
Pagi hari, Zyona bangun karena merasa ada yang membelai-belai pipinya.
Dia membuka mata dan tampaklah Adrian sedang tersenyum padanya.
Karena Adrian terus memandangi wajah Zyona, membuat Zyona malu dan salah tingkah.
Dia mengusap-usap wajahnya, barangkali ada belek atau liur yang menempel diwajahnya.
" Kamu ngapain sih ngeliatin aku terus "
" Kamu cantik " Jawab Adrian jujur. Dia mengusap lembut bibir Zyona dan memberi kecupan hangat dipipi, kening dan bibir Zyona.
Zyona yang dicium hanya bisa gelagapan saat dihujani ciuman dari suaminya itu.
" Rian, Kamu hari ini kerja? " Tanya Zyona.
" Kerja, kenapa? " Tanya Adrian balik sambil menyelusupkan tangannya masuk ke dalam piyama tidur yang dipakai Zyona.
" Hari ini gak ada pemotretan, kalau kamu kerja aku sendirian di rumah dong " Ucap Zyona pelan lalu memeluk pinggang Adrian.
Membenamkan wajahnya di dada suaminya.
" Kamu kesepian? " Adrian menciumi kening Zyona, sambil membelai lembut rambut istrinya.
" Em, rumah ini sangat besar, aku sendiri dan sangat bosan di rumah " Ucap Zyona.
Ayolah, bilang kalau aku boleh mengajak temanku ke rumah. Batin Zyona berharap.
" Gimana kalau kamu ikut aku ke kantor " Saran Adrian yang menghancurkan rencana Zyona.
Yah, padahal kan aku niatnya ajak Intan sama Arya ke rumah... Is, kenapa Adrian gak ngerti maksudku sih...
" Kamu gak mau? " Tanya Adrian yang menyadari raut wajah cemberut Zyona.
" Aku maunya ajak teman aku ke rumah, boleh ya.. " Pintanya sambil memeluk tubuh Adrian lebih erat lagi.
Adrian tampak menepuk-nepuk pundak Zyona. Seperti sedang menimang-nimang.
__ADS_1
" Aku sebenarnya gak suka sama dua teman kamu itu. Sudah bagus aku masih membiarkanmu berteman dengan mereka. Jadi hargai keputusan ku untuk tidak memperbolehkan kamu membawa temanmu lagi ke rumah "
Zyona semakin cemberut mendengar jawaban Adrian. Dia melepaskan pelukannya dan memunggungi laki-laki itu.
Adrian menyadari Zyona yang kecewa, tapi ada saatnya ucapannya tidak bisa dibantah.
" Kita mandi yuk, aku hari ini mau jenguk papa, kamu mau ikut " Ucap Adrian sambil menggeser rambut-rambut halus yang menutupi wajah Zyona.
Zyona tidak menjawab, hanya mengangguk pelan, Sbab memang sudah seminggu dia tidak bertemu dengan papanya.
Setelah Selesai mandi bersama, Zyona langsung tertegun dengan apa yang sudah disiapkan Adrian.
Matanya membola tidak percaya melihat benda itu.
" Rian, ini pembalut kain kamu yang jahit semua " Tanya Zyona tidak percaya melihat pembalut kain yang banyak dan dijahit serapi ini.
Adrian tersenyum sambil memeluk tubuh Zyona yang masih dililit handuk dari belakang.
" Kamu suka? " Tanyanya sambil menciumi leher istrinya.
" Suka, jahitannya juga rapi, kainnya juga lembut. " Puji Zyona.
" Iya, aku mau yang terbaik untuk kamu " Adrian menghisap leher Zyona dan meninggalkan beberapa bekas merah yang letaknya bisa ditutupi dengan baju.
Zyona tersentuh, baru pertama kali dia diperhatikan sampai seperti ini. Zyona tersenyum bahagia sambil melingkarkan tangannya memeluk pundak Adrian saat suaminya itu menciumi leher dan tulang selangkanya.
Setelah berpakaian, Zyona dan Adrian menuruni tangga bersama. Adrian berjalan sambil menggenggam erat jemari istrinya.
" Pembalutnya kamu ganti dua jam sekali, dan semua itu untuk stok satu minggu, sekali pakai langsung buang aja " Ucap Adrian.
" Kenapa dibuang, itu kan dari kain, lagipula Pembalutnya nyatu sama celanadalam, rugi kalau dibuang Adrian. Kan bisa dicuci " Ucap Zyona yang tidak setuju dengan Adrian.
" Aku mau yang terbaik untuk kamu, pokoknya cuci sampai bersih lalu buang. Aku bisa suruh desainer terkenal lagi untuk menjahitkan kamu pembalut kain setiap kamu menstruasi " Balas Adrian.
Zyona melototkan matanya " Pembalut itu desainer yang jahitkan?! " Tanya Zyona tidak percaya.
Dia memberhentikan langkahnya menatap terkejut pada Adrian.
__ADS_1
" Sudah kubilang kan, aku mau memberikan yang terbaik untuk istriku ini " Adrian menepuk pelan puncak kepala Zyona.
Tersenyum manis pada istrinya yang masih berwajah syok itu.
Gila, bisa-bisanya aku dijahitkan pembalut oleh desainer terkenal.
" Kamu kenapa lakuin ini semua sama aku? " Zyona sangat tersentuh dengan perlakuan Adrian.
Dia bertanya setelah mereka masuk ke dalam mobil.
" Aku hanya mau yang terbaik untuk mu Zyona, lagipula kan aku suamimu, wajar jika aku memperhatikan kebutuhan istriku yang sangat cantik ini kan "
Zyona memilin ujung bajunya mendengar jawaban Adrian barusan.
Mengingat Adrian yang dulu dan sekarang sangatlah berbeda.
Salahkah Zyona yang mengharapkan wanita yang tidak ingin disebut namanya itu tidak akan pernah kembali lagi?
" Adrian, apa pernikahan kita ini sungguhan? " Tanya Zyona sambil melirik pada Adrian yang fokus menyetir.
" Jadi kamu maunya pernikahan kita ini bohongan ya? " Adrian balik bertanya dengan nada suara yang terdengar kecewa.
" Enggak, aku gak mau begitu " Jawab Zyona dengan cepat.
Dia sadar dan langsung malu dengan dirinya sendiri.
Zyona langsung menutup mulutnya sambil menghadap ke arah jendela.
Sial, aku keceplosan...
Adrian yang menyadari itu hanya bisa tersenyum gemas. " Zyona, gak ada pernikahan yang bohongan, kita menikah sah dan berjanji dihadapan Tuhan dan keluarga, kita akan menjadi pasangan sampai selamanya "
Jawab Adrian yang sangat menenangkan hati Zyona.
Zyona tersenyum sambil memegang dadanya yang berdegup dengan kencang.
Dia juga berpikiran seperti itu, mengharapkan dia dan Adrian suami-istri sampai mereka tua dan beruban bersama.
__ADS_1
Hanya saja dia terlalu malu untuk mengungkapkan harapannya itu pada Adrian.
Bersambung....