Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Sungguh Aku mencintai mu


__ADS_3

Sejak kejadian di rumah sakit, Fiera merasa bersalah pada Ganda. hubungan nya dengan Ganda terlihat renggang. Ganda bersikap cuek padanya.


Namun, seperti biasanya. Fiera selalu menjenguk Raisa ke rumah sakit bersama Ganda. Meskipun dia harus menahan sakit di hatinya melihat Raisa yang terlihat sangat manja.


Hari ini adalah hari ke 4 Ganda menjadi kekasih pura-pura Raisa, atas paksaan dari Fiera.


"Gue pulang dulu Rai, besok sekolah" pamit Ganda.


"Baiklah honey, hati hati yah" balas Raisa mengelus punggung tangan Ganda. Fiera hanya bisa memperhatikan apa yang Raisa lakukan.


"Gue juga balik Rai" sambung Fiera.


"Baiklah hati hati yah"


"Oke" sahut Fiera.


Ganda sudah keluar dari kamar inap Raisa, ia terus berjalan lurus tanpa memperdulikan Fiera yang berjalan di belakang nya.


Hingga tiba di rumah, seperti biasanya Ganda langsung masuk ke kamar dan membersihkan diri. Setelah itu, Ganda langsung berbaring di atas ranjang.


"Ganda!!" panggil Fiera ketika Ganda melewati nya begitu saja.


"Gue capek, gak usah makin membuat gue capek!" jawab Ganda tanpa menoleh.


"Gak ganda, gue mau ngomong sama Lo!!!" bantah Fiera sembari menarik lengan Suaminya.


"Aduh apa lagi sih Fie, apa Lo gak puas, mempermainkan hidup gue? apa Lo mau gue berpura pura sama wanita lain lagi? gue capek Fie, gue mau istirahat!"


"Gue--" ucapan Ganda terhenti, Fiera lebih dulu memeluknya erat.


"Maafin gue Gan, gue terpaku melakukan semua ini. Gue hanya merasa bersalah, Raisa mengalami kecelakaan demi menyelamatkan gue. Andai dia tidak menabrak mobil Yani. Mungkin gue sudah gak ada"


Deg~


"Lo tau dari mana?"

__ADS_1


Ganda merenggangkan pelukan Fiera, ia menatap wajah istri nya lekat.


"Gue gak sengaja mendengar polisi mengintrogasi papanya Yani. Gue mencari tahu semuanya. Dan benar, Raisa mengalami kecelakaan ini karena gue. Lagi pula, nanti setelah Raisa sembuh, gue janji bakalan mengatakan semuanya"


Air mata Fiera mengalir deras pada pipi tembemnya. Membuat Ganda tidak tega melihat nya.


"Sudah Sayang, jangan nangis lagi. Maaf gue udah buat Lo gak nyaman" lirih Ganda merasa bersalah.


"Gue cinta sama Lo Ganda, gue cinta. Tolong jangan cuekin gue, gue mohon" Fiera semakin memeluk Ganda erat.


"Gue juga cinta sama Lo Fie, gue lebih sayang!" balas Ganda.


Hati Ganda berbunga bunga, akhirnya ia mendengar pengakuan cinta Fiera.


"Love you honey"


"love you too mu husband"


Ganda mengecup kening Fiera, lalu turun ke hidung dan turun ke bibir Fiera. Ganda melakukan nya dengan sangat lembut.


Untuk kejadian selanjutnya, biarlah Ganda dan Fiera yang tahu. Karena sekarang adalah bulan ramadhan. Mohon maaf yah readers.


...----------------...


"Rai!"


Susi masuk ke dalam ruang inap Raisa, saat itu Raisa sedang sendirian.


"Ngapain Lo ke sini?" ketus Raisa. Ia bersikap seperti sebelumnya pada Susi.


"Cih, gue pikir Lo beneran lupa ingatan!" kekeh Susi.


"Bukan urusan Lo, lebih baik Lo pergi dari sini!" usir Raisa memalingkan wajahnya.


"Udah deh Rai, gak usah berakting. Lo ngaku aja. Lo dah tahu kan, Ganda dan Fiera itu udah nikah. Apa Lo gak kasian sama dia??? apa pengorbanan Fiera sama Lo belum cukup???

__ADS_1


Gue tahu, Lo udah nyelamatin hidup Fiera, tapi gak gini juga Rai!!"


"Lo gak usah ikut campur, Lo itu gak tahu apa apa!" tekan Raisa.


Susi menggelengkan kepalanya, ia tidak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh Raisa. Tega teganya Raisa melakukan semua ini.


"Gue kira Lo udah sadar, karena Lo menyelamatkan Fiera. Ternyata gue salah, Lo lebih picik dari yang gue bayangkan!!"


Susi berbalik, ia hendak keluar dari ruang inap Raisa. bertepatan saat itu angle datang.


"Loh, Susi. Lo ada di sini?" sapa Angle. namun, Susi hanya melirik Angle sebentar, lalu melanjutkan langkahnya pergi.


"Rai, kenapa tu anak?" tanya Angle heran.


"Lo bawa apa?" tanya Raisa mengalihkan pembicaraan. ia menelan emosi nya agar Angle tidak bertanya lagi.


"Oh iya, ini gue bawa seblak kesukaan Lo"


Angle menyodorkan cup seblak ke hadapan Raisa agar gadis itu memakannya.


"Wahh kesukaan gue,makasih angle" sorak Raisa.


"Sama sama baby" balas Angle tersenyum lebar. Di dalam hatinya, ia bertanya tanya apa sebenarnya yang terjadi. Angle tahu pasti bagaimana sikap Susi.


"Kok gue ngerasa ada yang Raisa rahasiakan dari gue yah? tapi, gak mungkin deh!" lenguh Angle dalam hati, ia galau sendiri memikirkan apa yang terjadi


"Lo kenapa Gel?" tanya Raisa.


"Huh? apa? gue gak papa" jawab Angle gelagapan.


"Tapi Lo aneh deh" heran Raisa.


"Ah udah udah, habisin seblak nya!" kata Angle.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2