Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Kalem nya Fiera di rumah Mertua


__ADS_3

Usai sudah kegiatan sekolah hari ini. Fiera dan teman teman nya berjalan santai menuju ke parkiran. Sesekali terlihat mereka tertawa bersama ketika Angle menceritakan sebuah lelucon.


Ketika tiba di depan mobil nya, Fiera tidak menemukan kunci mobil nya.


"Cari apa Fie?"tanya Raisa heran melihat Fiera Seperti orang kebingungan mencari sesuatu di dalam tas nya.


"Kunci mobil gue, di mana yah?" jawab Fiera membongkar isi tas nya.


"Ketinggalan di dalam kelas kali" sahut Susi.


"Mungkin juga. Yaudah, gue lihat di dalam laci dulu" putus Fiera berlari menuju ke kelas.


"Mau gue temenin gak?"teriak Raisa.


"Gak usah, kalian duluan aja!!!" sahut Fiera berbalik sebentar, lalu kembali berlari.


"Yuk Rai, Fiera cuma ngambil kunci mobil!" ajak Angle.


"Yaudah deh" mereka berdua pun pergi meninggalkan sekolah. Meskipun hati Raisa sedikit ragu meninggalkan Fiera begitu saja.


"Udah deh Rai, ini di sekolah. Banyak penjaga nya. Gak mungkin lah Fiera kenapa kenapa" kata Angle menenangkan hati Raisa, ia tahu apa yang sedang Raisa pikirkan.


"Yaudah deh, semoga aja baik baik aja" sahut Raisa.


"Tentu saja baik baik saja, kunci mobil Fiera kan sama suaminya. Dan saat ini suaminya sedang menunggu di dalam kelas" kata Angle dalam hati. Ia menghela nafas berulang kali, Angle tidak tega membohongi Raisa seperti ini.Namun, ia harus melakukan nya, karena jika Raisa tahu sekarang, maka mereka akan bertengkar.


Fiera berlari memasuki kelas, ia langsung menuju ke meja nya dan memeriksa laci nya.


"Di mana yah?" gumam Fiera menatap laci nya yang sudah kosong tidak ada apapun di sana.


Brak~


Fiera berdiri tegap, tubuh nya kaku.


"Siapa yang menutup pintu?"pikir Fiera takut. Perlahan Fiera memberanikan diri untuk berbalik dan melihat siapa yang tengah berdiri di belakang nya.


Tubuhnya sudah menghadap ke pintu, tapi Fiera tidak berani membuka matanya.


"Buka mata lo, dan lihat suami Lo ini"seru Ganda.


Fiera langsung membuka matanya dan melotot melihat Ganda yang berdiri di hadapannya. Jarak mereka tidak terlalu jauh, sehingga sekali hamburan Fiera langsung berada di pelukan Ganda.


"Ternyata Lo"lirih Fiera terisak dalam pelukan Ganda


"Hey, kenapa menangis?"tanya Ganda kaget mendengar Isak tangis istri nya.


Fiera tak menjawab, ia hanya memukul dada bidang Ganda pelan sebagai melampiaskan kekesalan nya.


"Sayang?" Ganda memegang bahu Fiera, menatap wajah istri nya yang sudah basah karena air matanya.


"Lo jahat, gue pikir seseorang yang jahat mengunci gue di sini!!!" lirih Fiera.


"Hey, jangan nangis sayang, gue gak akan pernah lengah. Lo selalu ada dalam pantauan gue" kata Ganda.


Fiera kembali memeluk Ganda, tangisnya sudah berhenti, namun ia masih sesegukan.


"Lo nyari kunci mobil kan?"tebak Ganda

__ADS_1


"Kok Lo tahu sih? "heran Fiera. Ia mulai bisa mengendalikan dirinya.


"Tadi gue lihat jatuh, trus gue ambil deh. Angle juga tahu kok, Karena gue sengaja biar bisa berdua sama Lo" jawab Ganda jujur.


Fiera tidak bisa berkata kata lagi, semakin hari Ganda ini semakin manis.


"Oh iya, Bunda suruh mampir ke rumah, katanya kangen sama Lo" kata Ganda lagi.


"Hmm.." sahut Fiera tanpa berani menatap Ganda.


"Kok Hem doang, jawab dong"


Ganda menarik dagu Fiera agar menatap lurus ke arah nya. Cukup lama mereka saling menatap, wajah Ganda pun semakin lama semakin mendekat ke arah wajah Fiera.


Deg Dig Dug.


"Astaga, kenapa jantung gue jadi seperti ini??? ya Allah, gue gugup banget!!!"teriak Fiera dalam hati.


"Gue akan keluar duluan" sentak Fiera membuat Ganda tersadar dan menjauhkan wajahnya.


Fiera merebut kunci mobil nya dari tangan Ganda, lalu berlalu berjalan cepat meninggalkan kelas. Semakin lama ia berada di dekat Ganda, akan semakin berbahaya bagi nya. Terutama bagi jantung nya.


"Ahhh gemesin banget sih istri gue!!!"erang Ganda.


Ganda keluar dari kelas, tiba-tiba ia di kaget kan dengan kehadiran Rafael yang berdiri di depan kelas nya. Ekspresi wajah Rafael sulit di artikan, ia tidak menatap ke ganda, ia hanya menunduk Seperti orang yang sedang kecewa.


"Rafael?" gumam Ganda.


"Cih, jangan panggil nama gue. Setelah apa yang baru saja gue lihat, Lo orang yang paling gue benci! gue kecewa sama Lo!"


"Gak gitu Raf, gue bisa jelasin!"


"Raf!!! Rafael!!!" panggil Ganda. Namun, Rafael tetap melangkah pergi tanpa menghiraukan panggilan dari Ganda.


"Sial, kenapa dia bisa ada di sini?" dengus Ganda.


...----------------...


Fiera tiba di rumah mertua nya, ketika hendak masuk, Ganda pun tiba.


"Baru sampai?"tanya Ganda turun dari motor nya.


"Lo gak liat?" cibir Fiera.


"Idihhh, orang nanya juga"balas Ganda.


Fiera berbalik hendak masuk lebih dulu, tapi Ganda malah menarik tangannya dan menautkan tangan Fiera ke tangannya.


"Nah bener kalo begini" ujar Ganda tersenyum lebar. Ia menyeret Fiera masuk ke dalam rumah sebelum Fiera mencetus kata kata protes nya.


Lusi mempersiapkan makan siang, ia terlihat sibuk membuat semua makanan kesukaan putra dan menantunya.


"Mereka datang"seru Elena melihat kedatangan pengantin baru.


"Cieeee, pengantin baru" sorak Elena.


"Iya dong, lagi manis manis nya ini"sahut Ganda melebih lebihkan.

__ADS_1


"Apaan sih" lirih Fiera pelan, ia memilih menunduk menyembunyikan wajah cantiknya.


Ferdi yang sengaja pulang lebih awal heran, ia menatap menantunya yang sejak tadi menunduk dan terbilang lebih banyak diam.


"Kok menantu ayah pendiam sekarang?" tanya Ferdi.


"Malu malu yah, kan pengantin baru"ledek Elena.


"Sudah sudah, jangan goda terus Fiera nya. Lihat tu, wajah nya sudah memerah begitu" bela Lusi kasian pada Fiera.


"Gak papa Bun, biar dia kapok. Kalo di kamar aku selalu di bully" sahut Ganda.


"Beneran??"tanya Lusi Kaget, Fiera langsung menggeleng kuat.


"Gak ada Bun, dia nya aja yang rese, nyosor nyosor" jawab Fiera cepat.


"Huh?" Elena dan kedua orang tuanya melongo mendengar jawaban Fiera.


"Buka aib "kekeh Ganda.


Fiera menutup mulut nya rapat, ia memaki dan mengutuk diri nya sendiri yang terpancing oleh ucapan suaminya sendiri.


"Malu malu maluuuuuuuuu"erang Fiera dalma hati, ia semakin menundukkan kepalanya.


"Jadi, Ganda main nyosor yah Fie?" goda Ferdi.


Fiera menggigit bibir bagian dalam nya, sumpah demi apapun Fiera sangat gugup sekarang. Jantung nya berpacu dengan sangat cepat, beruntung jantung nya kuat.


Fiera duduk di samping Ganda, ia meraih tangan ganda dan meremas nya kuat.


Sementara Ganda?? ia hanya tertawa dalam hati sembari menatap wajah lucu istri nya. Jarang jarang melihat Fiera gugup dan gerogi seperti ini.


"Kenapa waktu berjalan sangat lambat!!"rutuk Fiera, ini pertama kalinya ia datang ke rumah Lusi dengan status baru nya.


"Ayo sayang di makan" seru Lusi.


"Jay malu kak, kan kemarin kemarin udah pernah ke sini" sela Elena.


"Tapi situasinya beda Elena"geram Fiera.


"Idih, sama aja dong. Kan kita seperti itu juga" balas Elena lagi.


Fiera hanya bisa menghela nafas, ia tidak bisa menjawab pertanyaan Elena atupun mendengar balasan dari gadis itu.


"Mau makan apa sayang?"tanya Ganda.


"Gue makna ini aja" tunjuk Fiera pada ayam bumbu dan beberapa sayur.


"Cuma itu sayang? bukan nya kamu pecinta capcai?" heran Lusi.


"Iya Bun, Fiera suka semuanya"jawab Fiera tercengir.


"Baguslah, kamu harus makan banyak. Biar cepat tumbuh besar. Kalian jadi sehat dan akan melahirkan cucu yang lucu untuk bunda" Lusi bersorak keguruan.


"Bunda, kita masih SMA!"peringat Ganda.


Lusi pun terkekeh pelan, ia melahap makanan nya tanpa bicara lagi.

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2