
Seperti janji yang telah Ganda buat, cowo itu memang tidak terlambat lagi. Tapi, dirinya selalu saja mencari masalah dengan Fiera. Seperti saat ini, Fiera sedang mengerjakan tugas tugasnya di perpustakaan. Ganda datang dan membuat keributan dengan nya. Sehingga kedua nya di usir dari ruang baca perpustakaan.
"Ini semua gara gara Lo!" bentak Fiera menyalahkan Ganda.
"Lah kok gue sih, yang ada tuh Lo yang salah. Jadi orang gak mau ngalah banget!" cibir Ganda tak mau di salahkan.
"Lo itu yah, selalu aja cari masalah sama gue. Emang lo itu ada masalah apa sih sama gue!" kata Fiera menata Ganda lekat.
"Gue akan mencari masalah terus sama Lo sampai sikap angkuh Lo itu hilang!"tegas Ganda.
Fiera menarik nafas dalam, lalu menghembuskan nya secara perlahan.
"Buang buang waktu, meladeni orang kaya Lo!" dengus Fiera, lalu pergi dari hadapan Ganda.
"Yah,malah pergi!" Ganda akan menyusul Fiera, tapi seseorang memanggil nya.
"Ganda!!!"panggil Raisa.
"Eh iya Sa, ada apa?" tanya Ganda biasa saja.
"Gue mau ajak Lo makan malam bareng nanti malam" kata Raisa to the poin.
"Gue...Hem..."
"Gak usah banyak mikir, pokoknya Lo harus mau." potong Raisa tidak menerima penolakan dari Ganda.
"Yaudah deh" jawab Ganda pasrah.
"Oke, terimakasih" Raisa terlihat sangat senang, ia langsung berlari pergi dari hadapan Ganda menuju ke kelasnya.
"Aduhh bodoh, kenapa Lo malah Nerima nya sih!!!! kan Lo bisa nolak!!!" maki Ganda pada dirinya sendiri. Ganda tahu jika Raisa menyukai nya, harus nya ganda menghindar, agar Raisa tidak sakit hati kepadanya. Karena ganda tidak memiliki rasa suka sedikitpun untuk Raisa.
"Ahhhjjj" erang Ganda frustasi.
Di dalam kelas, Fiera duduk sendirian di bangku nya. Fiera terpaksa mengerjakan tugas tugas nya di dalam kelas, beruntung kondisi kelas dalam keadaan sepi, jadi Fiera bisa belajar dengan tenang.
Kalian tahu, mengapa Fiera sendiri? dia sedang mencoba fokus belajar. Karena sebentar lagi ujian akan datang. Tinggal beberapa hari lagi,dan mereka akan menghadapi ujian semester 2.
"Fieraaaaa!!!!"
"Astaga!! Raisa,Lo bikin kaget gue aja deh!!!" pekik Fiera kaget karena teriakan Raisa.
"Heheh, maaf Fie. Tapi gue senang banget, tau gak sih" kata Raisa menahan senyum.
"Kenapa emang? apa yang membuat idol Laksamana jaya ini sebahagia ini?" tanya Fiera.
"Aduhhh Raisa, Lo gk bakal percaya, gue nanti malam akan jalan bareng Gandaaaa"
"What?" kaget Fiera.
"Tuh kan, Lo kaget kan!!"
"Masa sih Lo mau jalan sama dia, gak ada cowo lain lagi apa?" dengus Fiera, ia terlalu memandang Ganda buruk. Berbeda dengan Raisa ynag selalu memandang Ganda dengan tatapan penuh cinta.
"Fie.." lirih Raisa.
__ADS_1
"Hemm.."Sahut Fiera dengan dehemannya, karena ia sedang mengerjakan tugas tugasnya sembari mendengar celotehan Raisa.
"Gue harap Lo gak menyukai pria yang sama dengan gue"
Deg~
"Maksud Lo apa Sa, mana mungkin gue menyukai cowo yang sama dengan Lo!" elak Fiera, ia merasa lucu dengan pernyataan dari sahabat nya.
"Pokoknya Lo harus janji sama gue Fie, jangan pernah mencintai pria yang sama dengan yang aku sukai" tegas Raisa lagi.
"Iya Raisa, gue gak akan rebut cowo Lo!" balas Fiera.
"Termasuk Ganda, gue gak mau Lo ada rasa sama dia" lanjut Raisa.
"Hahahahaha....Lo gila yah, partner sama dia gue ogah, apalagi menyukai nya Raisa. Lo aneh aneh aja yah!" Fiera mulai risih dengan pertanyaan Raisa yang tidak memiliki arti yang baik.
"Udah deh sana, gue mau fokus belajar!" usir Fiera mendorong Raisa keluar dari kelas.
"Dasar, cewe jutek! kalo kaya gini terus. Lo gak bakal ada yang suka!" ledek Raisa keluar dari kelas nya sendiri.
Kini, tinggalah Fiera sendiri di ruang kelas nya. Fiera terngiang ucapan Raisa tadi. Lagi lagi, Fiera tertawa mengingatnya. Mana mungkin ia akan menyukai pria bodoh yang selalu mengejar cinta Raisa.
Cling~
Elena😘
Kak. Aku juara 1 Olimpiade matematika. Apa kita bisa bertemu nanti?
Fiera langsung menarikan jari jari lentik nya di atas layar ponsel nya untuk membalas pesan dari Elena. Senyum manis terukir di bibir Fiera ketika membaca pesan itu.
Fiera
Setelah membalas pesan singkat dari Elena, Fiera kembali melanjutkan mengerjakan tugas nya dengan senang hati, karena Ia akan ada teman malam ini, pikir Fiera.
Kringg~
"Yah, sudah bunyi aja bel nya!" lenguh Fiera menatap bukunya yang masih belum mengerjakan apapun.
Sebenarnya tugas yang ia kerjakan tidak di kumpul hari ini, hanya saja karena Fiera badmood dan tidak ingin makan. Maka jam istirahat ia gunakan untuk mengerjakan tugas nya. Apalagi ujian semakin dekat.
Kelas sudah mulai ramai kembali, Raisa, Susi dan Angle sudah masuk ke dalam kelas. Mereka menghampiri Fiera yang terlihat semakin bete.
"Eh muka congek, kenapa berkerut gitu?" ledek Ganda ketika masuk ke dalam kelas dan mendapati Fiera cemberut.
Anak anak yang mendengar ucapan Ganda hanya bisa tertawa. Semenjak ada ganda di sekolah ini, sudah banyak perubahan terjadi dalam diri Fiera. Ia sudah banyak mengeluarkan kata kata, bahkan Fiera sangat mudah terpancing emosi setiap kali Ganda membuatnya kesal.
Tidak seperti dulu, Fiera terlalu acuh dan garang ketika ada yang mencoba mendekati nya.
"Diem aja lu, tangkai sapu!" balas Fiera.
Ganda tidak melanjutkan ledekannya, Bu guru sudah lebih dulu masuk ke dalam kelas.
"Selamat siang anak anak" sapa Bu Tuti memberi salam.
"Siang bu" balas semua murid serempak.
__ADS_1
Pelajaran hari itu berjalan sangat baik, Mood Fiera perlahan membaik karena materi mereka adalah matematika. Ia terlihat sangat semangat memperhatikan Bu Tuti dalam menjelaskan materi.
Hal itu membuat Ganda terpesona, ia terus saja memperhatikan Fiera yang antusias menjawab setiap Pertanyaan dari Bu Tuti.
Dia itu wanita atau apa sih? kok manis banget. Tapi,,,, mulutnya tajam, lebih tajam dari pisau.
Ganda tidak bisa memungkiri bahwa dirinya tertarik pada Fiera. Karena itulah ia selalu saja mencoba mencari perhatian Fiera. Bahkan Ganda rela di hukum guru BK karena bertengkar dan mencari masalah dengan Fiera.
Kegiatan Ganda tertangkap basah oleh Angle. Gadis tomboy itu sudah bisa menebak situasi yang Ganda alami.
Namun, Angle malah khawatir dengan fakta yang ia pikirkan.
Jangan sampai perang dunia kedua terjadi di antara Fiera dan Raisa. Kalo sampe itu terjadi, maka kita akan bertengkar dan tidak saling menyapa lagi.
Ya Tuhan, jangan sampai persahabatan kami pecah, hanya karena soal perasaan.
----------------
Elena pulang dari sekolah, ia mengabarkan pada bunda nya bahwa dirinya mendapat juara satu olimpiade matematika.
"Bundaaa!!!!!! Elen pulang!!!!" teriak Elena keras ketika keluar dari dalam mobil nya.
Elena berlari masuk ke dalam rumah besar milik keluarga Wijanto. Hati nya berbunga bunga dan tidak sabar ingin memberi tahu bunda nya tentang prestasi nya.
"Aduhh Elena, kamu kenapa teriak teriak sih sayang. Bunda gak tuli" omel Lusi.
"Bunda, Elen ada kejutan buat bunda"
"Apa itu?" tanya Lusi penasaran.
"Tutup deh mata bunda"pinta Elena. Lusi pun menurutinya, ia menutupi mata nya.
Melihat bundanya sudah menutup mata, Elena pun membuka tas sekolah nya, lalu mengeluarkan piala yang ia raih tadi.
"Sekarang buka Mata bunda" titah Elena lagi.
Perlahan Lusi membuka matanya, betapa sangat kaget nya ia melihat untuk kesekian kali nya elena membawa piala kejuaraan olimpiade pulang ke rumah.
"Taraaaaa"
"Wahhh sayang, kamu juara lagi?" decak Lusi kagum. Ia langsung memeluk putri bungsu nya erat. Lusi sangat bangga pada putrinya ini.
"Bunda seneng gak?" tanya Elena dari dalam pelukan bunda nya.
"Seneng lah, masa putri bunda dapat juara bunda gak seneng" balas Lusi mencubit gemas pipi putrinya.
"Bun, aku mendapat ini semua berkat seorang pembimbing. Apa bunda mau bertemu?" tanya Elena lagi.
"Benarkah? siapa dia?"
"Dia gadis luar biasa yang sangat cerdas Bun" ungkap Elena tulus dari dalam hati. Ia benar-benar mengagumi Fiera.
"Nanti malam akan Elena ajak ke rumah kita Bunda, untuk merayakan ini"
"Waw bagus itu, bunda juga penasaran sama orang nya" kata Lusi mendukung apa yang di inginkan Putrinya.
__ADS_1
Elena pun bersorak senang, ia bisa memperkenalkan Fiera kepada keluarga nya. Elena juga berniat meminta maaf pada Fiera atas sikap Abang nya waktu di cafe dulu.
----------------