Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Kabar buruk!!!


__ADS_3

Fiera duduk di bangku taman belakang sekolah seorang diri.


"Kenapa gue kangen mma papa yah?"


"Humm....Mama sama papa sekarang di mana? Jadi gak yah, mereka pulang"


Fiera mengambil ponselnya, ia berniat ingin menghubungi kedua orang tuanya.


"Honey!!!"teriak Ganda.


"Ganda?"


Fiera kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku baju nya. Ia berdiri menghadap ke suaminya yang terlihat ngos-ngosan.


"Apa yang terjadi? Kenapa Lo ngos ngosan gitu?" Tanya Fiera heran.


Ganda tidak menjawab pertanyaan Fiera, ia tidak tqhu bagaimana cara menjelaskan pada istri nya.


Tadi Ganda mendapatkan panggilan dari ayah nya. Ferdi memberitahu nya bahwa papa dan mama Fiera mengalami kecelakaan ketika hendak pulang dari bandara.


Berita sudah tersebar ke mana mana, Ganda khawatir jika Fiera sudah melihat berita nya.


Beruntung Ganda cepat menemukan Fiera di taman belakang sekolah, saat melihat Fiera akan menghidupkan ponselnya. Ganda langsung mengalihkan perhatian Fiera.


Bukan ingin menyembunyikan dari Fiera, tapi Ganda takut Fiera drop dan histeris. Lebih baik ia memberitahu nya ketika mereka sudah tiba di rumah sakit saja.


"Ganda!!"


"Eh iya, honey. Kita harus pulang" kata Ganda


Deg~


"Pulang? Kenapa??" Jantung Fiera mulai berdetak tidak karuan.


"Nanti gue jelasin, ayo!"


Tanpa bisa protes, Ganda langsung menarik tangan Fiera pergi ke parkiran.


Lagi dan lagi mereka bolos dengan ijin lewat WhatsApp saja. Kali ini pak kepsek tidak marah, ia memaklumi situasi ganda.


"Kenapa gak tunggu sampai sekolah selesai aja sih!"


"Gak keburu sayang" sahut Ganda sembari fokus ke jalanan.


~•


"Astaga!!!! Fiera????" Pekik Angle langsung berhamburan mencari Fiera


"Ada apa?"tanya Susi ketika melihat Angle berlari seperti orang di kejar hantu.


"Bokap nyokap Fiera kecelakaan" jawab Angle. Kebetulan saat itu Raisa lewat, ia mendengar samar samar pembicaraan angle dan Susi.


"Huh? Bokap nyokap Fiera kecelakaan?? Trus Fiera gimana??" Susi ikut panik.


"Gue gak tahu, tapi sejak tadi gue gak ada lihat Fiera"


"Coba lihat ke kelas yuk!!!" Usul Susi.


"Yuk!!!" Angle dan Susi langsung berlari menuju ke kelas. Tinggal lah Raisa yang seperti orang kebingungan mendengar kabar duka dari keluarga Fiera.

__ADS_1


"Gimana kabar orang tuanya?"


Raisa membuka ponselnya, ia mencari informasi berita terkini di sosial medianya.


"Topik utama, kecelakaan tunggal dari keluarga Baksara" ucap Raisa membaca judul artikel itu.


Hatinya terenyuh, sejujurnya ia sangat prihatin pada Fiera. Meskipun ia masih marah, tapi hati kecilnya tetap bersimpati.


Semua orang sudah tahu apa yang terjadi pada keluarga Baksara. Hanya Fiera yang tidak mengetahuinya. Sejak tadi ia hendak memegang ponselnya. namun, Ganda selalu menahannya dan mengalihkan perhatiannya.


"Honey, Lo harus berjanji sama gue. Apapun yang terjadi hari ini. Lo harus tetap kuat dan bersama gue!" tekan Ganda menggenggam tangan Fiera.


"Lo aneh deh, Jangan buat gue merasa khawatir deh!"gerutu Fiera melepaskan genggaman tangan Ganda.


Fiera fokus ke jalan, ia merasa asing dengan jalan raya yang tengah mereka lewati.


"kita kemana? Kok malah makin jauh??" Tanya Fiera heran.


Deg~


Deg~


Detak jantung Fiera semakin berpacuh cepat. Entah apa yang akan menimpa dirinya hari ini.


Perasaannya seperti sesuatu terjadi, tapi Fiera tidak tahu apa.


"Rumah sakit?" Kat fiera membaca pulang nama rumah sakit.


Ganda menghela nafas berat, lalu menghembuskannya secara perlahan.


"Siapa yang sakit?"tanya Fiera lagi karena Ganda tak kunjung menjawab pertanyaan nya.


"Fie, Lo udah berjanji sama gue. Apapun yang Lo tahu, yang Lo hadapi. Lo harus kuat!" Kata Ganda lagi.


"Lo akan tahu setelah tiba di dalam" kata Ganda memberi kode agar Fiera turun dari mobil.


Ganda dan Fiera berjalan pelan memasuki rumah sakit, melewati koridor rumah sakit menuju ke sebuah ruangan. Kaki Fiera mulai terasa lemes.


"Kok gue lemes sih??" Pikir Fiera.


"Siapa yang sakit gan???" Tanya Fiera lagi, ia benar-benar penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi di antara keluarga nya.


"Kak Fiera!!!" Panggil Elena mengalihkan perhatian Fiera.


"Loh, Elena juga ad di sini??"heran Fiera.


"Ayo kak, bunda sudah menunggu" ucao Elena kalem, ia terlihat tidak mood.


Elena menuntun Fiera ke sebuah ruangan. Di sana terlihat 2 brankar rumah sakit dalam satu kamar berjejer dengan selimut menutupi semuanya d


Tanpa ada yang bisa di lihat.


"Apa ini??"heran Fiera menatap horor 2 brankar itu.


Lusi menyadari kehadiran Fiera, ia ragu jika Fiera akan baik baik saja jika mengetahui yang sebenarnya.


"Nak, sini peluk bunda"pinta Lusi memeluk erat menantunya.


"Bunda, ini ada apa? Kenapa ada mayat?"tanya Fiera.

__ADS_1


Ferdi masuk ke dalam ruangan, ia melihat istrinya dan juga anak nya sedang memeluk menantunya. Berbeda dengan Ganda yang duduk di sofa dengan kepalanya tertunduk di lengan sofa.


"Ayah juga di sini??"tanya Fiera kaget melihat kehadiran ayah mertuanya.


"Fie, mayat ini adalah mayat kedua orang tua kami" jelas Ferdi.


"Huh?. Ayah becanda jangan seperti itu!"


"Gak Fie, semua ini kenyataannya" jawab Ferdi meyakinkan Fiera dengan membuka penutup tubuh tak bernyawa itu.


"Ma-ma?? Pa-pa?" Ucap Fiera terbata melihat tubuh kaku kedua orang tuanya.


Gak, Fiera menggeleng kuat. Ia masih belum mempercayai semua ini.


"Ganda, ayo pulang. Gue gak mau melihat kebohongan ini!" Ajak Fiera menarik tangan Ganda.


"Fie... Semua ini tidak bohong, mama sama papa kecelakaan ketika pulang dari Banda!"


"Hahaha .... Lo jangan becanda, ini gak lucu.


Ma!! Pa!! Bangun. Fiera gak suka becanda nya kaya gini!!!"


Fiera mendekati mayat itu, ia mengusap pipi yang sudah terasa dingin.


"Mama....kok dingin? Ac nya terlalu dingin yah?


Ganda! Tolong AC nya dong!!" Titah Fiera menoleh sebentar vpada suaminya.


"Papa, juga ih" gumam Fiera. Air mata sudah berkumpul di pelupuk matanya bersiap untuk jatuh.


"Bangun ma, pa. Fiera udah pulang sekolah ma!


Fiera udah nikah, kalian kan mau cucu?? Ayo bangun!!! Nanti Fiera bakalan buatin mama sama papa banyak cucu"


"Sayang"lirih Lusi tidak kuat melihat menantunya berbicara seperti itu pada orang tuanya.


Ganda dan Elena memalingkan wajahnya, mereka tidak sanggup melihat kondisi Fiera.


"Hikss...Hikss.... Ini gak nyata kan???


Ayah, bunda. Toko tampar Fiera, tolong sadrkan Fiera dari mimpi buruk ini." Teriak Fiera mengambil tangan Ferdi dan juga Lusi.


"sayang, kamu harus tabah. Kamu harus kuat!!!"


"Tidak bunda!!!! Kalian tidak boleh Seperti itu. Mama sama papa hanya sedang berakting!!!" Teriak Fiera histeris. Ia menatap tajam kedua mertuanya itu.


"Mama...ayo bangun!!?!! Fiera gak suka yang seperti ini!!!!"


"Ayolah ma!!!!!" Teriak Fiera.


Ceklek~


Dua oy suster masuk ke dalam ruangan kedua orang tua Fiera di tangani.


Akibat dari kecelakaan itu, William dan Dea terpental sedikit lebih jauh dari mobilnya. Mereka yang masih sadar mencoba untuk berdiri , namun belum sempat menepi, sebuah truk lewat dan melindas keduanya.


"Permisi tuan, nyonya. Kami harus memandikan korban agar bisa segera di kebumikan" ijin kedua suster itu.


"Silahkan sus"jawab Ferdi.

__ADS_1


"Eh eh, gak!!! Mama papa mau di bawa kemana????"larah Fiera memukul kedua suster itu secara bergantian.


"Sayang, Lo gak boleh kaya gitu. Biarkan mereka membantu mama, sama papa. Kita gak boleh nyiksa mayat seperti ini!!" Ucap Ganda memeluk istrinya. Ia harus bisa menenangkan Fiera dari keterpurukan yang mendalam ini.


__ADS_2