Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Mulai Sadar


__ADS_3

"Jadi, Lo mau mendekati Susi??" tanya Angle.


Rafael mengangguk cepat, Fiera dan Angle saling melirik.


"Lo jangan bohong deh, nanti Susi bisa berharap!!"


"Gak Angle, gue bener bener serius!!" kata Rafael meyakinkan.


"Oke, Sekarang. Rencana Lo apa?"tanya Fiera.


"Gue mau bikin acara ulang tahun Susi meriah, di sana gue akan menembak nya"


"Wahh romantis banget! kita bakal bantuin Lo. Tapi, ulang tahun Susi masih 25 hari lagi" kata Angle.


"Tenang aja, waktu panjang ini akan gue gunain untuk meyakinkan Susi. Gue akan mendapatkan hatinya kembali!"


"Gue turut seneng Raf, Lo akhirnya menyadari perasaan Susi"


"Gue hanya egois dan terobsesi sama Lo Fie" lirih Rafael.


"Bagaimana dengan Ganda?" celetuk Angle.


"Gue belum bicara sama tu bocah" jawab Rafael acuh, ia kembali melanjutkan makan nya.


Fiera hanya bisa mendengus pasrah, ia tidak mungkin memaksa kedua insan itu untuk berbaikan.


Raisa berjalan di koridor, ia melihat Yani sedang menghubungi seseorang. Seperti nya sangat serius, bahkan Yani terlihat was was dengan orang sekitar.


"Bicara dengan siap dia?" tanya Raisa dalam hati, ia sangat penasaran.


Pelan pelan Raisa mendekati Yani, lalu bersembunyi di balik tembok. Ia menguping semua pembicaraan Yani dengan seseorang di sebrang sana.


"Aduh papa, dia itu sangat lemah. Aku bisa kok menghabisinya!


Lagi pula, sahabat nya sudah sangat membencinya. Mereka sudah terpecah. Aku yakin, Fiera akan sering sendirian"


Raisa menutup mulutnya, ia tidak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar.


"Ternyata Yani memiliki niat buruk pada Fiera??"batin Raisa.


"Yaudah deh o, Bentar lagi bel berbunyi. Aku harus masuk dan membuat Raisa benar benar membenci Fiera. Aku harus membuat semua ini seolah olah Raisa yang bersalah!" kata Yani sebelum mengakhiri panggilan telfon nya dengan papa nya.


"Huh, sedikit tugas berat sebelum menuai kebersihan tidak masalah" gumam Yani sebelum pergi dari sana.


Raisa keluar dari persembunyiannya, ia menatap kepergian Yani dengan tatapan nanar. Ternyata selama ini Yani hanya memanfaatkan nya dan sengaja membuat dirinya dan Fiera berantakan.


"Sekarang sudah tahu?" sindir seseorang.


Raisa berbalik, ia melihat Susi berdiri dengan kedua tangan terlipat di depan dada nya.


"Ngapain Lo?" ketus Raisa.


"Cih, Sekarang Lo baru sadar kan? apa yang selama ini gue katakan sama Lo benar.


Raisa, meskipun gue tidak terlalu dekat dengan kalian. Tapi gue selalu menjaga kalian. Gue gak perlu memiliki niat buruk sama kalian.


Persaingan kita real, bukan musuhan. Lalu , kenapa Lo gak percaya sama Gue???."


Raisa memalingkan wajahnya, ia mengaku salah tapi, gengsi mengakui nya.

__ADS_1


"Udah lah, malas ngomong sama Lo!" dengus Raisa berlalu begitu saja meninggalkan Susi yang menatap nya geram.


"Udah tahu gue baru sadar, tapi malah dia ceramah. Bikin kesal gue aja!" gerutu Raisa sembari berjalan pergi.


Raisa tiba di depan kelas, ketika ia hendak masuk ke dalam kelas. Tiba-tiba Yani menahan lengan nya.


Raisa menoleh, menatap Yani dengan ekspresi datar. Ingin rasa nya Raisa menghampar wajah Yani saya ini juga. Namun, ia tidak bisa melakukan nya.


Raisa harus menahan diri untuk mengetahui apa rencana Yani sebenarnya.


"Ada apa?" tanya Raisa.


"Gue mau ngasih tahu Lo!" kata Yani menarik Raisa ke tempat yang lebih sepi.


"Udah. Kasih tahu aja di sini!"


Raisa berdiri dengan tangan terlipat di depan dada. Tatapan nya sinis menatap Yani marah.


"Gue dapat kabar kalo Fiera dan temen temen nya akan membuat pesta. Dan Lo? gak bakal di undang. "jelas Yani melebih lebihkan.


"Kenapa mereka tidak mengundang gue??" tanya Raisa menyelidiki.


"Mereka bilang, Lo hanya akan mengacau semua nya!" sambung Yani.


Raisa menggeram di dalam hati, ia tahu apa yang Yani katakan tidak lah benar. Ia hanya memancing emosi Raisa agar meletup letup dan semakin membenci sahabat nya sendiri.


"Kurang ajar!" geram Raisa pura pura terpancing emosi. Yani pun tersenyum senang, ia mengira Raisa sudah termakan dengan ucapan nya.


"Yaudah deh Rai, gue masuk dulu. Bel udah bunyi" kata Yani berlari ke arah kelasnya.


"Dasar iblis,setelah menghidupkan api, lalu di tinggal begitu saja membakar apa yang ada di dekatnya" dengus Raisa berbalik masuk ke dalam kelasnya.


Raisa melihat nya, ketika Fiera melirik ke arahnya. Raisa langsung mengalihkan pandangannya.


"Cih, gengsi banget" sindir Susi.


Fiera menghela nafas, ia duduk di bangkunya. Begitu juga dengan Ganda, ia memastikan istri nya baik baik saja baru ia akan tenang di bangkunya.


*


*


*


Sepulang sekolah, Ganda menyuruh Fiera pulang di temani supir. Hari ini Ganda memiliki agenda bersama teman teman SMP nya.


"Lo gak papakan, pulang bareng supir?"tanya Ganda memastikan, ia sebenarnya tidak terlalu yakin. Tapi, ia juga tidak bisa mengantar istri nya.


Selain acara berkumpul nya bersama teman teman SMP, Ganda juga berencana berbicara dengan Rafael. Ia akan menghadapi Rafael yang sudah salah faham pada nya dan Fiera.


"Udah deh Gan, Lo kaya biasa aja pulang bareng gue terus. " balas Fiera


"Bukan gitu, gue takut aja. Lo kenapa kenapa tanpa pengawasan gue!" jawab Ganda lagi.


"Udah deh, Lo pergi sana ngumpul sama temen temen Lo. Gue gak papa kok!!!" kata Fiera meyakinkan Ganda.


Dengan berat hati Ganda membiarkan Fiera masuk ke dalam mobil.


"Tolong hati hati yah pak!" peringat Ganda.

__ADS_1


"Sip den!" sahut pak supir mengacungkan jempol nya.


"Gue akan pulang awal." kata Ganda mengusap rambut Fiera lembut.


"Ihhh lebay deh!" kata Fiera jijik.


Ganda terkekeh pelan, ia memberi jarak pada mobil nya, lalu melambaikan tangan pada Fiera yang hanya tersenyum padanya.


"Hati hati!!!" sorak Ganda ketika mobil sudah melaju membawa Fiera pergi bersamanya.


DRRRTTTT


Ganda meronggoh saku celananya, salah satu sahabat nya menghubungi nya agar segera datang ke lokasi.


Sementara di tempat lain, Raisa mengikuti Yani secara diam diam. Ia yakin, jika Yani memiliki niat yang jahat pada Fiera.


Raisa membuntuti kemana perginya Yani, ia cukup kaget ketika Yani berhenti di salah satu cafe. Bukannya masuk ke dalam, tapi Yani malah keluar dari mobilnya dan masuk ke mobil yang lain.


Hal itu membuat Raisa semakin yakin niat busuk Yani.


Mobil yang Yani berhenti di pinggir jalan yang sepi, Raisa ingat betul. Ini adalah jalan menuju ke rumah Fiera.


"Apa yang mereka lakukan di sini????"gumam Raisa. Ia juga berhenti tak jauh dari tempat Yani berhenti. Ia memarkirkan mobilnya di depan tokoh swalayan.


Di dalam Alphard hitam, Fiera meminta kepada sang supir untuk sedikit lebih pelan. Ia merasa sedikit pusing.


"Pak tolong pelan sedikit yah, saya tiba-tiba pusing" Fiera memegangi kepalanya, pak supir yang melihat nona mudanya dari spion jadi panik.


"Non Fiera kenapa?" tanya pak supir.


"Bapak fokus aja, saya gak papa kok" jawab Fiera sedikit meringis.


Raisa terkejut, ia melihat mobil Fiera melambat dari arah kanan. Ia lebih kaget lagi melihat mobil Yani mulai bergerak.


"Jangan bilang Yani ingin menabrak mobil Fiera!!!" pekik Raisa histeris.


"Non...Gak papa?" tanya pak supir lagi, ia kurang fokus dengan jalan.


Brrrmmmmmm~


Fiera menoleh ke depan, ia berniat menyuruh pak supir fokus ke jalan. Tapi, Fiera malah melihat salah satu mobil melaju ke arah mobilnya melawan arus.


"Pak awas pak!!!!!!!!!!!!" teriak Fiera kuat.


Pak supir kaget, ia langsung menginjak rem dan......


Brak~


Prang~~


Seketika tempat itu menjadi macet dan ramai di kerumuni oleh orang orang yang berhenti untuk melihat apa yang sedang terjadi.


...----------------...


Menurut kalian??? apa yang terjadi?? Ayo, kita main tebak tebakan lagi. Jawab di kolom komentar yah. Besok bakal double up!!!!


Terimakasih banyak yang sudah mau setia dan menikmati karya aku.


dan mohon maaf untuk kalian semua yang kurang puas atau karya aku kurang bagus.

__ADS_1


Pokoknya marih sama sama belajar dan menikmati apa yang ada. Yuk yuk!!!!


__ADS_2