Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Gagal lagi


__ADS_3

Dengan rasa malu yang hampir membuatnya pingsan, Zyona bersembunyi di balik punggung Adrian. Nita hanya bisa menggeleng sambil menahan tawanya melihat kelakuan anak dan menantunya ini.


"Kalian kalau mau bikin baby lihat-lihat tempat dong. Untung Bunda yang datang, kalau orang lain gimana hayo... "


"Ck, Bunda sih, datang gak bilang - bilang. Padahal sedikit lagi Baby nya hampir jadi" Jawab Adrian santai tanpa dosa


Zyona semakin merona mendengar perkataan Adrian tadi. Apa tadi katanya, baby?


"Rian kamu apaan sih! Aku malu tahu "


Zyona merasa sangat malu saat ini. Bahkan hanya untuk menunjukkan wajahnya didepan ibu mertuanya saja pun dia tidak bisa. Bersembunyi di balik punggung kekar Adrian. Persis seperti anak kecil yang malu-malu ketika baru pertama ketemu dengan orang baru.


Nita semakin terkekeh melihat tingkah menantunya yang satu ini. Tingkah pemalunya terlihat sangat menggemaskan.


"Haha, kenapa malu? Kalian kan pasangan yang sah, ya, sah-sah saja kan. Cepat Rian, kasih Bunda cucu yang banyak" Ucap Nita, licin...


Mendengar kata cucu, wajah Zyona semakin memerah. Dia menyembunyikan wajah tomatnya dibalik punggung Adrian. Apa tadi kata Bunda, cucu, apa mungkin itu akan terjadi?


"Adrian akan kerja keras malam ini Bun" Ucap Adrian, reflek membuat Zyona mendongak menatapnya.


Sial, kenapa emak dan anaknya sama saja si.....Apa tidak ada pembicaraan lain yang lebih bermoral hah.


"Adrian..... " Bisik Zyona pelan sambil mencubit kuat pinggang Adrian.


"Awh Awh. Bun, sepertinya Zyona udah gak sabaran Kayaknya, dari tadi dia colek-colek Rian, Bun" Ucap Adrian merekayasa.


Membuat Zyona melotot malu padanya


Kapan aku pernah mencolek mu Sialan!


"Haha, oke oke, Bunda ngerti, Zyona gak sabaran ya" Balas Nita sambil mengedipkan satu matanya pada Adrian.


Hei, kalian bersekongkol mengerjai ku ya. Ini pengeroyokan!

__ADS_1


"Bunda pamit, kalian lanjutkan bikin baby nya" Pamit Nita sambil melirik pada Zyona. Dan dia masih mendapati menantunya itu yang tersipu malu.


Cukup Bunda, sekali lagi kalian bahas soal itu aku bisa pingsan nih....


Nita pun pergi. Meninggalkan dua sejoli itu di kediamannya. Wajah Adrian begitu bahagia. Ketika melihat reaksi senang Bundanya barusan. Seperti menjadi asupan semangat bagi Adrian untuk lebih giat lagi menghamili istrinya yang polos dan pemalu ini.


Jangan ditanya bagaimana keadaan Zyona sekarang. Wajahnya bahkan lebih merah dari kepiting rebus.


Berulang kali dia mengumpat kesal dalam hati. Memaki Adrian didalam pikirannya. Yah, tapi semua makian itu hanya akan bersemayam dipikirannya saja.


Hei, kau kira dia punya nyawa berapa sampai berani melakukan hal gila seperti itu.


Adrian menoleh pada nya, memegang dagu Zyona, membuat Zyona mendongak dan menatap matanya.


"Kita lanjutkan yang tadi? " Ujar Adrian dengan sudut bibir yang terangkat.


Zyona menggigit bibir bawahnya. Jemarinya saling ******* mendengar ucapan Adrian yang terang-terangan seperti tadi.


"A... Aku lapar, iya, lapar, kita... Kita makan dulu ya " Terbata. Mengelak sebisa mungkin.


Pertanyaan Adrian membuat Zyona menoleh pada nya. Bagus, aku akan lama-lamain memasak, Biar dia lama menunggu dan lebih bagus kalau dia pergi dari rumah.....Hahaha, Bravo .


"Aku mau masak capcai. Kamu lanjutkan saja nontonnya " Ucap Zyona dengan mantap.


Oke Zyona, dengan begini kau akan bebas dari cengkraman lelaki aneh ini.


Zyona yang awalnya diawang-awang dengan rencananya, seketika terhempas kebawah ketika suatu kalimat keluar dari mulut Adrian.


"Pesan online saja, simpan saja tenagamu untuk pertempuran kita nanti" Ucap Adrian membuat Zyona melotot padanya.


Adrian berjalan menutup pintu utama dan menguncinya. Zyona semakin tersentak ketika Adrian menggendong tubuh nya dan dihempaskan ke atas sofa tempat tadi mereka terpergok sama Bunda.


"Eh Adrian! " Pekik Zyona panik ketika Adrian menarik keatas kaos yang dipakainya hingga terbuka. Adrian melempar kaos itu hingga tergorok dilantai. Menampakkan tubuh bagian atas Zyona yang putih, bersih, indah. Buah dada yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Menggantung indah kebawah karena memang Zyona tidak sempat memakai bra nya saat Bunda datang tadi.

__ADS_1


Satu yang seakan menjadi candu bagi Adrian. Tiga tahi lalat yang begitu memikat ditubuh bagian atas Zyona. Satu dileher, satu di tulang selangka, dan satu lagi dipayudara Zyona sebelah kanan. Sangat indah.


"A.. Adrian, aku lapar, aku mau makan dulu" Zyona tetap berusaha lari dari suasana yang sangat memalukan ini.


"Sudah aku pesan, nanti juga makanannya datang kok" Jawab Adrian sambil terus menelusuri lekukan leher Zyona dengan bibirnya


Zyona menyerah. Penolakan tidak akan bisa menghentikan kemauan Adrian. Zyona tidak menggeleng ataupun mengangguk. Toh gerakan kepalanya tidak akan mengubah apapun. Dia hanya diam, menutup mata, seakan pasrah apa yang ingin dilakukan pria ini padanya.


Melihat Zyona yang terlihat pasrah dan tidak melawan lagi. Membuat Adrian semakin bersemangat. Dia semakin gincar memberi tanda kepemilikan di tubuh gadis itu.


"Emmhhh " Leguh Zyona ketika Adrian menghisap didadanya. Bak seorang bayi besar yang sedang menyusu.


Zyona semakin kelimpungan ketika sebelah lagi dadanya diremas oleh Adrian. Gila! Mulutnya memang menolak, tapi tidak dengan tubuhnya. Seperti memang haus akan belaian lelaki ini, yang begitu sangat memabukkan.


"Zyona, kita mulai sekarang ya, aku gak tahan lagi " Kata Adrian dengan suara beratnya. Dia berdiri dan membuka kaos putih yang dipakainya. Dan akan menarik turun celana selutut yang melekat di tubuhnya itu.


Tapi ketika bel rumah yang berbunyi, menghentikan kedua sejoli itu untuk yang kedua kalinya. Zyona dan Adrian menoleh ke arah pintu utama


"Go-Food " Terdengar suara seorang pria dari balik pintu yang tertutup.


"Rian, sepertinya makanannya sudah datang. Kita makan dulu ya" Ucap Zyona dengan cepat. Dia kembali memakai bajunya, dan membenarkan rambutnya.


"Iya" Ekspresi wajah dan nada suaranya terlihat jelas sangat kecewa. Dua kali dia gagal menerjang istrinya. Sial! Adrian mengumpat kesal dalam hati sambil membukakan pintu utama.


Adrian kembali masuk ke dalam rumah dengan dua kantung plastik dikedua tangannya.


"Aku taruh di mangkuk ya, Kamu tunggu aja di meja makan " Dengan cepat Zyona mengambil kantungan itu dari Adrian, dan langsung melarikan diri ke dapur.


Terimakasih Tuhan, saat ini aku masih bisa lolos dari suamiku yang aneh itu.


Sekarang ini, pikiran Zyona dihujam berbagai pertanyaan. Kenapa Adrian lembut padanya. Kenapa tiba-tiba begitu. Apakah Adrian hanya bernafsu karena Moza sedang diluar kota. Dan besok Adrian akan kembali pada pelukan Moza setelah wanita itu kembali. Kalau begitu, kasihan sekali Zyona yang ditiduri hanya karena nafsu birahi, bukan hubungan berdasarkan cinta.


Semoga tidak ya....

__ADS_1


TBC....


__ADS_2