
Fiera duduk di depan kaca, menatap wajah nya yang sudah di rias layak nya seperti seorang pengantin.
Fiera menghela nafas, ia harus menjalani kehidupan yang harusnya tidak ia jalani sekarang. Semua ini harus ia jalani jauh dari harapan dan mimpinya.
Fiera selalu berharap jika ia menikah nanti, Sahabat nya akan menemaninya. Namun, yang terjadi malah sebalik nya.
Fiera terus melamun meratapi nasib nya, hingga suara mama nya menyadrakan dirinya.
"Nak, yuk. Semua orang sudah menunggu"ajak Dea.
"Ia ma"jawab Fiera mengangguk. Ia bangkit dari duduk nya dan mengikuti mama nya keluar dari kamar nya.
Dea menuntun putrinya berjalan pelan menuruni anak tangga. Semua orang sudah menunggu kedatangan Fiera dan Dea. Meskipun acara ini hanya di hadiri oleh kerabat dekat saja.
Fiera dan Dea menuruni anak tangga, semua tatapan tertuju pada mereka.
"Kepala sekolah?"kaget Fiera. Langkah nya sempat terhenti melihat pak Somat ada di acara pernikahan nya.
"Tidak apa apa sayang, papa sama Mama sudah membicarakan semuanya dengan kepala sekolah mu"bisik Dea menjawab keterkejutan putrinya.
Fiera duduk di samping Ganda, ia tidak berani menatap pada pria yang sebentar lagi menjadi suaminya.
Berbeda dengan Ganda, ia dengan terang terangan memperlihatkan kekaguman dirinya pada Fiera.
"Lo cantik banget Fie" puji Ganda berbisik. Namun Fiera tidak menyahutnya, ia tetap menundukkan wajah nya.
"Apa bisa kita mulai sekarang?"kata pak penghulu.
"Bisa pak!"jawab Ganda penuh semangat.
"Semangat banget yah"puji pak penghulu, membuat semua orang tertawa.
"Heheh"Ganda cengengesan.
"Bagaimana saudara Ganda, apa anda sudah siap?"tanya pak penghulu lagi. Di jawab anggukan kepala oleh Ganda.
Pak penghulu melirik Fiera, kemudian menjabat tangan Ganda setelah memastika semuanya sudah bisa di mulai.
" Saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Ganda Wijanto bin Ferdi Wijanto dengan saudari Fiera Alika Baksara binti William Baksara dengan maskawin seperangkat alat sholat di bayar tunai"
"Saya terima nikahnya Fiera Alika Baksara binti William Baksara dengan mas kawin seperangkat alat sholat tunai!"
"Bagaimana para saksi??", Tanya pak penghulu yang langsung di jawab oleh para saksi.
"Sah!!!!" Jawab saksi.
"Alhamdulillah dulillah" pak penghulu memimpin doa.
Akhirnya acara pernikahan yang sederhana antara Fiera dan Ganda selesai juga.
__ADS_1
Karena acaranya sangat sederhana, jadi mereka tidak merasa kelelahan duduk di pelaminan.
"Selamat yah Fie, Sekarang kami sudah menjadi seorang istri"ucap pak Somat memberi selamat pada siswi kebanggaan nya.
"Makasih pak" balas Fiera menyalami tangan pak Somat.
"Kamu juga yah Ganda, jaga siswi kebanggaan saya ini"kata pak Somat beralih menatap Ganda.
"Siap pak!!!!!"jawab Ganda semangat.
"Ya sudah, bapak mau kembali ke sekolah dulu. Nanti bakalan ada rapat" pamit pak Somat.
"Baiklah pak"ujar Fiera memberi hormat. Begitu juga dengan Ganda.
Setelah pak Somat pergi, Fiera memutuskan untuk pergi ke kamarnya. Ia merasa sangat lelah sekali. Memakai gaun pengantin yang terasa berat jika memakai nya terlalu lama.
"Mau kemana?"tanya ganda menahan lengan Fiera.
"Bukan urusan Lo!"ketus Fiera.
"Lah, kita udah suami istri Fiera, apapun urusan Lo, adalah urusan gue juga!"tegas Ganda memperingatkan Fiera tentang status baru mereka.
"Bodo amat!" Fiera menepis tangan Ganda, lalu pergi begitu saja dengan sedikit susah payah karena gaun nya yang terlalu kepanjangan.
"Tau gini, kenapa mereka memaksa gue memakai gaun kaya gini. Kenapa gak kebaya aja sih!" gerutu Fiera.
Para kerabat masih di rumah Fiera, meskipun kerabat Deket, tetap aja rumah Fiera terlihat sangat penuh.
"Ini semua keluarga kita sayang"sahut Dea.
Ganda menoleh, ia kaget melihat mertua nya berdiri di sampingnya. Entah sejak kapan Dea naik ke pelaminan yang di buat di ruang tengah rumah Fiera.
"Iya ma, Ganda akan memperhatikan satu persatu" jawab Ganda tersenyum.
"Mama percayakan Fiera sama kamu Ganda. Mama yakin kamu pasti bisa membuat Fiera luluh pada kamu"
"Makasih ma"balas Ganda
"Yaudah, susulin gih!" seru Dea.
"Boleh ni ma? soalnya kan tamu masih banyak"jawab Ganda tidak enak.
"Lalu, kamu ngapain sendiri di sini?"
"Oh iya, yaudah deh. Ganda susulin istri Ganda dulu yah" pamit Ganda Salim sama mertua nya.
"Bikinin cucu kalau bisa yah"goda Dea berbisik.
"Siap!!!" balas Ganda mengacung jempol nya, lalu berlari pergi menaiki anak tangga menuju ke kamar Fiera.
__ADS_1
Sementara di dalam kelas, Raisa menunggu nunggu ke datangan Ganda.
"Lo kenapa sih Rai?"tanya Angle heran. Sejak tadi Raisa mondar mandir Seperti cacing kepanasan.
"Ganda kok gak masuk yah, apa dia sakit? gue khawatir banget!" ujar Raisa.
"Aduh Raisa, kaya dia suami Lo aja. Tu anak udah gede, gak perlu Lo khawatirkan" dengus Angle kesal.
"Tapi Angle, gue tu sayang sama dia. Udah jatuh hati!!!" balas Raisa.
"Tapi, Fiera juga gak masuk!" kata Angle teringat dengan Fiera yang juga belum keliatan batang hidungnya.
"Oh iya, kok gue baru sadar yah!"sahut Raisa.
"Makanya, otak Lo jangan di set Ganda doang. Sampai sahabat Lo sendiri Lo gak inget" dengus Angle.
"Yah maaf, namanya juga lagi jatuh cinta"jawab Raisa tersenyum malu.
"Dih, cinta. Entar gak berbalas, nangis! frustasi"ledek Angle.
"Ih, kok Lo jahat banget sama Gue!" protes Raisa menatap Angle kesal.
"Itu kan bisa aja Rai, Lo sih plin plan. Kemarin ngajarin gue kaya gitu, eh sekarang malah kaya gini. Aneh Lo!!!"
Raisa dan Angle terus terlibat perdebatan tiada henti. Hingga mereka mendengar obrolan ringan anak anak lain yang sedang menceritakan tentang Ganda dan Fiera yang tidak hadir bersama.
"Kode berat tau gak sih, Ganda dan Fiera gak datang kompakan"
"Iya, gue yakin mereka janjian"
"Yakin banget malah. Lagian, mereka serasi tahu."
"Bener, mereka ganteng sama cantik. Pinter lagi!!"
Raisa mengepalkan kedua tangannya, ia hendak melabrak sekelompok siswi itu. Namun, Angle menahannya.
"Jangan Rai, Lo bisa kena hukum lagi nanti" ucap Angle.
"Gue gak peduli!" jawab Raisa, ia tetap ingin melabrak siswi siswi itu. Namun Angle menggunakan jiwa tomboy nya menarik Raisa jauh dari sana.
"Lo kenapa sih, bawa gue ke sini!" tanya Raisa heran, bukan nya membela dirinya Angle malah menahan nya dan membawanya pergi taman belakang sekolah.
"Lo gila? jika gue biarin Lo di sana dan melabrak mereka. Maka Lo akan mendapatkan masalah besar Rai."jelas Angle.
"Lagi, Lo gak ada hak marah sama mereka Rai. Apa yang mereka lakukan adalah hak mereka. Berpendapat itu bebas Rai!"jelas Angle.
"Arggggg!!!!!"
Raisa memukul mukul pohon yang ada di taman belakang. Entah mengapa ia selalu merasa kesal jika Ganda di jodoh jodohkan dengan Fiera, Sahabat nya sendiri.
__ADS_1
Entah apa yang akan ia lakukan jika hal itu benar benar terjadi.
Gue harap Lo gak akan terpancing Fie. Gue harap takdir tidak mempersulit hubungan kita.