Jika kamu menolak, pikirkan kecewa nya Lusi dan Elena." Tegas William. Ia tahu jika Fiera sangat menghargai kedua wanita itu.
"Aku tidak peduli!"balas Fiera dingin, ia kembali melanjutkan langkahnya.
"Gimana ini mas, apa yang harus kita lakukan!" Lirih Dea.
"Kamu tenang aja, Fiera pasti menerima nya. Aku sangat paham bagaimana sikapnya."kata William menenangkan mantan istri nya.
"Semoga saja yah mas"lirih Dea penuh harap.
Awal nya mereka juga ragu dengan keyakinan ini, tapi Ganda meyakinkan mereka jika ini bukanlah keputusan yang salah. Takdir Fiera tidak akan sama seperti keluarga nya. Fiera akan bahagia bersama nya dan akan merasakan apa itu cinta. Karena itulah William dan Dea menjadi yakin, bahkan ide untuk menekan Fiera tentang Lusi dan Elena di berikan oleh Ganda.
Fiera melajukan mobilnya menuju ke puncak tebing yang dulu Ganda pernah membawanya ke sana.
"Kenapa sih, mereka gak pernah ngertiin perasaan gue!!" Gumam Fiera sembari menghapus air matanya ketika merasa matanya mulai mengabur karena air mata yang terkumpul di pelupuk matanya.
Cukup lama ia mengemudi, akhir nya mobil Fiera berhenti di atas puncak tebing. Ia keluar dan berlari ke tepi tebing yang di beri pagar tembok.
Kenapa dunia ini begitu kejam!!!!
Kenapa selalu pilihan yang buruk menghampiri hidup ku!!!
Aku sudah bahagia mengetahui segala hal tentang keluarga ku yang tersembunyi. Tapi, kenapa kembali masalah datang bergantian!!!
Arggggg!!!!!!!!
Apa aku tidak pantas bahagia?????"
Fiera berteriak sekuat tenaganya, ia mampu merasakan perihnya tenggorokan nya saat ini. Tapi, ia sudah tidak peduli lagi. Air matanya terus mengalir tiada henti.
Tanpa Fiera sadari, seseorang berdiri di belakang nya.
"Nasib Lo gak buruk kok, hanya saja Lo tidak mau melihat nya dari sisi yang baik" ujar orang itu.
Fiera kaget, ia langsung membalikkan tubuhnya dan menatap Ganda berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada.
__ADS_1
"Ngapain Lo ke sini!" Bentak Fiera sembari menghapus air matanya.
Cih..
Ganda tersenyum sembari berjalan mendekat pada Fiera. Tatapan matanya lurus menatap ke manik mata Fiera.
"Ini tempat umum, kenapa gue gak boleh ada di sini?" Kata Ganda.
Fiera membalas tatapan mata Ganda dengan tatapan tajam dan sinis. Ia kembali teringat dengan ucapan mama dan papanya tadi. Membuat Fiera semakin benci pada Ganda.
"Gue benci sama Lo!!!! Gue benci!!!" Teriak Fiera,ia memukul mukul Ganda sekuat tenaganya.
Melihat kerapuhan Fiera, Ganda menjadi tidak tega, ia langsung memeluknya erat.
"Lo kenapa Fie, apa ada masalah? Jangan sedih, udah yahh jangan nangis"bujuk Ganda menenangkan, ia mengusap usap punggung Fiera yang bergetar karena menangis.
"Hikss...Hikss semua ini gara gara Lo, kenapa Lo gak menolak perjodohan konyol ini!!" Fiera mendorong tubuh Ganda agar menjauh dari nya. Ia menunjuk wajah Ganda seakan dirinya sangat marah.
"Lo harus menolak nya, Lo gak boleh nerima perjodohan ini Ganda!!"
"Kenapa Fie? Apa yang salah dengan perjodohan ini."tanya Ganda.
"Lo masih bertanya? Atas dasar apa perjodohan ini terjadi, Lo dan gue gak sedekat itu untuk menerima nya!"teriak Fiera
"Lo dan gue gak saling cinta. Lalu apa yang harus di satuin. Ganda, Lo harus sadar, perjodohan ini tidak bisa terjadi" mohon Fiera.
"Lo takut nasib Lo sama seperti nasib kedua orang tua Lo?"tebak Ganda.
"Gak, banyak alasan untuk vmenolak nya. Banyak alasan yang membuat perjodohan ini tidak bis terjadi" ujar Fiera menggeleng kuat.
Ganda menghela nafas, ia memegang bahu Fiera, menarik dagu Fiera agar menatap lurus ke arah nya.
"Lo gak usah khawatir Fiera, gue akan menjaga Lo. Nasib Lo gak akan sama. Karena gue akan menciptakan cinta yang luar biasa untuk masa depan kita" ucap Ganda tulus.
Untuk beberapa detik Fiera terpana mendengar nya. Ia sempat te sentuh dengan ucapan Ganda yang memang langsung masuk ke dalam relung hatinya.
Namun, bayangan Raisa sangat mencintai Ganda terlintas di benak Fiera. Ia langsung mendorong Ganda menjauh dari dirinya.
"Gak!! Gue gak mau!!!"teriak Fiera, ia langsung berbalik membelakangi Ganda.
"Itu tidak boleh terjadi, gue gak mau!!!"tolak Fiera.
"Fie, cobalah mengerti. Gue sayang sama Lo. Gue cinta sama Lo" ungkap Ganda. Ia jujur dan sangat tulus pada Fiera.
__ADS_1
"Gak... Gak boleh... Gue gak akan membiarkan semua ini terjadi" teriak Fiera. Ia menghapus air matanya, ia berlari ke arah mobilnya dan pergi begitu saja meninggalkan Ganda yang menatap kepergiannya dengan senyuman.
"Lo akan menyadari perasaan gue dan melihat keberadaan gue Fie" gumam Ganda.