Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Terlihat kuat belum tentu Kuat.


__ADS_3

Elena menatap raut wajah Fiera, ia tahu Fiera dalam keadaan tidak baik baik saja.


Fiera berbaring di atas ranjang Elena, sejak sering ketemu bimbingan, Fiera dan Elena menjadi sangat dekat.


Elena bergabung dengan Fiera di atas ranjang nya, ia berbaring menghadap ke Fiera yang tiduran terlentang.


"Kakak, ada masalah yah?. Boleh kok cerita ke aku" kata Elena.


Fiera menoleh, ia tersenyum getir pada Elena.


"Kakak baik baik aja kok, hanya lagi sedih sedikit saja" balas Fiera kembali menatap langit langit kamar Elena.


"Jika kakak butuh teman curhat, elena siap kok. Yahh walaupun Elena masih SMP, tapi pikiran Elena dewasa kak" jelas Elena lagi, ia berusaha meyakinkan Fiera agar oeecaya kepadanya.


"hahaha...Kamu itu lucu Elena" ucap Fiera sedikit tertawa. Lali, Fiera menghela nafas berat, seberat kehidupan yang sedang ia pikul.


"Kamu beruntung El, punya Tante Lusi, punya om Ferdi. Mereka peduli dan sayang sama kamu"


Elena mengerut, ia tidak mengerti arah pembicaraan Fiera, namun Elena tetap mendengar kan dengan serius.


"Kamu bingung yah? Hihihi, gak papa. Kamu cukup denger aja yah" kekeh Fiera sembari mengusap sudut mata nya yang terdapat aliran air mata.


"Aku bahkan tidak tahu rasanya di perhatikan oleh orang tua, apalagi merasakan rasa khawatir mereka ketika aku tidak ada di sisi mereka" Fiera tersenyum getir.


"Mereka hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri, bahkan aku yang entah sudah makan atu belum tidak pernah mereka tanyakan. Kamu tahu..." Fiera menoleh lagi pada Lusi.


"Mereka baru pulang dari luar negeri,setelah pergi selama 3 bulan. Mereka tidak mencari ku, tidak ingin melihat ku, mereka malah langsung sibuk dengan urusan mereka masing may ketika sudah pulang. Bahkan aku mereka punya orang tua, tapi berasa gak punya"lirih Fiera.


Elena ikut menangis, ia sedih mendengar rintihan hati Fiera. Wanita yang ia kagumi dengan ketegasan dan ketangguhan nya. Elena tidak pernah menyangka jika Fiera gadis serapuh ini.


"Kakak yang sabar yahh, melungkin meeka sedang banyak masalah, makanya tidak mengabari dan mencari kakak ketika pulang" ujar Elena berusaha membuat Fiera berfikir positif.


"Gak El, ketika kamu mengirim pesan pada kakak, itu adalah setelah kakak berdebat dengan mereka. Kakak pergi dan datang kerumah mu. Kamu menyelamatkan aku dari rasa kesepian ku." Lirih Fiera lagi.


"Kamu lihat, mereka bahkan tidak berniat untuk menghubungi ku. Bahkan rasa khawatir yang aku harapkan tidak pernah ada untuk ku"

__ADS_1


Elena tidak kuat melihat nya, ia langsung memeluk Fiera erat.


"Kakak boleh kok sering sering ke rumah ku, biar kakak gak kesepian. Rumah ku sangiluas untuk menerima kakak " ujar Elena.


Mereka akhirnya larut dalam kesedihan Fiera. Tangis yang sempat tertunda kembali meluap dan membuat Fiera larut.


Sementara di balik pintu kamar Elena, ada seorang pria yang berdiri mendengar semua cerita Fiera. Hatinya ikut terenyuh mendengar kenyataan yang sedang gadis itu alami.


Ganda, yah. Dialah orang yang mendengar semuanya. Bukan maksud menguping, tapi ganda tadi berniat ingin memanggil Fiera dan Elena untuk turun ke meja makan. Bunda nya sedang menyiapkan makanan untuk mereka.


Namun, ketika hendak membuka pintu kamar Elena, Ganda mendengar isak tangis Fiera dan mendengar semua cerita sedih Fiera.


"Aku tahu sekarang, kenapa sikap Lo seperti itu Fiera. Lo hanya tidak mau orang di sekitar Lo tahu apa yang Lo coba simpan." Batin Ganda.


Ganda kembali ke ruang makan.


"Loh, mana Elena dan Fiera?. Bunda kan nyuruh kamu panggil mereka," kata Lusi.


"Mereka ketiduran Bun, Ganda gak tega ganggu mereka" jawab Ganda beralasan.


"Hemm...Yaudah deh, kasian juga kalau di bangunkan" gumam Lusi.


Untuk pertama kali nya Fiera berbagi cerita dengan orang lain selain Angle.


Jika mereka mengatakan Fiera lebih dekat dengan Raisa, mereka salah. Fiera lebih terbuka dengan angle di bandingkan Raisa.


Ngomong tentang Raisa, gadis itu semakin gila dengan ambisinya mendapatkan Ganda.


Malam ini Raisa berniat ingin mengajak ganda keluar lagi. Ia merasa sangat teralihkan ke dunia Ganda,semua yang ia lakukan hanya ganda yang ia pikirkan.


Saat ini, Raisa sedang bersama Angle.


Mereka sedang menongkrong di salah satu cafe pavorit mereka bertiga. Tapi, kali ini mereka nongkrong tanpa Fiera. Sejak tadi Angle mencoba menghubungi Fiera. Namun, tetap tidak ada jawaban.


"Gel, menurut Lo Ganda suka gak sama gue?" Tanya Raisa.

__ADS_1


Angle yang mendengar pertanyaan Raisa, ia langsung menatap gadis itu serius.


"Sa, menurut gue Lo terlalu berambisi pada Ganda. Gue takut jika semua yang Lo harapkan tidak sesuai dengan yang Lo inginkan. Lo bakal terpuruk Sa, gue gak mau itu terjadi!" Kata Angle.


Raisa malah terkikik mendengar jawaban Angle.


"Lo terlalu parno deh gel, gue nanya seupit, Lo malah jawab se bumi"kekeh Raisa.


"Tapi gue serius sa, sebaiknya Lo gak usah terlalu berambisi pada Ganda." Kata Angle lagi. Tapi, kali ini Raisa terdiam.


"Apa menurut Lo, ganda gak mungkin menyukai gue?"tanya Raisa serius.


"Gue gak tahu soal itu, gue hanya gak mau Lo sakit hati Sa" balas Angle lagi.


"Tapi, dia menerima ajakan gue Gel. Apa Lo pikir itu bukan Singal buat gue???" Ujar Raisa berbinar, ia sangat bahagia mengingat makan malam nya kemarin.


"Tapi, Sa.."


"Udah Gel, Lo liat aja nanti. Ganda pasti suka sama gue!" Tekan Raisa penuh keyakinan.


"Gue harap Lo gak sakit hati dan terpuruk ketika Lo tahu Ganda suka sama Fiera" batin Angle.


"Udah, yuk balik. Fiera juga gak ada, jadi gak asik" decak Raisa mengajak Angle pulang. Mereka sudah berada di cafe itu sejak pulang sekolah tadi. Karena Fiera pulang lebih awal, jadi mereka hanya bisa pergi berdua.


"Yaudah deh, gue juga udah gerah banget pengen mandi" jawab Angle.


Raisa mengantar Angle pulang ke rumah nya. Ketika tiba di rumah Angle, Raisa ikut turun dan berdiri di depan Angle.


"Andai Lo milih salah satu dari kita, Lo gak akan ngecewain gue kan Gel?" tanya Raisa.


"Maksud Lo apa gel? gue gak ngerti" ucap Angle bertanya balik.


"Suatu saat ini akan gue tanyain lagi, sekarang gue mau pulang dulu" pamit Raisa tidak menjelaskan apa yang ia tanyakan tadi.


"Eh kok gitu sih, gue jadi penasaran bege!!" teriak Angle, namun Raisa sudah masuk ke dalam mobilnya dan melaju begitu saja.

__ADS_1


"Dasar, anak bege!!!"dengus Angle kesal.


...----------------...


__ADS_2