Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Pagi pertama sebagai seorang istri


__ADS_3

Pagi yang indah, langit terlihat lebih cerah dengan matahari menyinari seluruh alam yang terjangkau.


Dua insan berbeda jenis kelamin sedang tertidur lelap dan saling berpelukan.


Fiera merasa sangat nyenyak tidur dengan Ganda memeluk nya.


Kring!!!!!!!!!!!


"Aduh!!! Siapa sih, ganggu aja!!!" Dumel Fiera meraba raba ke nakas samping tempat tidurnya.


Karena pergerakan Fiera, Ganda akhirnya terbangun. Ia menarik tubuh Fiera agar tetap berada di dalam pelukan nya.


"Kok ada yang narik?" Pikir Fiera. Ia lupa jika saat ini dirinya sudah memiliki seorang suami.


Perlahan Fiera berbalik dan membuka matanya.


"Morning honey"sapa Ganda mengecup kening Fiera yang masih melongo mencerna situasi nya pagi ini.


"Lo kok di kamar gue? Apa Lo keluar dari mimpi gue?" Gumam Fiera tanpa sadar. Ia berpikir jika kejadian tadi malam adalah mimpi nya.


"Ohhh Jadi Lo mimpiin gue?" Kekeh Ganda tersenyum jahil.


"Lo selalu mimpiin gue yah honey?"goda Ganda lagi.


"Ihhh Apaan sih, malas banget!"sangkal Fiera memalingkan wajahnya dari Ganda, tapi dirinya tidak berusaha untuk menjauh dari Ganda.


"Honey, Lo gak lagi mimpi. Kita udah nikah kemarin. Bahkan tadi malam kita wik wik"kekeh Ganda.


Fiera semakin malu, ia membenamkan wajahnya ke dada bidang milik Ganda ketika pria itu menarik dagunya agar Fiera menatap lurus padanya.


"Dihh malu"kekeh Ganda mempererat pelukannya pada tubuh Fiera yang terlihat mungil di pelukan nya.


Cukup lama mereka berada di posisi yang nyaman itu, lalu kedua nya bergegas bersiap pergi ke sekolah.


Tadi malam Ganda tidak melakukan apapun pada Fiera. Mereka hanya saling bercumbu dan bermesraan.


"Ini den, sarapan nya" ucap bi Ina meletakkan dua piring nasi goreng ke atas meja. Satu untuk Fiera dan satu untuk Ganda.


"Makasih bi"bals Ganda tersenyum rama.


"Makan cepat, gue ada urusan sama pak Somat!" Titah Fiera.


"Idih, kaya gue yang jadi istri disini"cibir Ganda. Namun, ia tetap melakukan apa yang Fiera katakan.


"Sayang, kamu berangkat sama aku yah!" Ucap Ganda.


"Gak, gue berangkat seperti biasa"tolak Fiera.


Ganda berhenti makan, ia menatap Fiera heran.


"Kita harus bersikap seperti biasa. Gue gak mau ada yang berubah! " Jawab Fiera mengerti arti tatapan Ganda.

__ADS_1


"Sampai kapan?"


Fiera terdiam, ia tidak tahu sampai kapan semua ini akan ia sembunyikan.


"Sampai semuanya benar-benar bisa di ungkapkan"jawab Fiera.


"Gue udah selesai. gue berangkat duluan"


Fiera menghampiri Ganda, lalu meraih tangan Ganda dan menciumnya. Meskipun gondok, Fiera tetap berprilaku selayak nya seorang istri.


"Cincin gak di lepas? Nanti banyak pertanyaan" ucao Ganda menatap jari manis Fiera yang terdapat sematan cincin emas yang di padukan dengan berlian.


"Oh iya, makasih udah ingatin"balas Fiera.


Cup~


"Awwh...."


Ganda merasa seperti melayang, kecupan singkat mendarat di pipi kanan nya.


Fiera kabur, ia berlari keluar dari rumah. Ia tidak bisa berlama lama berhadapan dengan Ganda.


"Bi, dia mulai nakal" adu Ganda pada bi Ina yang juga menyaksikan kelakuan Fiera. Ganda tersenyum senang, ia tidak percaya Fiera akan mengecup nya tanpa di minta.


"Itu kode den, tandanya non Fiera mulai menerima Aden sebagai suaminya" sahut bi Ina.


"Doakan yah bi"kekeh Ganda.


"Selalu den" balas bi Ina. Ia turut senang melihat perkembangan hubungan majikan nya yang sudah ia anggap sebagai anak.


"Hati hati den" sahut bi Ina.


~•


Fiera tiba di sekolah, Raisa dan Angle sudah menunggu seperti biasa di parkiran.


Angle harap harap cemas, satu sisi dirinya bahagia, dan di satu sisi yang lain dirinya sedih.


"Itu dia" tunjuk Raisa antusias ketika melihat mobil Fiera memasuki parkiran. Keduanya menghampiri Fiera, menunggu Fiera turun dari mobil nya.


"Selamat pagi my honey"sapa Raisa manja ketika Fiera menghampiri mereka.


"Tumben kalian masih di sini" balas Fiera.


"Lah, Lo gila apa. Kita tuh selalu di sini menunggu Lo!" Dengus Raisa cemberut.


Fiera terkekeh pelan, ia merangkul kedua sahabatnya, lalu membawa mereka pergi ke kelas.


"Uuuu cahabat aku yang paling aku sayang" ucap Fiera manja.


Teetttt!!!!!! Tettt!!!!!!

__ADS_1


Langkah Fiera dan kedua sahabatnya berhenti, mereka menoleh secara bersamaan ke sumber suara.


Terlihat Rafael baru tiba, lalu di susul oleh Ganda yang juga baru tiba. Keduanya beriringan menghampiri ketiga gadis cantik itu.


"Mampuss"batin Angle. Sebagai pengamat yang memiliki banyak peran, Angle merasa khawatir jika mereka berkumpul. Apalagi dengan status Fiera dan Ganda yang baru.


"Hai honey"


"Hai honey" ucap Ganda dan Rafael bersamaan. Ganda melirik Rafael, begitu juga sebaliknya.


"Kok samaan gitu sih????"rengek Raisa terharu, ia berpikir jika sapaan Ganda tertuju padanya.


Fiera menggigit bibir bagian dalam nya, ia tidak tahu harus bersikap seperti apa sekarang.


"Fie, yuk gue anter ke kelas"tawar Rafael.


"Ehhh entar Susi gimana?"cegat Raisa. Ia tidak mau Rafael pindah haluan, nanti Susi bisa bersaing dengan nya.


"Ih apaan sih Lo, urus aja tuh Ganda" cibir Rafael menggandeng tangan Fiera menuju ke kelas.


Fiera tidak bisa berbuat apa apa, ia malah bersyukur Rafael menyelamatkan dirinya dari situasi rumit itu.


Namun, di sisi lain Fiera merasa bersalah pada Ganda.


"Apa gue salah??" Batin Fiera.


"Yuk beb masuk" ajak Raisa menarik tangan Ganda.


Kedua nya pergi menyusul Fiera dan Rafael. Tinggallah Angle yang melongo melihat kedua pasangan itu.


Angle yang tahu bagaimana situasi teman temannya hanya bisa pasrah dan menghela nafas.


"Semoga kalian tidak berpecah" lirih Angle.


Setibanya di depan kelas, Susi yang sudah datang langsung histeris melihat Rafael menggandeng tangan Fiera.


"Calon masa depan!!!"pekik Susi menepis tangan Rafael yang memegang lengan Fiera.


"Jangan Deket Deket calon suami gue Fie" sungut Susi.


"Tanya sama dia noh"jawab Fiera acuh, ia melenggang masuk ke dalam kelas ketika Ganda dan Raisa tiba.


Seperti nya Fiera tidak suka melihat Ganda berdekatan dengan para wanita. Namun, ia malah tidak bisa melarang nya.


"Gue udah peringat kan Rafael tadi"ujar Raisa mengadu pada Susi.


"Ihhhh kok Lo gitu sih, gak jaga perasaan gue banget"rengek Susi memukul lengan Rafael.


"Sarap lu" dengus Rafael, ia pergi begitu saja meninggalkan Susi yang semakin mencak mencak.


"Honey tunggu!!!"panggil Raisa pada Ganda, ketika pria itu melenggang masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


Semua orang melirik ke arah Raisa, mereka mencibir dan ada juga yang mengatakan jika Raisa adalah wanita yang tidak tahu malu.


Namun, Raisa tidak peduli. Ia sudah terbiasa dengan omongan orang Lain.


__ADS_2