
"Waw...Mama masak semur ayam. Favorit banget" ucap Fiera senang, ia menghirup dalam dalam aroma yang tidak pernah ia cium sebelum nya. Ini pertama kalinya ia masak bersama mama nya.
"Nona muda tidak tahu yah, nyonya sangat pintar memasak" ujar bi Ina.
"Wahh, bau nya benar benar enak. Tadi aku kebingungan melihat mama meracik racik bumbunya mau masak apa, eh ternyata makanan kesukaan aku" ujar Fiera senang. Senyum manis tidak pernah pudar dari wajah nya.
Dea merasa sangat senang, Fiera terlihat sangat bahagia dengan masakan nya.
"Kamu tunggu di meja makan gih, mama dan bi Ina akan menyajikan untuk mu" titah Dea. Fiera pun menurut, ia pergi ke meja makan dan duduk yang rapi seperti anak SD yang di perintahkan oleh mama nya.
Fiera terus memperhatikan gerak gerik mamanya, ia seakan tidak percaya dengan apa yang ia rasakan hari ini. Sedetik saja Fiera tidak melewatkan gerak gerik mama nya. Ia tidak mau mama nya tiba-tiba menghilang dan kembali mengabaikannya seperti sebelumnya.
"Nah....Silahkan di nikmati anak mama" kata Dea menyajikan semur ayam dan berbagai makanan ringan lain nya.
"Wahhhh terlihat sangat lezat, apa aku boleh memakan nya sekarang?" tanya Fiera tidak sabaran.
"Tentu saj sayang, kamu terlihat sangat lapar yah" sahut Dea mengambilkan untuk anaknya.
Fiera terlihat semakin girang, ia memakan semur ayam buatan mana nya dengan lahap. Tanpa sengaja Fiera melirik ke arah kursi yang biasa papa nya duduki. Fiera menjadi terdiam, ia mulai serakah. Setelah mama nya berubah dan memperhatikan nya, Fiera malah meminta agar papa nya juga ada di sini. Pasti ia akan merasa senang lagi. Tapi, Fiera harus bersyukur, setidaknya ia sudah mendapatkan mama nya terlebih dahulu. Ia tinggal berdoa kepada yang maha kuasa agar mengetuk pintu hati papa nya dan sadar bahwa anak nya membutuhkan kedua orang tuanya ada di sisinya.
"Sayang, maaf yah. Mama selama ini udah sia siain kamu, tapi percayalah mama dan papa sangat sayang dan peduli sama kamu" kata Dea menggenggam tangan Fiera, membuat gadis itu tersadar dari lamunan nya.
Fiera menghela nafas berat, memnag semua ini berat baginya. Tapi, jika semuanya bisa di mulai dari awal, kenapa tidak?.
"Gak papa kok ma, mama gak perlu minta maaf. Fiera ngerti kok, mama papa selalu sibuk" lirih Fiera membalas genggaman tangan mama nya. Gadis itu memasang wajah senang dan memamerkan senyum manis nya.
"Kamu memang anak yang baik nak, mama bangga punya anak seperti kamu. Cerdas, dewasa, dan sangat mandiri" lirih Dea terdengar sedih. Fiera tidak tahan mendengar ucapan mama nya, ia langsung bangkit dan memeluk namanya erat.
"Mama gak perlu sedih, Fiera kuat kok. Fiera gak bakalan benci mama sama papa. Please jangan sedih, meskipun Fiera sangat mengharapkan kalian berdua ada di sini" ungkap Fiera.
"Sayang, kamu sudah besar. Mama sangat menyayangi mu"tutur Dea.
"Mama akan mencoba untuk mengajak papa kamu menghabiskan waktu bersama kita yah" kata Dea.
Fiera langsung melepaskan pelukan nya pada Dea, ia menatap wajah mama nya mencari kebohongan di sana.
"Mama serius? kita akan menghabiskan waktu bersama? sama papa juga??" tanya Fiera memastikan.
"Iya sayang, mama akan mencobanya" kata Dea mengangguk, wanita setengah baya itu menghapus air mata putrinya.
"Fiera seneng banget ma, Fiera senang banget" ungkap Fiera kembali memeluk mama nya.
"Non Fiera bahagia banget, semoga semua ini tidak segera berakhir"kata bi Ina di dalam hati. Ia sejak tadi menyaksikan kebersamaan ibu dan anak itu. Untuk pertama kalinya bi Ina melihat mereka bersama.
Setelah selesai dengan acara nangisnya, mereka kembali melanjutkan makan nya. Mereka berbagi banyak cerita, semua yang Fiera alami di sekolah ia ceritakan kepada mama nya.
__ADS_1
Setelah makan, Dea mengajak mama nya pergi ke kamar untuk melanjutkan ceritanya. Ia akan mengatakan kepada mama nya semua yang terjadi kepada nya.
Dapur dan meja makan yang sangat berantakan mereka tinggalkan pada bi Ina. Fiera sangat meminta maaf pada bi Ina karena sudah merepotkan nya.
Fiera dan Dea menaiki anak tangga, baru saja mereka menaiki anak tangga. Tiba-tiba ponsel Dea berbunyi dan membuat langkah mereka terhenti.
Dea melirik putrinya, tadi mereka sudah berjanji untuk tidak memperdulikan ponsel mereka.
"Kamu ke kamar dulu yah, mama angkat telfon sebentar" mohon Dea.
Fiera pun mengangguk pelan, ia melangkah meninggalkan mama nya menuju ke kamar nya sendiri.
"Hum...Mengangkat telfon sebentar tidak apa"gumam Fiera menenangkan hatinya yang mulai ketakutan. Fiera merasa takut mama nya akan pergi lagi seperti dulu.
Sudah 10 menit, mama nya tak kunjung datang ke kamarnya. Fiera bergerak gelisah, ia mondar mandir di dalam kamar.
"Mama kok lama sih, aku gak bisa tenang"gumam Fiera, ia hendak menyusul mama nya ke bawah. Belum sempat Fiera membuka pintu, mana nya sudah lebih dulu membuka nya.
"Fiera?"kaget Dea melihat Fiera sudah ada di depan pintu kamarnya.
"Fiera pengen nyusul mama, eh mama udah duluan masuk" jelas Fiera.
"Ohh, gak papa sayang" jawab Dea. Ia terlihat berpikir, seakan ingin menyampaikan sesuatu pada Fiera.
Perasaan Fiera mulai tidak enak, ia bisa membaca ekspresi mama nya.
"Ma, mau ngomong sesuatu?" tanya Fiera
"Fie, kamu tahu kan mama sayang sama kamu?" ucap Dea.
Deg~
"Tentu saja ma, kenapa?"tanya Fiera.
"Mama minta maaf sam kamu Fie, di kantor terjadi rapat dadakan, dan sangat membutuhkan mama." kata Dea memelas.
"Hmm..Begitukah?"lirih Fiera datar.
"Maafkan mama Fie, mama akan berusaha untuk mencari waktu bersama kamu lagi" kata Dea.
DRRRTTTT
DRRRTTTT
Dea melirik ponselnya, nama seseorang terpampang di sana. Fiera juga dapat melihat nya, nama yang sama ketika ia melihat mamanya nelfon mesra dengan seseorang.
__ADS_1
"Maafin mama Fie" kata Dea, ia bangkit dan keluar dari kamar Fiera. Meninggalkan seorang anak yang baru saja merasakan hangatnya keluarga. Merasakan kasih sayang dari seorang mama.
"Baru saja aku mulai bersyukur, baru saja aku mulai berharap dan memikirkan apa yang akan aku lakukan bersama mama. Semua nya sudah berakhir, aku di jatuhkan dan kembali pada kenyataan yang sebenarnya"
Fiera mengusap air matanya, ia masih menatap lurus pintu kamarnya yang masih terbuka.
~•
Seorang pria berdiri di balkon kamar nya. Ia menatap indah nya langit malam yang di hiasi oleh bintang bintang.
"Kenapa gue malah kepikiran sama tu cewe yah. Padahal dia tidak pernah bersikap manis sama gue." gumam Ganda, ia mengingat moment di mana Fiera menarik tangannya dan berlari bersama menuju ke tempat perkemahan.
"Dia gadis yang tulus, terlihat drai sorot matanya. Ia sangat mengkhawatirkan Elena, gadis kecil yang tidak memiliki hubungan apapun dengan nya" lirih Ganda .
Ceklek~
Elena membuka pintu kamar Ganda, tubuh nya yang masih lemah berjalan pelan mencari keberadaan Abang nya.
"Kak, Lo di mana?"panggil Elena.
Ganda mendengar nama nya di panggil oleh adiknya. Ia pun langsung bergegas dan menemukan Elena sudah ada di kamarnya.
"Loh, Elena. Lo ngapain di sini?"tanya Ganda kaget. Adiknya harus beristirahat di kamarnya. Elena benar benar drop dan trauma oleh kejadian kemarin. Setelah pulang dari kemah, Elena demam tinggi dan mengigau.
"Gue mau ngomong sama kakak"kata Elena pelan, ia benar-benar masih lemas.
"Iya iya, Lo duduk di sini yah. Lo gak boleh banyak gerak. Lo itu masih sakit Elen"kata Ganda menuntun adiknya duduk di tepi ranjang nya.
"Kak, tolong panggilin kak Fiera dong. Dia pasti kesepian di rumah sendirian. Ajak dia kerumah kita kak" mohon Elena.
"Lo tahu dari mana? belum tentu dia kesepian. Siapa tahu dia sedang bersama keluarga nya"jawab Ganda
"Kakak gak tahu kondisi dan keadaan kak Fiera. Hanya aku yang tahu, tolong yah Kak. Elena gak mau kak Fiera kesepian" kata Elena lagi, ia memegangi kepalanya yang masih sangat pusing.
"Oke oke, tapi besok yah. Sekarang kan udah malem. Biarin Fiera istirahat di rumah nya"bujuk Ganda.
"Janji yah kak" kata Elena.
"Iya Elen. Gue bakal jemput Fiera besok"janji Ganda. Elena tersenyum senang, ia bisa tenang sekarang. Sejak tadi ia terus kepikiran dengan Fiera yang tidak menjawab pesan lewat akun wa nya .
"Sekarang Lo istirahat di kamar yah, gue anter" kata Ganda, ia langsung menuntun Elena menuju ke kamarnya lagi.
...----------------...
Halo kakak kakak.....Makasih bagi yang sudah like dan komen. Buat yang udah mampir dan membaca karya aku. Semoga kalian dalam lindungan yang maha kuasa. mendapatkan rezeki yang berlimpah. Aku sayang kalian. Tetap setia dan stay nunggu update terbaru Nya yah.
__ADS_1