Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Manusia atau siluman???


__ADS_3

Susi datang ke sebuah pertandingan bola basket, ia mencari cari keberadaan Rafael. Ia hafal betul, Rafael jika tidak di sekolah, maka ia akan berada di GOR lapangan basket.


Di sini tidak ada yang sedang bertanding, namun Susi tahu Rafael ada di sini dari Randi.


Di salah satu bangku penonton, Rafael termenung dengan tatapan kosong ke depan.


"Itu dia" gumam Susi tersenyum lebar. Ia menghampiri Rafael, duduk di samping pria itu.


"Di sini Lo rupanya, gue cari kemana mana Lo gak ada" ujar Susi memulai percakapan. Namun, gadis itu terlihat seperti bicara sendiri. Tidak ada respon apapun dari Rafael.


"Raf, kok diam aja sih?"


Huffff.....


Helaan nafas Rafael terdengar jelas di telinga Susi, gadis itu memiringkan tubuhnya dan menatap lekat pria yang sejak dulu ia cintai.


"Lo ada masalah apa?" Tanya Susi.


"Gue gak ada masalah apapun. Lo lebih baik pulang. Gue lagi gak mau bicara sama siapapun!" Tegas Rafael bangkit.


"Lo mau kemana??"


Susi ikut bangkit, ia mengejar Rafael dan membuntuti pria itu kemana pun ia pergi.


"Pulang lah, gue mau sendiri!" titah Rafael lagi sebelum masuk ke dalam mobilnya.


"Gue mau ikut!"tegas Susi.


Rafael menghentikan pergerakan nya, ia menoleh pada Susi sebentar,wajah nya sangat datar.


Susi hanya bisa tercengir, mencoba membuat suasana tetap hangat, bukan menegangkan seperti hatinya saat ini.


"Terserah Lo, tapi jangan salahkan gue jika Lo terluka!"


Rafael masuk ke dalam mobil, Susi tetap masuk dan tidak takut dengan ucapan Rafael yang terdengar seperti mengancam.


"Gadis bodoh!" cibir Rafael, lalu melajukan mobilnya tanpa memperdulikan Susi yang ketakutan di samping nya. Malahan Rafael sengaja agar Susi menyerah dan tidak mengganggunya.


Namun, usaha Rafael gagal total. Susi tetap bertahan tanpa mengeluarkan kata kata menyerah. Ia duduk dengan tangan menggenggam erat tali sabuk pengaman yang terpasang di tubuhnya.


"Keras kepala!"pikir Rafael.


Cittttttttttt Citttttttt


"Awh..." Tubuh Susi terhuyung ke depan, begitu juga dengan Rafael


"Ada apa? Kenapa Lo rem mendadak??" tanya Susi sembari mengusap pelan dadanya, jantung nya berpacu cepat karena syok.


"Lo liat aja di depan" kata Rafael menunjuk dengan dagunya.


Susi pun menatap ke depan, ia kaget melihat Raisa berdiri di depan mobil mereka.


"Kok ada dia?"tanya Susi kaget.

__ADS_1


"Rafael!!! Keluar!!"teriak Raisa memukul mukul mobil Rafael.


Susi turun, ia menghampiri Raisa yang seperti nya sangat marah.


"Ada apa?"tanya Susi.


"Gue gak ada urusan sama Lo, minggir!" Bentak Raisa mendorong Susi hingga terjungkal ke tanah.


"Gue di sini, mau apa Lo cari cari gue?"sahut Rafael berdiri di depan Raisa.


Saat ini mereka tengah berada di pinggir jalan, tepat nya di depan gerbang rumah Rafael.


"Lo tahu soal Fiera dan Ganda kan?"tuding Raisa to the poin.


"Tahu apa? Gue gak ngerti!"balas Rafael pura pura tidak tahu. Namun Raisa tahu, Rafael sedang berpura pura.


"Udah deh, Lo hanya sedang menghibur diri sendiri" ucap Raisa mendorong Rafael keras, sehingga Rafael mundur 2 langkah.


"Eh, kok Lo dorong dorong sih" Susi berdiri di depan Rafael, ia menghalang Raisa menyudutkan Rafael.


"Minggir Lo, gue gak mau liat muka Lo!!" Teriak Raisa hampir menampar Susi, namun Rafael menahan nya.


"Lo bikin rusuh di depan rumah gue tanpa alasan yang jelas, kasus ini bisa membuat Lo berurusan dengan polisi" tekan Rafael dingin.


Sementara Susi malah menoleh kekiri dan kanan melihat yang mana rumah Rafael. Ia tidak tahu jika Rafael membawanya pulang ke rumah nya.


"Rumah?"gumam Susi pelan.


"Gue cuma mau tau, apa bener Fiera dan Ganda bersama?"


Deg~


Duarrrrr~


Seakan mercun bertentangan di dalam kepala Susi. Pertany Raisa barusan menyadarkan diri nya dari kebloonan dirinya yang sibuk mencari cari yang mana rumah Rafael.


"Lo gila?"sentak Susi.


"Udah deh, Lo gk usah ngomong. Semua ini Lo juga tahu kan??? Dan Lo terlibat!" Tunjuk Raisa ke wajah Susi.


Rafael melirik penuh tanya, ucapan Raisa barusan menjebak Susi masuk ke dalam jurang yang hanya ada dirinya dan Rafael saja. Malang nya, Rafael yang akan membenamkan dirinya di sana.


"Gue kecewa sama Lo, terutama sama Lo Susi!!!"


Raisa pergi begitu saja, ia masuk ke dalam mobil yang entah sejak kapan berada di bawah pohon seberang mobil Rafael.


"Mati nih gue, Rafael pasti interogasi gue" pikir Susi mulai panik.


Rafael masuk ke dalam mobilnya, di susul oleh Susi yang takut di tinggalkan.


...----------------...


Fiera duduk di balkon kamar Ganda, ia merasa sangat lelah sekali. Seperti yang mertuanya janjikan, mereka menghabiskan waktunya bersama sejak pagi tadi. Bahkan Elena meminta pada Fiera untuk mengajarkan nya ini dan itu.

__ADS_1


Barulah saat ini Fiera bisa membuka ponselnya yang sebenarnya ia tahu sudah banyak pesan yang masuk. Karena Ganda merajuk, Fiera terpaksa pura pura sibuk dengan Elena dan bunda mertuanya.


Kalian masih ingatkan, Ganda masih merajuk kemarin malam dengan Fiera. Sejak sore hingga malam Ganda tidak mau bicara, bahkan ia tidur di sofa dan membelakangi Fiera.


"Apa yah maksud dari ucapan Raisa" gumam Fiera membaca ulang isi pesan yang Raisa kirim ke padanya.


~Raisa~


Selamat bahagia Fiera, gue turut bahagia dengan kehancuran yang Lo buat untuk gue!


Fiera menghela nafas berat, berbagai pikiran masuk ke dalam pikiran nya. Ia tidak mau berburuk sangka dulu, tapi pikiran itu masuk dengan sendirinya.


Ceklek~


Ganda masuk ke dalam kamar, Fiera langsung menoleh dan menghampiri nya.


"Ganda! gimana ini???"tanya Fiera panik.


Ganda tidak merespon, ia malah melanjutkan tujuannya yang ingin mengambil ponselnya yang terletak di nakas.


"Hei bengek!!"panggil Fiera menarik lengan Ganda yang acuh kepada dirinya.


Ganda meliriknya sebentar, lalu kembali mengalihkan tatapan matanya. Bahkan pria itu menepis tangan Fiera yang memegang lengannya.


"Kenapa sih? Lo kok gini sih sama gue"


Ganda duduk di sofa kamarnya, ia pura pura sibuk dengan ponselnya yang sebenarnya tidak ada yang menarik. Fokusnya hanya pada Fiera yang mencak mencak karena ia abaikan.


"Kalo di sekolah Lo bisa bersikap sesuka hati Lo, tapi di rumah, Lo harus menghormati gue!"


Kilasan ucapan Ganda di malam pertama mereka tengiang di benak Fiera.


"Oh ayolahhh, kenapa di saat situasi seperti ini Lo berulah!"lenguh Fiera berjalan malas mendekati Ganda, lalu duduk di samping suaminya itu.


"Honey, gue mau ngomong sama lo-_ umhmm maksud gue, sama kamu" kata Fiera manis, meskipun salah ucap sedikit karena belum terbiasa.


"Nah gitu dong, dari semalam kek"


Ekspresi Ganda langsung berubah ceria, ia tersenyum lebar dan sangat manis. Fiera sempat melongo melihat perubahan drastis Ganda yang baru ia lihat.


"Lo benar benar manusia atau apa sih?" heran Fiera.


"Yah manusia lah Honey, gue itu manusia paling tampan dan hanya milik Lo!!"


Cup~


Ganda mengecup pipi Fiera gemas. "Ihh ganjen deh!" ucap Fiera menoyor bibir Ganda. Pria itu malah terkekeh pelan.


"Oke, apa yang mau Lo tanyakan? kenapa Lo panik tadi???" tanya Ganda serius.


"Lihat ini!" kata Fiera menyerahkan ponselnya dan memperlihatkan semua pesan dari Raisa.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2