Mengejar Cinta Ketos Jutek

Mengejar Cinta Ketos Jutek
Murid? apa Babu???


__ADS_3

Berniat ingin menantang dan balas dendam, ehhh malah dapat petaka.


Ganda harus membersihkan toilet pria dan membersihkan lapangan sekolah yang sengaja di acak acakin oleh anak anak OSIS atas perintah Fiera.


"Awas aja tu cewe, sampe gue dapet kesempatan buat balas Lo!!!" ucap Ganda bicara sendiri. Semua orang sudah masuk dan belajar di dalam kelas. Sementara dirinya, harus membersihkan toilet yang sangat luas ini sendiri.


"Apa gak ada hukuman lain apa? kenapa gue lagi lagi bertemu dengan ruangan menjijikan ini!"


"Halahhh, Lo itu ngeyel. Udah gue bilang juga, menghindar dari tiga cewe itu!" ujar Rafael yang entah sejak kapan ada di belakang nya.


"Lo gila apa, gue telat beberapa menit aja udah segini hukuman nya" balas Ganda sembari berbalik.


"Itupun, Lo gak jera jera!" ledek Rafael.


"Udah, gak usah banyak omong Lo. Pergi salah, gue gak mau di ganggu!" usir Ganda melempar Brush pembersih lantai.


"Hahaha...Sekolah apa jadi babu sih Lo" ledek Rafael.


"pergi gak Lo!! gue siram nih!!!" Ganda mengejar Rafael membawa air dalam gayung.


"Hahaha..... Kaburrrrrr" teriak Rafael berlari meninggalkan toilet.


"Huhhh, bukan nya bantu. Malah mengejek Lo!" gerutu Ganda kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Sementara di dalam kelas, Fiera tampak biasa saja tanpa rasa bersalah pada Ganda. Ketika Raisa memohon pada Fiera agar Ganda di ampuni, Fiera tetap biasa saja. Ia tidak akan mengampuni siapapun yang sudah melanggar peraturan sekolah.


"Lo jahat banget tau gak Fie" sungut Raisa.


"Aduhhh Raisa sayang, gebetan Lo itu udah salah. Kenapa meski di bela sih. Biarin aja dia bersihin semua toilet dan lapangan luas itu!" sela Angle.


"Tau ih, Lo suka boleh. Tapi jangan sebucin itu!" sambung Randi.


"Eh Cunguk ayam. Lo Jangan ikutan yah. Masih sayang nyawa gak?" serga Raisa menunjuk Randi. Pria itu langsung menutup mulut nya.


"Aduhhh kalian kenapa berisik banget sih, gue lagi ngerjain laporan ini. Mumpung pak Dede gak masuk!" kata Fiera melirik teman temannya yang sejak tadi berkoar di sekitar nya.


Raisa memanyunkan bibirnya, ia berharap Fiera mau meringankan penderitaan calon pacar nya.


"Raisa, Lo kok gini sih. Kalo Lo mau dia gak gini, maka Lo jemput dia biar cepat berangkatnya!" kata Fiera lagi, ada nada kesal di ucapan nya. Fiera benar benar membutuhkan waktu tenang saat ini.


"Wahhh Lo bener Fie. Gue bisa jemput pangeran gue biar kita berangkat bareng" ujar Raisa girang.


"Makasih Fie!!!" Raisa langsung memeluk Fiera erat sebagai ungkapan rasa syukur nya.


"Aduhhh Raisa, gue lagi kerja sa!!" omel Fiera. Sedangkan Raisa hanya tercengir melepaskan pelukannya.


"Bentar...." Angle mulai berpikir keras.


"Jika Lo jemput cowo Cunguk itu, trus gue bareng siapa dong???"


"Mana gue tahuuu" jawab Raisa mengangkat bahu.


"Gak gak, gak bisa gitu Raisa. Masa Lo rela ninggalin gue demi cowo kaya itu sih!" kata Angle manyun.


"Yeee apa salah nya, my baby Ganda itu sangat penting. Gue baru kali ini merasakan jatuh cinta yang sebenarnya" kata Raisa tersenyum malu.


"Ahh Bucin Lo!!" sungut Randi yang langsung mendapat tatapan sinis dari Raisa.


Fiera menyelesaikan proposal nya, ia merasa sangat lega sekarang.


"Udah selesai?" tanya Susi.


"Udah, barusan. Dan gue akan menemui pak Somat sekarang" jawab Fiera tersenyum lega.


"Mau gue temenin gak?" tawar Susi.


"Boleh"


Fiera membereskan laptopnya, ia menyalin file proposal ke dalam flashdisk.


"Mau kemana?" tanya Angle melihat Susi dan Fiera pergi keluar kelas.


"Kita mau ketemu pak Somat" jawab Susi.


"Ohh yaudah" balas Angle lagi.


"Gue kira mau ikut, dasar lakik." cibir Susi kesal, ia berpikir jika Angle ingin ikut bersama mereka, ternyata gadis berdarah laki laki itu hanya bertanya saja.


"Udah lah yuk!" Fiera menarik lengan Susi pergi. Mereka berjalan beriringan menuju ke ruang kepala sekolah.


Dari kelas IPA 1, menuju ke ruang kepala sekolah harus melewati lapangan sekolah. Jadi, Fiera terpaksa bertemu dengan Ganda yang sedang memunguti sampah di sana.


Ganda melirik pada Fiera yang lewat di samping nya bersama Susi dengan sinis.

__ADS_1


"Ganteng ganteng, tapi babu"cibir Susi dengan nada bercanda.


"Apa Lo bilang?" ganda langsung berdiri, ia menatap Fiera dengan tatapan permusuhan.


Namun, orang di tatapannya malah pergi begitu saja tanpa memperdulikan bentakan Ganda


"Heh cewe gaje! Lo itu manusia atau batu sih!" teriak Ganda mencegat Fiera.


Fiera pun menatap Ganda sinis, ia merasa tidak membuat masalah dengan pria ini.


"Lepasin tangan gue!" bentak Fiera.


"Waduhhh, pasti ganda mikirnya Fiera yang nyindir dia" gumam Susi pelan.


"Lo selalu aja nyari masalah sama gue!" kata Ganda.


"Lo gila yah, buat apa gue cari masalah sama Lo. Gak ada gunanya!!!" balas Fiera.


"Udah deh, Lo ngaku aja. Lo caper kan sama gue!" tuduh Ganda dengan penuh percaya diri.


"Cihh..Caper? tampang sebegini biasa, apa yang mau di caperin sih dari cowo kaya Lo?"


"Aduhhhh udah deh, kalian Jangan berantem mulu. Entar kalo guru guru pada keluar gimana?"kata Susi mencoba melerai perdebatan itu.


"Temen Lo tu yang mulai duluan, bilangin orang babu. Ini semua terjadi karena dia!! gue gak bakalan lakuin ini kalo bukan karena dia!" ucap Ganda nunjuk nunjuk Fiera.


"Santai dong, gak usah pake nunjuk nunjuk gue deh. Lo di hukum karena memang Lo biang pelanggaran. Lo selalu buat pelanggaran di sekolah. Sejak Lo kesini, anak anak pada ketularan telat kaya Lo!" balas Fiera.


"Cih... Lo nya aja yang sok taat peraturan, padahal hanya buat pansos!!!" sindir Ganda.


Rahang Fiera mulai mengeras, ganda sudah membuat emosinya semakin memuncak.


Aduhhh ni cowo bener bener deh. Bikin Fiera sebegini marah. Gimana ini....


Susi terus mencoba mencari cara agar pertengkaran Fiera dan Ganda berakhir. Sebentar lagi bel akan bunyi, pasti semua guru akan keluar dari kelas dan melihat Fiera bertengkar dengan Ganda.


"Aduh, udah dong. Malu tahu berantem disini!" kata Susi menarik Fiera untuk pergi dari sana.


Tapi, Ganda malah menarik Fiera dan membuat Fiera terjatuh ke tanah.


"Awww...."


"Ups gak sengaja" kata Ganda pura pura. Padahal ia sengaja membuat Fiera terjatuh agar Fiera tahu bagaimana rasanya kotor di sekolah.


Susi melebarkan matanya melihat Fiera terjatuh karena Ganda.


"Yah kotor" gumam Susi membantu membersihkan rok Fiera.


"Udah gak usah Susi, gue gak papa" kata Fiera menghentikan Susi membersihkan rok nya. Mata elang Fiera menatap lurus kearah Ganda.


"Kenapa? marah? uuuu, tapi Lo udah tahu kan, rasanya kotor ketika kita berniat menuntut ilmu di sekolah!! bukannya menuntut jadi babu!" sindir Ganda .


"Lo-"


Kringggggggggg.


Fiera menelan amarahnya kembali karena suara bel istirahat, ia tidak mau anak anak lain melihat perdebatan dirinya dengan pria sampah seperti Ganda.


"Yuk Cabut!" ajak Fiera berbalik pergi.


"Tunggu Fie!!!" teriak Susi mengejar Fiera yang sudah berjalan cepat.


"Huuuu, takut sam gue bilang boss!!!" teriak Ganda lagi, namun Fiera tetap berjalan lurus menuju ke ruangan pak kepala sekolah.


Ganda kembali memunguti sampah yang berserakan karena Fiera tadi, lalu semua pekerjaan nya selesai.


"Akhirnya kelar juga" lenguh Ganda senang. Ia langsung pergi ke toilet untuk membersihkan tangan dan baju nya yang terkena debu.


Setelah dari toilet, Ganda langsung menuju ke kantin. Bekerja selama jam pelajaran membuat tenaga nya habis terkuras.


"Ganda!!! Sini!!" pekik Raisa memanggil Ganda yang baru saja memasuki kantin.


"Bentar, gue pesen makanan" balas Ganda. Raisa pun mengangguk pelan.


Di meja yang Raisa tempati, ada Rafael dan Angke juga. Mereka sudah terbiasa makan bersama seperti ini.


"Eh, ngomong ngomong Fiera kemana?" tanya Rafael.


"Ketemu pak Somat dia" jawab Angle.


"Ada acara kah? atau apa?" tanya Rafael lagi.


"Katanya sih mau buat bansos gitu, ke desa keterbelakangan" jawab Angle lagi.

__ADS_1


"wah Seru kaya nya ni, ada kemping kan?"


"Yah ada lah, di sana katanya satu Minggu" sahut Angle membenarkan.


Ganda selesai memesan makanan, ia menghampiri Rafael dan kedua teman sekelasnya yang sedang ngobrol. Ganda duduk di samping Rafael di depan Raisa.


"Gue heran deh sama Fiera, kenapa sih setiap tahun dia selalu ingin membuat acara acara seperti ini." kata Rafael.


Ganda menikmati bakso kuah nya sembari mendengar obrolan Rafael dan Angle. Sementara Raisa sibuk memperhatikan Ganda.


"Yaelah Lo gak tahu? Fiera lakuin ini semua untuk mengisi waktu luangnya. " Kata Angle.


"Fiera itu kasian tahu, dia kekurangan kasih sayang dari orang tua nya" timpal Raisa.


"Seriusan?" tanya Rafael kaget, ia melihat Fiera selalu terlihat biasa saja, tidak ad sedikit pun penderitaan terlihat di matanya.


Jadi dia bersikap dingin seperti itu karena kekurangan kasih sayang?.Batin Ganda.


"Papa mama nya selalu sibuk keluar masuk Negeri. Jadi, Fiera terbiasa sendiri, dan mengikuti acara acara seperti ini untuk mengisi waktu luang nya" imbuh Raisa lagi.


"Pantes dia selalu ikut setiap acara yang OSIS adakan di waktu libur" lirih Rafael.


Ganda mulai mencerna cerita dari teman temannya, mulai ada rasa simpati di hatinya untuk Fiera.


Kenapa gue malah simpati yah? dia kan cewe paling nyebelin yang pernah gue temui.


"Gan, kok Lo ngelamun sih. Makanan lu masih banyak." tegur Rafael.


"Eh iya, masih panas" Kila Ganda beralasan.


"Ini udah dingin Lo beb" Raisa menyendok kuah bakso Ganda untuk memastikan panas atau dingin baksonya.


Ganda kaget, ia menggaruk leher nya yang tidak gatal sama sekali.


"Lo pasti lelah banget yah, di hukum sama Fiera?" tanya Angle.


"Gak kok, biasa aja. Sesekali berolahraga" kekeh Ganda.


"Sesekali apa nya, Lo telat dan di hukum setiap hari bege!?!" sungut Rafael menoyor kepala Ganda.


"Yahhh Gimana yah, gue udah biasa sih" kekeh ganda lagi.


"Eh gue nambah saos dulu yah" ujar Raisa.


"Ok sip" sahut Rafael.


"Eh, kalian tahu gak sih. Fiera itu udah berubah banget sekarang!!" bisik salah satu kelompok siswi yang di lewati Raisa.


Karena penasaran, Raisa malah memperlambat langkah kakinya.


"Kalian coba deh liat sikap nya sekarang. Ia sering terlibat pertengkaran sama anak pindahan itu. " ujar salah satu siswi yang menanggapi ucapan temannya tadi.


"Iya yah, hampir setiap hari mereka berdebat"


"Biasanya kan, Fiera gak pernah ladeni setiap siswa yang mencoba mencari perhatiannya.


"Wahh iya tu, gue rasa ni yah. Ganda bisa nih curi perhatian Fiera"


"Gue mikirnya juga gitu"


"Gak sabar yah, gimana sih kalo si Ketos jutek itu bucin."


"Pasti seru nih"


Kelompok gadis gadis itu tertawa bersama. Mereka merupakan pengagum Fiera, maka dari itu mereka selalu memperhatikan Fiera.


Apa? Fiera tertarik sama Ganda?


Kok gue gak ngeh sih sama sikap Fiera. Apa bener seperti itu ya?.


Gak lah, mana mungkin Fiera menyukai ganda, yang ada mereka selalu bertengkar.


Raisa melanjutkan langkah kakinya dengan cepat. Lalu, mengambil botol saos di meja mang Iis, sih penjaga kantin.


Raisa kembali ke meja nya, ia memasukkan saos sangat banyak ke dalam mangkok bakso nya.


Angle kaget melihat Raisa menuangkan saos banyak banyak ke dalam mangkok nya.


"Raisa, itu saos cabe loh. Bukan Tomat" kata angle memperingatkan.


"Gue mau makan pedes" jawab Raisa ketus.


"Lah, kenapa ni bocah?" ujar Rafael.

__ADS_1


Ganda terlihat acuh, ia tidak terlalu peduli dengan Raisa atau yang lain nya. Menurut Ganda hanya Fiera yang menarik, tapi sikap judes nya membuat dirinya sellau kesal kepada nya.


...----------------...


__ADS_2