
Ganda masuk ke dalam kelas, ia tidak melihat Fiera di sana.
"Kemana calon istri gue? kok jam segini belum datang?"pikir Ganda sembari berjalan menuju ke bangku nya.
"Hai beb, mau jalan gak nanti sore?"ajak Raisa menghampiri Ganda.
"Gak deh, gue udah ada janji" tolak Ganda .
"Yahhh, kok Lo gitu sih. Padahal hari ini adalah hari special buat gue!!"lirih Raisa kecewa.
"Sorry ya Raisa, tapi gue benar benar gak bisa"ucap Ganda lagi, pria itu sudah memutuskan untuk tidak terlalu dekat dengan gadis ini. Agar dia tidak terus berharap pada nya.
Kring!!!!!!!!!!!!
Bel terdengar sangat nyaring, semua siswa siswi berhamburan masuk ke dalam kelas. Sementara Ganda, semakin tidak nyaman dengan pemikiran nya yang terus memikirkan Fiera. Siswi pintar itu masih belum menampakkan dirinya.
Akhirnya, Ganda memutuskan untuk mengirimkan pesan singkat pada Fiera.
^^^To: My honey😘^^^
^^^Lo di mana? Gak masuk Lo?^^^
Setelah mengirimkan Fiera pesan, Ganda tidak langsung menyimpan ponselnya. ia terus menatap layar ponselnya menunggu balasan dari Fiera.
"Centang biru" batin Ganda bersorak. Semakin senang lagi, ketika melihat kata mengetik di bawah nama kontak Fiera yang di namai dengan kata my honey oleh ganda.
From: My Honey
Bukan urusan Lo!
Ganda tersenyum miring, meskipun Jawaban Fiera terlalu singkat dan ketus. Ia tetap merasa senang mendapat balasan dari Fiera. Setidaknya Fiera membalas pesan dari Ganda.
^^^To: My honey😘^^^
^^^Gue ke sana sekarang!!^^^
Ganda menyimpan ponsel nya ke dalam saku, kemudian bergegas keluar dari kelas.
"Loh, ganda. Lo mau kemana?"tanya Randi, mereka berpapasan di depan kelas.
"Aduhhh, gue lagi mencret nih. Bunda gue nyuruh pulang buat di obatin" jawab Ganda beralasan, ia juga langsung berakting Seperti orang sedang sakit perut.
"Masa sih, tadi gue lihat. Lo baik baik aja" balas Randi ragu.
"Aduhhh, aduhh..."Ganda merintih kesakitan, membuat Randi kaget dan panik.
"Mau gue antar gak??" tawar Randi.
__ADS_1
"Gak usah"tolak Ganda cepat, saking cepatnya ia lupa sedang sakit.
"AHM...Gue bisa pulang sendiri kok"lirih Ganda kembali berakting.
"Lo yakin?" tanya Randi.
"Iya gue yakin, dah gue pergi dulu!" teriak Ganda berlari menuju ke parkiran.
"Aneh, sakit perut kok bisa lari cepat gitu"gumam Randi menggelengkan kepalanya melihat kepergian Ganda.
...----------------...
Fiera baru saja naik ke atas tempat tidur nya dan hendak kembali tidur. Namun, tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
Tuk!!! Tuk!!!
"Aduhh, siapa sihh. " geram Fiera kembali turun dari atas ranjang nya dan berjalan menuju pintu.
"Aduh, bi Fiera kan..-_"ucapan Fiera terhenti.
"Jangan harap Lo bisa tidur lagi Fie. Lo pasti lupa rencana kita!" gerutu Susi masuk begitu saja ke dalam kamar Fiera.
"Lo kok bisa sih, ada di rumah gue!"kata Fiera menatap Susi heran.
"Udah deh, pokoknya Lo siap siap. Gue tunggu cepet!!!"titah Susi mendorong Fiera ke kamar mandi.
"Buruan mandi!! gak keburu Fie!!"teriak Susi cempreng. Gadis itu sengaja ijin hari ini untuk semua ini.
"Semoga Raisa terkesan"kekeh Susi membayangkan semua rencana nya berjalan dengan lancar.
Susi berbaring di atas ranjang empuk milik Fiera sembari menunggu Fiera selesai mandi.
"Rapi banget, banyak buku buku lagi"gumam Susi mengamati isi kamar Fiera.
"Liat apa Lo?" kata Fiera ketika ia keluar drai kamar mandi dan mendapati Susi sedang mengamati kamarnya.
"Lo bener bener luar biasa yah Fie, udah cantik, pintar, rajin, banyak deh kelebihan Lo. Menurut gue, wajar aja Ganda langsung jatuh hati sama Lo"celetuk Susi asal.
"Ngomong apa sih Lo!" sahut Fiera kesal.
"Yah, ngomong kalo Ganda suka sama Lo!" ulang Susu, ia mengikuti Fiera masuk ke walkincloset milik Fiera.
"Lo juga harus berpenampilan cantik!" komentar Susi ketika melihat Fiera meraih pakaian biasa saja.
"Lah kenapa sih, gue pengen santai aja!" jawab Fiera.
"Gak Fie, ini tu pesta. Bukan acara OSIS, atau ekstrakulikuler yang Lo bisa pake baju sederhana saja!"omel Susi. Gadis itu mengambil dress cantik, lengan panjang selutut milik Fiera. Lalu memberikan nya pada gadis itu agar memakai dress.
__ADS_1
"Gak ah, malas gue!"tolak Fiera.
"Jika Lo gak make ini, maka gue bakalan bongkar!" ancam Susi.
"Lo kok ngancam gue sih!"dengus Fiera kesal. Karena rahasia nya di ketahui oleh gadis ini, dia dengan seenaknya mengancam dirinya.
"Ya sudah kalo gak mau!" ujar Susi acuh, ia pura pura mengambil ponselnya seperti ingin mengetik sesuatu.
"Ahh Iya iya!!!" teriak Fiera agar Susi tidak menyebar aib nya.
"Nah gitu dong!"balas Susi tersenyum menang.
Sesuai permintaan Susi, Fiera berdandan layaknya seorang gadis cantik yang akan pergi ke pesta. Sebenarnya Fiera sangat malas berdandan seperti ini, tapi dasar Susi bangsat, ia selalu menggunakan ancaman agar dirinya di turuti oleh Fiera.
"Yuk cabut!"ajak Susi setelah Fiera selesai bersiap.
"HM.."sahut Fiera tidak ikhlas.
Mereka menuruni anak tangga menuju ke pintu utama. Susi merasakan kesepian yang mendalam di rumah Fiera. Sejak awal masuk ke rumah besar ini, Susi bisa merasakan bagaimana kesepian nya Fiera berada di rumahnya.
"Bi, Fiera berangkat dulu yah" Pamit Fiera pada bi Ina. Susi sangat terkejut melihat sikap Fiera. Gadis jutek terlihat sangat ramah pada asisten rumah tangga nya sendiri.
Di halaman rumah besar Fiera, ketika mereka berdua keluar dari rumah. Terlihat Ganda mengendarai motor nya memasuki perkarangan Rumah Fiera.
"Lah, tu bocah ngapain ke sini?" ujar Susi.
"Gak tahu gue! yuk cabut!"ujar Fiera acuh.
Ganda berhenti, ia turun dari atas motornya dan langsung mencegat tangan Fiera.
"Lo mau kemana Fie?"tanya Ganda.
"Apaan sih Lo! lepasin." tegas Fiera menghempaskan tangan Ganda.
"kita mau nyiapin pesta ulang tahun Raisa"kata Susi memberitahu.
"Gue mau ikut!"kata Ganda langsung masuk ke dalam mobil Susi.
"Serah Lo!"dengus Fiera acuh. Ia yakin, jika dirinya larang pun Ganda Pastika akan bersikeras ingin ikut dan merusak moodnya.
"Baiklah"sahut Susi masuk ke dalam mobil dan mengemudi. Fiera duduk di samping Susi, sementara Ganda duduk di bangku belakang.
"Udah kaya supir travel aja gue!"dengus Susi melirik Ganda tajam. Ia mengkode agar Ganda mengambil alih stir. Bukan duduk di belakang.
Namun, karena dasar Ganda tidak peka. ia terlihat acuh dan duduk bersandar Seperti boss di belakang. Sementara Susi dan Fiera terlihat seperti bodyguard dan supirnya.
"Dasar tidak peka!"dengus Susi kesal.
__ADS_1
"Gue lagi capek dan malas, Lo gak usah nyindir!" dengus Ganda mengutarakan isi hatinya yang bisa menebak apa yang Susi coba katakan pada nya meski hanya terdengar samar.