Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Sebuah kesalahan


__ADS_3

Ganda dan kelima teman teman nya tiba di lapangan futsal. Mereka sudah mengenakan baju bola dan sepatu bola bersiap untuk bertanding.


Tim lawan adalah musuh abadi Ganda dan teman temannya. Sejak SMP mereka sudah bermusuhan dalam pertandingan futsal.


"Wah, kita berhadapan lagi dengan bocah ini"kata salah satu dari tim lawan. Dia adalah Reval, ketua dari lawan nya.


"Bocah bocah, lu kata kita anak kecil!" balas Rafael.


"Udah, gak usah banyak bacot. Udah siap kalah lagi belum?"ujar Baldi.


"Cih, songong banget lu." balas Lawan.


"Udah, gak usah bacot!"kata Randi.


Mereka semua bersiap di kubu masing masing, ganda yang sejak tadi hanya diam dan mengamati teman temannya tampak serius bermain.


"Seperti biasa, bermain sportif dan jujur!" kata Rafael bersalaman dengan Reval seperti biasa sebelum memulai pertandingan.


"Tentu saja harus sportif dan jujur"balas Reval, ia juga tidak suka sesuatu yang berbau curang!"


Pertandingan di mulai, Ganda terlihat menggiring bola menuju ke arah gawang lawan. Kakinya tampak lihai dan sorot mata tajam ketika membaca taktik lawan.


"Gan, sini!!!"teriak Baldi. Ganda pun menggiring bola ke arah Baldi, ketika salah satu lawan ingin menghalanginya. Ganda langsung mengoper bola pada Baldi.


"Jiaa...Gak dapat yah?" ledek Baldi berhasil mendapatkan bola dan mempermainkan lawan nya yang tampak kesusahan merebut bola dari nya.


"Ayo semangat!!"teriak Reval menyemangati tim nya.


"Rafael!!!" teriak Baldi,, cowo itu langsung menendang bolanya pada Rafael ketika Rafael menoleh ke arahnya.


Setelah bolanya sampai, Rafael pun langsung menendang bola ke arah gawang.


"Gol!!!!!!!!!!!!" teriak mereka. Randi, Adit dan Dedi langsung melompat ke arah tubuh Rafael.


"Mantap bro" ujar Ganda.


"Gimana?? baru 10 menit awal" ujar Dedi memanas manasi lawan nya.


"Baru awal, kalian jangan sombong dulu!" balas Reval.


"Legenda nya kan sudah ada. Geng kita gak akan pernah kalah!"sela Adit songong.


"Udah lah, lanjut lagi!"lerai Ganda.


Mereka kembali bersiap dan bermain lagi. Tanpa mereka sadari waktu pun tersisa 20 menit lagi. Skor mereka seri, jika Tim ganda berhasil memasukkan bola ke gawang sekali lagi, maka tim ganda akan menang.


"Ayo semangat, kita pasti bisa!" kata Ganda menyemangati teman teman nya.


"Tentu saja, sejarah tidak akan pernah berubah!" sahut Rafael.


Bola kembali berhasil Ganda Kuasai, ia menggiring bola melewati lawan, lalu mengopernya ke arah Dedi.


Setelah mengoper bola, Ganda langsung berlari ke arah gawang lawan


"Dedi!!!! sini!!!",teriak Ganda. Dedi mengangguk setuju, ia menendang bola ke arah Ganda dan ganda langsung menendang nya ke arah gawang lawan.


"Gol!!!!!!!!!!!"


Akhirnya Ganda mencetak gol, bertepatan saat itu waktu pun sudah habis, pertandingan berakhir dengan tim Ganda kembali memenangkan pertandingan.

__ADS_1


"Woohooo, kita menang lagi!!" sorak Adit bersama Dedi dan Baldi.


"Kalian memang hebat"puji Randi.Ini pertama kalinya Randi bermain futsal dengan teman teman Rafael.


"Selamat, Lo pada bener bener hebat!"puji Reval menghampiri Ganda dan tim nya. Reval memberi selamat pada Ganda dan teman temannya.


"Kalian juga hebat, hanya saja tidak terasah dengan baik"balas Ganda.


Reval tersenyum, setelah ia pun pergi bersama teman teman nya. Lagi lagi team nya menelan kekalahan melawan team Ganda..


Kini tersisa Ganda dan Rafael yang duduk di atas rerumputan lapangan futsal. Keempat temannya pamit pulang dan memiliki kesibukan masing-masing.


"Lo ada masalah?"tanya Rafael, ia masih belum puas sebelum Ganda menjawabnya dengan jujur.


"Gue gak papa kok, kepikiran sama Elena aja. Dia semakin drop sejak saat itu!" Kila Ganda. Padahal ia sedang memikirkan Fiera, bukan maksud berbohong, tapi Ganda tidak mau ada kesalahpahaman antara dirinya dan Rafael.


"Kasian, dia masih kecil. Kejadian itu memang sangat buruk."ujar Rafael.


Hufff....


Ganda menoleh pada Rafael yang menghela nafas berat.


"Lo ada masalah?" tanya Ganda.


"Gue cuma bingung, gimana yah caranya mendapatkan perhatian Fiera. Sementara Susi menyukai gue!"lirih Rafael.


Deg~


"Lo masih menyukai Fiera?"tanya Ganda


.


"Gila lu, masih ingusan juga"


"Yah gak papa, dapat berlian kenapa di tolak. Dia itu sangat cantik, baik dan pintar. Gue sangat mencintai dia dari pandangan pertama" kata Rafael.


Ganda terdiam, ia mulai melihat hal yang sama dengan Rafael di dalam diri Fiera.


Mutiara yang selama ini tidak gue lihat, sekarang sudah semakin jelas raf. Entah apa yang sedang gue pikirin sekarang. Gue gak mau nyakitin Lo.


"Gan.."panggil Rafael.


"Hmm.."sahutnya dengan deheman


"Gue sangat mencintai Fiera, gue harap Lo tidak menyukainya. Karena gue akan melakukan apapun demi mendapatkan cinta Fiera. Gue gak mau kita bersaing!"tegas Rafael.


Ganda tercekat, ia kaget sekaligus gugup.


Namun, Ganda menguasai dirinya dengan cepat.


"Lo gila!, mana mungkin gue menyukai Cewe gila kaya gitu. Aneh lu!" elak Ganda.


"Yah gue wanti wanti aja sama lu. Biar lu gak terpesona nantinya sama calon masa depan gue!" ucap Rafael.


"Yah kali, gue terpesona sama cewe kaya dia. Deket Deket aja gue ogah!" balas Ganda songong.


Setelah itu, Ganda dan Rafael pulang bersama. Tadi Ganda menumpang di mobil Rafael dan mobilnya di tinggalkan di apartemen Rafael. Pria setengah bule itu tinggal jauh dari orang tuanya yang sudah kembali ke Jerman.


"Lo gak kesepian, di sini sendirian?"tanya Ganda. Mereka tiba di apartemen Rafael yang sangat luas dan mewah.

__ADS_1


"Mana mungkin gue kesepian, setiap malam sepupu gue datang ke sini. Bahkan setiap seminggu sekali mama sama papa gue datang."Jawab Rafael dengan helaan nafas pasrah.


"Cih, bukannya senang. Tapi Lo kaya jengah gitu!" decih Ganda.


"Yah, gue ngerasa gue itu udah dewasa. tapi, kedua orang tua gue nganggep gue masih kecil. Lo kebayang gak sih, gue di manja layak nya anak SD"


"Hahaha.....Nikmatin aja kali, selagi orang tua Lo ada. Masih banyak di luar sana orang tuanya sibuk, hingga anak anak nya terabaikan. Bahkan kadang mereka terlihat seperti mengemis kasih sayang." kata Ganda panjang lebar. Ia mengatakan itu teringat pada Fiera.


"Yayayaya.....Fake boy sekarang udah taubat"kekeh Rafael menanggapi ucapan Ganda.


~•


Fiera duduk di atas ranjang empuk milik nya. Masalah seakan tidak ada habisnya menghampiri dirinya. Air mata yang jika memiliki kapasitas, mungkin saat ini kapasitas nya mulai menipis.


*Tuhan, kenapa hidup ku seperti ini. Tidak kah ada cahaya yang di ciptakan untuk ku? apa hanya akan ada kegelapan saja?.


Aku tidak mau suudzon kepada mu, tapi aku hanya mengaku lelah dan merasa tidak sanggup. Aku percaya jika engkau memberi ku cobaan pasti karena aku mampu. Tapi,,,, ini sangat berat tuhan, aku sangat tidak kuat*.


"Fiera..." Dea berdiri di ambang pintu.


Fiera langsung menghapus air matanya, ia memalingkan wajah nya ketika mama nya duduk di samping nya.


"Kamu harus dengerin mama dulu sayang"bujuk Dea.


"Apa lagi yang harus aku dengar ma? kekacauan apa lagi yang akan kalian ceritakan? apa belum cukup aku menderita seperti ini?" lirih Fiera menunduk, ia tidak sanggup menatap wajah mama nya.


"Tidak Fie, ini semua harus kamu tahu. Kami akan menjelaskan pada mu ketika waktunya tiba. Karena sekarang kamu sudah tahu, kami akan memberi tahu mu"jelas Dea, ia menoleh pada suaminya yang berdiri tak jauh dari mereka.


Sebenarnya William juga tidak rela melihat keterpurukan putrinya, tapi ia harus melakukan semua ini. William tidak ingin putrinya kemah dan manja. Hanya itu alasannya tidak memperlihatkan betapa sayang dirinya pada Fiera.


"Sebenarnya, papa dan mama sudah lama bercerai."


Duarrrrrrr~~~~


Sebuah petir seakan menyambar Fiera, ia menatap mama nya setelah mendengar fakta baru yang ia ketahui.


"Jadi,,,,kalian???" Fiera menutup mulutnya, entah bagaimana pikiran nya saat ini. Fiera sangat merasa sedih mendengar fakta baru ini.


"Dengerin dulu Fie" kata Dea.


"Kami menikah, dulu nya kami sahabat. Tapi karena suatu kesalahan, kami harus menikah dan menjalani kehidupan seperti ini Fie.


Kamu masih kecil, kami tidak mau membuat mu terluka sejak kecil. Karena itu kami menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu mu tentang ini sayang" Dea menangis menceritakan nya.


"Jadi....Aku sebuah kesalahan yang kalian maksud?. Aku adalah anka yang tidak di harapkan?" Lirih Fiera.


"Kalian sudah menyakitiku sejak kecil, hingga saat ini kalian masih menyakiti ku!!!" teriak Fiera. Ia mendorong mama dan papa nya keluar dari dalam kamarnya.


"Keluar!!! aku tidak mau melihat kalian!!! keluar!!!!!!!" teriak Fiera mengusir mereka.


"Fiera!! Fiera dengerin mama dulu. Kamu bukan sebuah kesalahan, kamu adalah buah cinta mama Fiera. Mama dan papa sayang kamu!!!"teriak Dea menggendor pintu dari luar, namun Fiera tidak memperdulikan nya. Gadis itu ambruk di lantai dengan air mata terus mengalir.


Apa ini Tuhan??? semakin aku mengetahui nya semakin aku merasakan sakit! Kenapa aku harus menjalani ini mengapa!!!!!!


"Fiera,tenangkan dirimu. Papa harap kamu bisa mengerti dan bisa berbicara banyak hal dengan papa nanti!"kata William, setelah itu ia membawa Mantang istri nya pergi dari kamar Fiera.


Fiera hanya mendengar apa yang papa nya katakan, ia tidak tahu lagi harus seperti apa. Kehidupan nya sudah hancur, kehangatan yang selama ini ia idam idamkan sudah lenyap.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2