
Jam istirahat pertama, Raisa terpaksa keluar duluan dari kelas sebelum bel berbunyi. Panggilan alam membuat dirinya tidak bisa berdekatan dengan Ganda.
"Ahhh...Lega banget gue"lenguh Raisa lega, ia keluar dari bilik kamar mandi. Ketika hendak membuka pintu, ia mendengar obrolan orang lain yang sedang membicarakan dirinya dan sahabat nya.
"Lo denger gak gosip nya?"
"Apa?"
"Si Fiera, kaya nya lagi Deket sama Ganda"
"Gak mungkin lah, kan si Ganda Deket sama si cewe centil itu"
"Raisa maksud Lo?"
"Iya, siapa lagi. Kan cuma dia gadis yang tidak tahu malu deketin setiap cowo di sekolah ini"
Kedua siswi itu terus berbicara tentang dirinya dan Fiera. Raisa mengepalkan tangannya, mencoba menahan amarah yang sebentar lagi akan meledak.
Brak!
Raisa membuka pintu bilik toilet kuat, ia menatap kedua siswi yang membicarakan dirinya dengan tajam. Membuat keduanya tersurut dan takut.
"Jaga ucapan Lo yah!!!"bentak Raisa penuh penekanan.
"Apa? "tantang salah satu dari keduanya.
"Lo berani sama gue? Lo melawan gue???" Raisa menjambak rambut siswi yang menantangnya, ia tidak bisa lagi menahan geram nya terhadap mereka.
Melihat teman nya berteriak, siswi yang ikut bergosip tadi turut menyerang Raisa. Sekarang terjadi 2 lawan satu. Raisa tampak tidak kewalahan, ia sangat ahli jika dalam berkelahi seperti ini.
"Rasain Lo!!! Berani beraninya ngomongin gue!!" Geram Raisa menarik dan memukul mukul keduanya dengan lincah.
Kedua gadis itu menahan sakit, mereka juga melawan serangan Raisa, namun mereka tidak selincah Raisa. Pukulannya 10 banding 5.
"Astaga??" Pekik Seseorang ketika memasuki toilet. Ia kaget melihat ada yang berkelahi di toilet. Siswi itu langsung berlari ke ruang guru. Ia membawa guru BK ke toilet untuk melerai Raisa dan dua siswi lainnya.
Raisa dan dua siswi itu berakhir di ruang BK. Kasus mereka sangat berat, dua siswi itu babak belur, sementara Raisa hanya lecet sedikit. Sudut bibir nya terkena cakaran lawan.
"Apa sih, sebenarnya yang kalian pikirkan?" Marah Bu Rena. Ia menatap satu persatu wajah anak muridnya. Keadaan mereka sangat kacau. Tidak ada satupun di antara mereka yang memakai baju yang rapi, rambut kusut, wajah penuh memar. Hancur lebur lah pokoknya.
"Maaf Bu"lirih Raisa.
"Maaf maaf, kalian pikir, dengan maaf kalian itu bisa mengubah pikiran yang masih seperti anak kecil ini ha!" Bentak Bu Rena menunjuk kepala Raisa dan kedua siswi lain nya.
"Kalian itu sudah kelas dua, sudah besar. Harusnya pikiran kalian itu dewasa. Bukan kaya anak kecil, berantem di toilet. Jika orang luar tahu, apa gak malu sekolah kita ha?"
__ADS_1
"Maaf Bu"lirih ketida nya.
"Sekarang, katakan! Apa permasalahan kalian?"tanya Bu Rena mengintimidasi.
Raisa melirik tajam pada kedua gadis itu, ia memperingatkan agar mereka mengaku salah.
"Maaf Bu, kami yang salah. Kami yang menceritakan Raisa terlebih dahulu"jawab salah satu siswi itu yang mengerti arti dari tatapan mata Raisa. Namun, siswi satunya lagi tidak terima.
"Apa yang kami katakan adalah yang sebenarnya Bu, tapi Raisa marah dan menyerang kami lebih dulu. Dia tidak terima jika kami mengatakan Ganda menyukai Fiera!"bantah siswi itu menatap Raisa setelah mengatakan semuanya.
"Lo udah gila?"bisik temannya.
"Udah deh, Lo gak usah takut sama dia. Gadis lemah itu hanya berani ngancam!"balas siswi itu menenaytemannya yang takut sama Raisa.
"Lo berani yah!!!"geram Raisa.
"Apa!!"tantang siswi itu.
"Sudah diam!!!!!!"teriak Bu Rena. Ketiga siswi itu langsung menutup mulut mereka rapat. Singat Bu Rena sudah keluar, jika sudah begini, maka Mereka harus diam dan menunduk.
"Apa kalian tidak bisa berbicara baik baik!"tegas Bu Rena.
"Dia duluan Bu!" Sahut Raisa.
"Sudah diam!!!!!!!!!"
"Kalian ibu hukum membersihkan perpustakaan dan Labor sesuai jurusan!" Putus Bu Rena.
"Apa Bu???? Labor??? sesuai jurusan lagi. Anak IPA itu banyak Bu Labor nya." Protes Raisa.
Sementara kedua gadis itu hanya tersenyum miring, Labor IPS cuma 1 tapi tidak sama besar nya dengan Labor IPA.
"Susah!! Lakukan perintah ibu!!!" Tegas Bu Rena tak terbantahkan.
Akhirnya mereka hanya bisa pasrah dan menjalankan semua hukumannya. Raisa membersihkan sua Labor sendiri. Ia melewatkan makan siangnya dan juga pelajaran.
Hingga bel pulang berbunyi, Raisa baru selesai membersihkan laboratorium milik anak murid jurusa. IPA.
Ganda menggendoy tas ranselnya, ia bersiap mendekati Fiera.
"Yuk honey, pulang"ajak Ganda
"Apaan sih Lo, jangan Deket Deket sama gue! Nanti di lihat Raisa!!" Protes Fiera mengusir Ganda. Ia tidak mau Raisa sampai melihat kedeky mereka.
"Lo lupa? Hari ini adalah hari pemiliy bahu" jelas Ganda.
__ADS_1
"Gak peduli, penting Lo menjauh!!"jawab Fiera pergi begitu saja.
"Eh eh Fie, tunggu!"panggil Ganda. Namun, Fiera tetap berjalan cepat menuju ke parkiran.
Raisa tiba di kelas, ia melihat Ganda tengah berjalan cepat seperti mengejar seseorang.
Buru buru Raisa mengambil tas nya, dan mengejar Ganda. Ia akan mengajak Ganda datang ke rumah nya untuk memperkenalkan Ganda pada kedua orang tuanya.
"Aduh, dia sudah pergi"dengus Raisa, ia tidak menemukan Ganda di parkiran, ia hanya melihat Mobil Fiera melaju meninggalkan parkiran. Raisa tidak berpikir jika Ganda ada di dalam nya.
"Cari siapa Rai?"tanya Angle.
"Gak ada"jawab Raisa lesuh. Ia masuk ke dalam mobil nya dan pulang dengan perasaan kecewa.
____________
Lusi dan Dea terlihat bahagia memilih milih gaun pengantin untuk Fiera dan Ganda. Kamarnya Lusi sudah mengatakan jika dirinya sudah memilih kan gaun. Kenyataan nya, Lusi hanya memilih butiknya saja, ia belum memilih gaun nya.
"Nah, katanya ni yah. Di sini itu bagus bagus De, desain nya juga bagus bagus"kata Lusi pada Dea. Mereka berjalan jalan mengelilingi boutique melihat lihat gaun yang terpajang indah.
"Bener yah Lus, cantik cantik"jawab Dea.
Mereka terus berjalan sembari menunggu kedatangan putra dan putri mereka.
...----------------...
Fiera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia mengabaikan keberadaan Ganda di dalam mobilnya. Tadi Ganda masuk tanpa ijin ke dalam mobilnya sebelum Raisa datang.
"Lo jago juga yah bawa mobilnya" puji Ganda, ia sejak tadi memperhatikan Fiera yang sedang mengemudi.
"Huh, walaupun gue gak di anggap, tetap aja. Gue nanti bakalan jadi suami Lo"kekeh Ganda.
Cittt Citttt!!!!
"Astagfirullah" tubuh Ganda terhuyung ke depan, ia lupa memakai sabuk pengaman.
"Lo udah gila apa? mau bunuh gue Lo?" marah ganda, ia syok karena Fiera menghentikan mobilnya secara mendadak.
"Turun, udah sampai!" ketus Fiera turun lebih dulu.
"huh?" Ganda melihat ke sekeliling nya.
Benar, mobil Fiera berhenti tepat di depan sebuah boutique terkenal di kota nya.
"Benar benar menakjubkan"decak Ganda ikut turun, ia berjalan cepat menyusul Fiera.
__ADS_1