Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Kabar Buruk!!


__ADS_3

Fiera merasa bosan di dalam tenda, kegiatan hari ini sudah selesai, sekarang saat nya mereka beristirahat. Tapi, Fiera malah merasa bosan. Apalagi ia jengah melihat teman teman nya sibuk di telfon oleh kedua orang tua mereka.


Sudah tiga hari Fiera melarikan diri dari rumah, tapi tidak sekalipun kedua orang tuanya menghubungi dirinya.


Fiera memutuskan untuk berjalan jalan mengelilingi desa. Seperti nya pikiran nya akan tenang jika ia berjalan sebentar,menikmati suasana desa di sore hari.


"Huffff...Suasana ini sungguh membuat gue tenang"gumam Fiera tersenyum. Ia menatap pemandangan hijau nya sawah yang terbentang luas.


"Suasana di desa emang seger yah, Lo seperti nya suka"ujar seseorang yang tiba tiba berdiri di samping Fiera.


"Ngapain Lo kesini!"sinis Fiera. Ganda malah tersenyum mendengar ucapan Fiera. Ia menatap gadis itu sebentar, lalu kembali menatap luas nya sawah milik warga setempat.


"Gue tahu masalah yang Lo hadapi Fie, jangan sok kuat di hadapan gue!" Lirih Ganda.


Deg~


Jantung Fiera terasa seakan berhenti berdetak.


"Lo gak usah sok kenal sama gue!" Balas Fiera, ia hendak beranjak dari sana. Kehadiran Ganda membuat suasana hatinya kembali buruk.


"Mau kemana ?"cegat Ganda.


"Ke tempat yang tidak ada Lo" balas Fiera menatap Ganda tajam. Fiera berusaha melepaskan tangan Ganda, tapi cowo itu memegang tangannya kuat.


"Lepasin bege!!" Maki Fiera.


"Gue gak akan lepasin Lo, gue mau ngomong sama Lo Fie!" Ujar Ganda.


"Gue gak ada waktu dan urusan sama Lo, jadi gak ada yang perlu kita bicarakan!" Balas Fiera.


"Fie...Gue pengen kita-" ucapan Ganda terhenti.


"Fiera!! Ganda!!!" Teriak Rafael.


Fiera dan Ganda menoleh, mereka melihat Rafaeo berlari kearah mereka.


Ganda cepat cepat melepaskan tangannya dari lengan Fiera.


"Ada apa Raf?"tanya Ganda.


Rafael kaget, ia melihat Ganda dan Fiera bersama. Ada berbagai pertanyaan di benak nya. Tapi, ada hal yang lebih penting dari itu.


"Di balai desa, ada sekelompok anak keracunan makanan, semua orang sedang pergi kesana" jelas Rafael.


"Apa? Kami serius?"tanya Fiera kaget.


"Iya Fie, ayo ke sana sekarang. Gue akan mencari ketua oanitia dulu" ucap Rafael, dengan berat hati ia harus pergi lebih dulu.

__ADS_1


"Astaga, mengapa ini bisa terjadi" gumam Fiera khawatir.


"Lo tenang aja, kita lihat saja dulu" kata Ganda.


Fiera mengangguk, mereka akhirnya pergi bersama menuju ke balai desa. Baru beberapa langkah Ganda dan Fiera berlari, seorang ibu ibu menghampiri mereka.


"Dek, kalian mau kemana?"tanya ibu itu. Ia terlihat seperti orang kebingungan.


"Kami mau ke balai desa Bu, katanya ada kelompok anak keracunan" jawab Fiera.


"Jangan kesana!"cegah ibu itu.


Fiera dan Ganda Saling melirik, mereka kaget mendengar ucapan ibu itu.


"Kenapa Bu? Kenapa kami tidak boleh kesana?"tanya Fiera penasaran.


Ibu itu tidak langsung menjawab, ia malah melirik ke kiri dan kanan, Seperti mencari seseorang yang sedang mengawasi dirinya. Fiera dan Ganda ikut melihat kesekeliling mereka. Melihat apa sebenarnya yang ibu itu cari.


"Kalian pulang lah ke tenda, kalian akan mengetahui jawabannya. Ingat, tahan teman teman kalian juga bersama kalian" ucap ibu itu sedikit gemetaran.


"Tapi kenapa Bu? Kenapa kami harus pulang ke tenda?"


"Dengarkan saja aku, jika kalian ingin barang barang kalian aman. Semua ini hanya pengalihan" kata ibu itu lagi, lalu ia berlari menjauh dari Fiera dan Ganda.


"Apa ini? Apa yang ia bicarakan"gumam Ganda heran.


"Tidak Ganda, gue mulai mengerti apa yang ibu itu maksud!" Tutur Fiera.


"Apa?" Tanya Ganda bingung.


"Jika ini pengalihan, dan meminta kita kesana semua. Maka sesuatu akan terjadi di tenda. Ayo pergi!!"seru Fiera menarik tangan Ganda.


Karena situasi dan kondisi ini, untuk pertama kalinya Ganda dan Fiera berdamai. Mereka berlari dengan tangan saling menggenggam.


"Hubungi Rafael dan panitia kegiatan yang Lo punya!"seru Fiera, ia juga melakukan hal yang sama. Sembari berlari mereka mencoba menghubungi teman teman nya.


Sementara di dalam tenda, Elena merasa sangat pusing. Ia memilih untuk tetap di tenda ketika semua orang pergi ke balai desa.


"Kenapa sih, kepala gue pusing banget"lirih Elena. Ia berbaring sembari bermain ponsel, sesekali Elena memijit pelipisnya yang semakin terasa ngilu.


Gubrak~


"Ayo cari apapun yang berharga, aku yakin mereka memiliki nya!!" Seru seorang pria yang berkumis hitam dan mata tajam. Jika melihat wajah nya, orang pasti bisa menebaknya sebagai seorang penjahat.


Elena mendengar sesuatu dari luar, ia mendengar barang barang berjatuhan dan ramainya suara orang.


"Siapa yang membuat keributan?"gumam Elena bangkit dari baringnya, ia mencoba untuk mengintip sedikit dari cela pintu masuk tenda.

__ADS_1


"Astaga"pekik Elena menutup mulutnya, mata nya melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat. Untuk pertama kali nya Elena mengutuk dirinya sendiri karena memilih untuk tetap tinggal di tenda,padahal tempat ini adalah tempat asing dan dia malah berani sendirian.


"Bagaimana ini, mereka pasti akan memeriksa setiap tenda!" Gumam Elena ketakutan.Ia hampir menangis memikirkan nasib nya.


"Ayo!!periksa semuanya!!!"seru pria itu lagi. Elena gemetaran mendengar nya. Suara mereka semakin dekat, dan Elena semakin ketakutan. Ia akan menghubungi Fiera dan Ganda, tapi ponselnya tiba tiba tidak memiliki Singal.


"Bagaimana ini, kenapa ponsel gue gak ada jaringan!!!"lirih Elena ketakutan. Ia tidak bisa memikirkan apapun. Keluar dari tenda ini sama saja ia menyerahkan diri kepada mereka.


"Hiksss...Bundaa selamatkan Elena. Elena takut!!!"lirih Elena memnggil bunda nya.


Jantung Elena semakin berdetak cepat, langkah demi langkah yang ia dengar semakin dekat. Elena memilih menyelimuti dirinya dengan selimut hitam yang berwarna sama seperti warna tenda.


Dari dalam selimut itu, Elena terus memanggil nama Bunda, ayah dan Ganda. Bahkan Elena sempat berdoa agar Fiera datang dan menyelamatkan nya.


"Sisa tenda ini!!" Ucap seorang di depan tenda Elena.


"Bundaaaa"teriak Elena dalam hati. Ia memejamkan matanya menunggu sesuatu buruk terjadi kepadanya.


Sementara Fiera dan Ganda masih berlari menuju ke lapangan tempat perkemahan mereka. Semua anggota sudah mereka hubungi dan sebagian dari mereka khususnya para mahasiswa bergegas menuju ke perkemahan.


DRRRTTTT....


DRRRTTTT....


Fiera melirik ponselny, di sana tertera nama Angle. Ia pun langsung menerima panggilan itu.


"Halo gel, ada apa?" Tanya Fiera sembari berlari. Ganda dengan setia memegangi tangannya dan melangkah bersama dengan cepat. Sesekali ganda melirik ke arah Fiera yang sedang menerima panggilan dari Angle.


"Fie, di tenda Elena sendirian. Ia pasti ketakutan tadi dia merasa pusing" jelas Angle yang membuat seakan dunia Fiera berhenti.


"Apa! Lo serius??" Kaget Fiera yang langsung menghentikan langkahnya.


Ganda kaget, dan menoleh ke arah Fiera.


"Ada apa?" Tanya Ganda.


"Yasudah Lo tenang aja, tetap berada dengan kelompok yah. Jangan sampai ada yang sendirian!" Ucap Fiera.


"Baiklah" balas Angle. Panggilan pun berakhir.


Fiera menatap Ganda dengan tatapan panik, ia tidak tahu harus mengatakan apa kepada Ganda.


"Ada apa Fie? Kenapa Lo natap gue seperti itu?"tanya Ganda semakin panik.


"Kita harus segera sampai di tenda gan, Elena sendirian di sana!" Ucap Fiera.


"Apa???"kaget ganda. Sesuai dugaan Fiera, Ganda pasti kaget banget.

__ADS_1


"Ayo cepat, sebelum Elena kenapa kenapa!"seru Fiera menarik ganda dan beralih bersama.


__ADS_2