
Adrian melangkah ringan dikoridor kantornya. Wajahnya sangat berseri, sangat jarang ini terjadi.
Dari saat turun dari mobil, hingga masuk kedalam lift, senyuman itu tidak hilang dari wajah tampan Adrian.
Orang yang melihat sedikit takjub, dan ada juga yang bergidik ngeri.
Sankin jarangnya mereka melihat Direkturnya tersenyum seperti pagi ini.
Bahkan sampai didalam ruangan Direktur utama pun, senyum itu tidak hilang dari garis bibir Adrian.
Dia duduk di kursi kebesaran nya dengan nyaman. Momen pagi ini dengan istrinya yang pemalu itu seperti menari dikepalanya.
Disaat bibir hangat Zyona mengecup lembut bibirnya. Sebelum Adrian berangkat kerja pagi tadi.
Blus, wajah Adrian memanas. Dia memegang bibirnya yang tadi dicium sama Zyona. Bahkan sampai sekarang, Adrian ingat jelas
gimana uwunya wajah malu Zyona, dan saat Zyona lari terbirit-birit setelah menciumnya.
Lelaki itu menepuk jidatnya. Kenapa semakin hari tingkahnya semakin menggemaskan si.
Pintu terbuka, Adrian berdehem sambil pura-pura fokus pada laptopnya. " Permisi pak, ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan anda"
Tia berbicara didepan meja Adrian. Tanpa terdengar langkah kaki mendekat.
" Siapa? " Adrian masih menatap layar laptopnya.
" Saya tidak kenal pak, tapi beliau bilang ini urusan Mbak Moza "
Deg, Sontak Adrian berdiri dan segera keluar dari ruangannya. Tanpa mendengar penjelasan lebih dari sekretarisnya, rasa rindu mendorong kakinya lebih dulu melangkah.
Setelah sekian lama kenapa kamu baru kembali sekarang sih Za! Kamu kemana aja!
Ada apa denganmu?
Kamu baik, kan?
...~♥~...
Dirumah Adrian.
Hari ini Zyona mengundang Intan ke rumah Adrian untuk yang pertama kalinya.
Itupun setelah dia meminta izin pada Adrian baru dia berani mengajak temannya kerumah.
Mengingat Introgasi Adrian pagi tadi membuat semua bulu kuduk Zyona merinding.
Temanmu laki-laki atau perempuan.
Merokok gak
Jangan ada minuman keras
Jangan bawa laki-laki. Ini peringatan keras!
Kalau mau keluar rumah bilang sama aku kemana, ngerti!
Aiss..... diabawel sekaligus ngangenin.
Zyona membingkai wajahnya sendiri. Apalagi mengingat Adrian yang merengek pengen dicium dulu baru mau berangkat kerja.
Aaaaaaaaaaaa.
Kesemsem sendiri sambil memegangi bibirnya.
Bel rumah berbunyi, Zyona beranjak dan membukakan pintu. " Hola Zygong! " Seperti biasa, Intan tersenyum cerah dan receh.
Tlak!!
Satu jitakan keras mendarat dikening Intan. Gadis itu meringis.
__ADS_1
" Zyona, bukan Zygong! "
Intan mengelus keningnya " Zygong Zygong Zygong. " Teriaknya dengan suara yang lebih keras.
" Kenapa, marah?! " Menjulurkan lidahnya mengejek Zyona yang menatapnya dengan kesal.
" Untung kamu temennya aku, kalau gak, udah ku santet situ! " Geramnya sambil mentoyor kening Intan lagi.
" Cuih! " Melewati, seakan tidak peduli dengan celotehan Zyona.
" Ada makanan gak? " Berbicara sambil melihat ke semua bagian rumah.
" Gadak, Kamu gak usah makan. Lagipula aku gak ikhlas ngasihnya sama kamu " Ikut duduk saat Intan juga duduk di sofa ruang tengah.
Intan meraih toples berisi kacang diatas meja. Membuka dan memakannya sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat duduk.
Tidak segan dan tidak canggung. Itu lah Intan.
" Buset Zy, kamu kaya mendadak ya" Berbicara dengan mulut penuh sambil mengamati sekeliling rumah Adrian.
" Bukan rumah ku, ini rumah suamiku" Ucap Zyona sambil membantu Intan menghabiskan kacang ditoples
" Sama aja. " Membuka dan memakan kacang lagi. " Ngemeng-ngemeng serek nih, kasih minum kek " Menyapu tenggorokan nya sambil
mengedipkan sebelah matanya pada Zyona
Gadis itu berdecak " Ambil sendiri sana, jalan lurus kedapur "
Zyona sangat malas berjalan. Lagipula ************ pahanya masih perih dan nyeri.
" Tamu itu kan Raja! Kamu ini harusnya ngelayani aku dong! "
" Jangan bawel, sana ambil sendiri! "
Dengan menggerutu Intan beranjak dan mengambil minumannya sendiri ke dapur. Dia kembali dengan membawa minuman soda dan beberapa cemilan.
" Halah... Lakikmu holang kayah! Ini gak seberapa baginya " Balasnya tanpa dosa sambil nyengir.
Zyona menopang dagunya sambil menatap pada Intan yang sibuk dengan cemilannya.
" Jadwi gimwanha, prowjek mewmwikat hwati suwami kemwaren sukwses gwak? " Tanya Intan disela-sela kunyahannya
" Telen dulu, baru ngomong " Geram Zyona sambil mengambil satu bungkus keripik makanan ringan singkong rasa balado.
Membuka dan memakannya " Aku gak bisa kepedean dulu, tapi akhir-akhir ini Adrian banyak berubah " Berbicara sambil tersenyum
" Serius, perubahan nya gimana, superman kah, spiderman atau gatot kaca " Celetuk Intan sambil
tertawa lebar. Membuat semua cemilan dimulutnya keluar dan menimbulkan hujan lokal
Ni anak ya,, orang serius tapi dianya malah bercanda
" Aku serius Intan! " Kesal sambil mengelap wajahnya yang terkena hujan lokal dari Intan
" Hehe, iya iya. Maap dah " Tertawa garing.
Krik Krik
" Akhir-akhir ini Adrian jarang marah, lembut, dan sweet banget deh pokoknya " menggigit ujung kuku jari telunjuknya sambil menatap ke arah pintu utama
Aku gak usah bilang kan, kalau aku sama Adrian udah begituan.
Tanpa aba-aba wajah Zyona merah merona. Bahkan dia tidak menduga semalam adalah malam penyatuan mereka.
Walau diawali dengan pertengkaran tapi tetap hati Zyona berdebar hingga sekarang.
Semoga dia terus seperti itu.
" Terus kita ngapain nih. Masa kamu kesini cuma makan doang?! " Zyona berbicara sambil memakan keripik singkong nya.
__ADS_1
" Gak Papa, sekali-kali lah, makanan dirumah mu enak-enak "
Zyona melengos " Kebiasaan "
" Hehe " Memasukkan potongan keripik terakhir kedalam mulut " Gimana kalau kita nonton aja, aku ada drakor seru " Lanjut Intan lagi
Zyona mengibaskan tangannya menolak " Aku gak suka drakor "
" Ck, coba aja dulu, banyak kiss-kiss-sannya, kan lumanyan kamu dapat ilmu untuk dipamerin sama Adrian " Ucap Intan licin tanpa dosa.
Zyona bergidik ngeri Apa-apaan itu, untuk apa aku pamerin yang begituan sama Adrian.
Intanpun mengeluarkan ponselnya, dan memutar film romantis korea yang telah diunduh sebelumnya.
Mau tidak mau akhirnya Zyona ikut menonton.
Saat ada adegan ciuman, Zyona tampak berdebar dan pikirannya berlarian jauh ke awang-awang.
Astaga, tontonan ini sangat meracuni
Sedangkan Intan tampak biasa saja, karena sudah berulang-ulang dia menonton film drakor yang mereka tonton ini.
" Sumpah Ntan, drama korea menguras emosi banget " Kata Zyona setelah mereka maraton nonton drakor romantis.
" Cuih, tadi sok sok nolak, sekarang ketagihan " Mencibir " Aku ada film yang lebih hot lagi, tapi ini drama Cina " Ucap Intan sambil mengotak-atik ponselnya
" Yaudah, putar dong, biar kita nonton lagi " Zyona bersemangat.
" Cieee ciee Mulai doyan kamu nya.... " Ledek Intan
" Gak ah, biasa aja " Menyanggah.
" Emmm iyain aja, biar cepet! "
Zyona dan Intan pun menghabiskan waktunya menonton drama korea, cina, dan thailand.
Maraton nonton drama itu sepertinya mulai membuat Zyona ketagihan.
Mereka Kesemsem bersama, berdebar dan merasa geli bersama.
Hingga tanpa sadar sore mulai merangkak. Intan pamit pulang.
Setelah Intan pulang, Zyona membersihkan rumah dan berjalan naik kekamarnya.
Mandi menyegarkan tubuhnya. Setelah berganti pakaian, Zyona merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.
Mengambil laptopnya dan menonton drama korea, Cina, dan thailand seperti yang ditontonnya tadi siang bersama Intan.
Bersambung....
Epilog
Adrian duduk disofa didalam ruangannya bersama seorang gadis muda.
Adrian sangat mengenal siapa gadis belia itu. Dia, Thalita, adik perempuan Moza.
" Kenapa Thal,, Kakakmu dimana? " Adrian yang berbicara
Gadis muda itu tampak gugup, dia memilin ujung bajunya.
" A... ada pesan dari kakak " Katanya dengan ragu
Melihat wajah ragu Thalita, Adrian menjadi cemas. " Apa kata Moza? Bilang sama Mas Rian, kakakmu dimana selama ini, dia sehat kan? " Menyerbu Thalita dengan pertanyaan luapan rindu dan khawatir.
" Kak Moza mau nikah, Mas Adrian jangan gangguin dia lagi "
Deg, seketika tubuh Adrian membeku. Otaknya buntu, ini adalah tamparan yang sangat keras baginya.
Tidak, tidak mungkin seperti itu.
__ADS_1