
Setelah selesai dengan urusan debaran jantung, Zyona membereskan kamarnya.
Ia melihat fotonya dan Adrian menghiasi dinding dikamar ini.
Foto ini tepat berada di dinding atas
ranjang yang ditempati Adrian dan Zyona.
Padahal waktu itu aku dan Adrian dipaksa senyum saat berfoto.
Zyona tersenyum melihat foto itu.
Zyona mengalihkan matanya lagi ke foto yang terpajang didinding sebelahnya.
Ini juga dulu dipaksa berfose serta tersenyum.
Mengingat waktu itu sedih juga ya...
Zyona melihat foto berikutnya yang dipajang tidak jauh dari foto sebelumnya.
Kali ini dia terkekeh. Mengingat bagaimana dulu sangat sulit Bunda membujuk Adrian agar mau memeluk dan mencium Zyona saat berfoto.
" Lagi apa? " Tanya Adrian yang datang tiba-tiba.
Lengkap dengan setelah jas kantornya. Memeluk dan menempelkan bibirnya di leher istrinya.
" Liat foto.. " Balas Zyona sambil memegang tangan Adrian yang melingkar di perutnya.
Adrian ikut memandang foto itu. Seketika dia merasa bersalah atas perlakuan buruknya pada Zyona selama ini.
" Maafkan aku ya.. " Lirih Adrian sambil menyembunyikan wajahnya di balik leher Zyona.
__ADS_1
" Udah lah.. aku juga sudah melupakannya " Balas Zyona sambil menepuk hangat punggung tangan Adrian yang masih memeluknya dari belakang.
Aku memang sudah memaafkanmu, tapi untuk kembali percaya aku butuh waktu.
" Ayo kita sarapan, aku sudah sangat lapar " Ucap Zyona. Adrian pun melepas pelukannya.
" Kamu tolong ambilkan tas kerja ku di ruang kerja ya " Pinta Adrian. Zyona pun beranjak kesana.
Zyona masuk ke ruang kerja Adrian. Mengambil tas kerja yak terletak diatas meja.
Dia ingin beranjak keluar, tapi matanya tertahan dengan foto yang terpajang dibelakang meja kerja Adrian.
Foto yang mereka ambil beberapa hari lalu sebelum berangkat ke rumah sakit. Menjenguk Papa Zyona.
Zyona tersenyum. Melihat ada fotonya dipajang di ruang kerja Adrian. Walau ini hal sederhana, sudah sangat membuatnya bahagia.
Dengan senyum yang belum memudar, Zyona keluar dan memberikan tas kerja itu pada Adrian.
" Ini.. "
" Kita ke bawah yuk.. " Ajak Adrian. Berjalan keluar sambil menggandeng tangan Zyona.
...~♥~...
Setelah makan, Adrian dan Zyona berangkat bersama.
Adrian memutuskan mengantar Zyona ke tempat kerjanya terlebih dahulu.
Didalam mobil, mereka sama-sama diam. Adrian fokus menyetir, dengan hati yang sangat berbunga - bunga.
Kejadian pagi ini dengan Zyona sangat manis dan itu selalu menari - nari dikepalanya.
Pasti hari ini dia akan semangat dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Zyona yang sedang memainkan hp, tiba-tiba berbicara
__ADS_1
" Aku nanti pulang agak malam, boleh? " Tanya Zyona.
" Kemana? " Adrian tidak meliriknya, matanya fokus pada jalanan.
" Aku mau kumpul sama Intan dan Arya "
" Arya?! " Adrian melirik sekilas, dari raut wajahnya terlihat jelas kalau dia cemburu
" Gak boleh! " Jiwa posesif nya meronta. Tidak mengizinkan Zyona kumpul dengan temannya.
" Aku akan pulang jam delapan Adrian. Lagipula aku perginya dengan Intan dan Arya kok... " Rengek Zyona
Karena itu masalahnya Zyona, kamu mau pergi kemana dengan si Arya Arya itu. Kamu gak ngerti gimana cemburunya aku hah... Gerutu Adrian dalam hati.
"Boleh ya, Adrian.. "
" Enggak! Pokoknya enggak! Nanti sore aku jemput kamu! " Tegas Adrian. Tekanan suaranya terdengar marah. Dia tidak rela berbagi waktu istrinya bahkan dengan teman Zyona sekalipun.
Karena Adrian tidak memberi izin, wajah Zyona langsung cemberut. Dia menyimpan hp nya kedalam tas, lalu menyandarkan kepalanya ke kaca mobil.
Adrian menyadari perubahan ekskresi Zyona menjadi sedih karena dia melarang Zyona berkumpul dengan teman-temannya.
Tapi Adrian mendiamkannya, karena dia memang sangat cemburu.
Dia tidak suka Zyona dekat dengan pria lain.
Setelah sampai, Zyona keluar dari dalam mobil lalu menutup pintunya.
Zyona masih terlihat cemberut, " Makasih" Ucapnya datar lalu berjalan masuk melewati pos satpam tempatnya bekerja.
Zyona berpapasan dengan Arya yang juga keluar dari mobilnya. Zyona menunggunya dan mereka bersama-sama masuk ke dalam gedung itu.
Adrian yang melihat itu langsung mencengkram setir yang ia pegang. Dia tidak suka melihat pria yang bersama Zyona tadi.
" Siapa laki-laki itu? Apa itu yang namanya Arya? Dia selalu saja terlihat didekat Zyona ku "
Kesal Adrian. Zyona memang menceritakan teman-temannya pada Adrian. Tapi Adrian hanya tau namanya, tidak kenal dengan wajahnya.
__ADS_1
Adrian pun menghidupkan mesin mobil dengan kesal. Dia menjalankan mobilnya membelah jalan menuju perusahaan Ayahnya tempatnya bekerja.
Bersambung...