Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Adrian marah


__ADS_3

Mobil melaju. Tiba-tiba telfon Adrian berbunyi. Setelah menerima panggilan telepon itu, Adrian memutar haluan mobilnya.


" Kita ke suatu tempat dulu ya, aku ada urusan sebentar "


Kata Adrian sambil menghidupkan mobilnya. Tapi wajahnya tampak berbeda.


Apa yang terjadi pada Adrian? Ingin sekali Zyona bertanya, tapi ia urungkan niatnya karna Adrian kini tampak sedang sangat kesal.


Jadi dia hanya mengangguk sebagai pengganti kata " Iya "


Mobil berhenti didepan suatu bangunan tua. Adrian meminta Zyona supaya menunggu saja didalam mobil, karena dia tidak akan lama didalam gedung itu.


Adrian masuk ke dalam sebuah ruangan yang begitu kumuh. Darrel sudah menunggu di situ dan tampak juga sesosok laki-laki tua yang sudah babak belur.


Adrian berdiri didepannya. Tatapan matanya begitu tidak bersahabat menatap lelaki itu.


Adrian menatap sinis pria tua itu. Yang ditatap hanya bisa tertunduk dibawah kaki Adrian dengan tubuh yang gemetaran.


" Katakan! " Ia berbicara pada Darrel, yang dimaksud langsung paham arah pembicaraan Adrian.


" Dia memang sudah sering melakukan pelecehan di bus Kak, dan korbannya tidak hanya satu. Memanfaatkan keadaan bus yang ramai dan berdesakan " Ungkap Darrel menjelaskan.


" Dia juga pernah dipenjara karena melecehkan anak di bawah umur "

__ADS_1


Telinga Adrian semakin panas mendengar itu.


" Adrian memandang tajam pada orang yang berlutut dihadapannya. Darrel yang berdiri di belakang Adrian, ikut mengerutkan dahi.


Kenapa dia sangat berani mengusik wanitanya kakak, macam tidak ada wanita lain saja. Apa dia tidak mengingini nyawanya lagi!? Gumamnya dengan kesal.


Adrian menghentakkan kakinya ke bahu lelaki itu. Ditekan dengan kuat membuat pria tua itu semakin gemetaran.


" Kau tahu, aku sebenarnya tidak peduli apa yang kau lakukan pada wanita lain. Tapi kesalahan fatalmu KAU LANCANG MENGUSIK MILIKKU SIALAN!! " Suaranya meninggi memenuhi ruangan itu.


" Maaf... Maafkan saya tuan... Saya tidak tahu siapa istri anda... Tolong ampuni saya.. " Suaranya terbata-bata. Tangannya bahkan bergetar menopang bobot tubuhnya.


Sebenarnya dia tidak tahu yang mana istri Adrian.


Tapi dengan Darrel membeberkan semua kelakuan bejatnya, membuatnya berfikir bahwa salah satu wanita yang pernah ia usik adalah istri pria menakutkan itu.


Dentuman keras terdengar. Benda kecil mendarat dikepala laki-laki itu. Jatuh ke lantai hingga pecah.


" Beliau tidak menyuruhmu berbicara! " Darrel berbicara dengan tegas.


Pria tua itu semakin gemetaran. Darah segar mengalir di pelipisnya. Mengalir sampai ke pipi. Tapi dia masih berlutut tidak berani mendongak, atau bahkan menyeka darah yang mengalir.


" Kau salah telah bermain api dengan ku! Kupastikan kau tidak akan selamat sialan! " Adrian tampak begitu murka. Mengetahui ada orang yang lancang memperlakukan istrinya dengan begitu tidak hormat.

__ADS_1


Cih, bahkan dia saja perlu persetujuan dari Zyona baru bisa menciumnya. Membuktikan betapa Adrian sangat menghargai istrinya. Tapi si tua bangka biadap itu malah melakukan hal bodoh dan kurang ajar!


Bermain dengan milik Adrian, ibarat menggali kuburannya sendiri!


" Hukum dia setimpal Darrel, aku tidak ingin melihatnya lagi! "


Ucap Adrian dengan nyalang api dimatanya. Dia menatap lurus ke depan tanpa berniat memandang orang yang semakin gemetaran dibawah kakinya itu.


" Baik kak "


Adrian melangkah kan kakinya keluar dari ruangan itu. Berkali-kali namanya diteriaki meminta pengampunan.. Tidak di gubris oleh Adrian.


Dia melangkah keluar dari bangunan itu, dan masuk ke dalam mobilnya.


Siapapun tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi pada lelaki tua itu. Sbab Adrian tidak akan melepaskan orang yang lancang berbuat sesuatu yang tidak pantas untuk istrinya! Cam kan itu!


Di dalam mobil. Pelan-pelan Zyona melirik muka Adrian. Laki-laki itu masih diam, dengan rahang yang mengeras. Ingin Zyona bertanya apa yang terjadi, tapi melihat wajah tidak bersahabat dari Adrian, dia mengurungkan niatnya.


Sudah lama Zyona tidak melihat wajah garang Adrian seperti ini. Sama seperti yang dulu ditunjukkan untuk Zyona. Tidak! Bahkan kali ini tampak lebih mengerikan.


Apa yang membuat Adrian marah sampai seperti ini? Lagi-lagi berperang dengan batinnya.


Tapi tetap tidak berani bertanya langsung pada Adrian.

__ADS_1


Hingga mobil yang mereka naiki masuk melewati gerbang, sampai di depan rumah. Adrian masih belum mengeluarkan suaranya. Dia keluar dan masuk ke dalam rumah dengan menenteng beberapa plastik belanjaannya tadi.


Bersambung...


__ADS_2