Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Senggugutan.


__ADS_3

Di ruang fitness, Zyona melihat Adrian yang sedang berolahraga. Mengangkat badannya di tiang pull up.



Tidak heran Adrian punya badan yang bagus. Zyona terpesona melihat itu.


Entah ini hormon saat menstruasi atau apalah, pokoknya malam ini Adrian begitu macho dimata Zyona.


Melihat Zyona datang, Adrian memberhentikan aktivitasnya dan menghampiri gadis itu.


" Minum dulu "


Adrian menerima air putih yang dibawa Zyona, dan meneguknya sampai habis.


" Kamu udah masak belum? aku laper "


" Aku tadi cuma pesan lewat online, maaf ya, soalnya perut aku sakit " Jawab Zyona jujur.


" Sakit? Sakit banget ya? Mau ke dokter? " Tanya Adrian khawatir.


" Enggak usah, gak papa kok " Balas Zyona Ya kali ke rumah sakit hanya karna senggugutan datang bulan.


" sakit banget ya Zy? Kamu pucat loh " Adrian semakin khawatir ketika menyadari wajah istrinya yang pucat.


" Gak papa Adrian, aku udah biasa nyeri di hari pertama menstruasi, besok udah gak sakit lagi kok " Ucap Zyona untuk mengurangi raut wajah khawatir diwajah Adrian.


" Memang sakitnya dimana? " Adrian mengecek seluruh bagian tubuh Zyona. Bahkan bagian yang tidak penting pun dicek-nya.


Ini namanya sekalian ngeraba Adrian. Tolong tolong kondisikan tanganmu..


" Disini, sakitnya disini " Zyona memegang tangan Adrian dan diletakkan di area yang nyeri, dibawah pusarnya.


" Tiap bulan sakitnya gini? " Tanya Adrian pelan sambil terus meletakkan tangannya diperut Zyona.


Gadis itu mengangguk pelan.


" Kamu mandi dulu, aku akan tunggu di ruang makan " Ucap Zyona kemudian


" Iya, aku mandi dulu ya, nanti aku taruh minyak kayu putih di perut kamu " Adrian mengusap puncak kepala Zyona. Dan meninggalkan ruangan itu setelah memberi kecupan lembut dikening istrinya.


Setelah mandi dan berpakaian, Adrian tidak melihat dimanapun Zyona berada.


Baik dikamar, di ruang makan, ruang balkon kamar ataupun ruang keluarga.


Adrian pun mencarinya sampai ke luar rumah, dan benar saja, Zyona ada di teras.

__ADS_1


" Kamu ngapain diluar, gak dingin? " Adrian berbicara sambil memeluk erat tubuh wanitanya dari belakang.


Zyona memegang tangan Adrian.


Lalu menyandarkan kepalanya didada laki-laki itu.


Mereka bersama menatap bintang di langit malam.


" Gak papa, didalam gerah, jadi aku cari angin sebentar " Jawab Zyona jujur.


Memang karena ac di kamar mereka rusak.


" Di ruang tengah kan bisa, jangan di luar, nanti kamu masuk angin gimana? " Adrian semakin erat memeluk tubuh Zyona.


Menggesek-gesekkan hidungnya ditelinga istrinya.


Zyona merasa geli dengan perbuatan Adrian, tapi dia sudah terbiasa.


Tidak lagi merasa risih dan kesal jika laki-laki itu menyentuhnya ataupun mencium bibirnya.


Bahkan Zyona pun menginginkan nya juga.


" Kamu kok gak pakai baju? " Ucap Zyona setelah berbalik dan melihat Adrian yang ternyata bertelanjang dada.


" Gerah, ac kamar kita mati, aku gak tahan. Hareudang Zy... "



Astaga... seharian ini jantungku meledak terus ya.


Kalau gini, lama-lama aku bisa mati muda.


" Is Adrian, kamu apaan sih " Zyona menarik tangannya dan disembunyikan dibelakang tubuhnya.


Desiran hangat kembali menguasai dirinya.


Rasa berdebar dan menggebu menyatu dan menghantam dadanya.


" Udah ah, aku mau makan dulu " Mengalihkan pembicaraan, berusaha lolos dari suasana yang menegangkan ini.


" Hei, Zyona, kok pergi sih... Sayang tunggu dong suamimu ini "


Goda Adrian. Dia terkekeh gemas melihat Zyona yang salah tingkah seperti tadi.


...~♥~...

__ADS_1


Selesai mereka makan malam, Zyona berbaring diatas ranjangnya. Sedangkan Adrian sedang ada diruang kerjanya.


Tiba-tiba ada pekerjaan penting yang perlu ia cek malam ini.


Zyona berbalik ke kiri dan ke kanan. Semua posisi sangat tidak nyaman. Perutnya sangat nyeri membuatnya tidak nyaman.


Beginilah penderitaan Zyona yang harus ia rasakan selama seminggu pas datang bulan.


Apalagi dia selalu gelisah tiba-tiba saat masa menstruasi.


Adrian keluar dari ruang kerjanya yang terhubung dengan kamarnya. Ingin ke dapur untuk membuat kopi.


Melihat Zyona yang tampak berbalik kekiri dan kekanan.


Adrian pun mendekat.


" Kamu kenapa? " Tanya Adrian sambil menggenggam jemari istrinya.


" Perut aku nyeri... " Ucap Zyona sambil menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa sakit.


Adrian ikut berbaring disamping Zyona, meletakkan tangannya diarea perut bawah pusar.


Membuat Zyona merasa nyaman dengan telapak tangan Adrian yang hangat.


" Gimana? " Ucap Adrian sambil tetap mengelus perut istrinya.


" Sakitnya ada kurangnya? " Tanya Adrian perhatian.


Zyona mengangguk pelan. Adrian sangat perhatian padanya, rasa sakit saat menstruasi tidak terlalu sakit lagi Sbab Adrian ada disini.


" Tidurlah.. " Ucap Adrian sambil terus mengelus perut istrinya.


Zyona mencoba menutup matanya. Perutnya sekarang tidak terlalu sakit lagi.


Padahal hanya perhatian sederhana seperti ini. Tapi mampu membuat Zyona merasa sangat dicintai.


Menyadari hembusan nafas Zyona mulai tenang dan beraturan, Adrian langsung bernafas lega.


Dia mengecup kening istrinya yang keringatan.


Sambil mengelus rambut Zyona dengan lembut.


Kerajaanku masih banyak, tapi sebentar saja begini.


Berada disamping mu membuatku nyaman Zyona..

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2