Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Perasaan yang tidak disadari.


__ADS_3

Pagi hari.


Disaat hampir semua orang berpacu dengan waktu dan pekerjaan yang mereka tekuni. Mencari puing-puing rezeki


ditengah himpitan ekonomi yang mendesak.


Ada dua pasang anak manusia. Yang masih terlelap dan tenggelam dalam lautan mimpi.


Sehabis pertempuran tadi malam yang sangat menguras tenaga. Menyisakan rasa letih yang membuat mata enggan untuk terbuka.


Khususnya Zyona, dia masih terlelap dibawah pelukan Adrian.


Kenapa dia sangat menggemaskan kalau sedang tertidur.


Adrian menatap lucu pada wajah letih Zyona. Sesekali gadis itu bergumam pelan. Menggeliat tapi tidak terbangun.


Tenaganya terkuras habis dengan


pertempuran tadi malam.


Sebelah Kaki Adrian menindihi kaki Zyona. Tangan kanannya yang berotot memeluk erat tubuh gadis itu.


Memperhatikan setiap ekspresi yang dikeluarkan Zyona saat tertidur.


Dari gumaman, kelcapan, dan dengkuran halus dari bibir tipisnya.


Mengingat bagaimana pengakuan Zyona malam tadi. Membuat jantungnya berdegup aneh.


Seperti ada desiran yang menggelitik perutnya.


Sekarang kamu seutuhnya milikku. Jangan berani lagi menunjukkan senyum manismu ini pada orang lain Zyona.


Adrian membuat titik-titik kecil di leher dan tulang selangka Zyona dengan jari telunjuknya.


Menyambungkan titik menuliskan kata 'I Love You' di leher sampai ke area dekat dadanya.


Zyona menggeliat merasa ada yang mengganggu tidurnya.


Adrian tersenyum jahil melihat itu.


Kini jarinya menusuk-nusuk pelan pipi Zyona.


Dicoel, diuyel-uyel gemas.


" Haha" Lelaki itu tergelak


Kenapa saat tidurpun kau bisa semenggemaskan begini Zy


Cup, Satu kecupan mendarat di bibir Zyona.


Adrian kemudian diam, menunggu reaksi Zyona. Sedikit alisnya tertaut. Merasa ada yang mengganggu tidurnya. Tapi itu pun dia tidak terbangun.


Cup cup cup cup, Empat kecupan berturut-turut menyerang bibirnya.


Kali ini Zyona menggeliat kekiri dan kekanan.


" Lima menit lagi Mama.... " Bergumam pelan. Suaranya serak, matanya masih tertutup.


" Kau masih belum mau bangun "


Suara Adrian terdengar.


Dengan cepat otak mengintruksi mata untuk cepat terbuka.


Zyona terkejut melihat saat Adrian, rasa kantuknya hilang seperti tidak pernah ada.


Menghilang tanpa jejak seperti embun yang menguap terkena sinar surya.


Adrian, kenapa dia dikamarku. Apa yang terjadi.


Berperang dengan batinnya. Mencoba bangun, tapi badannya terasa remuk dan sangat berat.


Seperti ditindihi beban satu ton.

__ADS_1


Dia tidak bisa bergerak kemana-mana


Apa yang terjadi, kenapa badanku sakit semua.


Zyona linglung, masih menatap pada Adrian.


" Are you okay baby " Mata mereka saling bertatapan. Zyona linglung. Seperti orang kebingungan. Mencoba mengingat apa yang telah terjadi


Zyona masih sama kebingungan nya. Adrian tersenyum sambil menyapu bibir Zyona dengan jarinya. Perlakuannya membuat Zyona tersentak.


" Masih sakit? "


Sakit, kenapa dia tahu badanku terasa sakit. Zyona mengingat kejadian semalam.


Zyona menggigit bibir bawahnya. Ketika kejadian semalam naik ke permukaan ingatan nya.


Gila, bisa-bisanya aku sebodoh itu semalam.


Kenapa aku pake acara kelepasan jujur si..... Aaaaaaa, ini memalukan!


Merasa malu sendiri. Bahkan hanya untuk menatap mata Adrian saja dia tidak punya tenaga.


Malu dengan dirinya yang jujur dan mengakui perasaannya yang sesungguhnya.


Bahkan yang paling membuatnya gila, Zyona tidak bisa melawan saat suaminya menidurinya malam tadi.


Aaaaaa, bagaimana ini. Apa aku pura-pura tidur lagi ya. Aku terlalu malu berhadapan dengan nya sekarang ini.


Zyona memejamkan matanya lagi. Seolah-olah kembali tertidur. Merasa ada cubitan kuat dihidupnya membuatnya menjerit.


" Awwwh, sakit! " Menjerit memegangi hidungnya


"Aku sudah melihatmu bangun, jangan pura-pura tidur "


Zyona menatap sebal pada Adrian. "K.. kamu kenapa masih disini, apa kamu gak kerja? "


" Kerja " Meraih rambut Zyona. Dan dipelintir dijarinya


Mata Zyona mengikuti pergerakan tangan Adrian yang bermain dengan rambutnya. Awh, jangan ditarik-tarik, sakit tau


" Rian, bisa angkat kakimu, badanku sakit sekali"


Tubuhnya terasa sangat remuk. Semalaman Adrian menungganginya.


Tidak membiarkan Zyona untuk beristirahat.


" Apa perlu kita ke rumah sakit "


Mengangkat kakinya. Adrian duduk, mengambil bantal, dan digunakan sebagai sandaran. Meluruskan kakinya sambil membantu Zyona untuk duduk juga.


" Enggak, jangan ke rumah sakit " Jawab Zyona dengan malu.


Masa iya, aku ke rumah sakit hanya karena kesakitan sehabis berhubungan. Bisa-bisa aku membuat pingsan seisi rumah sakit nantinya.


Perlahan Zyona menyandarkan punggungnya ke sandaran tempat tidur. Menarik selimut sampai ke dadanya. Menutupi tubuhnya yang telanjang.


Adrian meraih jemari Zyona.


Diletakkan diatas telapak tangannya yang besar. Dia tersenyum, seraya memegangi setiap jari-jari tangan Zyona yang kecil dan mungil.


" Adrian, kamu kenapa begini si"


Adrian mendongak menatap wajah Zyona "Emang aku kenapa? " Bertanya. Lalu kembali fokus pada jemari istrinya


" Jelas-jelas kamu masih mencintai Moza. Tapi kenapa semalam kau mengikatku lebih dalam dipernilahan ini " Lirih. Menarik napasnya panjang.


Adrian membisu. Benar juga. Dihatinya Moza yang memiliki tempat paling besar.


Tapi kenapa saat melihat Zyona dengan pria lain itu membuatnya resah.


Apakah Zyona juga mulai mempunyai tempat dihati Adrian.


" Dengan meniduriku kau membuat semua ini semakin berantakan Adrian.

__ADS_1


Semuanya semakin rumit " berbicara pelan. Menekuk kakinya. Merubah posisi.


Adrian masih membisu. Menatap pada jemari Zyona yang ada diatas telapak tangannya.


" Aku tidak akan mau ditinggalkan setelah ditiduri. Kamu kira aku ini apa. Bisa kamu pake dan buang sesuka hatimu " Gumamnya pelan, tapi masih bisa didengar oleh Adrian.


Terdengar Adrian mendesah berat. Perlahan dia menjambak


rambutnya.


Awalnya dia mendekat pada Zyona hanya karena kesepian dengan kepergian Moza.


Tapi semakin lama dia memperhatikan gadis itu.


Dia mulai tertarik.


Jatuh sejatuh jatuhnya pada pesona gadis itu.


Gaya bicaranya. Senyumannya yang lebar. Ceria dan sangat suka dengan binatang.


Zyona selalu bisa membuat Adrian tersenyum dengan cara yang sederhana.


Apakah aku mulai mencintai Zyona. Apakah benar itu terjadi.


Tapi tidak mungkin aku mau menyentuhnya kalau aku tidak menaruh hati padanya.


Lama-lama semua ini semakin membingungkan


" Kita tidak akan berpisah, Zyona "


Adrian mendekat pada Zyona. Menyingkirkan rambut-rambut kecil yang menempel diwajahnya.


" Benarkah? " Zyona menatap mata Adrian dalam


" Aku janji " Berbicara lembut.


Ini seperti mimpi. Dulu, momen seperti ini tidak pernah masuk kedalam pikiran Zyona. Jangankan terealisasi, membayangkan dibenaknya sajapun Zyona tidak bisa.


Tapi sekarang, belaian suaminya itu ada untuknya. Perkataan yang lembut. Perlakuan yang membuat Zyona merasa dicintai.


" Tapi Moza " Melihat kemata Adrian.


Adrian kembali membisu. Mereka saling menatap dalam hening.


Hanya hembusan nafas dari keduanya yang terdengar.


Aku tidak tahu. Aku sudah mengecek ke tempat dinasnya. Tapi dia tidak ada jejak disana. Dia menghilang tanpa kabar. Menghilang seperti debu. Bukannya tidak kucari, tapi memang aku sudah letih mencari.


" Untuk sekarang seperti ini saja dulu " Adrian membelai rambut Zyona


" Sampai kapan Rian, aku butuh kepastian. Kamu tidak bisa mencintai dua wanita sekaligus.


Aku sudah memberikan diriku padamu. Dan aku gak mau ditinggal gitu aja"


Bagaimana jika besok Moza kembali. Dan Adrian juga kembali padanya.


Bagaimana denganku. Aku sudah memberikan diriku pada Adrian. Masa aku ditinggalkan seperti itu.


Berperang dengan batinnya. Adrian melihat kening Zyona yang mengkerut.


Menandakan istrinya itu sedang berfikir keras.


" Zy " Adrian memegang dagu Zyona. Membuat mata mereka bertemu.


" Kamu tidak akan pernah sendiri " Berbicara lembut sambil tersenyum.


Menenggelamkan Zyona ke dalam pelukannya. Mengelus hangat punggung gadis itu.


Zyona tersenyum. Dia membalas pelukan Adrian. Ternyata begini rasanya dicintai.


Membuat kita merasa nyaman dan aman.


Bolehlah aku egois kali ini. Berharap Moza tidak pernah kembali.

__ADS_1


TBC....


__ADS_2