
"Fie, kok Lo bisa terlambat sih?"heran Randi, ia bingung ingin menghukum Fiera dengan apa.
"Gue telat bangun"lirih Fiera.
"Lah, namanya telat yah apapun alasan nya lah. Mau telat bangun, ban kempes. Itu adalah urusan Lo, kenyataannya Lo tiba di sekolah terlambat!" Ucap Ganda mengulang perkataan Fiera yang sering gadis itu lontarkan pada setiap siswa siswi yang terlambat.
"Apaan sih Lo!"dengus Fiera marah pada Ganda!. Anak anak OSIS yang mendengarnya malah ikut tertawa, namun mereka harus cepat cepat menyembunyikan tawa mereka ketika Fiera melotot pada mereka.
"Ah sudah sudah! Sekarang gue kasih kalian hukuman keliling lapangan sebanyak 50kali!"ucap Randi.
"What?? Lo gila apa. Mana mungkin gue akan melakukan nya!!"protes Fiera.
"Lah, kok protes. Bukannya itu peraturan yang Lo buat, dan sekarang Lo melanggarnya dan tidak terima dengan hukuman yang ada?" Cibir Ganda lagi. Kalau dirinya sudah terbiasa dengan semua hukuman, jadi dirinya tidak akan protes.
"Gue gak ngomong sama Lo! Jadi tolong tutup mulut Lo!"bentak Fiera.
"Kenapa? Gue cuma mengatakan kenyataan nya kok"balas Ganda
"Lama kelamaan Lo udah kaya cewe tau gak!" Maki Fiera, namun ganda tidak menghiraukannya.
"Sudah sudah sudah!! Sekarang keluar dari ruangan osis, selesaikan hukuman kalian!" Titah Randi.
Fiera mendengus, ia pergi lebih dulu dari ganda menuju kelapangan.
"Wahhh...Nafas gue sesak banget, gue gugup banget melakukan akting itu pada Fiera" lenguh Randi menghirup udara rakus.
"Lo udah cukur tegas" kata Ganda menepuk bahu Randi, lalu pergi keluar menyusul Fiera ke lapangan.
"What??? Fiera terlambat????"pekik salah satu siswi, ia melihat dengan teliti sebuah foto yang beredar di salah satu story' wa anak OSIS.
Susi dan Raisa ikut kaget mendengar pekikan teman kelas nya.
"Lo gak usah ngarang deh!"serga Raisa
"Aduh Rai, Lo buka WhatsApp deh. Lihat story' anak OSIS!" Ujar siswi itu.
Raisa pun langsung mengambil ponselnya dan memastikan sendiri.
"Ya ampun!!!! Fiera di hukum keliling lapangan?"kaget Raisa.
"Kasian banget"gumam Angle.
"Wah jarang jarang nih, mantan ketua OSIS di hukum dengan hukuman yang ia buat sendiri"ujar salah satu siswa.
"Heh jangan ngomong gitu! Fiera pasti punya alasan mengapa ia telat!"marah Angle pada siswa yang bicara tadi.
"Lah kenapa?bukannya Fiera sering bilang, apapun alasannya, jika terlambat datang ke sekolah tetap aja terlambat namanya!" Sela salah satu siswi.
__ADS_1
"He sudah sudah, kembali kerjakan tugas yang Bu guru kasih tadi!"lerai Susi, ia merasa terganggu oleh keributan yang teman temannya timbulkan.
Fiera berlari mengelilingi lapangan basket, ia harus melakukan semua ini demi keadilan. Bisa saja ia meminta bantuan pak kepala sekolah agar membebaskan dirinya dari hukuman ini. Tapi, Fiera tidak akan menyalah gunakan reputasinya. Ia terlambat karena keteledoran nya, bukan karena sesuatu yang terlalu penting.
Banyak siswa siswi dari setiap kelas curi curi pandang pada jendela kelas mereka untuk melihat Fiera berlari. Sungguh ini adalah moment langkah di sekolah mereka.
"Halah, baru lari 10 keliling aja udah letoy!"ledek Ganda.
"Lo gak usah mancing deh, selesai kan aja hukuman Lo dan pergi cepat dari hadapan gue!" Ketus Fiera, ia terus memaksa kakinya untuk berlari meskipun lambat.
"Kalau Lo capek, istirahat aja. Biar hukuman Lo gue yang jalankan!" Ucap Ganda
"Gak usah kasihani gue. Gue gak butuh belas kasihan Lo!"tolak Fiera
"Yah sudah, berlari lah sekuat tenang Lo!" Kekeh Ganda kembali berlari cepat.
"Dasar bege, orang capek. Dia malah ngajakin ribut!" Gumam Fiera dengan nafas terengah.
Hufff hufff!!!!
Fiera ambruk di tepi lapangan, ia sudah tidak kuat lagi. Beruntung hukumannya selesai, ia bisa beristirahat sekarang.
"Nih minum dulu"kata Ganda menyodorkan sebotol air mineral.
"Makasih"ucap Fiera datar sembari meraih botol minuman dingin itu
"Hampir jam istirahat, Lo baru menyelesaikan hukuman Lo" kekeh Ganda.
"Kok gue yang salah sih, Lo telat yah urusan Lo" jawab Ganda tidak terima.
Fiera tidak membalasnya lagi, ia malah fokus menetrakan nafasnya dan detak jantung nya.
"Fiera!!!" Panggil Raisa dan Angle bersamaan. Mereka berlari menghampiri Fiera yang masih duduk di lantai semen lapangan.
"Eh ada my honey Ganda juga"kata Raisa malu malu. Ia langsung jaim ketika ada Ganda.
"Fie, Lo kok bisa telat sih?"tanya Angle.
"Udah ah, gue gak mau bahas dulu. Capek nih" balas Fiera mengipas ngipaskan tangan nya ke arah wajah nya.
"Ah, akhir nya. Gue bisa lihat Lo kena hukum juga"ledek Susi berjalan bersama Rafael menghampiri mereka berempat.
"Ihh Cunguk, kok Lo malah ledekin Fiera sih!"sela Raisa.
"Eh apaan sih, kita tuh harus menikmati moment yang langkah. "Ucap Susi.
"Gak gini juga kali!" Bentak Raisa.
__ADS_1
"Ahhh udah udah!! Kalian ini sellau saja ribut. Gue puyeng nih lihatnya"lerai Fiera kesal. Dia sudah capek, teman temannya malah sibuk berantem.
"Yaudah, yuk ke kantin Fie"ajka Angle, ia tahu pasti kalua Fiera saat ini butuh asupan makanan.
"Iya"jawab Fiera.
Secara bersamaan, Ganda dan Rafael mengulurkan tangannya untuk membantu Fiera berdiri.
"Huh?"kaget Fiera menatap dua tangan itu.
Ganda dan Rafael saling menatap kaget, mereka melirik tangan satu sama lain.
"Ehh... Kok Lo gitu sih honey!" Serga Raisa tak terima, ia langsung menyambut tangan Ganda dengan tangan nya. Begitu juga dengan Susi, ia melakukan hal yang sam dengan Raisa.
"Mulai lagi nih!" Lirih Angle. Ia membantu Fiera berdiri dan langsung membawa nya pergi ke kantin.
Sementara Raisa da Susi, malah sibuk mengomel gak jelas pada kedua cowo itu. Padahal, mereka tidak memiliki hubungan apapun. Seharusnya Susi dan Raisa tidak berhak melakukan larangan itu. Keduanya hanya memiliki hubungan sepihak saja. Miris memang, hahaha...
Ganda mendengus mendengar setiap kata dari Raisa, begitu juga dengan Rafael. Keduanya memutar bola mata pertanda mereka sudah jengah, lalu pergi bersama dengan tangan Ganda merangkul bahu Rafael.
"Eh mau kemana??"teriak Raisa dan Susi bersamaan memanggil kedua cowo itu. Namun, seakan tuli Rafael dan Ganda terus berjalan lurus tanpa menghiraukan panggilan kedua gadis itu.
Ini semua gehara elu!!" Dengus Raisa menyalahkan Susi, lalu berlari menyusul Ganda.
"Kok gue sih!! " Gumam Susi bingung. Ia pun ikut berlari menyusul semua teman temannya.
~•
Dea dan William melakukan pertemuan, mereka harus kembali membicarakan sesuatu bersama.
"Wil, bagaimana tentang rencana itu?"tanya Dea.
"Rencana mana?"tanya William tidak mengerti, ada banyak rencana yang sedang mereka gaungi.
"Menjodohkan Ganda dan Fiera. Aku merasa ini adalah ide yang bagu Wil"ucap Dea lagi. Ia sangat setuju dengan rencana perjodohan itu. Jika Fiera menikah dengan Ganda, maka semuanya akan baik baik saja, mereka tidak perlu khawatir lagi dengan putri mereka.
"Aku sih setuju aja Dea, tapi bagaimana dengan perasaan Fiera? aku tidak mau membuat putri kita menderita" jawab William.
"Aku tahu Wil, tapi, jika kita membicarakan secara perlahan dan memberi Fiera pengertian, aku yakin kok dia akan mengerti." kata Dea lagi.
"Tapi Dea, aku tidak mau kejadian yang sama menimpa putri kita. Kamu lihat kan, Fiera jadi korban nya!"
Deg~
Dea menjadi terdiam, benar juga apa yang mantan suaminya katakan. Masalah yang terjadi diantara keluarga nya adalah karena perjodohan. Jika mereka tidak di jodohkan dan di desak untuk menikah, maka semua ini tidak akan pernah terjadi.
"Kamu benar Wil, aku baru terpikir akan hal itu"gumam Dea
__ADS_1
Hufff....
William menghela nafas, ia sangat setuju jika Fiera berada di tangan yang tepat seperti Ganda. Tapi, ia tidak mau kejadian yang sama menimpa putrinya nanti.