Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Pertemuan keluarga


__ADS_3

Pagi yang sangat indah, udara terasa sangat segar. Kicauan burung terdengar indah meramaikan pagi ini.


Fiera, si gadis tangguh terbangun dari tidurnya. Ia bangun sedikit lebih siang dari biasanya, karena hari ini adalah hari Minggu. Fiera tidak memiliki rencana apapun, jadi ia bisa bermalas malasan sekarang.


"Ternyata begini yah rasanya tidak memiliki kesibukan"pikir Fiera.


Gadis itu bangkit dari ranjang nya, ia langsung merapikan tempat tidurnya dan bergegas masuk ke kamar mandi. Sudah menjadi kebiasaan Fiera bangun dari tidur langsung mandi.


Setelah selesai mandi, Fiera mengenakan pakaian santai nya. Hari ini ia akan bersantai di rumah tanpa pergi ke mana pun.


DRRRTTTT.......


DRRRTTTT.......


Fiera melirik ponselnya, nama papa nya terpampang jelas di layar ponselnya.


"Ngapain papa nelfon aku?"gumam Fiera sembari meraih ponselnya yang tergeletak di atas ranjang.


"Hallo pa?"sapa Fiera setelah menggesek tombol hijaunya.


"Fie, nanti jam 2 jangan lupa datang ke restauran yah. Alamat nya udah papa kirim ke WhatsApp kamu"kata William.


Fiera langsung membuka WhatsApp nya, benar saja ada pesan dari papa nya yang berisi sebuah alamat restauran berbintang.


"Ada apa emang nya pa?"tanya Fiera penasaran.


"Udah, kamu datang aja ke sana. Papa sama Mama ada di sana. Cuma jumpa sama teman lama papa kok" kata William.


"Fiera usahain "kata Fiera tidak berjanji, sejujurnya ia merasa sangat malas keluar.


"Pokoknya papa dan mama menunggu di sana"kata William, lalu Fiera mendengar nada panggilan terputus.


"Ah maksa banget"dengus Fiera kembali melempar ponselnya ke atas ranjang empuk milik nya.


Fiera memilih turun ke dapur, ia akan membuat sarapan untuk nya sendiri. Hari ini bi Ina sedang ke pasar sekalian mampir ke rumah saudara nya. Jadi pulangnya paling juga sore.


Sebelum berangkat bi Ina sudah berpamitan pada Fiera dan mengatakan akan menyiapkan makanan untuk Fiera. Tapi, Fiera menolaknya dan berkata akan masak sendiri.


"Gue mau buat apa yah?" gumam Fiera mencoba memikirkan apa yang harus ia masak. Semua bahan sudah ada di dalam kulkas, meskipun tidak terlalu banyak.


"Masih lengkap, tapi gue malah bingung mau masak apa"lenguh Fiera kebingungan.


Mata Fiera terus menatap setiap bahan makanan yang ada di dalam kulkas, ia mencoba memikirkan satu masakan yang paling mudah dan bisa ia buat.


"Ah, gue kok bodoh banget sih. Gue bikin telur ceplok aja, kasih kecap dan saos. Pasti sedap" kekeh Fiera meraih 2 butir telur dan beberapa sosis.


"Nah, ini kan masakan yang paling mudah"kekeh Fiera, ia merasa dirinya pintar dalam memilih bahan masakan.

__ADS_1


"Sekarang, gue tinggal panasin minyaknya di dalam wajan dengan apo sedang, trus setelah panas, gue tinggal pecahin telurnya" gumam Fiera sembari bergerak melakukan apa yang ia ucapkan.


Plug~


"Yahhh tumpah!" ucap Fiera menatap nanar telur yang ia pecahin jatuh berserakan di lantai.


"Coba sekali lagi" kata Fiera menyemangati dirinya. Ia kembali mengambil telur satunya lagi dan kembali berusaha untuk memecahkan telurnya dan bersiap untuk memasukkan nya ke dalam wajan.


"Ehh ehh...Aaah..Akhir ke goreng juga" ujar Fiera senang. Telurnya tidak tumpah, setidaknya masih ada kuning telur dan sedikit putih telurnya yang masuk ke dalam wajan.


Fiera mengaduk aduk telur ceplok nya, ia takut telur nya akan gosong jika tidak ia aduk. Tapi, lama kelamaan telur itu malah jadi hancur.


"Loh kok gini sih, bukannya jadi telur mata sapi" heran Fiera. Ia memindahkan telur hancur itu ke dalam piring, tidak lupa mematikan kompor terlebih dahulu.


Saos dan beberapa sosis yang sudah ia open tadi di tata di samping telur yang terlihat sedikit menghitam di pinggiran nya.


"Setidaknya tidak gosong" gumam Fiera sedikit puas dengan hasil masakannya.


Tidak gosong???? wadaw, parah banget ni bocah. Sudah hampir hitam semua, masih juga dia bilang gak gosong.


"Selamat makan!!!"sorak Fiera menyemangati dirinya sendiri, lalu menyantap makanan yang ia buat sendiri.


"Umm...Sedikit pahit yha" kekeh Fiera.


Tanpa di sadari, sekarang sudah pukul 1.20. Fiera sudah sangat terlambat untuk pergi ke restauran yang papa nya bilang.


DRRRTTTT....


DRRRTTTT....


"Siapa lagi sih!"dengus Fiera menggapai ponselnya, ia merasa sangat kesal karena waktu bersantai ya di ganggu. Fiera saat ini sedang menonton tv serial kesukaan nya. Yaitu Spongebob Squarepants.


"Lah papa??"pekik Fiera langsung melihat kearah jam.


"Jam 1.30 ??????" Fiera bangun dari duduk nya, ia segera bersiap dan bergegas pergi. Sejak tadi ponselnya terus berdering, entah sudah berapa puluh kali papa nya menelfon nya.


"Duhhh maafin aku pa, aku tidak ingat"gumam Fiera sembari mengemudi, ia mendengus kesal ketika ia terjebak macet di lampu merah.


Sementara di restauran, William dan Dea menunggu ke datangan Fiera. Ferdi dan Lusi juga sama, mereka penasaran dengan putri sahabatnya.


"Fiera kemana sih, dia jadi ke sini atau nggak??" tanya Dea berbisik pad mantan suaminya.


"Udah lah De, Wil. Kita makan aja dulu, putra aku juga belum dateng nih"ujar Ferdi.


"Iya iya, aku hanya khawatir aja" ucap William.


Fiera terus memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, meskipun sedang buru buru, Fiera tidak akan ngebut ngebutan.

__ADS_1


Slaaaaassss~


"Ini kaya nya nih!" gumam Fiera berlari masuk ke dalam restauran.


Bug~


Tubuh Fiera terpental di lantai, ia tidak sengaja bertubrukan dengan seseorang yang juga sedang berlari. Mereka masuk di pintu yang berbeda, tapi sama sama tidak menggunakan matanya


"Awww...." ringis Fiera menahan sakit di bokong dan tangannya.


"Fiera?"kaget Ganda.


Mendengar namanya di panggil, Fiera mendongak melihat siapa yang memanggilnya. Alang kepalang kagetnya, Fiera melebarkan matanya melihat Ganda ada di sini.


"Lo ngapain ke sini?"tanya Fiera sembari bangkit, ia berdiri di depan Ganda.


"Lah, ini kan restauran Fie. Tentu aja tempat makan!" jawab Ganda.


"Ah astaga, gue udah terlambat!" pekik Fiera teringat dengan tujuannya.


"Eh Fie, tunggu!!!" panggil Ganda, tapi Fiera sudah melaju cepat.


"Yahhh tu bocah udah pergi"gumam Ganda menatap kepergian Fiera.


Fiera tiba di depan ruangan VIP restauran. Semua orang yang makan di ruangan ini adalah orang-orang tertentu saja.


Gadis itu masuk ke dalam sana, ia mencari keberadaan kedua orang tua nya.


"Nah itu mereka" Fiera tersenyum lebar, ia langsung mendekati mama dan papanya.


"Maaf aku terlambat" sesal Fiera menunduk.


"Nah akhir nya kamu datang juga" ucap William lega.


"Ayo sayang duduk" ucap Dea menepuk salah satu kursi di samping nya. Fiera pun menurut, ia duduk di samping mamanya.


"Loh, Fiera?"kaget Lusi ketika melihat wajah Fiera. Ferdi juga kaget melihat nya.


"Kalian kenal sama putri kami?"tanya William kaget.


Fiera juga kaget melihat keberadaan orang tuanya Ganda ada di sini.


Deg~


Jangan bilang tu cowok datang ke restauran ini juga untuk pertemuan ini.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2