
"Fie, Sus, apa yang sedang kalian sembunyikan!" Bentak Raisa menatap keduanya.
Fiera tergagap, ia berpikir jika Raisa mendengar pembicaraan mereka.
"Raisa...Gue bisa jelasin" ucap Fiera sembari bangkit dari duduk nya dan mendekati Raisa.
"Lo dengar apa?"tanya Susi.
"Yah pembicaraan kalian, karena gue penasaran makanya gue tanya!"jawab Raisa.
Fiera dan Susi bernafas lega, dugaan mereka Salah. Ternyata Raisa tidak mendengar apapun.
"Kalian ini, di tanya malah diam saja!" kata Raisa lagi.
"Itu.... Gue dan Susi..." Ucap Fiera bingung mau mengatakan apa.
"Fie, Lo gak usah bilang sama dia!"larang Susi.
"Tapi..." Balas Fiera. Pergerakan kedua gadis itu membuat Raisa merasa semakin penasaran.
"Bilang sekarang atau gue marah!"ancam Raisa.
"Udahlah, ini gak ada kaitan nya sama Lo" ujar Susi.
"Lo harus bilang Susi...." Rengek Raisa.
"Huff....Kita berencana mau membuat pesta, tapi gak mau bilang sama Lo!" Jelas Susi berbohong.
"What?? Lo mau buat pesta, tapi tidak mau mengajak gue??? Jahat!!!!"
"Kenapa memangnya? Lo itu tukang rusuh" ledek Susi.
"Issss Lo bener bener deh Susi, gue marah sama Lo!!!" Ungkap Raisa marah, ia pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua.
Fiera menatap Susi dengan tatapan bertanya.
"Kenapa Lo katakan itu, lihat sekarang. Dia marah!" Ujar Fiera.
" Lo tenang aja, gue baru terfikir untuk membuat pesta kejutan buat tu bocah. " Kekeh Susi.
"Maksud Lo?"
"Sebentar lagi Raisa ulang tahun, pasti Lo lupa!" Tebak Susi.
Fiera mencoba mengingat tanggal dan bulan. Benar saja 3 hari lagi Raisa berulang tahun.
"Astaga, kenapa gue lupa!!" Pekik Fiera.
"Nah ingat juga akhirnya Lo" kekeh Susi.
"Dia membuat pesta kejutan buat gue. Kenapa gue gak buat untuk dia" lanjut Susi.
"Benar juga, dia pasti senang "sahut Fiera.
Kringgg!!!!!!!!~
"Udah bel, yuk masuk!" Ajak Fiera.
"Let's go!!!" Sorak Susi.
Mereka pun kembali ke kelas bersama. Ketika berada di lorong kelas, Fiera dan Susi bertemu dengan Ganda dan Rafael.
"Hai, honey!"sapa Rafael pada Fiera.
"Hai juga" balas Susi, Rafael langsung mendengus kesal.
"Bukan Lo kali!"
__ADS_1
"Biarin aja, sekarang emang gak. Tapi besok?? Siapa yang tahu" ucao Susi tersenyum lebar.
Sementara Fiera memalingkan wajahnya ketika bersirobok mata dengan Ganda. Ia masih enggan untuk berdekatan dengan pria itu. Kejadian siang ini terjadi karena ganda, dia yang harus bertanggung jawab untuk semua bencana ini.
"Gue duluan yah" ujar Fiera pada Susi dan Rafael.
"Eh bareng dong" teriak Susi menyusul Fiera.
"Yahhh malah pergi"lenguh Rafael. Ia berencana ingin mengajak Fiera keluar malam ini.
Sesampainya di kelas, Fiera langsung duduk di bangku nya. Ia melirik pada Raisa, tapi gadis itu malah terlihat acuh ke padanya. Seperti nya Raisa masih marah pada Fiera.
"Eh ada apa diantara mereka?" Pikir Angle kaget melihat sikap Raisa pada Fiera.
~•
"Hallo"
"Iya hallo"balas seseorang dari sebrang sana.
Lusi berbaring di atas ranjang nya, ia ingin berbicara pada Dea tentang kejadian kemarin.
"Ada apa Lusi?" Tanya Dea.
"Aku mau mengatakan jika nanti malam keluarga ku akan melamar putri kalian" ucap Lusi.
"Uhm, tapi Lus, kami belum bisa memastikan Fiera mau atau tidak" jawab Dea ragu.
"Kamu gak usah khawatir, aku sudah mengurusnya. Pokoknya kalian harus menyambut kami nanti" kata Lusi lagi.
"Baiklah, aku dan mas William akan pulang nanti malam."balas Dea.
"Baiklah De, kau tutup yah. Sampai jumpa nanti malam"
"Oke Lus, bye"
Lusi memang pingsan, tapi bukan karena jantung. Tapi karena ia lupa makan dan meminum vitamin nya.
Pada hari itu, Lusi memang sedang mengalami darah rendah. Makanya dia mudah pingsan dan sering merasakan pusing.
Hal itu di gunakan oleh Lusi untuk memberi permintaan pada Fiera. Hingga gadis itu tidak bisa menolak perjodohan ini .
Pukul 2 siang, Lusi keluar dari kamar nya. Ia melihat Ganda dan Elena baru saja pulang dari sekolah.
"Loh, kok Bunda di luar sih?"kaget Elena khawatir.
"Gak papa Elena, bunda udah sehat"jawab Lusi tersenyum meyakinkan putrinya.
Ganda melirik bunda nya sebentar, lalu lewat begitu saja melewati bunda nya dan Elena menuju ke kamarnya.
"Ganda!" Panggil Lusi.
Ganda pun berhenti dan berbalik menatap bundanya.
"Ada apa Bun?"tanya Ganda.
"Kamu jangan kemana mana yah mama ini." Kata Lusi
Ganda terlihat kaget, kenapa ia tidak boleh keluar?
"Ada apa Bun? Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya ganda heran.
"Kita akan melamar Fiera malam ini. Bunda sudah bicara dengan mama nya"jelas Lusi.
"Wahhhh, kak Fiera sebentar lagi akan menjadi kakak ipar aku. Dan kita bisa menghabiskan waktu bersama!!!"sorak Elena girang.
"Baiklah Bun"lirih Ganda. Ia terlihat kurang semangat hari ini.
__ADS_1
~•
Malam hari pun tiba, Angle menghubungi teman temannya. Mereka melakukan panggilan video melalui WhatsApp.
"Hai guys!!!!" sapa Angle semangat ketika wajah Fiera dan Raisa muncul.
Senyum Angle berubah menjadi cemberut, kedua sahabatnya malah diam dan terlihat cemberut.
"Kalian kenapa sih, wajhanya manyun begitu. Jelek tahu!" Cibir Angle.
"Tau tuh, ada yang marah karena gue di ajakin ke pesta sama orang lain"sindir Fiera.
"Apaan sih, mnaa ada gue marah!" Balas Raisa ketus.
"Iya, gak ada. Tapi sinis sinis sama gue. Yang gak ngajakin pesta kan orang yang punya pesta. Bukan gue yang larang atau pemilik pestanya.
Menurut Lo gue salah gak Gel?"tanya Fiera pada Angle sebagai objek sasaran menyindir.
"Yah kagak lah, kan lu yang di undang."jawab Angle jujur.
Sementara Raisa malah terdiam dan sadar jika dirinya salah.
"Humm..Iya iya, gue salah! Gue hanya kesel aja"lirih Raisa mengakui kesalahannya.
"Nah gitu dong" ucap Fiera tersenyum lebar.
"Maafin yak"sesal Raisa.
"Siap bossssss" sahut Fiera.
"Nah kan adem, gue tadi bingung gimana cara damaiin. Eh ternyata damai semdio"kekeh Angle.
"Alah lu alasan doang" ledek Fiera.
"Iya tuhh"sahut Raisa ikut meledek.
"Lah, kok jadi gue sih yang di serang bersamaan. perasaan niat gue baik dah!"lirih Angle bingung.
"Kita perlu kesana gak Fie? Biar lu ada temen nya?" tawar Raisa.
"Uhm boleh deh. Dat-_" ucap Fiera terhenti.
Ting tong!!~
"Ada apa Fie?"tanya Angle heran, Fiera terdiam sembari mendengarkan sesuatu.
"Bentar guys, gue mau buka pintu dulu" ujar Fiera sembari berlari keluar dari kamarnya menuju ke pintu utama. Ponselnya masih ia pegang, tapi kameranya tertutup oleh telapak tangan nya.
"Bi Ina pasti lagi masak" gumam Fiera. Ia membukakan pintu dan kaget melihat siapa yang datang.
"Tante..."gumam Fiera. Ia sangat kaget melihat kehadiran keluarga Ganda di depan pintu nya. Bisa gawat jika kedua temannya datang kerumah.
"Hai sayang" sapa Lusi memeluk Fiera.
"Ayo masuk Tan, om"ucap Fiera mempersilahkan masuk pada mereka.
"Makasih kakak"jawab Elena.
Mereka di tuntun oleh Fiera menuju ke ruang keluarga.
"Hai sayang"sapa Ferdi mengusap puncak kepala Fiera. Sementara gadis itu hanya bisa tersenyum menanggapinya.
Fiera menatap ponselnya, ia teringat dengan panggilan video masih berlangsung.
"Gue tutup dulu, kalian gak usah datang ke sini" kata Fiera.
"Loh kenapa? Rumah kedatangan siapa?" Tanya Raisa penasaran.
__ADS_1
" Mertua" jawab Fiera asal, namun itu kenyataan nya. Fiera memutuskan panggilan video mereka, lalu ikut bergabung bersama Lusi dan yang lain nya.