
Cling~
Ganda mendapatkan pesan dari Raisa, hari ini ia ingin menghabiskan waktu bersama pria itu.
"Dari siapa?" tanya Fiera. Ia meletakkan coklat panas di atas meja depan Ganda duduk.
"Bukan dari siapa siapa" jawab Ganda.
"Sorry, tapi gue udah lihat. Itu dari Raisa kan?"
"Udahlah, gue gak papa kok. Dia lagi sakit, kalo dia udah sembuh, baru kita katakan semuanya" kata Fiera tersenyum lembut.
"Tapi, gue gak mau melakukan hal ini lagi Fie, gue gak mau merasa jahat sama dia. Apalagi sama Lo"
"Udah sayang, gue gak papa kok. Apa salahnya kita berkorban demi sahabat kita"
Ganda mengecup tangan Fiera yang kini mengelus pipinya.
"Kenapa sih, Lo baik banget. Gue bahagia banget bisa punya istri kaya Lo"
"Gue juga bahagia punya suami seperti Lo" balas Fiera. Mereka saling berpelukan. Fiera memejamkan matanya menikmati kehangatan tubuh Ganda, begitu juga sebaliknya.
~•
Sesuai permintaan Raisa, Ganda datang sendiri ke rumah sakit. Saat itu, Ganda mendapati Raisa sendirian.
"Akhirnya Lo datang" sapa Raisa melihat kedatangan Ganda, ia tersenyum lebar.
Raisa menunjuk kursi kosong di samping ranjang nya.
"Gimana kabar Lo? apa Fiera membiarkan Lo datang ke sini?"
Deg.
Ganda menatap Raisa kaget, apa sebenarnya yang gadis ini coba rencanakan.
"Cih, jangan menatap gue seperti itu. Gue tahu Lo pintar"
Nafas Ganda mulai sesak, ia sangat marah mengetahui bahwa dirinya sudah di permainkan oleh Raisa.
"Lo jahat yah Rai, Lo tega mempermainkan sahabat Lo sendiri!!!!"
"Tapi gue harus melakukan ini!"
"Apa? harus Lo bilang??" Ganda berdiri, ia membalikkan tubuhnya membelakangi wanita yang benar-benar jahat bagi nya.
"Jika gue gak melakukan ini, apa Fiera akan mengakui perasaannya sama Lo? atau kalian akan berakhir seperti kedua orang tua Fiera???"
__ADS_1
Langkah ganda terhenti,
"Gue hanya ingin memastikan hati Fiera untuk siapa, gue gak mau Lo sakit hati. Gue juga gak mau Fiera salah memilih. Gue hanya ingin kalian bahagia" lirih Raisa.
"Tapi cara Lo salah!"
Ganda membalikkan tubuhnya, ia menatap Raisa tajam. Bukan nya sedih, Raisa malah tersenyum.
"Gue senang, saat ini kalian udah saling mengungkapkan perasaan sendiri. Gue turut senang"
Raisa menghapus air yang mengalir di sudut matanya, lalu membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Ceklek.
Mama Raisa masuk ke dalam, ia tersenyum pada Ganda.
"Wahh ternyata ganda ada di sini yah"
"Tante" sapa Ganda Salim. Ekspresi marahnya langsung berubah menjadi netral, meskipun tidak seramai biasanya.
"Udah lama yah Ganda? Fiera mana?" tanya Mama Raisa lagi.
"Gan, tolong bawa Fiera ke sini. Gue mau ngomong" lirih Raisa dengan kedua mata terpejam.
"Gue gak mau" tolak Ganda, ia tidak mau Raisa kembali menyakiti hati istri nya.
"Sayang, kamu kangen sahabat kamu yah? mama aja yang jemput yah"
"Gak ma, mama harus di sini" tolak Raisa.
Mama Raisa menghela nafas, ia menoleh pada Ganda dengan raut memohon.
"Baiklah" putus Ganda.
Ganda langsung pulang menjemput istrinya sesuai permintaan teman yang sengaja menipu dirinya.
"Apa sih mau tu anak!!"maki Ganda memukul stir mobil nya.
Sementara di tempat lain, Susi pergi menemui Angle. Ia tidak tahan memendam rahasia sendiri. Ia harus menghentikan aksi Raisa.
"Aduh, Susi. Lo ngapain sih Jaka gue ketemuan. Gue tuh mau jengukin Raisa tahu!"
"Aduh Angle. Gue tuh mau ngomong sesuatu sama Lo!!"
"Yaudah buruan!!"desak Angle.
Saya ini mereka berada di taman yang tidak jauh dari rumah sakit tempat Raisa di rawat.
__ADS_1
"Raisa itu berbohong, gadis itu tidak lupa ingatan Angle!"
"Aduh Susi!!! Lo jangan mengada deh. Kalau Lo mau becanda, entar aja deh. Sekarang tu Raisa lagi sakit!" bantah. Angle
"Lo itu jangan percaya sama tu cewe. Raisa beneran kagak lupa ingatan!!"
Brak~
Angle berdiri dari duduknya, ia menatap Susi tajam.
"Kalau Lo mau jelekin Raisa lagi, gue gak akan mau bicara sama Lo lagi !!!"
"Angle!!!!!!
Angle!!! Lo harus percaya!!!"
"Gue gak bohong!!"
Angle terus berjalan cepat meninggalkan Susi, ia tidak akan mau mendengarkan Susi lagi. Tega teganya dia mengatakan hal itu, padahal Raisa sudah mengalami hal yang sangat buruk.
...----------------...
Ganda tiba di rumah, ia langsung masuk ke dalam rumah.
Ketika membuka pintu, ganda bersirobok dengan Fiera yang akan membukakan pintu.
Pria itu sangat kaget melihat kondisi istri nya.
"Ada apa sayang , kenapa kamu menangis???"
Ganda langsung memeluk istrinya, ia tidak tahu apa yang menyebabkan Fiera menangis.
"Antar gue ke rumah sakit Ganda, Raisa sudah pergi!!! hikss.... Hikss..."
Duarrrrr~
Seakan di sambar petir, Ganda sangat kaget mendengar pernyataan Fiera
"Pergi kemana? Lo jangan ngaco Fie. Gue baru dari sana!!"
"Mama nya nelfon gue, dia bilang Raisa udah gak ada. hiks... antar gue ke sana Gan, gue mau lihat langsung!!"
"Astaga, sebenarnya ada apa ini. Raisa tadi terlihat baik baik saja. Tapi mengapa kabar buruk malah datang" batin Ganda
"Ganda!!! Ganda!!!!" panggil Fiera di sela sela tangisnya.
"Iya iya sayang, kita ke sana sekarang!!"
__ADS_1
Ganda langsung membawa Fiera menuju ke rumah sakit. Ia baru mengerti maksud dari perintah Raisa tadi. Raisa menyuruhnya menjemput Fiera untuk melihat dirinya untuk yang terakhir kalinya.