
Raisa tiba di sekolah, ia terlihat sangat berseri hari ini. Kejadian kemarin masih membuat mood nya baik
"Hai Angle!!"sapa Raisa memamerkan senyum manis nya.
Angle menatap Raisa penuh selidik, "Kesambet setan apa Lo? Pagi pagi udah senyam senyum aja lu"
"Ihh Angle, awali pagi ku dengan senyuman, biar hari mu menjadi riang!"balas Raisa menggandeng lengan Angle menuju ke kelas.
"Gak nunggu Fiara kita?" Kata Angle mengingatkan.
"Kita tunggu di kelas aja, gue belum ngerjain tugas matematika" jawab Raisa.
"Oh yaudah,"
Mereka berdua pun berjalan bergandengan tangan menuju ke kelas. Raisa semakin aneh, ia menyapa seluruh teman teman sekolah nya dengan senyum manis. Angle sampai menggelengkan kepala melihat tingkahnya.
"Gila ni bocah"dengus Angle.
"Kenapa tuh Raisa, tumben banget dia nyapa kita pagi pagi"ujar salah satu siswa yang duduk di depan kelas nya bersama Genk nya.
"Gak tau tuh, biasa nya judes banget" sahut teman sebelahnya.
Setiba nya di kelas.
"Selamat pagi semua nya!!!"sapa Raisa berdiri di depan kelas menatap seluruh teman nya yang sudah datang. Ada yang lagi ngerjain tugas, ada yang lagi main ponsel dan kegiatan pribadi lain nya.
"Cieeee,,, yang ulang tahun di rayain Ganda" sorak Ceci, membuat Raisa bersemu merah.
"Bahagia banget tuh"sahut yang lain ikut menggoda.
Angle melongo, ia tidak tahu sejak kapan kesalahpahaman ini terjadi. Setahunya , pesta kejutan itu Susi dan Fiera yang merencanakan nya. Kenapa malah Ganda yang mendapat pujian.
"Eh, kok-" ucapan Angle ingin protes, namun terhenti oleh panggilan dari Randi.
"Angle!"
Angle pun menoleh ke arah pintu, di sana sudah berdiri Randi dengan kedua tangannya membawa beberapa buku.
"Ada apa?" Tanya Angle mendekati Randi.
"Tolong bantu bawain ini dong, gue kesusahan nih" pinta Randi.
"Oh yaudah sini" Angle mengambil sebagian buku buku yang Randi bawa, lalu pergi mengikuti Randi ke ruang guru.
Raisa melongo melihat kepergian Angle, ia sejak tadi menunggu kelanjutan ucapan Angle.
"Malah pergi tuh bocah!"dengus Raisa. Ia duduk ke bangkunya, dan mengeluarkan buku matematika untuk mengerjakan tugas.
Sementara di parkiran, Ganda dan Fiera tiba bersamaan. Ganda menggunakan mobil Susi, sementara Fiera membawa mobil sendiri.
__ADS_1
"Cieee, barengan nih" goda Ganda pada Fiera yang baru turun dari mobilnya.
"Apaan sih, biasa aja kali"dengus Fiera pura pura kesal.
"Dih, judes banget. Kemarin manis manis"kekeh Ganda. Fiera memalingkan wajahnya, ia merasa malu jika mengingat kejadian tadi malam.
Tidak tahan dengan ledekan Ganda, Fiera pergi begitu saja dari hadapan Ganda.
"Eh eh tunggu dong!!!"teriak Ganda menyusul Fiera.
"Ganda!!!"teriak Susi keras.
Ganda dan Fiera berhenti bersamaan, keduanya menoleh menatap Susi yang setengah berlari menghampiri mereka.
"Ada apa?"tanya Ganda.
"Mobil gue kampret, Lo gak balikin kemarin!" Gerutu Susi.
"Oh iya lupa, nih gue balikin. Makasih yak,mobil Lo pembawa berkah"ujar Ganda menyerahkan kunci mobil Susi ke pemilik nya.
"Ngapain tadi malam?"tanya Susi penasaran. Ia menatap ke arah ganda dan Fiera secara bergantian.
"Apaan sih, " dengus Fiera, ia pergi begitu saja meninggalkan Susi dan Ganda. Bukan nya marah, tapi Fiera merasa sangat malu. Apalagi kejadian di tebing itu sangat jelas di ingatan nya.
"Kok muka nya merah gitu?"tanya Susi heran.
"Haha Lo tahu lah artinya"balas Ganda terkekeh pelan, lalu pergi menyusul Fiera ke kelas.
"Ahhh mereka ngapain???"erang Susi frustasi.
"Udah gila?"sapa Rafael tiba tiba, membuat Susi kaget setengah mati. Tapi, gadis itu berusaha agar terlihat normal dan tidak menunjukkan jika ia sedang salting dengan Rafael.
"Apaan, Lo sirik yah honey?"balas Susi centil.
"Idih, siapa sih yang mau gila kaya lu!" Dengus Rafael berlalu begitu saja.
"Eh eh kok pergi!!!"teriak Susi mengejar Rafael.
"Ngapain ngikutin gue?"marah Rafael tanpa melirik Susi yang berjalan di samping nya.
"Siapa yang ngikutin Lo, gue lagi berjalan di samping masa depan gue" kekeh Susi.
"Stress..."dengus Rafael, ia tetap berjalan tanpa menghiraukan Susi yang berjalan di samping nya.
"Bay bay sayang" ucap Susi kiss bye pada Rafael ketika ia sudah tiba di depan kelas nya.
"Kirain ikut ke kelas gue"ucap Rafael sengaja menggoda Susi.
"Boleh kah?"tanya Susi langsung menggandeng lengan Rafael menuju ke kelas nya.
__ADS_1
"Dihh salah ngomong gue" gumam Rafael memaki dirinya sendiri. Ia menghentikan langkah kakinya dan melepaskan pelukan tangan Susi di lengan nya.
"Masuk Sono, ke kelas Lo!!"dengus Rafael.
"Gue mau ikut Lo ke kelas "rengek Susi manja.
"Enak aja, entar Lo bikin rusuh di kelas gue!" Tolak Rafael.
"Gue gak bakal buat rusuh kok, kecuali mereka lirik loh!"jawab Susi.
"Gak usah gila deh!"dengus Rafael. Ia melepaskan pelukan tangan Susi dari lengannya, kemudian berlari meninggalkan Susi .
"Ihh malah kabur"kekeh Susi menatap kepergian Rafael. Setelah memastikan Rafael masuk ke dalam kelasnya, Susi pun berbalik dan masuk ke dalam kelasnya.
Di dalam kelas, Fiera duduk di bangkunya. Ia melotot pada Ganda ketika pria itu hendak mendekatinya.
"My honey" sapa Raisa berbinar. Ia langsung berdiri dan menghampiri Ganda.
"Lo udah sarapan?"tanya Raisa penuh perhatian.
"Udah"jawab ganda singkat.
"Yahhh, padahal gue mau ajak Lo ke kantin"lenguh Raisa kecewa. Ganda tidak menjawab lagi, ia malah pura pura sibuk dengan ponsel nya.
Sementara Fiera berusaha menyibukkan dirinya dengan beberapa buku. Ia juga berusaha untuk tidak mendengar pembicaraan Ganda dan Raisa. Entalah, Fiera menjadi penasaran dengan Ganda yang sering di hampiri cewe cewe.
Susi masuk ke dalam kelas, ia melihat Ganda sedang berbicara dengan Raisa. sementara Fiera tengah sibuk dengan buku matematika nya.
"Kok dia sih, harusnya Fiera!"batin Susi. Ia memikirkan bagaimana cara nya untuk menjauhkan Raisa dari Ganda.
"Raisa?"panggil Susi.
"Ada apa?"sahut Raisa menoleh.
"Tugas matematika Lo udah siap?" tanya Susi.
"Astaga, gue lupa!!!"erang Raisa langsung melompat kembali ke bangkunya. Bagaimana tidak, sebentar lagi bel akan berbunyi, dan tugasnya belum siap.
"Makanya, kerjain di rumah"ledek Susi.
"Ah lu, kaya udah siap aja"balas Raisa meledak.
"Gue juga belum, heheh"jawab Susi tercengir.
Ganda bernafas lega, Raisa sudah pergi dari sisi nya. Ia melirik ke arah calon istri nya, wanita idaman nya.
"Sttt..."desis Ganda memberi kode pada Fiera. Bukan nya Fiera yang menoleh, malah Raisa yang menoleh.
"Ada apa honey?"tanya Raisa pada Ganda. Namun, Ganda malah pura pura tidak melihat ke arahnya. Ia menunduk menatap layar ponselnya, ia tidak mau Raisa kembali menghampiri nya.
__ADS_1
...----------------...