Menikah Tanpa Pacaran

Menikah Tanpa Pacaran
Rencana pengakuan cinta


__ADS_3

Adrian Pov.


Berpura-pura baik saja, walau sebenarnya tidak. Mustahil jika dibilang aku baik-baik saja setelah ditinggal seorang yang bersamaku sejak lima tahun terakhir ini.


Dia menghilang tanpa kabar. Bahkan sempat beberapa minggu aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Kalian tanya apa aku sedih?


Jujur aku sedih.


Kecewa? Sangat! Aku sangat kecewa!


Tapi itu bukan menjadi alasan bagiku untuk menerima dia jika kembali nanti.


Apapun alasan yang dia berikan,


aku tidak akan mau menerima orang yang pernah meninggalkan ku!


Cam kan itu!


Mengingat Moza adalah gadis kesayangan ku, selama berpacaran hampir lima tahun, tidak ada pertengkaran besar yang terjadi. Hanya masalah sepele, dan selalu teratasi dengan komunikasi dari kami berdua.


Lantas apa alasan yang membuatnya pergi?


Apa karena Bunda yang sejak awal menolaknya?


Bunda tidak merestui kami, karena Bunda sudah menjodohkan aku dan Zyona bahkan sejak kami masih kecil.


Jadi menurutku Bunda tidaklah membenci Moza.


Karena sepengetahuan ku juga Moza bukan gadis yang jahat.


Aku juga tidak menyalahkan Zyona dalam perkara ini.


Sejauh aku memperhatikan nya selama ini, menurutku dia bukan gadis yang mampu berbuat jahat.


Zyona adalah gadis yang paling sederhana yang pernah kutemui. Dia menggemaskan dan sangat lucu.


Awalnya Zyona bukanlah tipeku, dia bukan seleraku. Sejak dulu aku selalu dikelilingi oleh wanita cantik dan glamor.


Berpenampilan seksi dan dewasa.


Yup, persis seperti Moza.


Wanita yang berpenampilan menarik, yang memang selera setiap laki-laki.


Tapi sekarang, entah apa yang terjadi padaku. Semakin lama aku memandangnya, semakin aku yakin kalau aku sudah tergila-gila padanya.


Siapa lagi kalau bukan istriku yang menggemaskan itu.


Zyona Adisti, istriku satu untuk selamanya.


Aku mengambil ponselku, membuka galeri dan melihat fotoku dan Zyona dua hari yang lalu.


Foto yang kami ambil pagi hari saat kami baru bangun tidur.



Tatapan matanya yang polos, dia yang mampu tersenyum hanya dengan hal yang sederhana. Penampilan yang apa adanya. Bahkan, jika mengingat dia memakai baju mewah hanya saat pernikahan kami dulu.


Sehari-harinya Zyona ku itu hanya memakai kaos, dan celana.

__ADS_1


Tapi itu pun mampu membuatku jatuh sejatuh jatuhnya pada dirinya.


Gila, entah sihir macam apa yang dia berikan padaku. Hingga mampu membuatku sebucin ini padanya.


Mengenal dia dan tingkah lakunya. menurut ku dia bukan orang yang mampu berbuat jahat. Bahkan sosok Zyona adalah sosok yang butuh perlindungan.


Kulirik jam dinding di ruangan kerjaku, satu jam lagi waktunya Zyona pulang. Aku segera mengambil hp, dan mencari kontaknya.


Aku: Bagaimana harimu hari ini?


Lima menit berlalu, tapi belum ada balasan.


Berkali-kali aku menengok layar hp ku, tapi belum ada notif dari istriku itu.


Arggh! Aku mengusap wajah kasar.


Kenapa aku menunggu balasannya seperti sedang menunggu balasan pesan dari gebetan?


Ah, apa dia sedang sibuk?


Tapi sebentar lagi jam pulang, apa dia memang sesibuk itu.


Atau, jangan-jangan Zyona ku sedang bersama Bos nya yang waktu itu?!


Aku menjambak rambutku frustrasi.


Kuhembuskan nafas kasar untuk mengurangi rasa gusar dihatiku.


Sebenarnya aku belum pernah seperti ini. Karena Moza adalah gadis yang mudah kudekati.


Sehingga sekarang aku merasa sangat berdebar saat memperjuangkan seseorang.


Sambil tersenyum lebar aku membaca pesan dari istriku itu.


Zyona Adisti: Sangat menyenangkan


Aku tersenyum lebar melihat itu. Mengetahui dia yang disana baik-baik saja, mengurangi sedikit rasa rindu dihatiku.


Hei hei, sabar lah Adrian, nanti sore juga ketemu


Aku menggigit ujung jariku. Sejenak memikirkan balasan apa yang akan kukatakan pada istriku ini.


Aku: Kamu masih lama pulangnya?


Sedikit ragu aku menanyakannya. Ada apa dengan otakku, kenapa aku selalu kepikiran tentang Zyona. Seperti keinginan yang selalu ingin bertemu, tidak ingin berpisah walau sedetik.


Tidak berapa lama datang balasan dari istriku itu


Zyona Adisti: Hari ini aku pulang cepat, sekitar duapuluh menit lagi lah...


Aku sontak berdiri. Tidak membalas pesan Zyona tadi, dengan senang aku meraih tas kerjaku dan melangkah keluar ruangan dengan hati yang sangat menggebu.


Aku keluar dari ruangan ku, tidak sabar rasanya ingin bertemu dengan zyona.


Saat aku melewati meja sekretaris yang berada didepan ruangan ku, aku mendekat. ku liat sekertaris ku itu tersenyum sambil memainkan mata cincin yang dipakainya.


Aku mendekat, Tia sontak berdiri


" Ada yang bisa saya bantu, pak?" Tanyanya sopan.


" Aku akan pulang lebih awal, bereskan pekerjaan yang tersisa " Kataku, lalu mataku melirik pada cincin yang dipakainya.

__ADS_1


" Cincin mu sangat cantik "


Pujiku, ya memang karena cincin itu cantik menurutku.


Tiba-tiba aku kepikiran dengan zyona. Terakhir aku memberinya cincin hanya saat pernikahan kami dulu.


" Ini pemberian teman saya pak " Jawabnya sambil tersenyum


Aku mengernyit, cincin adalah barang mahal yang tidak mungkin diberikan teman


" Teman?"


" Em, Sebenarnya cincin dari kekasih saya saat pengakuan cintanya waktu itu pak ". Jelasnya dengan malu-malu.


Aku terbahak melihat ekspresi malunya


" Semoga langgeng sampai pernikahan ya ".


Ucapku pada orang yang telah berada di sisiku selama dua tahun terakhir ini.


Yang sudah bekerja keras, dan berdedikasi penuh bekerja bersamaku.


Dia tersenyum sambil mengucapkan terimakasih. Aku berbalik pergi, tapi kembali lagi karena ada yang mengganjal di hati ku.


" Apa pengakuan itu sangat berarti bagi wanita?". Tanyaku


" Sangat pak ". Responnya cepat. Lalu dia seperti terkejut, jadi menutup mulutnya sambil minta maaf.


" Haha, tidak apa.. " Balasku.


" Kenapa? ". Tanyaku lagi.


Bukankah menyatakan cinta dengan perbuatan jauh lebih baik daripada hanya perkataan yang keluar dari mulut saja.


" Terkadang wanita memang butuh pengakuan cinta dari pasangannya pak, karena wanita butuh keyakinan dihatinya "


Aku mengernyit mendengar itu. Emang apa bagusnya pengakuan, bukankah pernyataan cinta lewat perbuatan itu jauh lebih baik.


Yakinkan raguku Adrian


Aku jadi teringat dengan kata-kata yang pernah dibilang zyona.


Apa ini maksutnya?


Zyona tidak hanya butuh perhatian dan perlindungan.


Tapi dia juga butuh keyakinan dihatinya dengan pengakuan ku.


Aku segera meninggalkan perusahaan dan pergi ke tempat zyona dengan menggunakan mobil.


Betapa tidak pekanya aku selama ini.


Aku janji istriku, aku akan membuat kamu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia....


Dan akhirnya, sepanjang jalan pikiranku dipenuhi dengan rencana pengakuan cinta untuk istriku itu...


Kira-kira apa yang sangat disukai Zyona ya...


Bersambung.....


Maaf lama y we.... jangan lupa like rate dan komen

__ADS_1


__ADS_2