Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Nganu


__ADS_3

Adrian dan Zyona singgah dulu ke rumah sakit sebelum mereka pulang.


Ketika sampai, mereka bergantian mencium punggung tangan Herman, dan Melda.


Lelaki tua itu tampak bahagia melihat putrinya dan menantunya yang mesra seperti ini.


Sejak pertama mereka datang, Adrian sudah melingkarkan tangannya memeluk pinggang Zyona.


Menghadirkan senyum-senyum tipis di garis bibir lelaki tua itu.


Tapi itu tidak berlaku pada Melda. Dia yang sudah tahu masalah retaknya rumah tangga putrinya, menjadi tidak suka pada Adrian.


Bahkan Melda memalingkan muka ketika Adrian sengaja menatapnya sambil tersenyum.


Membuat lelaki itu hanya bisa menghela napasnya pelan.


Istriku saja belum bisa sepenuhnya mempercayai ku. Dan sekarang mertuaku juga tidak suka padaku...


Astaga... Cobaan ini berat sekali..


...


" Kita pulang sekarang? Atau, kamu mau singgah dulu ke tempat lain? " Tanya Adrian ketika mereka sudah didalam mobil


" Pulang saja, aku capek banget " Jawab Zyona sambil bersandar ke sandaran kursi.


Adrian pun menjalankan mobilnya, pulang menuju rumah yang ia tempati bersama istrinya.


Sekitar setengah jam diperjalanan, mereka akhirnya sampai dirumah sekitar pukul tujuh malam.


Mereka masuk ke dalam rumah, dan langsung masuk ke dalam kamarnya.


Zyona merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur. Terlentang sambil memijat lengan dan tengkuknya.


Seharian mengangkat kamera membuat belakang lehernya pegal.


" Kamu capek ya? " Zyona duduk, ketika Adrian duduk disampingnya.


" Sesikit, kamu mandi duluan, siap kamu baru aku " Kata Zyona sambil memandang mata Adrian.


" Gak sekalian barengan? " Goda Adrian dengan senyum jahilnya


" Kamu mau tidur disofa? " Ancam Zyona


" Aaa, kamu curang. Aku kan cuma nawarin mandi sama, kenapa malah nyuruh aku tidur di sofa "


" Makanya jangan aneh-aneh Kalau gak mau tidur disofa "


" Emang salah aku bilang gitu? " Adrian memanyunkan bibirnya.


" Bahkan sudah lama kita gak 'nganu' " Ucapnya pelan, tapi masih bisa didengar oleh Zyona


Aku kan pengen.... Batin Adrian sedih.


" Nganu apa?! Gak ada nganu! Sana Mandi! " Marah Zyona sambil menyembunyikan semburat merah dipipinya.


Nganu apa? Apa itu nganu? Aku gak ngerti nganuuuuuuu....


" Zy... " Adrian menyentuh jari kelingking Zyona dengan jari telunjuknya.


Adalah kode darinya kalau dia lagi pengen nganu.


" Apaan si! " Kesal Zyona dan menyembunyikan lengannya kebelakang tubuhnya.


Degupan jantungnya semakin menggila melihat wajah memelas Adrian.


" Sekali aja, kita udah lama enggak lo.. " Pinta Adrian berharap


" Kamu ini ngomong apa si! Sana mandi ah! " Zyona mendorong-dorong lengan Adrian, mengusir pria itu untuk mandi.

__ADS_1


Keberadaan Adrian saat ini, sangat membuatnya sesak nafas.


" Ayo dong sayang, malam ini boleh ya? " Pintanya.


" Jangan aneh-aneh ya Adrian! Kalau kamu gak mau duluan, biar aku yang duluan mandi " Ucap Zyona. Berdiri ingin segera masuk ke dalam kamar mandi.


Tapi lengannya ditahan oleh Adrian.


Adrian kembali menyentuh jari kelingking Zyona.


" Yang suami istri itu... jatah.. hehe, boleh ya, malam ini ya, kita udah lama enggak lo" Ucap Adrian memperjelas kalimatnya


Mata Zyona membola mendengar itu. Apa tadi katanya, jatah. Dia sudah gila apa!


" Adrian, kamu Kayaknya lupa ya, gimana retaknya pernikahan ini " Zyona mendesah berat ketika mengingat yang dulu-dulu


" Aku juga udah belajar berubah Zyona, seharusnya kamu dukung aku. Kasih aku kesempatan istriku... " Lirih Adrian pelan.


" Kita lihat nanti, aku sadar seharusnya aku tidak menghakimi, dan aku juga bukan orang yang sempurna dan yang gak punya kesalahan.


Tapi untuk saat ini, aku beneran belum bisa percaya sama kamu.


Jangan terburu-buru, kita jalani semuanya pelan-pelan.


Kamu mengerti kan, maksudku? "


Mereka saling bertatapan, Adrian merasa lain dijantungnya ketika melihat manik mata Zyona.


Gila, apa ini yang namanya puber ke dua..


" Jadi, kamu ngasih aku kesempatan? " Tanya Adrian berharap


Zyona memalingkan pandangannya dari Adrian " Em, mungkin " Jawabnya


" Kok jawabannya gak pasti gitu... " Adrian memanyunkan bibir bawahnya


" Iya, aku akan lihat perubahan kamu " Ucap nya akhirnya. Susah baginya untuk berkata seperti ini pada Adrian.


Jangan harap! Untuk menatap mata Adrian saja jantungnya sudah meledup disko. Apalagi jika mengucapkan kata-kata semanis itu.


Bisa kejang-kejang dia.


" Yes.. " Sorak Adrian pelan. Dan Zyona melihat itu.


Tanpa ia sadari, ia juga ikut tersenyum tipis.


" Jadi, soal jatah ku tadi gimana? " Tanya Adrian masih berharap


Zyona kembali bersemu jika harus memikirkan itu. Lihat saja wajahnya, sudah seperti kepiting rebus.


" Aku bilang kan jalani pelan-pelan Adrian, untuk hubungan seperti itu masih jauh " Ucap Zyona menolak.


" Iya, kita cobak pelan-pelan Zyona, kalau kita nunggu, sampai kapan kita mau nunggu, gak akan ada kemajuan " Ucap Adrian sedikit menggerutu.


" Pokoknya aku belum siap "


" Jadi kalau aku pengen aku minta sama siapa dong? "


Protes Adrian


" Aku gak mau tau, pokoknya aku belum siap! " Tegas Zyona


" Sekali sehari deh.. " Penawaran pertama dari Adrian


" Itu sama aja tiap hari dong. Aku gak siap Adrian! " Penolakan tegas dari Zyona


" Enam kali seminggu? "


" Kamu gila ya! "

__ADS_1


" Lima kali seminggu deh.. "


" Pokoknya aku gak mau!"


" Yaudah tiga.. " Adrian mengatupkan tangannya di depan dadanya.


" Gak. Pokoknya enggak! "


" Zyona... " Serangan mutlak, Adrian mengeluarkan suara manjanya.


" Adrian, jangan mulai, atau kamu tidur diluar! " Ancam Zyona serius.


" Sekali seminggu deh.. kita coba pelan-pelan yah. Kalau gak dicoba kan kita gak tahu.


kita akan coba supaya hubungan kita gak jalan ditempat Zyona " Adrian mengeluarkan perkataan emasnya.


Sial, kenapa dia bisa memikirkan jawaban yang sangat masuk akal seperti itu si.


" Tapi sungguh, aku belum siap Adrian " Ucap Zyona


" Kita coba pelan-pelan Zyona, supaya hubungan kita juga semakin dekat. Ya.. aku mohon.. "


Zyona diam masih menatapnya.


" Kamu takut, jika nanti aku kembali sama Moza? " Tebak Adrian benar.


Zyona sangat takut jika itu terjadi.


Dia menyerahkan hidupnya pada Adrian. Tapi lelaki itu pergi bersama wanita lain.


" Zyona, lihat aku. Aku, bukan orang yang mau kembali, atau mengejar wanita yang sudah meninggalkan ku! " Kata Adrian serius dan sungguh-sungguh


" Tapi kenapa saat aku pergi kemarin kamu membawaku pulang lagi? " Tanya Zyona


Adrian menarik nafas sambil menggenggam jemari istrinya.


" Karena kamu pergi, sebab perlakuan brengsek ku selama ini. Aku minta maaf Zy... "


" Entah sejak kapan, kamu menyelusup masuk kehatiku. Memporak-porandakan hati dan jiwaku.


Pokoknya sekarang dan seterusnya aku gak bisa melepaskan mu Zyona, aku gak rela pisah sama kamu "


Tunggu tunggu, dia ini lagi menyatakan perasaan nya kah...


" Zyona... " Adrian membingkai wajah istrinya.


" Aku... " Mata mereka saling menatap.


Debaran Zyona semakin berdegup ketika Adrian mendekatkan wajahnya.


Matanya saling menatap, dan jaraknya dengan Adrian sangat dekat.


Sampai hidung mereka bersentuhan.


Zyona bisa merasakan hembusan nafas Adrian hangat menerpa wajahnya.


" Aku mencintaimu Zyona " Ucap Adrian serius.


" Ekhem! " Zyona terbatuk salah tingkah.


Sontak dia berdiri lalu melarikan diri secepatnya kekamar mandi.


" Aku mandi duluan ya.. " Teriak Zyona dan menghilang dibalik pintu.


Melarikan dirinya dan debaran jantungnya masuk ke dalam kamar mandi.


Adrian masih duduk di pinggir ranjang. Melihat gemas tingkah grogi dan malu Zyona.


Ingin rasanya saat ini dia mendobrak kamar mandi. Dan langsung menggigit gemas istri kecilnya itu.

__ADS_1


Haha.. kenapa si, Zyona ku itu sangat lucu...


Bersambung...


__ADS_2