Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Pembalut kain


__ADS_3

Penghayal Pov.


" Rian cepetan dong, udah becek banget nih, lengket tau.. " Zyona merengek karna kerja Adrian sangat lambat.


Sedangkan dia sudah sangat tidak nyaman.


" Bentar Zyona, susah, lubangnya kecil banget " Adrian terlihat sangat serius, bahkan keningnya sampai berkedut.


Dengan fokus memegang sesuatu yang ditangannya, untuk masuk ketarget yang berlubang kecil itu.


" Kamu payah, itu aja pun gak bisa, ini kan bukan yang pertama kalinya kamu lakuin " Zyona terus ngerocos karna menganggap kerja Adrian sangat lambat.


" Tadi pas aku yang masukin kamu malah yang mau masukinnya, tapi nyatanya kerja kamu lama


cepetan dong, aku udah gak nyaman banget " Gerutu Zyona


" Bentar bentar, ini hampir masuk nih " Dengan sangat teliti, akhirnya Adrian berhasil masuk ke target berlubang kecil itu.


" Awwhh! " Pekiknya. Sontak Zyona mengambil tisue dan mengelap ujung jari Adrian yang berdarah tertusuk jarum.


Karena dia sedang memasukkan benang ke jarum.


" Sakit? " Zyona terus membersihkan darah yang mengalir di jari Adrian.


Lelaki itu diam, membiarkan Zyona membersihkan darah di jarinya.


" Masih sakitt " Rengek Adrian.


" Hanya tergores sikit kok, kamu juga gak akan kehabisan darah " Balas Zyona sebal.


" Tapi sakit... " Rengek Adrian lagi

__ADS_1


" Jadi kamu maunya gimana.. "


" Cium.. " Ucap Adrian dengan suara manjanya.


Ahh, dasar, dia memang pandai membuat Zyona salah tingkah.


" Ck, kamu apaan si.." Kesalnya sekaligus merona.


" Sini, aku aja yang jahit, kamu gak bisa diandalin.. " Zyona merebut jarum dan benang dari Adrian.


Dan menjahit kain itu sendiri.


Adrian memangku wajahnya dengan tangannya sambil menatap pada aktivitas yang dilakukan Zyona.


" Kamu kok gak pake pembalut aja, kenapa harus kain di jahit-jahit gini? " Tanya Adrian dengan pandangan yang belum beralih.


" Aku gak pernah pake softek lagi, karena pernah dulu pas aku pake, besoknya langsung berhenti " Jawab Zyona sambil terus menjahit kain yang sudah dibentuk persegi panjang dan


"Bagus dong kalau berhenti, kan artinya aku langsung bisa hamilin kamu " Ucap Adrian sambil terkekeh.


Mata Zyona membola mendengar itu " Kamu kok isi pikirannya itu terus sih... dasar mesum! " Ucap Zyona dengan nada pura-pura Kesal


padahal mah dia lagi nahan senyum malu-malunya.


" Aku kan laki-laki normal Zy, aku punya nafsu yang harus disalurin.


Kalau enggak sama kamu aku harus nyalurin nafsuku sama siapa dong... "


Dia ini makin bertingkah ya... Zyona semakin malu dibuatnya. Mengingat tadi bagaimana dia pasrah saat suaminya menggerayangi nya.


" Is udah lah, aku mau pake pembalut dulu, kamu keluar sana " Usir Zyona sambil mendorong kuat lengan Adrian.

__ADS_1


" Kamar mandi kan bisa... "


" Gak, pokoknya kamu keluar dulu... "


" Iya iya "


Adrian berlari keluar setelah mencuri ciuman gadis itu.


" ADRIAN! " Zyona semakin meleleh dibuatnya.


Dia memegang dadanya yang sangat berdebar.


Sial, jantungku rasanya hampir meledak


Zyona memegang bibirnya yang tadi dicium Adrian


Dia menggelengkan kepalanya kekiri dan kekanan.


Mencoba mengendalikan dirinya sendiri.


Setelah Zyona menyelesaikan jahitan pembalut kainnya, dia mandi di kamar mandi.


Memakai pembalut kainnya dan berganti pakaian.


Karena merasa perutnya nyeri karna menstruasi, akhirnya Zyona memilih memesan makanan online untuk makan malamnya dengan Adrian malam ini.


Duapuluh menit kemudian makanan yang dipesan Zyona sampai.


Dia memberi sejumlah uang pada driver online itu, lalu menghidangkan makanan di meja makan.


Setelah itu Zyona beranjak ke ruang fitness Adrian untuk memanggil suaminya itu makan malam.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2