Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Raisa Siuman


__ADS_3

Hallo!!!!!!


Maaf yah, author baru update. Kemarin Author sedang kerja. sekarang juga, tapi gak sesibuk yang kemarin.


Maaf yah readers ku. Sudah membuat kalian menunggu 😘😘


...HAPPY READING...


...!...


...!...


...!...


Setelah memberikan keterangan pada polisi, Ganda membawa istri nya pulang kerumah. Betapa terkejutnya Lusi dan Elena melihat keadaan Fiera.


"Apa yang terjadi Ganda!!!!"pekik Lusi histeris. Ia langsung menghampiri Fiera dan memeriksa kondisinya.


"Kakak kok berdarah darah???" tanya Elena.


"Cerita nya panjang Bun, biarkan Fiera istirahat dulu, nanti Ganda ceritakan" ucap Ganda.


"Iya iya, cepat bersihkan diri Fiera dulu" kata Lusi. Jantung nya berdetak kencang, ia benar-benar merasakan khawatir.


Ganda membawa istri nya ke kamar, ia memandikan Fiera dan menggantikan pakaiannya. Entah mengapa Fiera mendadak menjadi diam seperti ini. Ia menurut apa yang Ganda katakan dan membiarkan Ganda melakukan semuanya tanpa rasa malu.


"Sayang, kamu istirahat yah, aku mau nemuin bunda dulu" kata Ganda sembari membaringkan Fiera di atas ranjang.


Fiera tak merespon, ia terlihat seperti tubuh tanpa jiwa.


"Kira kira ada apa yah Bun, kenapa kak Fiera kacau begitu" tanya Elena penasaran.


"Bunda juga gak tahu El, bunda sangat khawatir. Apalagi Fiera hanya diam seperti mayat hidup"


"Bunda!". Ganda menghampiri kedua wanita yang sangat ia sayangi.


"Gimana Ganda?" tanya Lusi menyusul putranya yang berjalan ke arahnya.


"Cerita nya panjang Bun, Ganda tidak tahu apa yang terjadi. Tapi kondisi Fiera sangat buruk. Dirinya memang terlihat baik baik saja, tapi jiwa nya terguncang"


"Maksud Lo kak?"


Ganda menghela nafas, ia menceritakan semua yang terjadi pada istri. Tanpa di sadari air mata Lusi jatuh.


"Kenapa wanita itu malah memaki menantu ku"lirih Lusi.


"Sudah bunda, Sekarang kita hanya bisa berdoa dan menjaga Fiera. Kita harus menghibur nya dan menguatkan nya agar tidak semakin terpuruk.


Fiera pasti menyalahkan dirinya sendiri"


"Kak Ganda benar Bun, saat ini kita harus fokus pada kak Fiera" sambung Elena.

__ADS_1


Keesokan harinya, Ganda dan Fiera kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi Raisa.


Setiba nya di rumah sakit, mereka bertemu dengan Rafael dan Angle.


"Fiera, Lo gak papa?" Angle menghampiri sahabat nya, lalu memeluknya.


"Gue gak papa kok Gel, gue mau lihat Raisa" kata Fiera pelan. Angle mengangguk, ia membawa Fiera masuk ke dalam ruangan Raisa.


Di dalam ruangan VIP Raisa, ada mama dan papa nya. Mereka menoleh ketika Fiera, Ganda , Angle dan Rafael masuk.


"Maaf Tante, saya boleh bertemu dengan Raisa?" lirih Fiera pelan, ia menunduk kan kepalanya takut di maki maki oleh Mama Raisa lagi seperti kemarin.


Mama Raisa tak menjawab, ia bangkit dari duduknya, lalu mendekati Fiera.


"Maaf yah nak, kemarin Tante kelepasan. Tante kemarin buta dan kalut. Maafin Tante" lirih mama Raisa menautkan kedua telapak tangannya meminta maaf pada Fiera.


"Gak papa Tante, aku memang pantas di salahkan. Raisa selalu menerima hal buruk karena aku" balas Fiera menggenggam tangan mama Raisa.


"Gak nak, Tante yang salah. Tante tidak berpikir jernih. Setelah Tante mendengar penjelasan polisi, ternyata kamu yang menyelamatkan anak Tante. Sekali lagi maaf nak"


Fiera menangis, ia memeluk mama Raisa erat.


"Tante gak salah kok, siapapun juga pasti akan panik jika melihat putrinya seperti itu"


Ganda dan Rafael bernafas lega, setidaknya sedikit mulai ada kejernihan dan situasi ini.


Sekarang, mereka hanya fokus ke kasus kecelakaan ini. Ganda sudah mendapatkan laporan dari supirnya yang juga di interogasi oleh polis kemarin. Bahwa kecelakaan ini adalah kecelakaan yang di sengaja. Namun, sasaran nya berbeda.


"Dia masih koma, kata dokter tubuhnya sudah baik baik saja"


Fiera duduk di samping ranjang Raisa, tempat papa Raisa tadi duduk menjaga putri nya.


"Bangun dong Rai, gue ada di sini. Gue mau Lo maki maki gue lagi. Gue gak suka lihat Lo kaya gini.


Please Rai, bangun. Gue gak akan marah ketika Lo maki maki atau nuduh gue. hiks..hiks..Please Rai, bangun"


Isak tangis tumpah ketika mendengar rancauan ucapan Fiera. Termasuk mama dan papa Raisa. Mereka dapat melihat ketulusan persahabatan Fiera dan Raisa.


Saat itu juga, mama Raisa mengerti tentang kesalahpahaman antara putri nya dan Fiera.


"Sudah sayang, biarkan Raisa istirahat. Lo juga harus istirahat" kata Ganda.


"Gue gak mau istirahat. Jika Raisa belum sadar"


"Tapi Lo harus istirahat sayang. Kalau Lo sakit, nanti Raisa ikutan sedih!"


"Iya nak, kamu juga harus istirahat sayang"sambung mama Raisa.


Fiera tak bisa membantah lagi, ia terpaksa menurut ketika orang tua Raisa ikut menyuruhnya pulang.


"Fiera pulang dulu Tante, besok Fiera akan kembali lagi" pamit Fiera.

__ADS_1


"Baiklah Sayang" balas mama Raisa memeluk Fiera sebentar.


Ketika mereka berpamitan, papa Raisa mendapatkan panggilan dari kantor polis. Salah satu polisi yang sedang menyelidiki kasus putrinya menelfon.


"Hati hati yah nak" kata papa Raisa pada Fiera, namun ia keluar lebih dulu dengan memberi isyarat bahwa ada telfon darurat.


Setalah kepergian Ganda dan Fiera. Angle dan Rafael ikut berpamitan. Mereka juga tidak bisa terlalu lama di sana, mereka juga memiliki kesibukan yang juga penting.


Kini, tinggal lah mama Raisa sendiri yang menjaga putrinya. Papa nya belum kembali sejak ia menerima telfon tadi.


Mama Raisa menatap putrinya sayang, ia mengelus pipi putrinya penuh kasih sayang.


"Cepat sembuh sayang, mama akan selalu berada di sisi kamu" bisik mama Raisa. Lalu, ia memeluk lengan putrinya yang lemah, mengecupnya beberapa kali lalu merebahkan kepalanya di sana.


Tanpa di sadari, mama Raisa tertidur. Ia tidak sadar jika putri nya mulai menggerakkan jarinya.


Kening Raisa mulai mengerut, bergerak perlahan menggeleng ke kiri dan kanan.


Mata Raisa mulai terbuka, ia melihat semua nya sedikit buram.


"Di mana aku?" gumam Raisa.


Ceklek~


"Raisa? kamu sudah sadar Sayang?" kaget Papa Raisa ketika masuk ke dalam ruang inap putrinya.


Mama Raisa terbangun, ia kaget mendengar ucapan suaminya.


"Sayang?" panggil Mama Raisa.


"Panggil dokter mas, cepat mas!!!" teriak mama Raisa.


Papa Raisa pun langsung bergegas keluar dari ruangan itu dan berlari memanggil dokter.


Setelah beberapa saat dokter pun masuk bersama papa Raisa. Ia langsung memeriksa kondisi Raisa yang memang sudah baik baik saja.


"Bagaimana dokter?" tanya papa Raisa setelah dokter memeriksa putrinya.


"Nona Raisa sudah baik baik saja tuan, hanya menyembuhkan bekas operasi nya saja" jelas dokter.


"Apa putri saya kehilangan ingatannya dok?" tanya papa Raisa khawatir. Pembicaraan itu pun terdengar oleh Raisa. Ia yang sejak tadi diam, memahami semua pembicaraan papa nya dan dokter.


"Sayang, kamu baik baik saja kan?. Apa ada yang sakit?" tanya mama Raisa khawatir.


Raisa pun menggeleng, ia tidak merasakan sakit apapun. Tapi otak nya terasa nyeri setiap mengingat kilasan kilasan yang terjadi pada dirinya beberapa waktu lalu. Namun, Raisa sedikit pun tidak menunjukkan pada siapapun apa yang ia rasakan.


Papa Raisa kembali mendekati putrinya, ia tersenyum lebar, lalu memeluk putrinya erat.


"Papa bahagia kamu baik baik saja sayang". lirih papa nya.


Raisa hanya bisa tersenyum tipis, ia tidak menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2