Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Surat


__ADS_3

Tamaran pagi mulai memenuhi bumi. Perlahan, sinar surya merembet masuk dari sela-sela jendela dan tirai kamar Adrian.


Lelaki itu terbangun, memandang kosong pada langit-langit kamar.


Kepalanya terasa berat dan pusing. Pandangannya juga berkunang. Dipaksakan nya bangun dan mandi.


Setelah berganti pakaian, memakai kemeja dan jas kantor. Dia berjalan kelantai dasar, menuju ruang makan.


Perasaan ku saja apa memang pagi ini rumah terasa sepi ya.


Adrian mengangkat tudung saji dimeja makan. Terpapar seporsi sarapan pagi yang sangat menggugah selera.


Nasi goreng rumahan, dan jamur krispi.


Adrian menarik kursinya dan duduk.


Menaruh nasi dipiring dan mulai menyantap sarapannya.


Suapan pertama, dia berhenti sejenak. Meresapi sambil tersenyum. Kenapa apapun yang dimasaknya selalu enak ya.


Adrian menelan makanannya dengan lahap. Sesuap, dua, tiga, sampai suapan terakhir. Hingga makanannya kandas, dan piringnya benar-benar bersih.


Adrian mengangkat secangkir kopi yang juga sudah disediakan. Kopinya sudah dingin, sepertinya diseduh dari tadi. Tapi Adrian tetap meminumnya, meneguknya sampai habis. Lalu dia meletakkan kembali cangkir itu.


Perhatian Adrian teralihkan melihat kertas terlipat yang ada ditempat awal kopinya diletakkan. Dia meraihnya, membacanya perlahan.


Untuk Adrian yang kusayangi.

__ADS_1


Maaf aku selama ini menjadi pengganggu dihidupmu. Aku sadar diri dan meminta maaf atas semua kesalahan ku selama ini padamu.


Dipernikahan kita yang sudah empat bulan ini, terimakasih untuk semua kebaikanmu untuk aku dan keluarga ku. Semalam aku sudah memikirkannya dengan matang, dan biarlah pernikahan ini sampai disini saja. Aku akan melepaskan mu dari tanggung jawab ini.


Aku akan menganggap kita tidak pernah bertemu.


Perceraian akan ku urus hari ini, untuk ayah dan Bunda biar aku yang berbicara pada mereka. Orang tuaku tidak perlu kamu pikirkan, itu urusanku.


Dan, untuk uang mu yang kami pakai untuk pengobatan Papaku, akan segera kuganti.


Aku tidak bisa melunasinya langsung, jadi kucicil ya.


Kamu bisa kembali pada Moza, aku tidak akan mengganggu kalian lagi.


Maaf selama ini aku hanya menjadi pengganggu dihidupmu.


Jaga kesehatan ya, jangan Sering-sering makan junkfood. Minum air putih yang banyak, jangan sering bergadang ya.


Adrian langsung jatuh keatas tempat duduknya. Otaknya buntu, tidak bisa memikirkan apapun.


Badannya lemas, nafasnya sesak dan tercekik.


Apa ini, apa ini karma. Disaat aku mulai menyayanginya, tapi dia pergi meninggalkan ku.


Apa aku sudah gagal menjadi suami.


Apa semua tidak bisa dimulai dari awal kembali.

__ADS_1


Adrian meremas surat dari Zyona. Tangannya terkepal erat saling meremas. Nafasnya sangat memburu, dadanya sesak menandakan ketidak berdayaannya saat ini.


Zyona juga meninggalkan ku. Kau memang manusia gagal Adrian.


Kau pecundang!


Segelintir luka menyeruak dihati Adrian. Dia sedang ada dimasa terpuruk saat ini. Moza yang menghilang dan tiba-tiba menikah.


Dan Istrinya juga pergi karena kebodohan nya sendiri.


Kenapa selalu seperti ini. Kenapa penyesalan itu sangat jahat.


Kenapa dia datang paling belakang, dan meninggalkan luka yang paling dalam!


Adrian mengacak rambutnya yang tadi sudah disisirnya rapi. Menjambak dan memukul-mukul kepalanya.


" Aaaakkkkkkkhhhh! "


Teriakan keputus asaan menggema sampai ke penjuru ruangan. Dia sadar atau tidak.


Adrian lebih terpukul kehilangan Zyona saat ini.


Apakah aku gagal menjadi suamimu Zy. Apakah tidak ada lagi kesempatan bagiku.


Apakah kita tidak bisa memulai semuanya lagi dari awal.


Aku mau kamu Zyona.

__ADS_1


Aku yang bodoh Zyona, tolong kembalilah


Bersambung


__ADS_2