Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Calon Mantu???.


__ADS_3

Fiera tiba di rumah keluarga Wijanto, Ganda yang baru keluar dari mobil nya pun kaget melihat kedatangan Fiera.


"Fiera?" Gumam Ganda menatap Fiera yang turun dari mobil nya.


"Astaga, senyum nya manis banget. Ini beneran senyum buat gue?" Bapin Ganda berteriak, ia tak bisa berkedip menatap Fiera yang berjalan kearah nya dengan senyum manis. Tidak ada wajah jutek dan galak yang ia lihat di sekolah tadi.


"Sayang, akhirnya kamu datang juga" sorak Lusi dari depan pintu.


Ganda melongo, Fiera berjalan melewati nya begitu saja.


"Ternyata senyuman itu buat bunda. Gue kira dia sudah mau damai sama gue!" Batin Ganda lagi.


Fiera memeluk Lusi, kehangatan yang ia dambakan di berikan oleh Lusi


"Kamu baru pulang sekolah? Tapi kok baju nya udah ganti" tanya Lusi sembari menggandeng Fiera masuk ke dalam rumah nya.


"Tadi pulang dulu ke rumah tan, Fiera gak suka kalo pulang sekolah itu langsung pergi gitu aja. Fiera mesti pulang dulu" jelas Fiera menceritakan kebiasaan nya pada Lusi.


"Wahh orang tua kamu pasti sangat memperhatikan kamu yah, anak nya sangat sopan seperti ini. Bahkan kebiasaan nya sangat baik" puji Lusi.


Ganda yang sejak tadi hanya memperhatikan mereka merasa terabaikan sekarang.


"Bun, kok ganda gak di tanyain?" Protes Ganda.


"Mau di tanya apa? Kan kamu udah ada di sini. Kalo mau makan yah udah sana ke dapur!" Jawab Lusi acu. Wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik itu malah terfokus dengan Fiera. Menurut Lusi, Fiera adalah anak gadis yang asik untuk di ajak ngobrol.


"Wah, kalo kamu jadi mantu Tante pasti seru banget nih" ujar Lusi tiba-tiba.


Fiera yang sedang minum jus langsung tersedak. Sedangkan Ganda malah tersenyum.


"Uhukk...uhukk"


"Aduh sayang, kamu kenapa?"tanya Lusi khawatir, ia langsung memberikan tisu pada Fiera


"Yah kaget lah Bun, namanya juga calon mantu" celetuk Ganda.


"Gak mau!"tolak Fiera melotot tajam pada Ganda.


"Loh kenapa sayang? Kamu gak mau jadi mantu Tante?", Tanya Lusi dengan nada kecewa.


"Eh bukan gitu Tante.." Fiera mebjadi serba salah di sini.

__ADS_1


"Wahh berarti mau dong"seruh Ganda lagi. Ia mengambil kesempatan di balik dilema nya Fiera.


"Enak aja, aku gak mau kalo anak Tante cuma dia aja!" tunjuk Fiera pada Ganda.


"Lahhh anak bunda cuma dia yang cowo Fie" lirih Lusi.


Fiera memutar otak nya mencari topik pembicaraan agar Lusi tidak membicarakan soal mantu terus.


"Oh iya Tante, Elena mana?" Tanya Fiera mengalihkan perhatian.


"Oh ada sayang, dia ada di kamar nya" jawab Lusi.


"Alahhh pengalihan!" Cibir Ganda meledek Fiera.


"Yaudah Tante, Fiera mau ketemu Elena dulu yah" kata Fiera


"Oh yaudah sayang. Kamar nya di lantai atas nomer 3 " kata Lusi memberitahu Fiera mana kamar Elena, ia takut Fiera salah masuk kamar.


"Yang nomer 2 kamar gue" teriak Ganda.


"Gue gak peduli!!!" Balas Fiera berlari menaiki tangga lalu mengetuk pintu kamar Elena. Setelah elena membuka pintu, Fiera pun langsung masuk dan menyelamatkan dirinya dari pembicaraan konyol Lusi.


Di bawah tersisah Lusi dan Ganda yang mulai mengalihkan perhatian nya pada ponsel nya.


"Ganda.."panggil Lusi.


"Hm..." Jawab Ganda dengan deheman.


Lusi tidak puas dengan sahutan Ganda yang hanya deheman saja, Lusi malah berpindah duduk ke samping putranya.


Ganda kaget dengan kehadiran bundanya duduk di samping nya.


"Bunda?" Kaget Ganda


"Menurut kamu Fiera itu gimana?"


"Biasa aja" jawab Ganda acuh.


"Masa sih, cuma itu aja? Cantik gak? atau gimana gitu" ujar Lusi lagi, ganda tidak menjawab sesuai harapan nya.


"Memangnya bunda mau dengar jawaban yang seperti apa?" Tanya Ganda pasrah, ia sudah hafal dengan sikap bundanya seperti ini.

__ADS_1


"Hehehe .." Lusi tercengir, ia menurun naikkan alis nya dengan tatapan menggoda.


"Bunda sangat menyukai Fiera, apa kamu tidak?" Tanya Lusi lagi.


"Hemm.... Jika bunda menyukainya, lalu apa hubungannya dengan ku Hem?"


"Tentu saja ada, kamu dengarkan apa yang bunda katakan pada Fiera tadi? Itu bunda serius Ganda" kata Lusi.


Ganda terdiam, ia memperbaiki posisi duduk nya dan menatap bunda nya serius.


"Bunda, mendapatkan Fiera itu tak semudah yang bunda pikirkan. Fiera yang bunda lihat sekarang itu, bukanlah Fiera yang sebenarnya" jelas Ganda, ia masih ingat bagaimana kejam nya Fiera menolak perdamaian yang ganda tawarkan tadi ketika di taman belakang sekolah.


"Masa sih, Fiera kan manis, lucu, cantik. Pokoknya idaman banget Ganda" kata Lusi tidak percaya dengan ucapan putranya. Fiera yang ia lihat tidak seperti yang putranya pikirkan.


"Bunda akan tahu sendiri nanti, Ganda juga lagi mencari tahu, bagaimana sebenarnya gadis ini" lanjut Ganda.


Seperti yang Bunda nya tanyakan, Ganda sangat tertarik pada Fiera. Gadis misterius yang menyita perhatian nya setiap kali gadis itu ada di dekat nya.


Baru kali ini ada cewe yang menolak pesona seorang Ganda!. Bahkan ia terus mengibarkan bendera perang setiap kali berhadapan dengan ganda.


~•


Di rumah besar Baksara, William Baksara tengah sibuk mengurusi berkas berkas yang selalu menyita perhatian nya.


Begitu juga dengan Dea, ia melakukan hal yang sama dengan suami nya. Kedua pasangan ini lupa jika ada kehidupan seorang anak yang mereka abaikan. Bahkan mereka lupa kapan terakhir mereka berbincang bincang berdua dan bermesraan.


"Mas, apa mas udah menandatangani kontrak kerja sama kita?" Tanya Dea.


"Oh udah, kemarin sekretaris ku sudah memberikan nya" jawab William. Dea mengangguk pelan, lalu ia keluar dari ruang kerja William.


Hanya sebatas bisnis, mereka tidak pernah menanyakan atau membicarakan sesuatu yang mungkin membuat mereka semakin mesra. Tidak pernah, jika oy melihat vsecara mendalam, rumah tangga Baksara terlihat sangat gersang.


Wajar saja Fiera tidak pernah merasakan kehangatan di dalan hidup nya. Bahkan memadu kasih saja kedua orang tuanya tidak ingat.


Entah apa yang sudah terjadi, hanya William dan Dea yang tahu. Yang jelas, Fiera lah korban dari masalah mereka ini.


Namun, kedua insan itu tidak menyadari apa yang telah mereka lakukan. Bagaimana perasaan Fiera, mereka tidak tahu itu.


Bi Ina, hanya dia yang tahu segalanya, tapi dia tidak bisa berbuat apa apa. Bi Ina hanya bisa menenangkan Fiera jika sedang sedih, bukan menasehati Dea dan William.


Entah sampai kapan penderitaan Fiera ini berlanjut, entah sampai kapan ia terus merasakan kesepian yang mendalam.

__ADS_1


Semoga kedua orang tuanya segera menyadari kesalahannya dan mulai memperhatikan gadis malang itu.


Buat kalian yang sedikit kurang memperhatikan anak anak kalian. Please berubah lah, mental anak terbentuk dari kasih sayang kalian. Jangan sia siakan anak kalian.


__ADS_2