Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Maafin gue Fiera


__ADS_3

Fiera memesan nasi goreng special di kantin, ia makan dengan perlahan. Tidak seperti biasanya, Fiera selalu makan dengan lahap.


Dug~


Ganda dengan sengaja menginjak kaki Fiera, membuat gadis itu sedikit meringis kesakitan.


"Awhs.."


"Lo kenapa Fie?"tanya Angle khawatir. Semua perhatian langsung tertuju padanya.


"Lo apa apaan sih Gan, nginjak kaki gue sembarangan!" bentak Fiera menatap Ganda tajam.


"Yaelah gue gak sengaja kali, gue mau berdiri, dan minta tambah sama Bu kantin" elak Ganda dengan ekspresi tanpa dosa.


"Lo memang cowo super nyebelin yang gue kenal!" maki Fiera, ia berdiri dari tempat duduk nya dan berlalu pergi.


"Yah, Fiera!!!" panggil Angle.


"Udah biarin aja dulu. Dia lagi kesel, percuma juga di deketin" ujar Susi.


Angle menghela nafas, benar juga apa yang Susi bilang. Fiera jika sudah kesal, tidak akan mau di ganggu.


Ganda melihat kearah teman teman nya, setelah melihat mereka kembali fokus ke makanan nya masing-masing, Ganda pun mengendap endap keluar dari kantin. Ganda sengaja membuat Fiera kesal dan pergi dari kantin, lalu ia akan berpura-pura pergi ke ibu kantin untuk meminta tambah pesanan.


Fiera pergi ke taman belakang sekolah, ia akan menyendiri di sana. Fiera butuh waktu sendiri, semua masalah nya sangat melelahkan baginya. Apalagi sekarang Ganda selalu membuat dirinya kesal.


"Kenapa sih, tu cowok selalu buat gue bete. Setiap hari, setiap saat dia selalu membuat masalah di hidup gue!" ucap Fiera mengomel sendiri.


"Maafin gue Fiera" kata seseorang dari belakang nya.


Deg.


Jantung Fiera berdetak kencang mendengar ucapan itu.


Fiera berbalik dan menatap Ganda dengan sorot mata sinis.


"Mau apa lagi Lo, gue udah capek ngadepin Lo yang selalu membuat hidup gue berantakan!" maki Fiera.


Ganda seakan tuli, ia malah mendekati Fiera dan menarik Fiera agar duduk di bangku yang tadi Fiera duduki.


"Duduk dulu Fie," gumam Ganda lembut.


"Jangan sentuh tangan gue!" tolak Fiera menarik tangannya yang di pegang Ganda.

__ADS_1


"Oke" Ganda mengangkat kedua tangannya.


"Gue cuma mau memperbaiki moment bersama Lo Fie, gue tahu gue salah. Sejak pertama bertemu, kita selalu saja dalam situasi yang tidak tepat. Sehingga kita selalu bertengkar" kata Ganda panjang lebar.


"Katakan saja apa mau Lo, gak usah berbasa basi!" bentak Fiera.


Ganda menghela nafas, sebenarnya sudah lama ia memikirkan ini. Ganda sudah lelah mencari perhatian Fiera dengan cara bermusuhan. Ia ingin mencoba berdamai dan mendapatkan perhatian Fiera secara sehat.


"Gue cuma ingin kita damai" kata Ganda menatap mata Fiera lekat. Fiera terdiam, ia membalas tatapan Ganda dengan serius. Kemudian, Fiera tersenyum miring.


"Lo pikir gue bakal tertipu dengan tipuan menjijikan Lo ini huh?" Fiera tertawa. Lalu bangkit dari duduk nya.


"Cara Lo terlalu murahan, gue gak akan tertipu!" tekan Fiera, lalu pergi begitu saja. Ia meninggalkan Ganda yang masih tercengang mendengar ucapan Fiera tadi.


"Dia benar-benar membuat gue gila, rasa ingin dekat dengannya semakin besar" gumam Ganda merasa semakin terpancing.


"Ternyata Lo di sini!". gumam Rafael. Ia mencari cari Ganda kemana mana, sejak tadi menghilang dari kantin.


"Rafael, kok Lo ada di sini?" kaget Ganda, ia melirik ke arah Fiera pergi tadi, ia takut Rafael melihat mereka bertemu tadi. Ganda tidak mau Rafael salah paham dan persahabatan mereka jadi rusak.


"Emang kenapa? Lo takut gue ada di sini? Lo menyembunyikan sesuatu dari gue???" desak Rafael.


"AMM.....Bukan begitu, gue cuma kaget Lo ada di sini" gumam Ganda.


"Oh iya, gue mau ikut kegiatan sosial yang Fiera buat. " ujar Rafael memberitahu Ganda.


"Kegiatan?" beo Ganda kaget.


"Iya, Lo gak tahu?" tanya Rafael.


"Gue gak ada denger" jawab Ganda jujur. Rafael langsung tertawa.


"Hahaha... Lo sih, tahu nya buat onar saja" ledek Rafael. Ganda meninju lengan Rafael.


"Udah bilang aja kenapa sih, rempong bener lu" dengus Ganda.


"Ok ok, jadi, Fiera itu membuat kegiatan bansos datang ke sebuah desa terbelakang di kota ini. Ia mengajak semua siswa siswi yang pengen ikut dan juga bergabung dengan universitas yang ada di kota kita. Dan acaranya di adakan ketika kita libur akhir semester 2" jelas Rafael panjang lebar.


"Desa? itu artinya menginap dong?" gumam Ganda, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Rafael.


"Daftarin nama gue juga yak!"


"Lo mau ikut juga? bukannya Lo tidak suka kegiatan beginian?" ujar Rafael kaget.

__ADS_1


"Gue udah bosan buat onar, jadi sesekali buat yang berguna apa salahnya kan?"


"Wahhhh Sahabat gue bener bener udah pensiun ternyata" kekeh Rafael.


Kring!!!!!!


"Nah udah masuk tu, yuk cabut" ajak Rafael.


"Oke"


Rafael dan Ganda beriringan menuju ke kelas, ketika berada di depan kelas Ganda, Rafael pamit dan melakukan Yos ala ala mereka sebagai tanda saling menyemangati untuk menghadapi ujian kedua.


Fiera melihat kedatangan Ganda, ketika Ganda melihat kearahnya. Fiera langsung memalingkan wajahnya.


Ganda sempat terhenti di samping meja Fiera, namun karena kedatangan Raisa dan teman temannya, Ganda kembali melanjutkan langkah nya dan duduk di bangku nya sendiri.


Ujian kedua berjalan sangat lancar, tapi kali ini Fiera yang keluar lebih dulu. Melihat Fiera sudah keluar, Ganda pun buru buru menyelesaikan ujian nya.


"Wah ganda, sepertinya nilai kamu akan sengat memuaskan semester ini" kata Bu Rena. Gosip tentang Ganda menjawab dengan cepat soal ujian sudah tersebar ke seluruh guru. Nama nya sedikit harum sekarang.


"Terimakasih pak, saya pulang dulu" pamit Ganda Salim dan berlalu keluar dari kelas nya.


"Yahhh gak semangat lagi" lenguh Raisa melihat ganda pergi dengan cepat.


Ganda menyusul Fiera, ia menahan lengan Fiera ketika hendak masuk ke dalam mobil yang sudah di buka oleh supir nya.


"Fie, gue mau bicara sama Lo"pinta Ganda. Namun, Fiera menepis nya. Ia sudah muak dengan sikap Ganda.


"Gue capek, tolong berhentilah membuat gue lelah!" kata Fiera menohok hati Ganda


"Gue cuma mau,-_"


Blam~


Fiera masuk ke dalam mobil dan menutup kaca nya.


"Jalan pak!" titah Fiera. Pak supir menatap Ganda dengan tidak enak hati.


"Cepat pak!" ucap Fiera lagi. Membuat pak supir langsung bergegas masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya.


"Maaf den" lirih pak supir sebelum pergi.


Ganda menghela nafas berat, mendapatkan kepercayaan Fiera memang sangat sulit. Dia benar-benar keras dan tidak mudah percaya dengan orang lain.

__ADS_1


Gue harus mencari cara agar gadis itu percaya sama gue.


__ADS_2