Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Datang bulan 2


__ADS_3

Zyona menarik selimut sampai ke lehernya. Melihat tingkah Adrian sekarang ingin sekali rasanya menenggelamkan nya ke rawa-rawa.


"Aku sudah memperingatkan mu, untuk berhati-hati dalam membuat pembalut untuk istriku! Lihat sekarang, bagaimana kelalaian mu berakibat fatal bagi Zyonaku!"


Berakibat fatal apanya?! Aku cuman menstruasi Adriannn, bukannya sedang sakit keras. Tolonglah jangan lebay! Zyona semakin menyembunyikan wajahnya dibalik selimut. Hanya mengeluarkan sedikit kepala untuk mengintip ke arah suaminya yang sedang memarahi desainer itu.


Kasihan sekali mbak desainernya, apalagi masih muda, pasti tertekan batin kena semprot sama Adrian.


Sedangkan desainer wanita itu hanya bisa menunduk sambil menerka-nerka. Sebenarnya dimana kesalahanku, memang apa yang sudah terjadi pada istri pak Adrian sampai dia terlihat marah begitu. Tolonglah wahai penculik handal, culik aku sekarang juga. Itu jauh lebih baik daripada disemprot pak Adrian seperti ini.


"Jawab! Kau kira aku tembok!? Kau mau ku kuliti hidup-hidup hah!? Kau meracuni istriku kan!?" Tiba-tiba suara Adrian meninggi. Membuat desainer itu semakin gemetaran ditempatnya berdiri. Dan Zyona menggigit bibirnya geram. Merasa malu sendiri dengan tingkah konyol Adrian.


"Ampun, ampuni saya pak, saya sungguh tidak memberi apapun pada pembalut bu Zyona, saya bersumpah" Dia bersimpuh Ketakutan, tangannya mengatup didepan dada, memohon pengampunan dari Adrian.


"Aku sudah percaya padamu, memberi tugas berharga untuk melayani istriku, seharusnya kau berhati-hati! Kau tau bagaimana parahnya keadaan istriku sekarang!"


Parah matamu! Rian aku cuma menstruasi, bukan cacat atau penyakitan! Zyona


Sebenarnya seberapa buruk keadaan Istri pak Adrian. Dia sakit apa? Tolong bicara yang jelas pak, jangan marah-marah tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Desainer wanita.


"Gara-gara sikap ceroboh mu kau tau apa yang terjadi pada istriku hah!? Dia menstruasi dua kali bulan ini! Kau meracuninya kan!? ya kan!?"

__ADS_1


Suara Adrian memenuhi sampai ke langit-langit kamar. Wajah Zyona merah padam menahan malu. Silahkan, wahai perempuan di seluruh dunia, silahkan kalian menertawaiku sekarang. Yah, suamiku ini otaknya memang sedikit geser. Zyona


Apa! Astaga pak Riannn... kalau bu Zyona datang bulan dua kali itu bukan salah di Pembalutnya, Mungkin saja itu hormon atau bu Zyona stres menghadapi tingkah gila anda! Desainer.


"Maaf pak saya terlambat" Masuk seorang dokter wanita. Wajahnya terlihat begitu panik. Apa yang terjadi, apa yang sudah terjadi disini?


Adrian menatapnya tajam, membuat yang ditatap membeku ditempatnya berdiri. "Cepat periksa istriku!" Titahnya, dokter wanita itu melirik pada Zyona yang sedang tertimbun selimut di atas tempat tidur. Dia berjalan mendekat.


"Saya periksa anda dulu ya bu" Katanya sopan, dan dibalas senyum canggung oleh Zyona. Sampai kapan drama bodoh ini berjalan! Sungguh tenggelam di dasar bumi jauh lebih baik, daripada berada di situasi seperti sekarang ini


Dokter wanita itu mulai melakukan pemeriksaan pada Zyona. Berbagai tes kesehatan, dan pertanyaan dilontarkannya. Zyona pun menjawab sebisa mungkin, menelan rasa malu yang sampai ke ubun-ubun.


Ada apa ini, apa mereka sedang main dokter-dokteran ya, Jelas-jelas bu Zyona baik-baik saja. Batinnya sambil menyimpan kembali peralatan medisnya.


Dokter menatap Adrian dengan wajah bingung, sedangkan suami yang kelewatan lebaynya itu tampak sangat khawatir "Bu Zyona sehat pak, tidak terjadi apa-apa"


"Sehat matamu! Kalau sehat kenapa pula dia menstruasi dua kali bulan ini!" Suaranya kembali meninggi. Dokter itu memegang dadanya terkejut dengan suara petir Adrian.


Maaf mbak dokter, suamiku ini memang minta di tempeleng kepalanya.


"Pak, masalah menstruasi bu Zyona bisa terjadi karena banyak faktor, bisa saja karena perubahan hormon, bisa juga karena stres dan penurunan berat badan" Jelasnya

__ADS_1


Sudah kubilang kan, tidak ada hubungannya dengan pembalut, kau yang membuat istrimu stres pak Adrian! Desainer.


Astaga, pak Adrian ini ternyata manis banget ya, apa jangan-jangan sikap dingin dan kejamnya selama ini hanya akting, tolonggg... sisakan satu saja pria di dunia ini seperti pak Rian. Dokter wanita.


Maafkan aku para gadis-gadis, suamiku ini memang sedikit bodoh soal wanita! Zyona


"Untuk pemeriksaan lebih lanjut, anda bisa membawa bu Zyona ke rumah sakit" Dokter itu menenteng tasnya yang berisi peralatan medis.


"Baiklah kau bisa pergi"


"Baik pak, selamat malam, selamat beristirahat" Dokter itu membungkukkan kepalanya lalu keluar dari kamar itu. Jadi aku dipanggil malam-malam gini hanya karena istri pak Adrian sedang menstruasi?


Astaga, apa gak ada pekerjaan yang lebih waras apa?


"Kau juga, sudah boleh pergi, cepat buat pembalut untuk istriku, selesaikan malam ini juga!"


Berbicara tanpa melirik pada desainer itu. Lebih memilih duduk di pinggir ranjang disamping istrinya.


"Baik pak, terimakasih, selamat malam, selamat beristirahat" Ya ya, anda rajanya, menjahit pembalut dan harus siap malam ini juga. Cih, apa anda kira menjahit itu semudah batuk apa?!


Sekarang kamar itu sudah sepi, hanya tertinggal dua pasang manusia yang sedang di mabuk cinta itu. Adrian membelai-belai pipi Zyona dengan lembut. Stres? apa selama ini Zyona stres dengan tingkah laku ku? Maafkan aku sayang...

__ADS_1


maafkan suami gak guna mu ini.


Bersambung.


__ADS_2