
Pelajaran sudah di mulai sejak 10 menit yang lalu. Pak Dodi juga sedang menjelaskan materi dengan serius. Sesekali ia melirik ke arah Fiera yang terlihat seperti orang melamun.
Fiera sibuk memikirkan bagaimana nasib nya, apa yang harus ia lakukan saat ini. Jika dirinya menolak permintaan Tante Lusi, maka semuanya akan berantakan. Tante Lusi akan sakit, Fiera tidak mau hal itu terjadi.
Tapi, jika Fiera menerima nya. Maka Raisa akan tersakiti.
"Aaargggg!!!!!!!"erang Fiera tanpa sadar. Seluruh perhatian tertuju pada nya, termasuk ganda.
"Ada apa Fiera?"tanya pak Dodi.
"Huh?"kaget Fiera. Ia melirik seluruh teman temanya yang menatap heran padanya.
"Ekhem...Maaf pak"lirih Fiera malu.
Ganda terkekeh pelan melihat tingkah Fiera, ia merasa lucu dengan gadis satu itu.
"Oke, kembali fokus!"tegas pak Dodi.
Fiera mengangguk pelan, ia merasa malu pada teman teman nya.
"Lo kenapa?"bisik Angle, Fiera pun menjawab dengan gelengan kepala.
Raisa hanya melirik Fiera sebentar, ia mulai menaruh curiga pada Fiera yang semakin aneh menurutnya.
Kring!!!!!!!!
Jam istirahat pun tiba. Seluruh siswa siswi langsung berhamburan keluar dari dalam kelas.
Fiera dan teman temannya keluar belakangan, Fiera terlihat tidak bersemangat hari ini.
"Fie, Lo kenapa sih?"tanya Raisa heran.
"Huh, gue gak papa kok" jawab Fiera menutupinya.
"Lo gak boleh bohong Fie. Kita kan sahabat" ujar Raisa lagi. Angle hanya mengangguk menyetujui ucapan Raisa.
"Gue beneran gak papa kok, gue hanya sedang memikirkan kedua orang tua gue akan ke Amerika" ungkap Fiera sengaja mengalihkan kedua orang tuanya. Ia tidak mungkin mengatakan jika dirinya sedang memikirkan tentang perjodohan dirinya dan Ganda .
"Ya ampunnnn orang tua Lo kok gitu sih"lirih Raisa sedih, ia langsung memeluk Fiera.
"Lo gak usah khawatir Fie. Kita ada kok buat Lo" ucap Angle menyemangati.
Fiera tersenyum lebar, meskipun dirinya memohon maaf pada temannya di dalam hati karena sudah berbohong.
"Kita bakalan hibur Lo, selama nyokap bokap Lo pergi, kita akan selalu ada buat Lo" kata Raisa.
__ADS_1
"makasih yah guys, kalian memang sahabat gue yang paling baik dan setia" ungkap Fiera terhatu.
"Yaudah, yuk ke kantin. Nanti kehabisan dan tidak kebagian meja"ajak Raisan menggandeng lengan kedua sahabatnya.
"Ayuk!" Sahut Fiera dan Angle.
Mereka berjalan beriringan menuju ke kantin, ketika setengah jalan. Fiera merasa ingin buang air kecil.
"Duh, kalian berdua duluan aja yah. gue mau ke toilet bentar" ujar Fiera.
"Mau kita temenin gak?" Tawar Raisa.
"Gak usah deh, kalian duluan aja. Pesenin gue bakso pedes yah" tolak Fiera sembari berlari karena sudah tidak bisa menahan desakan alam.
Fiera semakin mempercepat langkahnya ketika melewati taman belakang. ini adalah jalan pintas menuju ke toilet jika dari arah kantin.
"Semoga gak ngantri, kaya ngambil sembako!" gumam Fiera. Ia terus berlari masuk ke dalam toilet dan bersyukur karena toilet lumayan sepi. Biasanya tempat ini adalah tempat yang paling rame di kunjungi ketika jam istirahat tiba.
~•
"Wahhh sekarang kita harus bekerja keras yah"ujar Bu Tati, istri petugas kebersihan sekolah.
"Iya, semenjak den Ganda gak telat lagi" sambung suami Bu Tuti.
"Hahaha bapak ngeluh atau nyindir saya"kekeh Ganda pada petugas kebersihan itu.
"Sekarang den Ganda sudah taubat yah, bahkan dirinya masuk ke 5 besar dikelas"puji Bu Tuti.
"ah ibu bis aja, semua itu karena kebetulan aja" sahut Ganda.
Saat ini ganda berada di taman belakang sekolah, ia merasa sumpek di kantin. Makanya ia duduk di taman dan kebetulan bertemu dengan petugas kebersihan yang sedang beristirahat. Makanya, Ganda mengajak mereka ngobrol.
Bu Tuti dan suaminya merasa senang melihat sikap Ganda yang tidak sombong dan angkuh. Remaja yang mendekati masa dewasa nya ini terlihat tidak memilih milih orang untuk vdi ajak bicara, ganda terlihat netral pada semua orang.
Ketika asik ngobrol dengan mereka berdua, Ganda tidak sengaja melihat Fiera berlari terbirit birit menuju ke toilet.
"Kenapa dia?"pikir Ganda.
"Bu, pak, saya pergi dulu yah. Ada urusan mendadak"kekeh Ganda dengan nafa bercanda.
"Oh iya Den, silahkan"balas Bu Tuti.
Ganda berjalan menuju ke toilet, ia menunggu Fiera di luar. Tidak menunggu waktu lama, Fiera kembali keluar dari toilet dengan eskpresi lega.
"Eh eh..."pekik Fiera kaget ketika tiba-tiba seseorang menatik tangan nya dan membawanya ke taman belakang dan menyenderkan nya ke pohon besar yang ada di taman.
__ADS_1
"Ganda??"kaget Fiera melihat wajha Ganda. Ternyata pria ini yang menariknya.
"Iya, kenapa?ada yang salah?"tanya Ganda ketus.
"Minggir gak Lo! Atau gue teriak!!" Ancam Fiera. Ia berpikir ancamannya akan membuat ganda takut.
Cih..
"Teriak lah sesuka hati Lo, semakin teman teman Lo tahu, semakin mudah bagi gue untuk mendapatkan Lo!" Ucap Ganda tegas, ia serius dengan ucapannya yang sudah terang terangan pada Fiera.
"Lo gila yah! Lo gak mikirin perasaan Raisa? Rafael?" tanya Fiera mengingatkan.
"Gue gak peduli Fie, mereka juga gak peduli dengan perasaan gue yang sudah menjadi milik Lo. Mereka akan tetap memaksa gue buat jatuh ke dalam lubang yang dalam.
Apa gue salah, jika gue berusaha untuk menyelamatkan diri gue??"
Fiera menggeleng cepat, ia melihat ke arah sekitar nya. Fiera takut ada yang melihat mereka dan pasti mereka akan salah paham. Apalagi dengan posisi Ganda yang berdiri sangat dekat dengan dirinya.
Jika di lihat dari berbagai posisi, pasti mereka berpikir jika mereka sedang berciuman dengan tubuh saling menempel.
"Ganda! Lo harus menjauh. Jangan sampai orang salah paham dengan posisi ini!" Peringat Fiera.
"Gue akan melepaskan Lo dengan satu syarat!" Ucap Ganda .
"Apa, cepat katakan!!" Balas Fiera tidak mau membuang buang waktu. Ia tidak mau ada yang melihat nya.
"Cium gue, batu gue mau melepaskan Lo!" Ucap Ganda tersenyum menang.
"Apa? Lo gila. Mana mungkin gue lakuin itu!!"tolak Fiera.
"Gak mau yah sudah, seperti ini aja terus" Ganda semakin mempercepat jarak mereka. Bahkan tubuh mereka memang sudah saling menempel. Fiera mampu merasakan hangatnya hembusan nafas Ganda
"Ok Fine."pasrah Fiera.
Ia menarik nafas dalam, lalu menatap Ganda dengan tatapan datar. Fiera mengumpulkan seluruh rasa tidak malu nya.
"Fiera?? Ganda???" Teriak seseorang.
Secara spontan Fiera mendorong tubuh Ganda kuat hingga pria itu terpental jauh dan terhenyak di tanah.
Fiera yang tadi nya sudah mulai menutup mata, kini membuka matanya dan melotot melihat siapa yang berteriak memanggil namanya.
Kira kira siapakah itu?????
__ADS_1
Ada yang tahu gak???
Silahkan komen yah!!!