
"Ganda, kamu lagi??" kaget pak Somat yang kebetulan datang ke ruang BK.
Fiera menunduk malu, ini pertama kali nya dirinya masuk ke ruang BK menjadi pembuat masalah.
"Kamu yah yang laporin dia?" tanya pak Somat melirik Fiera. Membuat Fiera semakin menunduk malu.
"Mereka berdua ini yang bersalah pak, bukan Ganda aja"lirih guru BK.
Mendengar ucapan guru BK, pak Somat langsung menatap Fiera tak percaya.
"Beneran Fie? wah, ini momen langkah"kekeh pak Somat, bukan nya marah ia malah tertawa.
" Saya terbawa emosi dan membuat keributan di dalam kelas" jawab Fiera.
"Tidak apa apa itu Fie, sesekali anak teladan itu juga harus membuat masalah, agar kehidupan nya tidak terlalu Ambar" balas pak Somat.
Fiera hanya mengangguk pelan, ia tidak tahu harus mengatakan apa lagi pada kepala sekolah nya ini.
"Ya sudah, bapak pergi dulu yah. Kalian nikmati hukuman nya" bisik pak Somat, lalu keluar dari ruang BK dengan ekspresi wajah tertawa.
"huh, bisa bisa nya kepala sekolah seperti itu"dengus guru BK heran.
"Iya Bu, ganti aja kepala sekolah nya" celetuk Ganda.
"Diam kamu, sudah bersalah. Malah ikutan ngomong" marah guru BK.
Fiera melirik Ganda sekilas, lalu menghela nafas berat. Sungguh hari nya sangat sial, baru satu hari hidup bersama Ganda, ia sudah masuk ruang BK. Apa kabar dirinya akan tinggal bersama Ganda hingga tua nanti. Mungkin saja Fiera tidak akan bisa lulus dari sekolah ini.
"Hahh...Kok apes banget sih"batin Fiera.
"Sekarang Kalian pergi ke perpustakaan. Di sana sedang ada pembersihan" kata guru BK.
"Baik Bu"balas Fiera dan Ganda menunduk hormat. Lalu, Fiera dan Ganda Keluar dari ruang BK dan langsung menuju ke perpustakaan.
"Lo ke kelas aja, biar gue yang selesaikan hukuman ini" kata Ganda menahan tangan Fiera.
"Lo gak usah sok simpati!" tepis Fiera.
"Honey, gue serius. Lo gak usah capek capek beres beres. Gue akan menyelesaikan semua ini" ucap Ganda meyakinkan Fiera.
"Udah deh Ganda, gue udah capek, jangan buat gue semakin sulit!
Ingat, di sekolah ini Lo harus jauhin gue. Jangan sampai ada yang tahu Lo dan gue suami istri!" tegas Fiera memperingatkan
"Fiera! kenapa sih, Lo selalu bersikap gini sama gue! gue itu suami Lo. Harusnya Lo hargai gue!"
"Sudah cukup Ganda, gue gak mau Lo bersikap seperti ini! stop bahas bahas ini, Lo harus ingat itu!"bantah Fiera, ia langsung pergi begitu saja dari hadapan Ganda.
__ADS_1
Ganda menatap nanar kepergian istri nya, ingin rasanya ia menggendong Fiera dan membawa nya pergi dari sekolah ini.
"Apa gue harus membuat Fiera home schooling?" pikir Ganda. Tiba tiba otak jahil nya memberikan ide yang tidak mungkin bisa ia lakukan.
Ganda memukul kepalanya sendiri, lalu menyusul Fiera ke perpus.
"Dasar bodoh" dengus Ganda pada diri nya sendiri.
Fiera membantu petugas perpustakaan membersihkan rak rak buku yang terlihat berdebu. Fiera memanjat, mengangkat meja, semuanya ia lakukan tanpa merengek kelelahan. Kadang Ganda ingin membantunya, tapi Fiera menepis dan melotot tajam.
Bruk~
"Lo bisa gak sih, gak usah ganggu gue!"bentak Fiera mulai jengah. Sejak tadi Ganda hanya mengganggunya dan mengikutinya kemana dan melakukan apapun yang ia lakukan.
"Gue cuma mau bantu kali Fie"balas Ganda.
"Udah deh, gak usah bantu. Gue bisa sendiri" tolak Fiera. Ia kembali memunguti buku buku yang sudah berserakan oleh Ganda yang mencoba merebut dari tangan Fiera.
"Sini biar gue aja" kata Ganda kembali merebut tumpukan buku itu. Namun, Fiera tidak membiarkan nya, ia menahan buku buku itu dan melotot pada Ganda.
"Gue udah bilang gak yah enggak!"
Para petugas perpustakaan menghela nafas, mereka seakan menonton tom & Jerry versi manusia.
Kraakkkk....
"Bukan Gue" ujar Ganda melempar sobekan yang ada di tangannya ke arah Fiera.
" enak aja "protes Fiera melempar balik.
Lempar melempar pun terjadi, para petugas menggeram, bukan nya membantu, kedua siswa ini malah membuat pekerjaan nya bertambah.
"Keluar!!!" usir kepala petugas lantang.
"Tapi Bu, kami belum selesai membantu" lirih Fiera takut takut.
"Keluar sekarang!!!!!" teriak kepala petugas perpustakaan lagi.
Ganda langsung menarik Fiera keluar dari perpustakaan sebelum para petugas itu mengamuk.
"Lepasin gue! Lo hanya membuat hidup gue semakin runyam!"bentak Fiera menatap Ganda lekat, lalu ia pergi meninggalkan Ganda mematung mendengar ucapan Fiera.
"Kok gue yang salah sih?"tanya Ganda pada diri sendiri setelah Fiera tak terlihat lagi.
Kringggggg~
Bel istirahat pun berbunyi, Raisa bergegas keluar dari kelas. Ia sudah tahu Fiera dan Ganda mendapat hukuman apa. Gadis itu segera membeli minuman dingin untuk Ganda yang ia tahu pasti sangat lelah.
__ADS_1
Setelah membeli minuman, Raisa pergi mencari Ganda di perpustakaan. Namun, Raisa tidak menemukan Ganda di perpustakaan. Petugas mengatakan jika Ganda dan Fiera sudah pergi sejak tadi.
"Kemana mereka?" tanya Raisa.
Raisa melangkah menuju ke kelas. Fiera dan Ganda tidak mungkin ada di kantin, karena ia sudah dari kantin tadi.
Raisa masuk ke dalam kelas, ia menemukan Fiera duduk sendiri di bangku nya dengan wajah terbenam di antara kedua lipatan tangannya.
"Loh di sini?"tanya Raisa.
Fiera mengangkat wajah nya, ia menatap Raisa membawa sebotol minuman.
"Buat gue?"tanya Fiera, ia merasa sangat haus saat ini.
"Bukan, tapi nah ambil aja" kata Raisa menyerahkan pada Fiera.
"Gue haus banget, beres beres di perpus" kata Fiera sembari menerima minuman itu.
"Lo liat Ganda gak? tadi dia di perpustakaan kan?" tanya Raisa.
"Tadi sih di perpustakaan, gak tahu deh ke mana abis itu" jawab Fiera acuh.
"Yaudah, gue cari Ganda dulu. Bye"
Raisa keluar dari jelas, ia pergi mencari kemana sang pujaan hati.
Huffff....
"Gila bener dia sama suami gue, hadueeehh gimana nanti kalo dia tahu Ganda suami gue???" gumam Fiera menatap kepergian Raisa.
"Wahh udah di anggep suami nih" ucap seseorang tiba-tiba membuat Fiera kaget.
"Susi??" kaget Fiera
"Hahaha, ternyata udah suami istri ni yeeeee" goda Susi. Gadis itu menghampiri Fiera dan duduk di bangku depan Fiera.
"Gimana malam pertama Lo?"tanya Susi iseng.
"Apaan sih, Lo gila apa. Masih SMA udah ngomongin itu" dengus Fiera memukul kepala Susi dengan botol minuman nya yang hanya tinggal sedikit.
"Pasti Ganda romantis banget yah??? tahan berapa ronde?"tanya Susi lagi sambil tertawa keras.
Sementara Fiera merasa malu, lihat saja wajah nya yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Apaan sih Susi, Lo jangan rese deh!"dengus Fiera lagi.
Susi malah tertawa semakin keras, wajah malu Fiera sangat lucu di mata nya.
__ADS_1
...----------------...