
Dunia berduka, pembisnis terkenal telah tiada. CEO bijak yang memiliki banyak colega mengguncang dunia perbisnisan.
Fiera termenung duduk di bangku taman halaman depan rumah nya. Ia masih belum bisa mempercayai bahwa ini benar-benar nyata.
Gadis malang yang kini di tinggalkan oleh kedua orang tuanya untuk Selma lamanya.
"Apa yang harus gue lakukan?
Gue sudah tidak memiliki siapapun lagi.
Mama papa tega meninggalkan gue sendiri." Ucap Fiera di dalam hati. Air matanya terus mengalir deras menelusuri pipinya.
Ganda yang mengurus pemakaman mertuanya kebingungan mencari di mana istri nya.
Sejak pulang dari pemakaman, Fiera tak lagi terlihat. Banyak yang bertanya tanya mengapa Ganda dan keluarga nya ada di sini. Apalagi siswa siswi Arya Jaya yang hadir di rumah duka. Mereka kaget, Ganda terlihat lebih sibuk.
"Ternyata kamu di sini Sayang"
Ganda menghampiri istri nya, ia duduk di samping Fiera dan memeluknya dari samping.
"Kenapa mama papa tega sama gue?? Gue udah gak punya siapa siapa lagi Ganda..." Lirih Fiera setengah terisak.
"Sstt.... Siapa bilang Lo sendiri, gue dan keluarga lain nya ada buat Lo"
Fiera tak menjawab, ia samkin memeluk Ganda erat. Hanya Ganda yang ia butuhkan saat ini.
Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan mereka berdua. Hatinya terasa sangat sakit dan kecewa.
"Kenapa sih, Lo selalu meyakinkan gue kalau Lo itu memang mengkhianati gue Fie!" Lirih Raisa.
"Lo di sini"
Angle menghampiri Raisa, ia sudah capek mencari Raisa ke mana mana. Tadi ia dan Raisa langsung pergi ke rumah Fiera setelah tahu berita yang melanda keluarga Fiera.
"Gue pulang duluan" pamit Raisa berlalu begitu saja.
"Eh, kok pulang. Kita kan belum ketemu sama Fiera!!!"
"Raisa!!!"
Angle berlari mengejar Raisa, ia tidak tahu apa penyebab gadis ini tiba-tiba ingin pulang.
~•
"Hahahha...... Akhirnya keluarga Lo hancur juga Fie!!!"
"Lo akhirnya merasakan bagaimana hidup sendirian"
__ADS_1
"Yani, kita harus lebih hati hati. Karena kasus ini pasti akan di selidiki" ucap pria yang berumur 45 tahu. Kira kira seumuran dengan papa Fiera.
"Tidak masalah pa, aku sudah membersihkan semuanya. Jejak kita tidak akan mereka ketahui"
Frans tersenyum miring, ia merasa sangat bangga pada putrinya.
Frans Panji, adalah kolega Dea Baksara yang sempat menjadi kekasih Dea. Awal nya ia di kira baik oleh Dea, pada akhirnya Dea mengetahui semua niat jahat Frans, sehingga ia memutuskan untuk berpisah dengan Frans.
Mengetahui keputusan Dea yang ingin kembali dengan mantan suaminya, Frans merasa marah dan tidak terima. Karena Frans belum sempat membalas dendam, tapi Dea malah ingin menjauh darinya. Frans jadi marah, ia semakin ingin melenyapkan Dea dan mantan suaminya.
Yani Panji, putri semata wayang Frans Panji. Anak hasil dari pemaksaan nya menikah dengan seorang wanita yang mencintai William Baksara. Yaitu Lisna Wirasti.
Lisna terpaksa menikah dengan Frans karena pria itu menjebak nya dan menidurinya. Lisna hamil dan harus menikah dengan Frans. Sementara itu, hati Lisna malah hancur karena mendengar William menikah dengan Dea.
Lisna menjadi frustasi, ia sering sakit sakitan, bahkan Lisna sering minum obat penenang. Karena selalu di awasi dengan ketat. Akhirnya Lisna melahirkan seorang putri yang bernama Yani.
Setelah melahirkan, Lisna mengalami pendarahan. Ia tidak bisa tertolong, semangatnya untuk hidup pun tidak ada. Akhirnya Lisna meninggal dunia dan membekaskan luka mendelama di hati Frans sehingga pria itu menanamkan dendam di hati putrinya.
Semua kesalahan ini di limpahkan kepada keluy Baksara. Tidak ada yang tahu soal ini, Frans sungguh pintar menutup keaslian sikapnya.
"Papa, kita harus membuat pesta. Kita harus merayakan kemenangan kita!!" Sorak Yani.
"Tentu saja Sayang, semua ini harus kita rayakan!" Sahut Frans. Kedua nya saling melempar senyum.
~•
Kali ini bukan Ganda yang menghampiri nya. Namun, Lusi yang menghampiri menantunya ke dalam kamar.
"Sayang..."panggil Lusi.
Fiera menoleh, ia memaksakan bibirnya untuk tersenyum. Matanya terlihat sipit karena sudah bengkak. Seharian ini Fiera terus mengeluarkan air mata setiap kali mengingat kedua orang tua nya.
"Eh bunda, maaf Fiera lupa kalau bunda masih di sini" kata Fiera tidak enak hati. Ia mengabaikan mertuanya.
"Gak papa sayang, bunda ngerti kok. Bunda ke sini hanya ingin melihat keadaan kamu" balas Lusi.
"Fiera gak papa kok Bun, bunda tenang aja"
Fiera tersenyum selebar mungkin, ia harus terlihat lebih tegar di depan mertua nya.
"Sayang, kamu jangan merasa sendiri ya sayang. Ayah dan bunda bersama mu" ucap Lusi.
Fiera mengangguk, namun air matanya terasa ingin jatuh kembali mengalir pada jejak yang sudah mengering.
"Makasih bunda" balas Fiera hampir menangis. Lusi langsung memeluknya, ia tidak tahan melihat wajah sedih Fiera.
"Hiks.....Hiks ... Fie gak tahu Bun, Fie merasa hancur. Papa dan mama pergi terlalu cepat. Fie udah berusaha untuk menerima nya, berusaha agar lebih tegar. Tapi..."
__ADS_1
Fiera tak bisa melanjutkan kalimatnya, tangisnya semakin pecah di dalam pelukan Lusi.
"Kamu yang tabah yah sayang, semua ini hanya cobaan. Kamu harus kuat sayang."
Ganda berdiri di depan pintu kamar nya dan Fiera. Hatinya teriris ketika mendengar Isak tangis Fiera.
"Ayo sayang, persiapkan diri mu. Kita harus turun untuk pengajian"kata Lusi.
Fiera mengangguk pelan, ia mehaous air matanya. Ketika saat itu Ganda masuk ke dalam kamar.
"Bunda turun aja dulu, Fiera akan bersiap"kata ganda.
"Baiklah sayang, bunda tunggu di bawah"
"Baiklah Bun" jawab Fiera.
Fiera henda masuk ke dalam kamar mandi, tiba tiba Ganda langsung memeluk Fiera dari belakang.
"Jangan sedih lagi yah, aku tahu kamu sangat bersedih. Tapi, aku tidak bisa melihat istri ku bersedih" lirih Ganda.
"Aku akan berusaha untuk tetap kuat, maafin aku" balas Fiera
Ganda membalikkan tubuh Fiera, ia menatap wajah Fiera lekat.
"Aku akan selalu ada untuk mu sayang, jangan pernah merasa sendiri"
Cup~
"Sekarang, kamu mandi yah. Aku akan menyiapkan pakaian mu"
"Tidak usah, aku akan menyiapkan sendiri" tolak Fiera.
Fiera masuk ke dalam kamar mndi, ia menghela nafas dalam menatap kamar mandi yang sudah tertutup rapat. Beberapa menit kemudian, terdengar suara air jatuh pertanda Fiera sudah mulai mandi.
"Gue harap Lo bisa tabah Fie, ini benar-benar berat bagi Lo. Tapi, gue berjanji akan selalu ada dan membuat Lo bahagia" janji Ganda dalam hati.
...----------------...
"Halo Rai, Lo jadi datang gak ni?? di acara tahlilan rumah Fiera??"
tanya Angle dari ponselnya, ia sudah bersiap untuk datang ke rumah Fiera.
"Gue gak bisa Gel, mama gue ngajak gue ke luar kota" jawab Raisa menolak.
"Benarkah? yahh.... Padahal kan ini penting banget Rai, sekalian kita bisa bicara dengan Fiera"
"Maaf yah Gel, gue harus istirahat!"
__ADS_1
Raisa langsung menutup panggilan nya, ia tidak bisa menolak Angle jika terus terusan menelfon nya.