
"Rai-Raisa...." Bibir Fiera bergetar, kakinya kaku tak kuat berjalan. Matanya mengabur karena air mata yang suda menggenang di pelupuk matanya.
"kenapa Lo ninggalin gue??? Kenapa Rai.... Ganda,,,"
Fiera mendekati suaminya. Ia menggoyang goyangkan tubuh Ganda.
"Tolong bilang sama gue Ganda, ini prank kan? Ini gak nyata kan????"
"Ganda!!!!!!"
Hikss....Hiks...
Mama Raisa tidak tega melihat Fiera merancau seperti orang gila. Namun ia hanya bisa menangis dalam pelukan suaminya.
"Sayang, aku mohon tenang lah. Raisa tidak akan tenang jika kamu seperti ini"
"Gimana gue bisa tenang Ganda?? Gimana????
Semua orang yang gue sayang, perlahan pergi meninggalkan gue!!!"
"Raisa" lirih Susi, ia baru saja tiba setelah mendapat kabar dari Rafael.
"Lo benar Sus, Raisa memang pura-pura lupa ingatan" ujar Angle.
"Udah Gel, gue sudah denger semuanya" jawab Susi.
Kini mereka hanya bisa menangisi kepergian Raisa yang terlalu cepat. Kedua orang tuanya dan saudara nya hanya bisa menangis dalam diam. Mereka sudah ikhlas, sejak awal Raisa sudah memberi kode dan meminta dengan penuh air mata agar mereka ikhlas jika nanti hal buruk terjadi pada dirinya.
"Dia anak yang baik, entah bagaimana pun hatinya sakit, tetap saja Fiera yang menjadi utama dalam persahabatan nya.
Memang ia sempat sakit hati, mengetahui hubungan Fiera dan Ganda. Tapi, bukan karena persaingan mendapatkan Ganda.
Ia sakit hati karena Fiera tidak mengatakan padanya sejak awal. Ia merasa jahat dan tidak peka pada sahabat nya sendiri.."
Mama Raisa bercerita dengan air mata terus menetes.
"Sudah sayang, jangan bersedih lagi. Raisa akan ikut sedih jika kita terus menangisinya" ucap papa Raisa menenangkan istri nya.
"Kenapa harus secepat ini" lirih mama Raisa.
Ganda masih belum mengerti, situasinya berubah begitu drastis. Ia yang sempat marah pada Raisa tiba tiba di kejutkan oleh kabar ini.
__ADS_1
"setelah nak Ganda pergi, Raisa memanggil Tante dan Om. Ia berpamitan dengan Damai. Tanpa merasakan sakit, ia pergi dengan tenang" lirih mama Raisa lagi.
Pemakaman Raisa telah selesai, Fiera yang sudah sangat lemas di bawa pulang oleh Ganda.
"Istirahat dan tenangin diri kamu sayang. Jangan terlalu memikirkan apapun" kata Ganda.
"Tolong jangan tinggalin gue sendirian, gue gak mau di tinggalkan lagi" tahan Fiera ketika Ganda Henda membersihkan diri.
"Kita harus membersihkan diri dulu honey, sebelum istirahat"
"Gue gak mau sendiri" jawab Fiera.
Ganda pun menghela nafas, ia mengangguk pelan.
"Yaudah, yuk bersihkan tubuh kita dulu"
Fiera pun mengangguk, ia mengikuti apa yang suaminya katakan.
Di dalam kamar mandi, Ganda dan Fiera tengah mandi bersama. Fiera sudah terbiasa melepaskan semua pakaiannya ketika mandi. Tanpa rasa malu, ia membiarkan Ganda membuka pakaian nya.
Susah payah Ganda menahan diri agar tidak menerkam istrinya sekarang juga.
"Sabar Ganda, ini bukan waktu yang tepat" batin Ganda memperingatkan dirinya.
"Love you honey" bisik Ganda.
Fiera hanya diam, ia membiarkan tubuh telanjang nya bersentuhan dan tubuh telanjang Ganda.
"Love you too" balas Fiera, walaupun terdengar samar.
Setelah mandi, Ganda langsung membawa istri nya beristirahat di atas ranjang. Fiera mengenakan pakaian tidur tanpa Bra. lagi lagi Ganda mendapat cobaan yang sangat berat.
"Tidur yang nyenyak sayang"
Cup~
Fiera membalas perlakuan Ganda dengan mempererat pelukannya dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik Ganda.
"sweet dream"balas Fiera.
...----------------...
__ADS_1
"Gue gak nyangka, Raisa adalah wanita yang hebat!" ujar Randi.
"Menilai orang jangan dari luar!" sahut Angle.
"Gue kira, cewe bar bar itu kejam. Ternya beeeeee....."
"Gue juga gak nyangka hati nya mulia" lirih Susi.
"Lo pasti syok banget kan?" tanya Rafael mengusap bahu Susi.
"Syok banget lah, dia mempermainkan jiwa gue!!!" balas Susi
Keempat insan itu tengah duduk di taman depan rumah Susi. Mereka semua memutuskan untuk berkumpul untuk mengungkapkan rasa ketidak percayaan ini.
"Gue sejak awal sudah tahu, tapi Raisa malah memohon agar gue tutup mulut"
"Kok Lo gak ngasih tahu kita!!" ucap Susi, Angle, dan Randi serempak.
"Lo tuli? Raisa ngelarang gue!!"
"Tetap aja, kasih tahu gue!" ketus Susi.
"Sudahlah, berdebat pun percuma!" lerai Angle.
"Sekarang Raisa sudah tenang, dia sudah mendapatkan cinta yang sesungguhnya dari sang ilahi" sambung Angle.
"Gue belum sempat minta maaf"lirih Susi.
"Dia pasti udah maafin Lo kok" jawab Rafael.
...----------------...
Kebiasaan buruk manusia adalah, menilai seseorang dari luarnya saja. Belum mengenalnya, tapi sudah memberikan penilaian yang belum pasti kebenarannya.
Jika orang tersebut terlihat buruk dari luar, belum tentu sifat nya buruk, apalagi hatinya.
Mari kita rubah kebiasaan ini, dekati, kenali baru beri penilaian. Jangan karena seseorang mengatakan Seseorang itu buruk, lalu kita juga menganggap orang itu buruk karena terpengaruh ucapan seseorang tadi. Itu salah Sayang, kita tidak tahu apa masalah seseorang itu dengan seseorang yang ia katakan buruk. Bisa saja mereka memiliki problem, sehingga menjelekkan satu sama lain.
Mari selalu berprasangka baik kepada sesama umat😘
Maaf jika Mimin banyak salah, ada kata kata dari karya Mimin yang menyinggung hati. mohon di maafkan.
__ADS_1
Maaf juga, jika update nya lama. soalnya Mimin kerja.... Maaf yah. insyaallah setelah lebaran aktif lagiii
MINAL AIDIL WALFAIZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.