
Selesai makan, William dan Dea pamit pergi ke luar kota dengan alasan bisnis. Sementara Lusi dan Ferdi pulang ke rumah mereka.
Kini tinggallah Fiera dan Ganda yang menghuni rumah besar itu.
Ganda duduk di sofa, ia menatap Fiera yang baru masuk ke dalam kamar.
"Apa liat liat?"ketus Fiera berjalan menuju ke ranjang. Lalu, Fiera naik dan bersiap untuk tidur.
"Langsung tidur?"tanya Ganda.
"Lah trus mau ngapain? Jangan aneh aneh deh!"ketus Fiera berbaring dan membelakangi Ganda.
"Ihh ini malam pertama kita Lo" protes Ganda menghampiri Fiera. Tapi, gadis itu sudah memejamkan matanya.
"Honeyyy..... Kok langsung tidur sih, icip icip kek, atau apa kek."dengus Ganda.
Fiera tetap memejamkan matanya, meskipun ia belum tidur dan mendengar semua yang Ganda lontarkan.
"Yahhh....Gagal deh wik wik"
Dengan kesal Ganda kembali ke sofa, ia memutuskan untuk tidur.
Setelah beberapa saat, Fiera kembali membuka matanya. Ia duduk dan melirik Ganda yang seperti nya sudah tertidur.
Hufff ...
Fiera mengusap wajahnya, ia masih belum bisa mempercayai bahwa dirinya sudah menjadi istri sah Ganda. Di usianya yang masih muda ini, bahkan ia belum lulus SMA. Tapi Fiera harus menjalani kehidupan nya sebagai seorang istri.
"Apa ini sudah jalan nya?" Tanya Fiera dalam hati.
Ganda tidur dengan lelap, ia berbalik mengganti posisi tidurnya. Karena terlalu cepat bergerak Ganda menjatuhkan selimut nya.
"Dasar bocah!"dengus Fiera turun dari ranjang nya dan mengambil selimut ganda yang tergeletak di lantai. Lalu menyelimuti tubuh Ganda dengan selimut.
"Lo itu pria baik, tapi selalu membuat gue kesal. Lo datang di saat yang tepat, tapi dengan cara yang salah. Bahkan situasi kita rumit."gumam Fiera pelan. Di tatap nya wajah Ganda lekat, pria tampan dengan kedua mata tertutup rapat dan deru nafas yang berhembus teratur.
"Apa gue bisa menahan hati gue yang semakin melemah dan mulai terbiasa dengan kehadiran Lo?"tanya Fiera.
"Jangan di tahan!"jawab Ganda. Membuat Fiera kaget dan hendak bangkit menjauh dari Ganda. Tapi, ganda malah menahan tangan Fiera dan menarik nya.
"Awh..." Fiera tersungkur di atas tubuh Ganda. Mata yang tadi ia lihat tertutup, kini terbuka lebar dan menatap lekat ke manik matanya.
"Apa yang Lo lakukan! Lepas!" Ucap Fiera berontak.
"Please, jangan sakiti diri Lo. Jika hati Lo merasa nyaman sama gue, biarkan saja. Karena gue, akan melalui vapaoun agar Lo merasa nyaman dan aman bersama gue!" Kata Ganda serius.
Fiera terpaku, ucapan ganda membuat hatinya membeku. Ia sampai tidak sadar jika hatinya berbunga bunga mendengar kata manis itu.
"Fie.." panggil Ganda, karena gadis itu tidak ada merespon dirinya.
"Eng..Lepas, gue ngantuk, mau tidur!"balas Fiera memalingkan wajah nya.
__ADS_1
Ganda tidak melepaskannya, ia semakin mengeratkan pegangan tangannya pada pergelangan tangan Fiera.
"Jangan membuat situasi semakin rumit Fie, gue tahu Lo mulai nyaman sama gue. Lo jangan menyangkal nya, jangan sakiti diri Lo sendiri" kata Ganda lagi.
"Semakin Lo seperti ini, semakin Lo menyakiti gue!" Kata Fiera.
"Kenapa Fie, Lo, gue, sama sama menciny Fie" tegas Ganda.
"Tidak!"sangkal Fiera menatap Ganda tajam.
"Gue tidak menyukai Lo, gue membenci Lo, gue menikah sama Lo karena orang tua Lo!!"tekan Fiera, namun air matanya menggenang di pelupuk matanya.
"Lo jangan bohong Fie!"
"Gue gak-"
Cup~
Ganda menarik tengkuk Fiera, bibirnya membungkam bibir Fiera agar tidak mengeluarkan kata kata yang terus menyakiti hatinya dan juga hati Fiera.
Fiera berontak, ia mendorong dada Ganda agar ciumannya terlepas. Namun, kekuatan Ganda jauh lebih besar dari tenaga Fiera. Ia tidak bisa melepaskan ciuman yang semakin membuatnya mabuk.
"Lepm..pas" lengus Fiera.
Ganda tidak memberi cela, tangannya yang berada di tengkuk Fiera, kini berpindah ke tubuh Fiera.
"Awh..."ringis Ganda kesakitan. Ia terpaksa melepaskan pangutqnnya, karena Fiera menggigit bibirnya.
Bukan nya jerah, Ganda malah semakin menginginkan Fiera. Ia mengejar Fiera dan kembali mencium gadis itu dengan ganas.
"Memperkosa istri tidak akan berdosa"kekeh Ganda di selah sela ciuman nya.
Fiera mulai terbuai, perlakuan Ganda tidak lah kasar, meskipun dirinya terkesan memaksa mendapatkan ciuman Fiera. Tapi, Ganda tidak berbuat kasar, ia memangut bibir Fiera dengan lembut dan perasaan.
Lelah menolak, akhirnya Fiera pasrah. Gadis itu mulai menikmati permainan suaminya.
"Nikmati baby"lenguh Ganda. Ia terus menyerang bibir Fiera yang tidak pernah bosan ia nikmati.
Fiera sudah tidak bisa menolak, keduanya masih sama sama labil dan memiliki darah muda. Apalagi soal nafsu, tidak akan bisa keduanya menahan nya.
"Jangan lakukan Ganda, aku tidak mau sebelum kita lulus" lirih Fiera di sela sela ciuman mereka.
________~•
"Loh, sayang mama kok belum tidur?"
Raisa menoleh, mama nya masuk dan duduk di samping nya.
"Gak tahu deh ma. Raisa lagi kepikiran sama omongan teman Raisa" kata Raisa mengadu.
"Emang nya teman Raisa ngomong apa?"
__ADS_1
"Hemm... Mereka selalu mengatakan jika cowo yang Raisa suka, ada hubungan sama sahabat Raisa. Itu gak mungkin kan ma? Fiera gak mungkin lakukan itu. Dia tahu pasti Raisa suka sama Ganda. Gak mungkin Fiera melakukan hal itu" ucap Raisa panjang lebar.
"Sayang, kalau kamu yakin sama persahabatan kamu. Kenapa harus mendengarkan perkataan orang?" Balas mama Raisa sembari mengusap rambut putrinya.
"Sama Fiera Raisa percaya ma, tapi Ganda??? Bisa aja Ganda suka sama Fiera. Apalgi dia cantik, pintra, beda sama aku"
"Sayang, jika dia takdir kamu, dia tidak akan lari kemana mana. Jika cowonya suka Fiera, yah mau gimana lagi? Kita tidak boleh bersikap egois sayang. Hati dan perasaan itu tidak bisa di paksa" nasehat mama Raisa.
"Tapi, Raisa ingin dia hanya milik Raisa ma"jawab Raisa dalam hati.
"Kamu ngertikan sayang?"tanya mama Raisa.
Raisa mengangguk, ia memeluk mamanya erat. Dalam hati, Raisa mengucapkan beribu maaf kepada mama nya. Ia tidak bisa melepas Ganda, ia terlanjur menetapkan pilihan hatinya oada Ganda, seluruh cinta nya pada Ganda.
"Doakan dia jadi milik ku ma" lirih Raisa tersenyum seperti anak kecil.
"Apapun untuk kebahagiaan putri mama"balas mama Raisa.
"Yaudah, Sekarang kau tidur. Besok sekolah loh"
Raisa berbaring di atas ranjaynya, dengan penuh cinta, mama nya menyelimuti tubuhnya dengan selimut vtebal, lalu mengecup dahinya.
"Nice dream sayang"
"Thanks mom"balas Raisa.
Mama Raisa keluar dari kamar putrinya, ia mematikan lampu sebelum menutup pintu.
"Semoga kamu tidak mengalami sakit hati dan bersikap egois sayang. Mama berpirasat, kamu akan jatuh karena perasaan cinta mu" batin mama Raisa sebelum keluar.
Sementara di lain tempat, Susi dan Angle tengah duduk berdua di cafe yang sebelumnya di jadikan tempat perayaan pesta ulang tahun Raisa.
"Lo serius??? Fiera dan Ganda menikah????" Kaget Angle.
"Iya Angel, mereka di jodohkan. Gue gak bisa hadir karena acara OSIS" kata Susi. Ia sudah menceritakan pada Angke semua yang terjadi pada Fiera dan Ganda. Situasi rumit yang Fiera alami selama ini sudah ia katakan
"Pantes aja Fiera akhir akhir ini terlihat banyak masalah, bahkan ia terlihat murung" kata Angle.
"Kok Lo bisa tahu? Gue sahabat nya aja gak di kasih tahu" protes Angle merasa tidak adil.
"Gue memergoki mereka sedang berciuman di taman belakang"
"What??"kaget Angle.
"Bukan berciuman, lebih tepatnya Ganda yang melakukan nya"kekeh Susi.
"Bisa gawat ini Sus, Raisa bisa berantem sama Fiera jika tahu ini semua"kata Angle khawatir.
"Nah itu dia, tugas kita sangat berat"lenguh Susi.
Keduanya mengadu nasib di cafe itu, memikirkan bagaimana caranya agar Raisa melupakan Ganda dan berlapang hati mendengar fakta ini.
__ADS_1