
Masih dalam kondisi kurang fit, Fiera turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke ruang OSIS. Banyak yang bertanya tanya, tumben sekali Fiera di antar supir. Biasa nya ia tidak pernah di antar supir atau siapapun.
"Fie, Lo di antar supir?" tanya Angle heran.
"Iya, gue ragu mengemudi sendiri. Kepala gue masih pusing" jawab Fiera sedikit lemas.
"Lo sakit? sejak kapan. Kok gue baru tahu?" tanya Raisa kaget, ia langsung memeriksa kondisi tubuh Fiera.
"Gak papa kok Sa, gue cuma kecapean aja" kata Fiera.
"Lo itu harus istirahat Fie, kenapa Lo malah masuk hari ini"
"Hari ini, hari pertama kita ujian. Gue gak mau absen" jawab Fiera.
Angle dan Raisa hanya bisa menghela nafas pasrah. Fiera si gadis rajin dan cerdas ini tidak akan pernah bolos hanya karena sakit ringan begini.
"Yasudah, gue ke kelas dulu yah!" ujar Raisa. Mereka berpisah di lorong kelas, Fiera dan Angle berjalan menuju ke ruang OSIS.
Angle menatap iba pada Fiera, ia tahu apa penyebab sakit nya Fiera hari ini.
Kringgg!!!!!!!!
Bel masuk telah berbunyi, para anggota OSIS langsung bertaburan mengecek setiap cela tempat biasa murid murid bolos.
"Wahh, semenjak Ganda pensiun. Sudah tidak ada lagi yah yang telat" gumam salah satu anggota OSIS yang sedang berpatroli. Mereka merasa senang, karena tidak ada yang bolos, mereka bisa masuk lebih awal ke kelas.
"Fie, kegiatan kita abis ujian ini kan?" tanya Angle.
"Iya, kenapa?" balas Fiera menatap angle.
"Lo yakin bisa? kondisi Lo bener bener buruk Fie"
"Udah lah, Lo gak usah pikirin. Nanti gue bakal mampir ke dokter pribadi gue. Besok juga sehat" kata Fiera enteng. Ia tersenyum manis menatap Angle, agar gadis itu tidak khawatir lagi.
"Memang keras kepala" dengus Angle
"Yaudah yuk masuk, gue uda gak sabar pengen ujian" kekeh Fiera
"Yah bagi orang cerdas yah begitu, lah kita gimana?" cibir Angle.
"Andai Lo gak malas, pasti gue sedikit sulit mendapatkan juara" canda Fiera.
"Bener juga, Lo bakal punya saingan berat" balas Angle. Mereka berjalan menuju ke kelas dengan senda gurauan yang Fiera ciptakan.
__ADS_1
Lo selalu bisa buat orang sekitar Lo yakin, jika Lo baik baik saja. Tapi gue tahu, Lo itu lagi terpuruk banget.
Angle menghela nafas melihat senyum manis Fiera, gadis itu terlihat baik baik saja.
Fiera duduk di bangku nya, ia mengeluarkan alat tulis yang ia perlukan untuk menjawab soal ujian.
"Selamat pagi" sapa pak Dodi masuk ke dalam kelas.
"Randi, bagikan kertas jawaban dan soal nya" titah pak Dodi.
"Baik pak!" jawab Randi, lalu bergerak cepat mengambil susunan soal dan kertas jawaban dari atas meja pak Dodi. Lalu membagikannya secara merata.
Ganda yang duduk di dekat dinding, menoleh ke samping kanannya. Ia menatap Fiera yang terlihat kurang sehat. Sejak Fiera masuk tadi, Ganda sempat kaget melihat nya.
Kenapa dengan gadis itu? apa dia sakit? atau....Ah gue penasaran banget.
"Kerjakan soal nya dengan jujur dan tertib!" ucap pak Dodi tegas dan lantang, membuat detak jantung setiap orang yang mendengarnya menjadi berdegup kencang.
Ganda pun tersentak dari lamunannya menatap Fiera dan mulai fokus menjawab pertanyaan yang ada di dalam kertas itu. Ganda terlihat tidak kesulitan menjawab pertanyaan yang ada.
"Soal nya terlalu mudah" gumam Ganda. Ia segera menjawab setiap pertanyaan dengan cepat, lalu menghabiskan waktunya memperhatikan Fiera.
Gadis dengan mata coklat kehijauan itu tampak santai dan tidak kesulitan dalam menjawab setiap soal. Ganda tersenyum sendiri melihat Fiera yang sedikit cemong karena salah satu tinta pena yang melekat di jarinya, malah melekat di pipinya.
"Ganda!!!!"peringat pak Dodi.
"Saya pak" kaget Ganda.
"Kenapa kamu melirik ke samping terus, saya sudah bilang. Jawab dengan jujur!" tegas pak Dodi.
"Maaf pak, saya tidak mencontek. Semua soal sudah saya jawab semua" kata Ganda bangga.
"Sudah?" kaget Angle. Bagaimana tidak, ujian baru di mulai 10, menit, tapi ganda sudah menjawab semuanya. Bagaimana ini bisa terjadi?. Tentu saja semua orang menjadi kaget.
"Kau serius?" tanya Pak Dodi sembari melangkah menuju ke meja Ganda. Lalu, pak Dodi memeriksa setiap jawaban yang Ganda buat.
"Wahh, untuk pertama kali nya. Bapak bangga pada mu Ganda. Kau boleh istirahat sekarang" kata pak Dodi tersenyum bangga pada Ganda. Semua jawaban yang ia berikan semua nya benar.
"Dia berhasil menjawab nya?" gumam Susi.
"Gila memang" sahut Angle.
"Harus ku akui, dia memang tidak terlihat seperti orang bodoh" gumam Fiera pelan.
__ADS_1
"Dia calon pacar gue!!" lirih Raisa semakin berambisi ingin mendapatkan Ganda.
"Ya sudah lah, saya permisi pak" ijin Ganda keluar dari kelas. Ia sudah berhasil menyelesaikan ujian pertama nya.
Tak lama kemudian, Fiera pun menyelesaikan ujiannya. Di susul oleh Raisa, Susi dan Angle. Mereka keluar bersamaan dari kelas.
Baru beberapa langkah dari pintu kelas, Rafael menghampiri mereka.
"Hay Ladies, how are you" sapa Rafael dengan senyum manis. Susi langsung melonjak senang, ia langsung bergelayut di lengan Rafael.
"My honey, Lo pasti kangen gue kan!" kata Susi percaya diri.
"Enak aja, gue kesini mau ketemu Fiera!" sangkal Rafael.
"Enak aja, pokoknya Lo harus rindu sama gue" paksa Susi.
Angle dan Fiera memutar bola matanya bosan, adegan seperti ini akan terus terjadi ketika mereka bertemu.
"Bagaimana Futsal nya?" tanya Fiera pada Rafael.
"Gue menang Fie, makanya gue mau traktir kalian semua makan di kantin!" kata Rafael senang.
"Wahh kebetulan banget, kita lagi bokek" sorak Angle.
"Ah elu selalu begitu" sungut Rafael yang langsung di balas ledekan dari Angle.
"Mantan gebetan gue emang baik banget" gumam Raisa.
"Ah elu gak masuk daftar deh, karena udah keluar dari daftar fans gue" canda Rafael.
"Gue gak peduli, yang penting Lo traktir gue" balas Raisa acuh, mereka semua pun tertawa bersama.
Fiera dan yang lain nya langsung pergi ke kanti bersama. Di kantin masih terlihat sepi, Karen sekarang masih jam ujian. Hanya murid murid pintar seperti mereka lah yang keluar.
"Wahh teman genius gue udah ada di sini" seru Rafael ikut bergabung dengan Ganda.
"Lo batu keluar?" sahut Ganda sembari menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Iya, gue baru selesai" jawab Rafael.
"Hu baby ganda" sapa Raisa langsung duduk di samping Ganda, sementara Susi duduk di samping Rafael.
Fiera dan Angle duduk di depan mereka, Fiera duduk tepat di depan Ganda.
__ADS_1