
Sialan kau Adriannnn! Hah, apa-apaan seringainya tadi! Dia kira aku suka apa melihat tubuh baunya itu! Brengsek! Brengsek! Brengseeeeeek! Gerutu Zyona kesal dalam hati.
Zyona masuk ke dalam kamarnya dengan wajah yang bersemu merah.
Adrian itu apa - apaan sih. Kok hari ini aneh banget. Batinnya
Zyona menjatuhkan tubuhnya kasar ke atas tempat tidur. Matanya lurus menatap langit - langit kamar. Wajah merah padam seperti kepiting rebus. Jantung yang berderu dengan kencangnya. Gila! Aku ini kenapa siii!
Sepuluh menit kemudian Zyona keluar dari kamar. Berjalan menuruni tangga berharap kalau Adrian tidak ada lagi dirumah.
Zyona berjalan terus kedapur, dan ternyata Adrian ada disana. Zyona tersentak ketika bersitatap dengan suaminya itu. Zyona diam di tempatnya berdiri. Dia ingin pergi dari tempat itu tapi perkataan Adrian menghentikan langkahnya
"Kemana? Duduk sini bersamaku! "
Glek, Zyona menelan salivanya. Dia berbalik badan menghadap Adrian dengan sedikit tersenyum.
Tenang Zyona, dia itu Adrian yang seperti biasanya. Jangan gugup, okey.
Zyona mendekat dan duduk dikursi samping pria tampan itu.
Zyona menyetel wajahnya berusaha tersenyum "Ada apa Rian? "
Adrian mendorong piring mangkuk berisi soto kehadapan Zyona "Makan" Titahnya
Zyona melirik soto itu "Kamu dapat dari mana? " Wajahnya bingung Apa Adrian bisa masak? Pikirnya kemudian
"Nyolong" Jawab Adrian
"Nyolong? " Zyona membeo
"Brisik! Aku bilang makan ya makan! " Membentak mulai hilang kesabaran
Zyona langsung menundukkan kepalanya karena bentakan Adrian. Dia mengerucutkan bibirnya, kesal dengan pria itu.
Sikit-sikit marah, sikit-sikit bentak. Pria resek! Gerutu Zyona dalam hati
Adrian tersenyum tipis saat memperhatikan wajah kesal Zyona. Dia semakin bersemangat membuat istri kecilnya itu kesal. Ais...Wajah marahmu itu seperti nikotin Zyona. Dan itu membuatku candu.
Hari ini Adrian habis-habisan mengerjai istrinya. Memang benar kata Nita. Kalau pria itu culas dan resek!
"Adrian ini udah yang ketiga kali loh! Sebenarnya kamu sukanya sprei yang mana sih! " Gerutu Zyona sambil menatap kesal pada Adrian
Lelaki itu menatapnya santai sambil menahan tawanya. Wajah jengkel Zyona semakin membuat hatinya gemas.
"Um, sepertinya kita kembali ke warna semua" Ucap Adrian seenaknya
Dan itu membuat kemarahan Zyona sampai ke ubun-ubun " Kamu ini maunya apa sih! Tadi mau sprei yang warna merah! Lalu ganti ke hitam! Biru dan sekarang kembali ke warna awal! " Marah, dan tanpa sadar memukul mukul kuat dada Adrian. Tepat seperti anak kecil yang marah karena tidak diberi permen oleh papanya.
"He, apa yang kau lakukan ini hah! Kau berani melawan ku! " Suara Adrian sedikit meninggi dan itu berhasil membuat Zyona mundur seketika
__ADS_1
Zyona terlihat takut mendengar suara petir Adrian. Dia menunduk, meremas jemarinya, dan menggigit bibir bawahnya.
Adrian melihat itu, dan seperti ada desiran yang menjalar cepat dihatinya.
"Ekhem! " Adrian berdehem sambil membelakangi Zyona "Keluar" Katanya dengan nada suara datar
Setelah mendengar suara pintu yang ditutup, itu artinya Zyona sudah keluar. Adrian menoleh, dia menatap lekat pintu kamar yang tertutup itu sambil mengacak rambutnya.
Kenapa setiap ekspresi wajahnya selalu lucu sih. Kenapa pula dia itu sangat menggemaskan dimataku!
Adrian melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya. Pikirannya bercabang kemana mana.
Apa yang kulakukan hari ini sih! Aku tidak keluar rumah seharian hanya untuk mengerjai dia?! Aku benar-benar sudah gila!
Sore hari, Adrian keluar dari kamarnya, ingin berjalan menuruni tangga. Tapi matanya teralihkan ke pintu kamar Zyona yang terbuka
Adrian melangkah pelan masuk ke dalam. Sekilas dia melihat punggung putih telanjang Zyona, dengan buru-buru dia langsung keluar dari kamar itu.
Apa-apaan itu! Dia berganti pakaian kenapa tidak tutup Pintu sih!
Adrian menarik napasnya dalam - dalam. Pemandangan punggung Zyona terbayang jelas di ingatannya.
Aish, lama-lama aku bisa gila dirumah ini!
Adrian kembali ke kamarnya untuk mengambil kunci motor. Dan dia pergi dari rumah dengan menggunakan motor besar yang sangat jarang dia gunakan.
Malam hari, eh, lebih tepatnya larut malam. Adrian pulang ke rumah hampir jam satu malam.
Wajahnya sangat mengantuk, berkali-kali dia menguap menahan rasa kantuknya. Dia pulang sangat larut sengaja untuk menghindari Zyona. Bisa gawat jika dia berhadapan dengan Zyona, ketika kemolekan tubuh istrinya itu masih terngiang dipikirannya.
Adrian duduk di pinggir ranjang dikamarnya. Dia membuka HP nya yang berbunyi. Menandakan ada telepon masuk. Mata Adrian membola ketika melihat siapa yang menelepon
Moza... Batin Adrian.
" Halo " Tersirat rasa rindu disuara Adrian. Sudah tiga hari Moza keluar kota karena urusan dinas. Tidak hanya itu yang membuat Adrian rindu, tapi karena pacarnya itu tidak bisa dihubungi.
"Rian.... "
"Kamu kenapa susah dihubungi sih! " Potong Adrian, suaranya bergetar dengan gejolak rindu yang besar.
Disebrang sana Moza membisu. Lama dia diam, keheningan panjang pun terjadi.
"Kangen ya? " Seperti biasa, suara Moza selalu manis ditelinga Adrian.
"Sangat sayang! Kamu kenapa sulit dihubungi? Kamu ada masalah? Kapan kamu pulang? " Moza diserbu dengan pertanyaan beruntun dari Adrian.
"Belum tahu" Jawab Moza dari Sebrang telepon
"Kenapa lama? Kamu dinas dimana sih? Aku kesitu ya"
__ADS_1
"Gak! Jangan! " Jawab Moza dengan cepat.
"Kenapa? "
"Ih pokoknya jangan Rian, kamu gak boleh nyusulin aku" Katanya "Aku pasti pulang kok, gak kan lama, kamu sabar ya"
Ini perasaan ku saja, atau memang ada yang Moza sembunyikan dari ku. Batin Adrian curiga
"Yaudah, kalau kamu memang maunya begitu aku gak kan maksa! "
Tuttt
Adrian memutus sambungan teleponnya. Tanpa memberi kesempatan bagi Moza untuk berbicara.
Kesal! Adrian sangat kesal dan marah. Moza pergi tanpa bilang-bilang. Tahu-tahu ada kabar yang mengatakan dia dinas di luar kota. Terus lagi Moza sangat sulit untuk dihubungi. Itu membuat Adrian frustrasi. Rasa rindu yang dalam hampir membuatnya gila.
Apa yang dia sembunyikan dariku? Kenapa dia menghindari ku? Apa dia sudah punya lelaki lain? dan mencampakkan ku seenaknya?!
Pikiran Adrian bercabang. Dan itu hanya membuat hatinya menjadi gusar.
Adrian keluar dari kamarnya, dan masuk ke dalam kamar Zyona. Dia berjalan mengendap-endap seperti pencuri. Perlahan naik ke atas ranjang istrinya.
Dia menatap wajah Zyona yang tertidur sangat nyenyak. Hembusan napas yang pelan dan teratur, wajah yang tenang dan teduh. Zyona sangat lelap dalam tidurnya. Hingga tidak menyadari ada orang yang masuk ke dalam kamarnya dan menyingkap selimut yang dipakainya.
Sebuah ligeria yang terbuat dari kain satin. Sangat pas dibadan. Menampakkan kemolekan tubuh seorang Zyona Adisti. Tali spageti yang menggantung pada bahu indahnya. Ligeria yang sedikit tersingkap, menampakkan paha mulus Zyona.
Eh, tunggu tunggu! Jangan bilang kau rindu pada Moza, tapi melampiaskan nya pada Zyona?
Please, jangan Rian. Kami mohon jangan!
Kasihan Zyona.....
TBC....
LIKE RATE DAN KOMEN AND VOTE SAY!
Pertanyaan
Apa alasan Moza menghilang tiba-tiba.
A. Dia ingin menyerah dengan hubungan nya, dan mengiklaskan Adrian dengan Zyona
B. Sifat Moza sebenarnya jallang, sekarang ini dia punya pacar yang lebih kaya dari Adrian.
C. Jawaban versi kamu sendiri?
__ADS_1